
"Waktu itu jika tak salah umur Ku adalah tiga atau empat tahun lebih. Saat itu, karena kehidupan yang sangat miskin, membuat Aku memiliki sifat arogan dan cukup pesimis. Aku yang tak suka hidup di dalam lingkungan miskin dan serba kekurangan, berencana untuk kabur dari rumah."
"Apa ? Anak berumur tiga hampir empat tahun ?" Sela Viona saking kaget nya.
"Apa jadi nya saat kamu tau bahwa Aku berencana Kabur saat berumur 2 bulan coba ? Sudah ku duga, umur itu tahun adalah umur yang sulit di percaya, tapi masih dapat di terima oleh akal sehat." Batin Jessica merasa lega, karena meskipun kaget, Viona masih nampak percaya dengan omongan Jessica yang sudah di setting oleh Jessica sendiri.
"Aku bahkan sudah menyusun rencana, agar jangan terlalu akrap dengan Mama ku, karena itu akan membuat Aku terhalang saat ingin kabur dari rumah, dan akan membuat Mama Ku bersedih dalam waktu panjang. Aku memilih bersikap dingin, agar dari pihak Ku dan pihak Mama Ku tidak terjadi ikatan yang berarti, agar saat Aku kabur, tak akan membawa dampak yang besar bagi Mama."
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...13 tahun 4 bulan yang lalu......
Jessica yang berusia tiga tahun pun tertidur saat selesai di susui oleh Mama Elmira, dan saat Jessica membuka mata nya di pagi hari, badan nya sudah di bersihkan lagi oleh sang Mama dengan kain yang di basah kan, karena masih takut jika di mandikan Jessica akan langsung panas lagi. Berhubung Jessica baru sembuh dari demam yang menimpah nya sejak 3 hari yang lalu.
Jessica mulai menengok samping kiri dan kanan, karena memang rumah nya ini hanya satu ruangan saja.
Tempat tidur, ruang tamu, dan dapur berada di ruang yang sama tanpa ada dinding pembatas. Hal itu juga yang membuat Elmira enggan menerima tamu kecuali dokter untuk Jessica.
Bukan nya Elmira merasa malu jika rumah nya di lihat dan di hina oleh orang lain. Tetapi Elmira takut jika orang yang datang ke rumah nya merasa risih, tak nyaman, terganggu, atau bahkan merasa jijik. Elmira tak masalah jika diri nya di hina dan di ejek di mana mana, inti nya bukan Jessica yang di hina atau di bicarakan.
"Amat agi, " sapaan Jessica di pagi hari yang nyawa nya belum terkumpul semua. Jessi yang tanpa sadar ingin mengucapkan selamat pagi, tetapi lupa bahwa kini diri nya bukan lagi CEO yang di layani banyak pelayan di rumah besar nan megah nya dulu.
Sehingga membuat Elmira mendengar ada suara lain dari tempat tidur, membuat nya cepat cepat memasukan semua Kue yang sudah dia panggang semalam ke dalam keranjang, mencuci tangan yang langsung di lap pada kain berukuran kecil nya , dan langsung menghampiri putri nya yang baru bangun itu.
__ADS_1
"Selamat pagi bidadari kesayangan Mama.. Uumaaacchhh..... Umaach...Umaaacch.. " Elmira pun menyapa putri kesayangan nya yang sudah bersih dan wangi itu, lalu memberikan morning kissing pada sang putri.
Jessica yang di kecup berulang ulang oleh Elmira hanya pasrah, karena bangun pagi adalah keadaan di mana butuh waktu lama untuk mengumpulkan kesadaran dan jiwa yang entah beterbangan ke mana.
"Sayang.. Kamu kan udah sehat kembali kan... Mama harap kamu bakal tumbuh jadi anak gadis yang manis, yang anggun, yang dapat memberikan senyuman hangat pada orang lain, yang dapat memaafkan perbuatan jahat, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ingat sayang, jangan balas api dengan api. Tak akan ada untung nya, dan akan berdampak pada tumbuh kembang kamu nanti. Kamu paham nasehat Mama kan ? "
Sambil menyusui dan mengusap usap rambut Jessica yang lumayan tumbuh dengan lebat, Elmira memberikan nasehat di pagi hari yang tentram ini.
"Hei, Bersyukurlah karena jiwa anak mu yang sebenarnya sudah beristirahat dengan tenang di surga bersama para malaikat, dan di gantikan dengan jiwa ku. Jika tidak, aku yakin pasti anak mu tak akan mengerti dengan perkataan berunsur dewasa yang kamu katakan ini. " Jawab Jessica yang berbatin di dalam hati, karena tak bisa berbicara akan hal yang dapat membuat siapa saja tak percaya.
Yaa sekalipun Jessica berbicara, tak mungkin Jessica dengan terang terangan memberitahu bahwa dia adalah jiwa yang datang dari dunia lain, untuk menggantikan posisi anak nya. Lalu menjelaskan pada Elmira bahwa ini adalah dunia di dalam novel. Itu sangat amat tak masuk akal.
"Em.. Em.. Em.. " Cetus Jessica agar Elmira tidak merasa berbicara sendiri.
"Hahaha.. Kamu itu seperti mengerti saja. Tapi kamu tenang saja... Mama akan selalu ada di samping kamu, untuk mengingatkan hal yang baik dan yang boleh kamu lakukan. Lulu hal hal jahat yang sama sekali tak boleh kamu lakukan. Kamu percayakan saja pada Mama Mu ini Sayang. "
Setelah berkata seperti itu pun, Elmira langsung mengambil kain yang sudah dia lipat di samping Jessica, meletakkan Jessica di atas kain yang telah di bentangkan, lalu di ikat di pundak nya.
Sambil mengangkat dua keranjang kue nya, Elmira mengajak Jessica bercerita lagi. Karena Elmira tak punya waktu untuk mencari kawan apalagi membuang waktu nya untuk bergosip.. Itu adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa di lakukan oleh Elmira.
Setelah mengangkat dua keranjang yang penuh dengan Kue, Elmira langsung keluar, meletakkan keranjang yang satu ke atas bangku pendek yang Elmira buat, agar dapat mengunci pintu rumah nya.
Setelah itu, Elmira pun mengangkat kembali keranjang nya dan berjalan ke arah jalan setapak yang di setiap jalan nya padat akan penduduk.
"Kueee.. Kueee.. " Teriak Elmira dengan suara yang bergelombang.
"Bibi Elmiraa udah datang...... "
"Panggil anak anak yang lagi main di dalam. "
"Yang di nanti nanti akhirnya datang juga ... "
__ADS_1
"Waah, Master pembuat kue kita udah datang ... "
Banyak anak anak kecil yang seperti nya sudah menjadi langganan Elmira karena menyukai kue buatan Elmira.
Lantara saat Elmira muncul, mereka semua melompat kegirangan, dan dengan sangat bersemangat, mereka mulai memilih milih kue mana yang akan mereka makan hari ini.
Lalu saat mereka semua sudah selesai membeli, sambil memakan dan melihat Elmira yang sedang merapikan keranjang satu yang telah kosong, salah satu dari anak itu bersuara.
"Apakah kondisi Adik Jessica hari ini sudah membaik ? Wajah nya terlihat sangat cerah dari kemarin kemarin, dan... Dan imut... "
"Benarkah ? Terimakasih Rai, kamu selalu memperhatikan putri tante. Karena kekhawatiran dan perhatian kamu, Jessi udah sembuh kok ... "
Sambil mencoel hidung Rai anak langganan yang membeli pada nya, Elmira menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus dan senyum hangat nya yang dapat membuat siapa saja terpukau dengan Seorang Ibu yang sudah memiliki anak ini.
"Kalo gitu tante lanjut jualan dulu yaah.. Dadaah... "
"Daaah Bi El ...... "
"Besok jangan lupa lewat sini yaah ... Kalo engga kita bakal marah loh ... "
"Jangan lupa, sesekali kasih bonus ke kita kita yang udah jadi langganan tetap ... "
"Dih enak aja kamu ... "
"Becanda aku kak ... "
"Hahahah... Hahahha... Hahaha.. "
Setelah itu anak anak tadi pun dengan penuh semangat melambaikan tangan pada Elmira yang berjalan ke tujuan selanjut nya, bahkan karena saking semangat nya, kue dari salah satu anak jatuh karena bertubrukan dengan tangan teman nya.
Tetapi tak ada perkelahian yang terjadi, karena bocah itu berkata "Belum lima menit " dan langsung memungut kembali kue nya, di lap sealakadarnya, dan lanjut memakan nya.
__ADS_1