
Ucapan Nabila membuat Ares benar benar diam, ia tak menyangka jika Nabila akan mengatakan itu.
" Jawab Res jawab " ucap Nabila karena tak mendengar jawaban Ares
" Sekali Res waktu itu gue anggap emang salah paham, dua kali oke gue masih maafin tapi ini tiga kali Res. Engga ada orang yang ngelakuin sampai tiga kali " ucap Nabila sambil menahan tangisannya
" Kalau emang hubungan ini serius, dan lo beneran sayang sama gue harusnya lo tau Res cara menghargai perasaan pasangan lo. Gue cape mau istirahat, lebih baik lo pulang "
Dengan segera Nabila membuka pintu rumahnya dan bergegas masuk, setelah didalam rumah ia menumpahkan semua air matanya yang sejak tadi ia tahan.
Ares masih berdiri didepan pintu rumah Nabila, ia benar benar enggan pergi dari sana.
Ia ingin Nabila tau jika ia benar benar mencintai Nabila.
" Gue akan terus berdiri disini Nab, sampe lo mau dengerin penjelasan dari gue " ucap Ares dari luar
Nabila yang mendengar ucapan itu mencoba mengabaikannya, ia benar benar tak perduli dengan apa yang Ares ucapkan.
**
Setelah selesai mandi Nabila pun merebahkan dirinya diatas kasur, tak lama ia mendengar bunyi hujan turun dengan deras.
Namun ia berfikir jika pasti Ares sudah pergi dari sana, jadi Nabila pun tak memperdulikannya.
Ia merebahkan tubuhnya sembari menatap layar ponselnya, ia memilih untuk menonton film kesukaannya
Namunkarena hujan yang semakin besar, Nabila pun memutuskan untuk memeriksa keluar.
Begitu Nabila membuka pintu ia terkejut melihat Reyhan yang masih duduk di kursi pelatarannya.
" Lo ngapain masih disini Rey " tanya Nabila dengan khawatir karena ia melihat baju Reyhan yang sudah basah
" Gue ga akan pulang sampai Lo dengerin penjelasan gue " jawab Reyhan
" Masuk " ucap Nabila menarik tangan Reyhan
Reyhan pun akhirnya masuk kedalam rumah, ia duduk di sofa ruang tamu.
" Gue ambilin anduk dulu yah sama baju ganti " Dengan segera Nabila pergi kedalam rumahnya
Nabila mengambil handuk dan baju ganti milik ayahnya.
__ADS_1
" Duh Rey nanti Lo sakit kalau gini, cepet cepet buka bajunya " ucap Nabila dengan khawatir
Nabila mengeringkan rambut Reyhan dan tubuh Reyhan yang basah.
" Gue bikinin teh anget, sama ambil selimut dulu " Nabila kembali masuk kedalam untuk mengambil selimut dan membuat teh hangat
Reyhan melihat Nabila yang begitu khawatir kepada dirinya merasa bersalah, sejak kemarin ia sudah membuat Nabila marah sekarang justru ia benar benar khawatir kepada dirinya.
" Nih minum dulu, terus pake selimutnya " ucap Nabila yang baru saja membuat teh
" Duduk dulu, gue ga apa apa " Reyhan menepuk sofa di sebelahnya
" Udah minum tehnya Rey mumpung masih panas, badan Lo dingin banget " ucap Nabila yang memegangi tubuh Reyhan
" Maafin gue yah, karena kesalahan gue kebodohan gue , gue bikin hati Lo sakit dan bikin Lo jadi ragu sama gue " ucap Reyhan sambil meraih tangan Nabila yang tengah memegang keningnya
" Udah makan belum..? Gue bikinin mie instan yah " Nabila enggan menjawab ia mengalihkan pembicaraan
" Nab please semua ga seperti yang Lo bayangin, semalem Kia langsung masuk begitu aja bukan gue yang suruh, dan tadi ia gue akuin gue yang nyuruh dia masuk tapi karena gue ga enak di liat karyawan lain Nab " jelas Reyhan
" Gue bikinin makan dulu yah " Nabila hendak bangun namun tangan Reyhan dengan cepat menahannya
" Gausah gue langsung pulang aja, yang penting gue udah jelasin ke Lo Nab " ucap Reyhan
" Masih hujan tunggu sampai reda " ucap Nabila
" Hmm Iyah " Reyhan kembali duduk bersebelahan dengan Nabila
Tak ada percakapan diantara keduanya, hanya bunyi hujan yang terdengar jelas diantara keheningan.
Reyhan sesekali melirik Nabila yang tengah memeluk dirinya sendiri, ingin Reyhan membawa Nabila kedalam pelukannya namun Nabila pasti sudah menolaknya.
" Tidur aja kalau ngantuk" ucap Nabila tanpa menoleh ke Reyhan
" Mending lo yang tidur sana gih, gue tunggu sampai reda disini " ucap Reyhan
" Kenapa Lo keras banget sih Rey, gue tadi udah nyuruh lo pulang kenapa lo malah ga pulang " Nabila mulai membahas masalah mereka
" Nab gue pengen lo tau yang sebenernya, lo mau apa..? Gue bakal lakuin Nab, tapi satu yang harus Lo percaya gue ga pernah ada niat buat Deket sama cewe lain Nab "
" Gue tau Lo jadi ragu sama gue, ga apa apa gue ga masalah karena gue tau itu salah gue. Tapi satu hal yang harus Lo tau, lo adalah perempuan yang berhasil bikin gue jatuh cinta Nab. Bahkan gue bener bener jatuh cinta sama Lo, sampai gue gatau gimana buat bikin berhentinya. Maaf gue bikin lo ragu, maaf gue nyakitin hati lo Nab "
__ADS_1
Nabila menolehkan wajahnya kearah Reyhan, sejujurnya Reyhan benar bener membuat dirinya spesial sangat spesial.
" Lo kalau mau marah sama gue ga apa apa gue terima, berkali kali gue bilang kan kalau gue salah ga apa apa lo mau marah marah sama gue, mau bilang gue ini itu ga apa apa tapi please jangan tinggalin gue " ucap Reyhan kembali
Nabila langsung memeluk tubuh Reyhan yang dingin, ia menumpahkan air matanya di dalam pelukan Reyhan.
" Maaf bikin lo nangis lagi Nab " ucap Reyhan sambil mengelus punggung Nabila , Reyhan mencium kepala Nabila.
Nabila tak menjawab apapun, ia hanya menangis dan memeluk tubuh Reyhan dengan erat
" Sstt udah jangan nangis lagi, kalau lo mau mukul gue ga apa apa nih pukul aja gue siap mau mukul di daerah mana hehe " Reyhan mencoba mencairkan suasana
" Gausah ketawa ga lucu " ucap Nabila yang masih memeluk Reyhan
" Jangan tinggalin gue Nab, jangan pergi " ucap Reyhan
Nabila hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, ia masih ingin memeluk kekasihnya itu
" Gue sayang sama Lo Nab, gue cinta sama lo " ucap Reyhan
" Gue engga " jawab Nabila singkat
" Ga apa apa yang penting Lo jangan pergi dari gue " ucap Reyhan dengan tersenyum
Nabila masih terus memeluk Reyhan, laki laki yang ia cintai saat ini walaupun. Ia masih nyaman berada di pelukan Reyhan, sampai sampai ia enggan melepaskan pelukannya.
" Nab laper hehehe " ucap Reyhan
" Gue juga " jawab Nabila
" Mau gue bikinin mie ga Nab..? " tanya Reyhan dan Nabila mengangguk
" Gue aja yang bikin, Lo duduk disini sambil habisin tehnya " ucap Nabila sambil melepaskan pelukannya
" Udahan meluknya..? Hehe " Reyhan mencoba menggoda Nabila
" Biar lo ga kedinginan makanya gue peluk " ucap Nabila
" Hahaha Iyah Iyah, makasih banyak yah gue udah ga dingin tapi gatau nanti hehehe " ucap Reyhan dengan meledek
" Kalau nanti mah urusan Lo " jawab Nabila kemudian ia pergi ke dapur
__ADS_1
Reyhan merasa cukup lega, walaupun sejujurnya ia tau jika Nabila masih marah kepada dirinya