
" Kak Arga " panggil Nabila
" Ini tunangan kamu Nab yang namanya Reyhan..?" tanya Arga dengan santai
" Iyah Kak ini Reyhan, Rey kenalin ini Kak Arga "
" Arga " ucapnya sambil mengulurkan tangan
" Reyhan, calon suami Nabila " Reyhan membalas uluran tangan Arga
" Ga apa apa kan kalau ikut gabung, soalnya penuh juga " ucap Arga
" Ya kak ga apa apa " jawab Nabila dengan tidak enak
Ponsel milik Reyhan berbunyi panggilan masuk, saat ia membuka ponselnya ternyata panggilan itu dari Ibu Nabila.
" Siapa..??" tanya Nabila penasaran
" Ibu, ko telpon ke gue yah..?"
" Gatau angkat aja "
Reyhanpun segera mengangkat panggilan dari ibu Nabila.
Reyhan : Hallo Assalamualaikum Bu
Ibu : Waalaikumsamam Rey, gimana kabar kamu..?
Reyhan : Alhamdulillah Baik, bapa sama ibu gimana kabarnya..?
Ibu : Alhamdulillah kami baik, Nabila gimana Rey kabarnya..?
Reyhan : Baik Bu
Ibu : Syukurlah Alhamdulillah, Ibu khawatir ko ibu telpon ga diangkat angkat. Kamu lagi sama Nabila ga Rey..?
Reyhan : Iyah Bu ini lagi sama Nabila, lagi makan
Ibu : Oyaudah nanti saja ibu telpon lagi, salam saja untuk Nabila ya
Reyhan : Iyah Bu nanti Rey Salami
Ibu : Yaudah, Assalamualaikum
Reyhan : Waalaikumsalam.
Setelah panggilan terputus Reyhan kembali meletakkan ponselnya di atas meja.
" Ko ibu gue telpon ke Lo sih..?" tanya Nabila penasaran
" Katanya udah bosen punya anak kayak lo "
" Serius gue Rey, ibu ngomong apa..?"
" Lo di telpon ga diangkat angkat katanya, makanya telpon ke gue "
Nabila pun segera mengecek ponselnya, namun ia tak menemukan ponselnya di tasnya.
" Loh hp gue ga ada apa ketinggalan di mobil ya .?" ucap Nabila panik
Arga memberikan ponselnya kepada Nabila, hal itu membuat Nabila bingung
" Cek aja dimana keberadaan ponselnya" ucap Arga
" Emang bisa kak..?'
" Bisa, kamu masukin email kamu nanti kalau udah kamu logout lagi "
" Oo oke kak makasih yah '
Nabila pun mengambil ponsel tersebut dari Arga, ia mengikuti apa yang Arga ucapkan.
Karena tidak paham ia pun memberikan ponselnya kembali ke Arga.
" Ga ngerti cara bacanya kak "
" Oke oke sini aku liat "
__ADS_1
Arga pun melihat aplikasi tersebut, dan ternyata ponselnya sedang di charge dan jauh dari sini.
" hp kamu di charge yah..? Terus ga ada disini, nih kamu boleh logout lagi email kamu "
" Oo gitu yah, oke kak "
Nabila pun segera mengeluarkan emailnya dari ponsel Arga.
Sejak tadi Reyhan hanya memperhatikan gerak gerik Arga, ia tau jika Arga sengaja melakukan itu untuk menarik perhatian Nabila.
" Dasar pikun " sindir Reyhan
" Yee ini juga gara gara Lo yang buru buru "
" Alasan pikun mah pikun aja kali "
" Ih ngeselin " Nabila mencubit lengan Reyhan
" Aduuh ampun iya engga engga " Reyhanpun meringis kesakitan ia mengelus lengannya yang dicubit oleh Nabila
" Kalian kapan rencananya nikah..?" tanya Arga
" Bulan depan, nanti gue kasih undanganya ke Lo " jawab Reyhan ketus
" Oo oke gue tunggu, udah berapa lama kalian pacaran..?"
" Ga ada pacaran langsung nikah gue" jawab Reyhan kembali dengan ketus
" Oo berarti belum kenal jauh masing masing dong, memang kamu udah yakin Nab..? "
" Iyah aku yakin kak, Kaka ga perlu khawatir aku udah dewasa ko "
" Tuh denger " gumam Reyhan pelan
Setelah menunggu makanan yang mereka pesan pun datang, begitu juga dengan pesanan milik Arga.
" Rey siniin piring Lo " ucap Nabila
" Ngapain..?' tanya Reyhan bingung
" Kalau dia ngomong gitu artinya dia mau ngasih nasinya separuh buat Lo" jawab Arga
" Nih biar Lo gendut kayak babi " ucap Nabila
" Iya biar bisa ngepet terus banyak duit haha " jawab Reyhan
Mereka mulai menikmati makanan mereka, seperti biasa ada saja tingkah Nabila dan Reyhan walaupun mereka sedang makan.
Sedangkan Arga melihat keduanya dengan kesal, namun ia harus terlihat baik baik saja.
" Cobain dulu enak " ucap Nabila memasukan terong kedalam mulut Reyhan
" Gamau pait pasti Nab "
" Engga beneran, semuanya ga pait gue serius "
" Bener yah semua disini ga ada yang pait, kalau sampe gue coba pait gimana..?"
" Ya terserah Lo deh mau apa "
" Oke deal "
Reyhan mulai mencob satu persatu lalapan yang Nabila ambil, begitu juga dengan Nabila yang ikut memakannya.
Nabila mengambil pare di tempat lalapannya, Arga pun ikut sama mengambil pare melihat keduanya biasa saja Reyhanpun ikut memakannya.
Namun karena dasarnya Reyhan tak menyukai lalapan, ia terasa pare itu pahit ia pun kembali melepehnya dan langsung meminum airnya.
" Lo kenapa Rey..?' tanya Arga melihat Reyhan yang panik
" Pait " jawab Reyhan singkat
" Engga ah Rey, aman ko " jawab Nabila
" Iya gue juga aman " timpal Arga
" Nih Lo berdua cobain punya gue kalau ga percaya"
__ADS_1
Nabil mengambil pare dari tangan Reyhan, dan begitu i mencoba memang ada sedikit rasa pahit berbeda dengan punya nya.
" Dikit doang " jawab Nabila
" Sama ajaa, sesuai kesepakatan" ucap Reyhan
" Emang harus ya kayak gitu..? Lagian kan Lo yang nyobain, kenapa imbasnya ke Nabila ..?' ucap Arga
" Ga apa apa kak, emang kita suka kayak gini ko jadi tenang aja " jawab Nabila
" Yes dibelain " gumam Reyhan dengan senang
Arga tak lagi menjawab, ia menatap kesal kearah Reyhan.
Setelah selesai makan Nabila dan Reyhan segera pulang, begitu juga dengan Arga.
" Kita duluan ya kak, udah malam juga " ucap Nabila
" Iyaa, hati hati yah "
" Iya Kaka juga hati hati "
Setelah itu Nabila masuk dan diikuti oleh dengan Reyhan, ia memberikan tatapan sinis kearah Arga sebelum masuk.
Mobil Reyhan segera melaju meninggalkan halaman parkir tempat mereka makan.
" Ciee seneng nih kayaknya ada yang makan bareng " ucap Reyhan sambil menyetir
" Apasih Rey engga ko biasa aja "
" Masaa itu senyum senyum sendiri "
" Ga apa apa gue bayangin muka Lo pas makan pare terus pait haha "
" Gara gara Lo Nab, ogah gue makan begitu lagi "
" Ih lebay banget sih Rey, lo lucu ya kalau lagi cemburu "
" Engga gua ga cemburu "
" Bohong banget gue merhatiin kali Rey, Lo tuh kayak gamau kalah dari Kak Arga "
" Engga gue ga cemburu Nab, buat apa sih gue cemburu sama cowo kayak dia ga penting "
" Masa..??"
" Iyah Nab "
" Yaudah besok besok makan bareng lagi kalau gitu "
" Yaudah gue sih ga masalah "
Nabila melihat ekspresi wajah Reyhan yang kesal, namun rasanya senang melihat Reyhan cemburu kepada dirinya.
..
Setelah berada di apartemen Nabila langsung masuk ke kamar dan ia melihat banyak panggilan masuk dari sang ibu.
" Duh ko gue bisa lupa sih sama hp " gumamnya sendiri
Nabila keluar kamar dan duduk di sebelah Reyhan.
" Kalau gue telpon ibu jam segini kira kira ganggu ga..? " tanya Nabila meminta saran dari Reyhan
" Hmm coba aja dulu, daripada bertanya tanya sendiri"
" Yaudah deh "
Nabila pun segera menghubungi sang Ibu, namun sayangnya beberapa kali ia menghubungi tak ada jawaban.
" Ga diangkat angkat "
" Udah tidur mungkin Nab, yaudah besok pagi Lo tlp lagi aja "
" Yaudah deh "
Nabila menyandarkan kepalanya dibahu Reyhan.
__ADS_1