
Setelah pertengkaran dengan Reyhan tadi Nabila pun pergi ke cafe dekat kantor, di sudut cafe ia duduk menyendiri.
" Nab " panggil seseorang mengejutkan lamunan Nabila
" Kak Arga " Nabila dengan segera menghapus air matanya
" Kamu kenapa..? Bertengkar sama Reyhan..? " tanya Arga khawatir
" Hemm " gumam Nabila
" Aku udahan sama Reyhan kak " Nabila mulai bercerita kepada Reyhan
" Udahan..? Bukannya kalian mau nikah..? " ucap Arga yang senang mendengar hal ini
" Atau gara gara vidio yang aku kirim kemarin kamu sama Reyhan jadi putus..? " tanya Arga semakin dalam mengenai berakhirnya hubungan mereka
" Iya kak, tapi aku udah tau cerita sebenarnya kak " jawab Nabila
" Terus kalau emang kamu udah tau kenapa kalian tetap putus..? " tanya Arga semakin penasaran
" Reyhan yang minta kak, katanya dia gamau nyakitin aku terus "
Arga merasa memiliki kesempatan, iapun memanfaatkan situasi ini.
" Tapi aku sayang sama dia kak, aku cinta sama dia, sejujurnya aku gamau hubungan aku berakhir sama Reyhan " ucap Nabila menceritakan perasaannya
Arga yang berencana untuk kembali mengungkapkan perasaannya mengurungkan niatnya, terlebih melihat bertapa dalamnya perasaan Nabila kepada Reyhan
" Segitu dalamnya perasaan kamu sama Reyhan Nab..? Apa ga ada tempat lagi di hati kamu buat aku Nab ..? " ucap Arga memberanikan dirinya bertanya
" Maaf kak aku ga bisa " Nabila menggelengkan kepalanya
Arga mengangguk paham, ia melihat raut wajah Nabila yang tampak sangat sedih.
Ada rasa bersalah pada diri Arga, ia tak tau jika perasaan Nabila begitu dalam untuk Reyhan.
__ADS_1
***
Reyhan keluar dari ruangannya dan tak melihat Nabila di meja kerjanya, ia merasa khawatir namun ia juga merasa ia lah penyebabnya.
" Pak Rey " sapa Rian yang memang ingin menemui Reyhan
" Iya ada apa..? " tanya Reyhan
" Bapa cari Nabila..? " Ucap Rian memperhatikan Reyhan yang tengah memperhatikan meja kerja Nabila
" Engga " jawab Reyhan singkat
" Mungkin Nabila ada di cafe dekat kantor pak "
" Kamu tau darimana..? " tanya Reyhan yang akhirnya penasaran
" Saya temenan sama Nabila bukan sebulan dua bulan pak, bertahun tahun saya kenal Nabila. " jawab Rian
" Kalau saya boleh jujur saya memang punya perasaan sama Nabila, tapi saya tau cuma Pak Rey yang ada di hati Nabila. " ucap Rian kembali
" Saya cuma mau kasih berkas ini aja pak, permisi" Rian pergi meninggalkan Reyhan yang masih diam
Setelah Rian pergi, Reyhan pun masuk kedalam ruangannya dan meletakkan dokumen yang Rian berikan.
Dengan segera ia mencoba mencari Nabila ke cafe yang Rian maksud kan, ia ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya kepada Nabila
Dengan berlari Reyhan menghampiri Nabila, begitu sampai di cafe yang dimaksud Reyhan mencari sosok wanita tersebut.
Reyhan melihat Nabila yang tengah bersama dengan Arga, Reyhanpun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Nabila.
Dengan segera Reyhan pergi meninggalkan Cafe tersebut sebelum Nabila atau Arga melihat dirinya.
Reyhan merasa dirinya sudah tak memiliki kesempatan untuk bersama dengan Nabila, terlebih dengan apa yang ia katakan tadi sangat melukai perasaan Nabila.
**
__ADS_1
Setelah merasa lebih baik Nabila kembali ke kantornya.
" Nabilaa " panggil seorang laki laki dari belakang dan Nabila menoleh
" Rian " saut Nabila
" Kamu sakit..? " tanya Rian melihat Nabila yang tampak pucat
" Engga ko " jawab Nabila menggelengkan kepalanya
" Apa tadi Pak Rian nemuin kamu di cafe..? " tanya Rian mengenai hal tadi
" Cafe..? " tanya Nabila bingung
" Iyaah, tadi kayaknya dia nyari kamu gitu terus aku bilang kamu ada di cafe jadi aku pikir dia nemuin kamu " jelas Rian
" Aku pergi dulu yah Ian " dengan cepat Nabila kembali pergi ke cafe tersebut
Nabila takut jika benar Reyhan datang dan melihat dirinya bersama dengan Arga.
Sesampainya dicafe Nabila mencoba bertanya kesalah satu staf disana.
" Maaf Kak saya mau tanya, tadi orang ini datang kesini ga ya..? " tanya Nabila dengan panik sambil menunjukkan foto Reyhan yang ada di ponselnya
" Iyah kak, tapi ga lama keluar lagi " jawab Staf tersebut
Benar dugaannya Reyhan salah paham melihat kedekatan Nabila dengan Arga.
" Makasih ya Kak " ucap Nabila yang dengan segera pergi kembali ke kantornya dan mencari Reyhan.
Setelah didepan ruangan Reyhan, dengan mengatur nafasnya Ia mendorong pelan pintu tersebut.
Namun saat Nabila membuka pintu ia tak menemukan keberadaan Reyhan disana, bahkan meja kerjanya pun sudah kosong
...****************...
__ADS_1