
Setelah selesai makan malam bersama, Elmira menyuruh Jessica untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.
Karena tadi saat datang Jessica sudah ada pada mode kacau, sehingga Jessica makan tanpa membersih kan badan terlebih dahulu.
Jessica pun membersih kan badan nya dan keluar dari kamar nya. Di dapur nampak sang Mama sedang beberes, dan Jessica tidak mau membantu Mama nya, karena hal yang sama akan terjadi lagi.
Di mana Elmira tak mau Jessica yang mengerjakan pekerjaan rumah,jadi Jessica memilih untuk keluar dari rumah dan duduk di ayunan yang di buat di bawah pohon rindang, yang posisi nya agak ke kanan dan cukup jauh dari kintal halaman depan.
Jessica pun hanya duduk diam, dan menatap bintang yang bertaburan dengan cahaya yang bersinar. Jessica pun tampak tersenyum getir, dan merasa sedikit iri pada bintang.
"Enak ya jadi kalian. Mendapat tugas sebagai figuran paling figuran dari semua figuran, dan menjadi benda paling bersinar di atas sana. Tak peduli di sini sedang terjadi peperangan atau kejadian di luar nalar, kalian semua tetap akan bersinar dengan terang, menunggu pergantian jam, dan bertukar posisi dengan mentari." Jessica tampak tersenyum miring dan tetap menengadahkan kepala ke atas.
"Apakah kalian dapat membagi peran itu kepada Ku ? Menjadi karakter yang dapat mati kapan saja, dan di tambah kehadiran bocah pirang yang pernah Aku selamat kan lima tahun lalu, semua nya menjadi semakin menakutkan. Awal nya Aku tak masalah jika dia ingin menemui Ku dan mengucapkan terimakasih. Tapi dengan imbalan yang dia berikan agar mendapat kan informasih Ku, dan pertambahan para penjaga di sekitar Ku.. Aku.. menjadi takut dan gelisah.." Monolog Jessica dengan gurat ketakutan yang nampak jelas saat ini.
Jessica ingin menangis, tapi dia seakan kehabisan tenaga untuk mengeluarkan air mata dari balik mata nya. Hingga akhir nya Jessica jatuh dalam lamunan nya, dan memandang ke arah tanah dengan tatapan kosong.
...Tak....
Sepasang tangan memegang pundak Jessi, dan itu membuat Jessica hampir melompat menjauh dengan teriakan yang di perbesar.
Jessica pun mengembalikan raut wajah nya menjadi tenang, saat mengetahui yang memegang pundak nya adalah Elmira. Dan tak mungkin juga ada orang lain yang berani masuk ke dalam kintal halaman Jessica, saat ada delapan penjaga yang memantau dari segala sisi.
__ADS_1
"Mama... Jessica bisa kena serangan jantung di usia muda loh kalo kaya gini, emang Mama mau ?" Ujar Jessica sambil memasang wajah cemberut.
"Mana mungkin ? Kamu kan sehat, dan lagian yang salah di sini kan Kamu Jess, siapa suru di umur yang masih muda kaya gini malah melamun, kaya punya banyak utang aja. Padahal kita udah hidup berkecukupan loh, bahkan keadaan keluarga kita berkali kali lipat lebih baik dari penduduk yang lain. Kamu gak mungkin ngutang kan Jess ?" Tanya Sang Mama sambil menyipitkan mata nya, lantaran merasa sedikit curiga dengan Jessica.
"Astaga , Mama kalau ngomong suka benar ya. Jessi salut sama Mama." Jawab Jessi sambil memberikan dua jempol nya, dan mata yang berbinar kagum.
"Haahh, Kamu kalau becanda nya suka kelewatan. Jangan bicara yang kaya gitu Jess, takut nya malah jadi kenyataan." Kata sang Mama yang terlihat gelagat bahwa sedikit lagi akan memberikan nasehat.
"Aku ngutang Ma ? Yang ada banyak orang yang harus minjam uang ke Jessi, orang saat ini yang kaya itu Jessi, bukan mereka Ma." Batin Jessica dengan wajah datar nya, berhubung yang mengetahui fakta ini adalah diri nya sendiri dan anak buah nya.
Setelah itu mama Elmira pun mulai memberikan nasehat pada Jessica. Sejak dulu, Sejak saat Jessica mendapatkan kesadaran di dalam tubuh bayi berusia 2 bulan itu, kuping Jessica sudah terbiasa dengan nasehat Elmira.
Elmira selalu memberikan nasehat-nasehat positif, nasehat-nasehat yang baik, dengan harapan agar anaknya tumbuh dalam semua keadaan yang tampak baik.
Bahkan Jessica Sempat berpikir, Untunglah saat ini yang berada di tubuh bayi berusia 2 bulan adalah dirinya yang seorang CEO di zaman modern, jika tidak, sudah pasti bayi berumur 2 bulan itu tidak akan mengerti apapun yang Elmira katakan.
Namun kembali lagi, itu adalah respon pertama Jessica saat mendengar nasehat dari Elmira.
Saat waktu terus melaju, semakin hari Jessica makin terbiasa. karena Elmira mengajarkan banyak hal kepada Jessica. Misal nya jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, berikanlah bantuan pada siapapun entah itu musuh maupun lawan, Ulurkanlah tanganmu bagi orang-orang yang membutuhkan.
Jangan membalas api dengan api, karena tak akan membawa dampak yang baik bagi hidup Jessica. Dan jika terus hidup dalam keadaan di mana tak mau berbagi dan menutup mata serta telinga terhadap sesama, takutnya semua harta dan kekayaan yang dimiliki oleh Jessica dapat Raib dalam sekejap.
__ADS_1
Jessica yang awalnya seorang CEO, hanya memiliki pengetahuan bahwa, ada beberapa hal di dunia ini yang tak dapat dibeli dengan uang.
Namun kembali lagi, semua hal yang ada di dunia ini butuh uang. Jessica tidak terlalu tahu tentang pengertian moral, etika saat berbicara dengan satu sama lain, atau mengerti perasaan lawan bicara, karena sejak dulu tak ada yang memberikan pengetahuan mendasar seperti ini pada Jessica.
Lalu perlahan Jessica pun mulai menerima kenyataan, dan selalu menyaring sehalus-halusnya dari setiap nasehat yang Elmira berikan.
Elmira tidak pelit, dia akan mengatakan apapun yang dia punya, dan berharap ilmu yang dia punya dapat berguna bagi anaknya. Elmira ingin buah hatinya menjadi anak yang memiliki akal budi.
"Jessica, jika suatu saat nanti mama udah gak ada di sisi kamu, kamu harus terus hidup menjadi anak yang baik seperti saat ini ya. Apapun Yang Terjadi, hadapilah dengan kepala yang dingin. Jangan mengambil tindakan atas pemikiran yang gegabah, karena itu pasti akan membawa dampak buruk bagi psikolog mu Jess. Dan Mama nggak mau hal itu terjadi." Nasehat Elmira sambil mendorong Jessica yang saat ini berada di atas ayunan.
"Mama jangan asal bicara bisa gak sih ? Malahan nasehat mama malam ini bikin Jessi gak bisa tidur entar malam loh. Jangan ngomong kaya gitu Ma.. Kita berdua bakal hidup bahagia selama seribu tahun ke depan. Baru setelah itu kita menghembuskan nafas terakhir. Gimana ? Nasehat kaya gini lebih bagus kan Ma ?" Kata Jessica yang tak mau suasana menjadi semakin mencekam dan suram.
"Jessi.. Jessica kan anak Mama, dari semua kenyataan yang ada di Bumi, ada beberapa kenyataan yang harus Kamu terima Nak. Entah itu Kamu suka ataupun tidak, jadi Jessica.. Ingat hal ini, tak ada yang abadi di dunia ini sayang. Semua punya massa nya masing masing." Kata Elmira sambil menyisipkan beberapa helai rambut Jessica di belakang telinga nya.
Dari semua nasehat yang telah diberikan Elmira pada Jessica, nasehat inilah yang menjadi satu-satunya nasihat yang tak suka Jessica dengarkan.
Masa belum apa-apa, Elmira sudah membahas tentang hidup dan matinya di hadapan Jessica ?
Hal itu membuat jessica bad mood dan tak mau berbicara pada Mama nya.
Elmira pun kewalahan mencari cara membujuk Jessica yang sudah manyun dan tak mau berbicara.
__ADS_1
Malam itu pun berakhir dengan Jessica yang kembali tenang dan melupakan sejenak masalah tentang peran figuran nya, dan masalah lain yang sudah terjadi beberapa waktu lalu.