
Keesokan pagi Nabila terbangun karena alarm nya, segera mungkin ia mematikan alarm tersebut dan ia bergegas untuk mencuci muka dan menyikat gigi.
" Rey udah bangun belum yah " gumam Nabila
Setelah selesai dengan aktivitasnya, Nabila berjalan keluar kamar dan menghampiri Reyhan.
Nabila melihat Reyhan yang sudah tidak ada, Reyhan juga tak meninggalkan pesan jika akan pergi.
" Kemana yah " gumam Nabila bingung
Nabila pun mencoba menghubungi Reyhan, namun ia melihat ponsel milik Reyhan yang ditinggal di meja.
" Lagi keluar kali yah, tapi kemana baru jam 5 "
Nabila pun segera kembali masuk kedalam kamar untuk mandi sambil menunggu Reyhan kembali.
***
Nabila yang sudah selesai mandi dan aktivitas lainnya kembali menunggu Reyhan, ia duduk di sofa sambil menunggu laki laki itu datang.
Karena merasa suntuk Nabila merasa matanya kembali mengantuk, ia pun merebahkan tubuhnya disofa tersebut.
..
Reyhan kembali dengan membawa dua plastik makanan, dengan senang ia melangkah masuk kedalam.
" Tumben nih orang belum bangun " gumam Reyhan
Reyhan membuka pintu kamar dan tak menemukan Nabila disana.
" Kemana sih nih orang baru juga jam setengah 6 " gumam Reyhan sendiri
Reyhan pun meletakkan makanan yang ia bawa di meja makan dan memindahkan kepiring.
" Apa gue telpon kali yah, hp gue dimana sih lupa lagi apa di meja kali yah "
Reyhan pergi ke sofa tempat terakhir ia tidur, dan ia terkejut melihat Nabila yang tidur disana.
" Dia ngapain disini, ahh gue isengin kali yah "
Reyhan mencoba menghubungi Nabila dari dalam kamar, dan benar saja Nabila mengangkat panggilannya.
" Haalo Rey hmm kenapa " ucapnya sambil nada mengantuk
" Gue udah di kantor nanti lo berangkat sendiri aja yah " Reyhan mencoba menahan tawa
" Ehh apa apaan gue naik apa, wah parah banget sih jahat banget " Nabila yang terkejut langsung tersadar
" Ya maaf tadi ga sengaja ketemu cewe cantik terus dia ternyata kerja di tempat yang sama, yaudah gue bareng deh sama dia. Udah dulu yah Nab, byee " Reyhan langsung mematikan panggilannya
" Ehh nih orang bener bener yah, cewe cantik cewe cantik. Gue juga cantik perasaan, secantik apa sih tuh cewe. Rese banget masa gue ditinggal, awas aja tuh orang gue diemin selama 1 tahun baru tau rasa. " Nabila terus bergumam sendiri dengan kesal
Reyhan yang mendengar didalam kamar menahan tawanya, namun saat mendengar langkah kaki masuk Reyhan segera bersembunyi didalam lemari.
" Dia pikir dia doang yang bisa jalan sama cewe, gue juga bisa kali jalan sama cowo lain. " Ucap Nabila kembali
Reyhan masih bersembunyi didalam lemari, dan ia mengintip Nabila dari sela sela.
" Udahlah gue berangkat aja, awas tuh orang "
Pelan pelan Reyhan membuka pintu lemari, dan untungnya Nabila sedang membelakangi dirinya.
Cupp
__ADS_1
Sebuah ciuman mendarat di pipi Nabila, tak lupa Reyhan melingkarkan tangannya di pinggang Nabila.
" Ciee cemburu " goda Reyhan
" Apaan sih ga lucu, awas mau berangkat " Nabila mencoba melepaskan tangan Reyhan dari tubuhnya
" Hehehe jangan marah dong kan bercanda "
" Ga ga ga ga bodo, awas gue mau berangkat sendiri mau cari cowo ganteng awas "
" Oyaahh siapa Rohman..? "
" Idih ogah amit amit gila Lo, awas ah "
Bukannya melepaskan Reyhan justru mempererat pelukannya.
" Ga ada Nab cewe lain ga ada, lo aja udah cukup buat gue ko "
" Modus, sana katanya mau berangkat sama cewe cantik "
" Ya kan elu cewe cantiknyaaa "
" Ga gue ganteng "
Reyhan terkekeh mendengar perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut Nabila, ia pun membalikkan tubuh Nabila sehingga kini berhadapan dengannya.
" Kalau lo lagi marah marah gini Lo tuh gemes tau ga " Reyhan mengelus pipi Nabila
" Maa..mana ada marah marah gemes, lagian kan Lo yang bikin gue marah "
" Gue bikin Lo sayang juga ga..? "
" Engga tauu, ih AU ah bt sama Lo "
Nabila melihat sebuah laksa berada di meja makannya.
" Tenang itu Laksa mang Jaja yang di deket pasar Nab " ucap Reyhan
" Jadi tadi Lo keluar buat beli ini..? Itu kan Jauh Rey "
" Ga apa apa, kalau gue dateng siang nanti antri atau ga habis "
Nabila menatap Reyhan dengan sendu.
" Kenapa..? " tanya Reyhan bingung
" Makasih ya Rey " Nabila langsung memeluk Reyhan
" Hahaha iya sama sama, maaf tadi ga ngabarin dulu kalau mau pergi soalnya abis mandi langsung pergi bahkan lupa bawa hp "
" Tapi itu jauh Rey gue aja kalau makan kesana cuma kalau libur "
" Kalau sama gue ga perlu nunggu libur, kapanpun Lo mau gue siap "
" Jangan gini Rey "
" Kenapa ko jangan..? ga apa apa gausah ga enak gitu "
" Yah jangan kayak gini terus nanti gue makin sayang sama lo "
" Hahaha ih gemes banget gue, bisa ga hari ini gausah kerja kita disini aja berduaan "
Nabila melepaskan pelukannya dan menyipitkan matanya.
__ADS_1
" Rey kerja Lo ga inget mau nikah "
" Inget ko inget "
" Eh Iyah ngomong ngomong nikah, berarti 2 Minggu lagi dong gue sama Lo nikah "
" Iyah betul, Lo mau nyari seserahan..? "
" Ah Lo aja deh gue terima aja pusing liat harganya "
" Hmm yaudah ayo makan "
" Iyaah "
Rasa benci diantara mereka luntur seiring waktu berjalan, namun di hati Reyhan masih mengganjal rasa bersalah.
Reyhan sudah berniat akan jujur setelah ia menikah nanti, sebab ia takut jika ia mengatakan sebelum pernikahan Nabila justru meninggalkan dirinya.
***
Di kantor Rohman ramai menjadi pembicaraan seluruh karyawan, dan seluruh korban Rohman juga sudah di pindahkan ke cabang lainnya.
Namun tentang kedekatan Reyhan dan Nabila masih tetap terjaga, ketiga teman Nabila pun tak menyadari persis dari hubungan mereka.
" Ehh Nab Nab " ucap Jesika
" Apa..? " saut Nabila
" Lo tau ga kemarin Pak Reyhan pas gendong Lo dari ruangan itu yaampun so sweet banget " ucap Jesika membayangkan kejadian kemarin
" Iyah apalagi pas nyebut Lo wanita dia, ih gila sih romantis banget " timpal Chika
" Iyaah kalian romantis banget sih " timpal Yaya
" Romantis apaan sih, engga ah biasa aja mungkin karena gue sekretaris dia "
" Terus Lo ko sekarang disini, emang ga ada Pak Rey..? "
" Ada diruangan Pak Hartono, kayak nya mau meeting masalah ini "
" Eehh tapi Lo kan sekarang kerja sama Pak Reyhan yah, pak Reyhan pasti orangnya romantis yah Nab. Kalau gue jadi pacarnya gimana ya " ucap Chika
" Kayaknya gue deh yang cocok " ucap Yaya
" gausah ngimpi, gue yang cocok " timpal Jesika
" Nih yah gue kasih tau, Pak Reyhan itu orangnya cuek, jutek, dingin, nyebelin, ngeselin, rasanya pengen gue pukul tuh mukanya, pokoknya gausah deh Lo ngarep Pak Reyhan romantis, dia juga ga pernah punya pacar ya gimana mau punya pacar orang jutek gitu, dingin terus ya paling kalau punya pacar nanti pegangan tangan aja kaku " Nabila dengan asik berbincang
Jesika, Chika dan Yaya mendapatkan kode dari Reyhan yang berdiri di belakang Nabila agar terus bertanya.
" Terus Lo tau darimana Nab..? " tanya Jesika ragu ragu
" Ya tau lah keliatan aja, buktinya sampai sekarang dia ga punya pacar..? Padahal umurnya udah mau 30 kan..? Berarti apa ga laku laku " jawab Nabila dengan santai
" Nab kayaknya tadi gue liat Pak Hartono pergi " ucap Yaya
" Hmm yaudah deh gue keruangan dulu, nanti gue di terkam sama Pak Reyhan. Byee "
Saat Nabila berbalik badan ia melihat Reyhan yang berdiri dibelakangnya sambil menyilangkan tangannya di dada
" Eehh Pak Rey, Permisi pak "
Dengan segera Nabila pergi dari sana, sedangkan Reyhan menatap sinis kearah Nabila.
__ADS_1