
Ibu : Nab.. Ko diem sih
Nabila : Ibu kata siapa..? Aku dan Reyhan sungguh saling mencintai
Ibu : Hmm ada seseorang yang mengirim ibu pesan, tapi sudahkah mungkin biasa perusak hubungan saja
Nabila : Iyah Bu
Ibu : Yaudah kamu berangkat sana sudah siang
Nabila : Iyah Bu
Nabila langsung meletakkan ponselnya sementara ia dan Reyhan masih bingung siapa orang yang mengatakan itu kepada Ibu Nabila.
" Ayo berangkat, kamu sudah ga sabar kan ingin bertemu dengan Rohman haha " goda Nabila
" Astaghfirullah aku justru sedang mengatur emosiku ini Nab, pasti Papah juga kesal "
" Yaudah ayo " ajak Nabila
****
Nabila dan Reyhan sudah sampai di kantor, namun karena masih ada waktu Nabila menyempatkan diri untuk membeli kopi.
" Aku temani yah " ucap Reyhan
" Iyah sayang " Jawab Nabila pelan
Nabila dan Reyhan berjalan bersama, mereka memberi jarak agar tak ada yang curiga.
" Nabilaa " panggil Rian yang tengah memesan
" Haii Ian " sapa Nabila
" Pagi Pak " Rian menyapa Reyhan
" Mau pesen kopi..?" tanya Rian
" Hmm lagi mau non cofee sih, coklat atau apa yah " Nabila melihat satu persatu menu
" Pak Rey mau pesan apa..?' tanya Rian
" Kopi susu satu " jawab Reyhan dingin
" Oke pak, gimana Nab mau pesen yang mana..?' tanya Rian
" Susu Almond aja deh tapi dingin yah " ucap Nabila
" Kamu bukannya sedang pms, kenapa minum yang dingin..?' tanya Reyhan dengan refleks
Rian langsung menoleh kearah Nabila, ia terkejut karena Reyhan begitu hafal hingga ke bagian pribadi Nabila.
" Aaa.. Iyah udah selesai pak, waktu itu memang hari pertama saya jadi izin ke Pak Reyhan " jawab Nabila gugup
" Oo iya " Reyhan pun ikut salah tingkah
" Duh bodoh bodoh ada Rian disini " gumam Reyhan sendiri
Setelah minuman jadi mereka bersama menaiki lift, Reyhan jalan lebih dulu dan diikuti oleh Rian dan Nabila.
" Nab Sabtu atau Minggu free ga..?" tanya Reyhan sambil berjalan menuju koridor lift
__ADS_1
" Hmm belum tau, kenapa memang..?'
" Kita nonton konser yuk, kebetulan ga jauh loh "
" Hmm kayaknya ga bisa Ian, soalnya aku ada urusan keluarga "
" OOO yaudah ga apa ko "
Setelah pintu lift terbuka Nabila dan Reyhan menaiki lift khusus, sedang Rian menaiki lift karyawan.
" Asik tuh nonton jadi pengen " Ucap Reyhan mengejek Nabila
" Yuk, gimana kalau sama kamu..?" tanya Nabila
" Gamau males desek desakan, nanti kamu ilang "
" Aku udah besar masa ilang sih aneh kamu "
Setelah pintu lift terbuka, Reyhan dan Nabila keluar bersamaan.
" Ikut aku keruangan" ucap Reyhan
Nabila pun mengikuti langkah kaki Reyhan, dan setelah masuk Reyhan meminta Nabila duduk di pangkuannya.
" Gamau aku mau duduk di sofa aja " tolak Nabila
" Yasudah seterah kamu " ucap Reyhan
" Ada apa..? "
" Kamu mau pergi bersama Rian..?"
" Kenapa..? Kamu mau mengizinkan..? "
" Tentu "
Reyhan mencob menimbang nimbang, ia tak ingin mengekang Nabila tapi ia juga tak percaya kepada Rian
" Kenapa...? Ko malah diem..? " tanya Nabila memecahkan lamunan Reyhan
" Lagi mikir " jawab Reyhan
" Mikir apa..? Masih lama ga..? "
" Yaudah boleh "
" Apanya yang boleh..?"
" Kamu pergi sama Rian "
" Serius..?' ucap Nabila tak percaya
" Iyah serius, apa muka aku bercanda..?"
" Makasih banyak sayang " Nabila langsung memeluk Nabila karena bahagia
" Yaudah sana ke meja kerja kamu, sebentar lagi papah juga datang "
" Iyah dahh " Nabila bangkit dan berjalan
" Oiya lupa Rey " Nabila berbalik ke pada Reyhan
__ADS_1
Cupp.
" Daaahh " Nabila dengan raut wajah bahagia langsung berlari keluar sedangkan Reyhan memegang pipinya
" Akhirnya bisa liat sisi lembut dia juga haha " gumam Reyhan
****
Pagi ini diruangan sudah ada Pak Hartono, Reyhan, Jesika, Yaya, Chika, Nabila dan juga Rohman.
Raut wajah Pak Hartono tak seperti biasanya, kali ini wajahnya tampak lebih tegas begitu juga Reyhan.
Ternyata Rohman pernah mengambil uang kas kantor, dan melakukan pelecehan dengan beberapa karyawan.
" Apa kamu punya pembelaan lagi Rohman..?' tanya Pak Hartono setelah mengetahui semuanya
Rohman hanya diam, ia juga tak berani menatap wajah Pak Hartono.
" Bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu di kantor, dan jika bukan Reyhan yang memberitahu saya ga akan pernah saya tau kejadian seperti ini "
" Saya tidak pernah mempermasalahkan kalian karyawan saya jika ingin berpacaran dengan karyawan lain, tapi jika kalian ingin melakukan hal hal yang di luar batas jangan pernah melakukan disini " ucap Hartono dengan tegas
" Kalian berempat kenapa kalian ga ada yang berani untuk bicara kepada saya atau yang lainnya, apa selain kalian ada lagi ..?" tanya Hartono
" Maaf Pak " jawab Nabila pelan
" Tindakan kamu ini Rohman sudah tidak dapat dimaafkan, kamu harus mempertanggung jawabkan diri kamu . Saya beserta korban kamu akan membuat laporan ke pihak berwajib"
Rohman langsung mengangkat wajahnya yang sejak tadi ia tunduk.
" Saya mohon pak jangan pak, saya mohon " ucap Rohman
" Waktu semua korban yang kamu lecehkan memohon apa kamu berhenti..? Tidak kan..? Lalu buat apa saya kabulkan permintaan kamu " ucap Hartono yang tak perduli
" Saya janji tidak akan mengulangi lagi, dan saya berjanji akan bertanggung jawab " ucap Rohman yang masih memohon
" Ya kamu akan bertanggung jawab dengan kamu di tahan " ucap Reyhan yang sejak tadi diam
" Tidak saya tidak mau, saya tidak mau dipenjara " Rohman terus memohon
" Saya..saya akan bertanggung jawab kepada semua korban saya dan saya berjanji akan mengembalikan uang yang sudah saya ambil. Tolong kasih saya kesempatan, saya mohon "
" Apa yang akan kamu lakukan, dengan cara apa kamu menanggung jawabkan perbuatan kamu..? dengan cara menikahi mereka..? Gila kamu..!! " ketus Reyhan
" Apa kamu pernah berfikir Rohman, wanita yang kamu lecehkan itu orang yang dijaga oleh orangtuanya. Mereka juga tulang punggung keluarga, sedangkan kamu demi nafsu kamu tak pernah kamu memikirkan itu. Kamu tau bagaimana trauma wanita itu, dengan gampangnya kamu bilang akan menikahkan apa mereka cinta sama kamu ..?". Ucap Pak Hartono yang sudah emosi
Reyhan merasa tersindir dengan ucapan sang Ayah, ia melirik Nabila yang sejak tadi menundukkan kepalanya.
" Sudah pokonya tidak ada maaf atau apapun lagi, saya sudah putuskan jika akan memproses semuanya ke hukum " ucap Hartono
Rohman tak lagi menjawab, ia memberikan senyuman pahit.
Rohman bangkit dari kursinya, dan berjalan mendekati keempat wanita itu.
" Kalau kalian tetap ingin menghukum saya, maka saya akan menghilangkan salah satu karyawan kalian " Reyhan mengeluarkan pisau dari saku dan memiting leher Nabila
Chika, Jesika , Yaya langsung berdiri menjauh. Pak Hartono dan Reyhan langsung bangkit dari kursi mereka.
" Jika kalian ingin tetap karyawan kalian hidup, lepaskan saya dan biarkan saya pergi "
Reyhan mengepalkan tangannya karena kesal.
__ADS_1
" JANGAN SAKITI WANITA SAYA " Bentak Reyhan