
Reyhan pun menerima apapun keputusan Nabila, walaupun berat namun ia tak ingin menyakiti Nabila.
" Iyah ga apa apa Nab, gue paham " Ucap Reyhan dengan sendu, ia pun kembali memasang seatbeltnua
Cupp..
Nabila mencium pipi Reyhan, dengan cepat Reyhan menoleh kearah Nabila.
" Maaf gue baru sadar kalau ternyata hati gue emang perlahan terbuka buat Lo Rey, gue juga minta maaf udah ngomong kayak tadi tapi yaa wajah ga sih kan Lo yang bikin gue marah terus Lo juga ya—" ucapannya terhenti karena ciuman yang Reyhan berikan di bibir Nabila
" Bawel " ucap Reyhan dengan tersenyum
" Bodo yaudah gue marah lagi aja " Nabila menahan senyumnya, ia menyilangkan kedua tangannya di dadanya
" Makasih untuk kesempatannya Nab, gue janji sama Lo ga akan terjadi hal kayak gitu lagi "
" Terus kalau terjadi lagi gimana...?"
" Yaudah Lo ga apa apa marah marah sama gue, bentak gue, apapun yang Lo suka. Tapi jangan pergi dari gue yah "
" Hmm gimana yaaa gue pikir pikir dulu deh "
" Gaya banget sih Lo Nab kayak bisa mikir aja "
" Sembarangan Lo, gini gini gue tuh pinter "
" Iyah deh, jadi pulang ga atau mau jalan jalan dulu bensin gue full nih "
" Sombongnya idih najis guee "
" Biarin wlee "
Reyhan dan Nabila kembali seperti biasa, dan Reyhan pun meninggalkan parkiran tersebut.
" Rey gue boleh dengerin lagu ga..?" tanya Nabila karena ia sedang suka dengan sebuah lagu
" Boleh, tapi ada syaratnya" ucap Reyhan sambil fokus menyetir
" Ah males syarat terus itu mah Lo cari kesempatan "
" Engga kali ini gue ga akan macem macem "
" Yaudah apa...? "
" Lo cukup nyanyiin lagu yang nanti akan lo puter aja gimana..? "
" Suara gue jelek "
" Biarin, gimana deal ga..?"
" Tapi gamau full semua lagu yah "
" Iyah bawel "
Sesuai kesepakatan akhirnya sambil fokus menyetir Reyhan membantu Nabila untuk menyetel lagu.
" Lagu apa ini..?" tanya Reyhan yang baru mendengar lagu itu
" Lagu Devano sama Aisyah Aqilah judulnya Teman Cintaku "
" Kayak kita " gumam Nabila sangat pelan namun Reyhan masih bisa mendengar
" Coba dong Nab nanyi mana gue mau denger " Rengek Reyhan karena sejak tadi Nabila tak menyanyikan lagu tersebut.
" Dikit aja yaa "
" Iyah bawel "
" Tak akan ku mencari cinta selainmu
Takkan kutinggalkan kamu
Jika ku dapat menata jalanku (menata jalanku)
Kuingin kau selamanya denganku
__ADS_1
Engkau lelaki terbaikku
Kuingin kau tahu
Kuingin kau jadi teman cintaku "
" Lagi, bagus suara lo.." pinta Reyhan
" Ngeledek males "
" Enak kan lagunya..?" tanya Nabila melihat Reyhan yang menikmati lagu tersebut
" Iyah enak "
" Iyah makanya gue suka "
" Gue juga suka "
" Suka apa ..?"
" Suka sama Lo Nab "
" Bodoo "
Setelah menempuh perjalanan Reyhan dan Nabila pun sampai didepan rumah Nabila.
" Nab kayaknya hp Lo bunyi deh " ucap Reyhan yang mendengar bunyi suara dari tas milik Nabila
" Eh Iyah, Ibu gue telpon bentar ya gue angkat dulu "
Nabila : Hallo Bu, kenapa Bu..?
Ibu : Nab, ibu sama bapa mendadak harus ke Bandung. anaknya mba Leni katanya meninggal
Nabila : Innalilahi wainailaihi Raji'un
Ibu : Mungkin ibu semingguan disana yah
Nabila : Terus Nabila gimana Bu..?
Nabila : Yaudah bapa sama ibu hati hati ya
Ibu : Iyaah bilang ke Reyhan buat temani kamu saja, tapi awas kalian macam macam
Nabila : Iya Bu enggak
Setelah itu panggilan pun terputus, Reyhan yang sejak tadi diam pun akhirnya penasaran.
" Siapa yang meninggal Nab..?"
" Kakanya ibu anaknya meninggal Rey"
" Innalilahi wainailaihi Raji'un , terus gimana..?"
" Bapa sama ibu pergi seminggu "
" Oo berarti Lo tidur sendiri, hati hati Nab nanti disebelah Lo ada.." Reyhan menakuti Nabila
" Ga gue nginep aja dirumah Ayumi "
" Gue sih berdoa Ayumi juga lagi pergi "
Nabila melirik Reyhan dengan tatapan sinis, sedangkan Reyhan hanya melemparkan senyuman.
Nabila langsung menghubungi Ayumi, dan tak lama menunggu Ayumi mengangkat panggilan Nabila.
Nabila : Yumm
Ayumi : Apaa
Nabila : Gue nginep ya dirumah Lo seminggu
Ayumi : Yaa gue lagi pergi Nab, baru tadi pagi berangkat balik Minggu depan
Nabila : Aaa terus gue gimana dong, nyokap bokap gue lagi pergi ke Bandung seminggu
__ADS_1
Ayumi : Lo nginep aja ditempat Reyhan, lagian kan Lo sama dia udah itu
Nabila : Ihh tau ah yaudah gue matiin
Reyhan tersenyum puas melihat raut kesal dari wajah Nabila.
" Apa Lo seneng banget kayaknya " ucap Nabila dengan ketus
" Yaudah Lo nginep di apartemen gue aja, kalau Lo takut gue macem macem Lo taro pisau aja di kasur Lo "
" Gila.. Gue bukan psikopat "
" Ya kali aja, terus gimana Lo mau tidur sendiri dirumah..?"
Nabila berfikir sejenak untuk menentukan pilihannya.
" Yaudah gue di apartemen Lo aja, tapi awas macem macem "
" Iyah enggak santai sih "
" Yaudah temenin gue ambil baju "
" Siap komandan "
Nabila dan Reyhan keluar dari dalam mobil, karena Nabila mempunyai kunci cadangan Nabila pun tak perlu khawatir.
Setelah pintu terbuka Nabila meminta Reyhan untuk menunggu diruang tamu, sedangkan Nabila pergi kedalam kamarnya.
" Yakin gamau gue temenin " ucap Reyhan yang sudah merencanakan ide untuk menjahili Nabila
" Iyah udah Lo tunggu aja, kalau haus ambil minum sendiri jangan manja "
Setelah Nabila masuk kedalam kamar, dengan cepat Reyhan mencari sound yang mencekam.
Dan benar saja baru sebentar Reyhan memutar sound, Nabila keluar dengan berlari
" Rey ih jangan iseng dong " ucap Nabila dengan kesal
" Iyah Iyah engga sayangkuh hehe "
Nabilaa tak menjawab ia langsung menarik tangan Reyhan untuk ikut ke kamar.
" Duduk gaussh iseng, sini hpnya " Nabila mengambil ponsel Reyhan dan meletakkan didalam tas miliknya
" Pakaian dalam jangan lupa, tapi kalau gamau pake juga ga apa apa sih "
" Bisa diem ga "
" Engga kan gue hidup "
Nabila bangun dan melakban mulut Reyhan, sedangkan Reyhan hanya tertawa melihat tingkah Nabila.
Reyhan menunggu Nabila sambil merebahkan tubuhnya dikasur, sedangkan Nabila masih sibuk memasukan baju kedalam koper.
" Nab kalau nanti kita udah nikah, Lo masih galak sama gue dosa Lo nab " ucap Reyhan sambil menatap langit kamar Nabila
" Yaa Lo makanya jangan bikin gue marah "
" Lo tapi lucu kalau marah "
" Yaudah nanti gur marah sambil megang pisau "
" Uuu takut ih ada psikopat, Lo marah marah Mulu lagi pms yah "
Nabila teringat bulan ini ia belum datang bulan, dan ia juga teringat dengan kejadian bersama Reyhan.
" Nab ko diem ..?"
" Rey Lo waktu itu beneran keluar didalem..?"
" I..iya bener kenapa emang.?"
" Bulan ini gue belum pms Rey, apa gue.."
Nabila dan Reyhan saling bertatapan, Reyhan dan Nabila takut jika benar hal itu terjadi
__ADS_1