JEBAKAN PERNIKAHAN

JEBAKAN PERNIKAHAN
Hari Pertama


__ADS_3

" Nab gimana udah belum...?" teriak Reyhan dari depan pintu toilet Nabila


" Belum gue takut Rey " suat Nabila dari dalam


Reyhan mencoba mengingat ingat kejadian malam itu, tapi Reyhan ingat betul jika ia tak benar benar melakukan itu kepada Nabila.


Dengan glisan Reyhan menunggu Nabila didepan pintu kamar mandi, tadi Reyhan dengan segera pergi ke minimarket terdekat untuk membeli alat cek.


" Nab gimana udah belum lama banget sih Lo "


Nabila membuka pintu dengan mata yang tertutup, ia tak berani melihat hasilnya.


" Gimana coba liat " Reyhan dengan gemetar mengambil hasil itu dari tangan Nabila


Reyhan terus berdoa agar hasilnya sesuai dengan keinginannya, dan begitu ia lihat ia langsung bernafas dengan lega


Namun bukan Reyhan namanya, karena Nabila masih menutup mata iapun akhirnya memiliki ide untuk mengerjai Nabila


" Gimana Rey udah liat belum.." tanya Nabila yang masih menutup mata


" Nab gue minta maaf, tapi gue janji akan tanggung jawab dan Lo ga perlu khawatir karena bulan depan kita akan nikah " ucapnya dengan dramatis


Nabila membuka mata dan menatap Reyhan, tatapan Nabila mendadak panik.


" Apa yang harus gue bilang ke bapa sama ibu nanti Rey, walaupun kita nikah bulan depan kan ga mungkin bisa secepat ini "


Reyhan memberikan hasilnya ke Nabila, dan Nabila pun akhirnya memberanikan diri untuk melihatnya.


" hehe " Reyhan tertawa melihat raut wajah Nabila yang berubah menjadi marah


" Reyhan ga lucu tau ga kalau gue tadi pingsan gimana " Nabila mencubit lengan Reyhan dengan kencang


" Ampun iya iya ampun maaf maaf " Reyhan meringis kesakitan


" Ga lucu bercandanya ih, gue marah sama Lo..!!"


" Iyah Iyah maaf jangan marah yah, gue bakal lakuin apapun yang Lo mau deh asal Lo jangan marah "


" Beneran..?"


" Iyah sayang beneran " Reyhan memeluk Nabila dari belakang


" Ih geli gue Rey, lepas lepas pake manggil sayang sayang pula "


" Dasar cewe galak "


Setelah selesai dengan pakaian yang akan ia bawa, mereka pun dengan segera bergegas menuju apartemen Reyhan.


***


Setelah menempuh perjalan keduanya kini sudah berada didalam apartemen Reyhan, Reyhan meletakkan koper milik Nabila di sudut ruangan.


" Rey " panggil Nabila sambil melihat sekeliling ruangan yang cukup luas tersebut


" Apaa..?"


" Lo sering bawa cewe kesini..?"


" Ga ada, baru Lo doang itupun kalau Lo cewe "


" Kampret Lo "


" Ayo ikut gue ke kamar Lo "


Nabila pun mengikuti langkah Reyhan, dan mereka berhenti disalah satu pintu.


" Nih Lo tidur disini aja, gue bisa tidur di ruang depan " Reyhan membuka kamarnya


" Beneran nih ikhlas ga..?"


" Engga, ya ikhlas lah "


Nabila langsung masuk kedalam kamar dan merebahkannya tubuhnya dikasur yang berukuran besar untuk satu orang, kamar itu terlihat sangat rapih dan juga wangi.


" Awas jangan ngompol, jangan di ilerin yah hehe "


" Aduuh padahal udah niat kayak gitu gue "

__ADS_1


" Yaudah ga apa apa deh tinggal ganti baru "


" Ih sombong "


" Yaudah Lo bersih bersih dulu aja, gue duduk didepan yah " Reyhan pun menutup pintu kamarnya


Setelah pintu kamarnya tertutup Nabila pun iseng melihat foto foto yang terpajang di meja kamar Reyhan.


Disana ada beberapa foto Reyhan yang wisuda, dan menerima penghargaan.


" Ko bisa yah Rey orang sehebat Lo suka sama gue, mana ganteng banget lagi Lo " gumam Nabila sambil melihat foto Reyhan


Nabila melihat foto dirinya bersama Reyhan saat lamaran kemarin, di foto tersebut Reyhan dan dirinya nampak bahagia seperti kekasih yang menjalin hubungan lama.


Saat Nabila tengah asik melihat foto foto Reyhan, terdengar suara bunyi dari dalam tasnya dengan segera Nabila mengambilnya.


" Ga ada apa apa, terus bunyi apa yah " Nabila melihat ponselnya yang tak ada panggilan atau notif apapun


Nabila baru ingat jika ponsel milik Reyhan berada didalam tasnya, dengan segera Nabila mengambil nya dan benar saja bunyi itu berasal dari ponsel milik Reyhan.


" Mamah.. berarti ini Tante Laura " gumam Nabila


Dengan segera Nabila keluar dari kamar dan mencari Reyhan.


" Rey Tante La—" Nabila menghentikan ucapannya melihat Reyhan yang tertidur dengan pulas


" Duh gimana ini mana hpnya bunyi terus, Rey Maaf yah gue lancang angkat"


Setelah menarik nafas Nabila langsung mengangkat panggilan tersebut.


Mamah : Reyhan kamu darimana aja sih ko di telepon lama banget angkatnya, kamu beneran berantem sama Nabila..? Rey Mamah gamau tau pokoknya kamu harus minta maaf sama Nabila denger mamah kan Rey


Nabila : Tante.. Maaf ini Nabila, maaf Nabila lancang angkat telpon Tante karena Nabila takut penting.


Mamah : Nabilaa, yaampun Iyah ga apa apa sayang aduuh Tante jadi malu deh. Reyhan kemana cantik..?


Nabila : Reyhannya tidur Tante kayaknya kecapean


Mamah : Yaampun anak itu, yaudah nanti kalau Reyhan sudah bangun suruh telepon Tante yah


Nabila : Tante..


Nabila : Makasih sudah Nerima Nabila


Mamah : Aduuhh.. sama sama sayang, jadi pengen peluk kamu. Nanti kalau senggang main ya kesini


Nabila : Iyah Tante


Mamah : Yaudah Tante akhiri ya, Dadan Nabila sayang


Nabila : Daah Tante


Nabila meletakkan ponsel milik Reyhan dimeja yang tak jauh dari sofa, Nabila melihat wajah Reyhan yang tertidur dengan pulas


" Ya ampun cape banget kayaknya" ucap Nabila melihat tidur Reyhan yang pulas


Nabilapun segera bergegas membersihkan badan, ia berniat untuk masak untuk makan malam nanti.


***


Reyhan terbangun karena mencium aroma masakan, ia pun langsung membuka matanya dan pergi ke sumber aroma tersebut.


Reyhan melihat Nabila yang tengah memasak, Reyhan pun mendekat kearah Nabila.


" Ngapain sih Nab kan bisa beli " Reyhan memeluk tubu Nabila dan meletakkan dagunya di pundak Nabila


" Iih mandi sana, berat tau "


Cupp


Reyhan mendaratkan ciuman di pipi Nabila, seketika Nabila merasakan jantungnya yang berdetak dengan kencang.


" Rey sana ah mandi berat tau ihh "


" Iyah iyah sebentar lagi "


" Oiya tadi Mamah Lo telepon, terus karena gue ga tega bangunin Lo jadi gue yang angkat deh "

__ADS_1


" Terus Mamah ngomong apa..?"


" Ada deh, Lo suruh telpon balik katanya "


" Hmm yaudah nanti, gue mandi dulu yah "


Cupp


Sekali lagi Reyhan mengecup pipi Nabila, setelah Reyhan pergi Nabila pun akhirnya melepaskan senyuman yang sejak tadi ia tahan.


" Untung sayang kalau ga gue tabok Lo Rey " gumam Nabila sendiri dengan pelan


***


Setelah selesai masak, Nabila menyusun makanan dimeja makan.


Sambil menunggu Reyhan selesai mandi, Nabila pun membuatkan minuman untuk dirinya dan Reyhan.


" Waaah enak banget nih kayaknya" Reyhan yang sudah rapih langsung menuju meja makan


" Enak lah, ga kalah deh sama makanan di luar "


" Oyaahh yaudah ayo makan gue udah ga sabar "


Nabila mengambil piring milik Reyhan, ia mengisi Nasi beserta lauk pauk kedalam piring Reyhan.


" Ya ampun kayak udah nikah yah hehe " ucap Reyhan mendapatkan perlakuan spesial dari Nabila


" Lebay deh " ucap Nabila yang sedang mengisi piring miliknya



Keduanya tampak menikmati makanan mereka, begitu juga dengan Reyhan yang tak henti hentinya memuji masakan Nabila


" Alhamdulillah kenyang " Reyhan mengelus perutnya yang sedikit buncit


" Ya gimana ga kenyang, orang Lo nambah sampe tiga kali "


" Sumpah Mamah sama Papah harus nyoba masakan Lo Nab "


" Ga lah Rey malu gue, "


" Iih masakan Lo enak Nab "


Nabila hanya tersenyum mendengar pujian yang terus keluar dari mulut Reyhan.


Nabila merapikan piring kotor tersebut untuk ia cuci, namun Reyhan lebih dulu membawanya dan ia yang akan mencucinya.


" Udah gue aja Lo tadi udah masak " ucap Reyhan sambil menyalakan air wastafel


" Emang bisa..?"


" Dih ngeremehin, bisalah Nab udah Lo duduk aja yah "


Nabila pun mengangguk ia mengmbil kursi dan menunggu Reyhan yang tengah mencuci piring.


Tiba tiba Nabila merasakan perutnya yang sakit, padahal sejak tadi ia tak merasakan apapun dan ia juga merasa tubuhnya yang tidak enak.


" Sshh " Nabila meringis kesakitan


" Rey gue ke kamar dulu yah " ucap Nabila sembari memegang perutnya


" Nab Lo kenapa..?" tanya Reyhan khawatir


" Ga apa apa, Lo lanjut aja "


Reyhan dengan segera menyelesaikan cucian piringnya, setelah itu ia langsung menyusul Nabila yang sudah berada di kamar.


" Nab.. Lo kemana ..?' ucap Reyhan saat melihat kamar Nabila kosong


" Rey..tolong dong Rey.." ucap Nabila mengejutkan dari belakang


Reyhan melihat Nabila yang tengah menahan sakit, dengan segera Reyhan menggendong dan menurunkan diatas kasur.


" Nab.. Lo ga apa apa.?" tanya Reyhan panik


Nabila tak menjawab, ia mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto kepada Reyhan.

__ADS_1


" Tolongim gue ya Rey.." ucap Nabila dengan tersenyum


__ADS_2