
Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir, adalah institut pendidikan yang di masukan penulis ke dalam karya nya yang berjudul With You.
Sistem sekolah ini tidak sama dengan SD, SMP,SMA, maupun KULIAH. Jika ke empat tingkatan pendidikan yang sudah di sebutkan berlaku selama tiga tahun lebih, maka inilah perbedaan nya.
Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir hanya berlangsung selama satu tahun saja. Dan di selama setahun itu, tak ada pembelajaran yang sama seperti jenjang pendidikan yang ada di bumi.
Selama setahun itu, semua siswa yang masuk akan di latih kemampuan nya di bidang yang menonjol. Hal itu akan berlangsung selama setahun, dan tak mungkin jika siswa yang di tempa tidak menjadi sesuatu setelah setahun berlalu.
Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir hanyalah sekolah yang di bangun oleh seorang bangsawan, yang ingin agar anak anak dari kalangan rakyat biasa maupun yang berkasta tinggi, dapat menyingkirkan pemikiran kasta dan belajar bersama untuk masa depan.
Sekolah ini menjadi incaran banyak orang, karena siapa pun itu, jika memiliki ijazah yang berasal dari Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir, maka pekerjaan nya akan berjalan sangat lancar. Pekerjaan apapun itu, asal kemampuan Mu sudah di akui oleh sekolah, maka pihak tempat kerja juga tak akan menyimpan keraguan lagi.
Hal itulah yang membuat setiap tahun nya, sekolah itu selalu mendapat seribu lebih pengajuan pendaftaran, menjalankan banyak tes, menyeleksi dari yang terbaik, dan memberikan lampu hijau pada setiap orang orang yang memiliki otak encer.
Dan hal ini lah, yang membuat Elmira mendaftarkan Jessica ke Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir tanpa berdiskusi terlebih dahulu, dengan harapan Jessica akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik ke depan nya. Tak tau saja jika Jessica adalah Pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright.
Dan satu tambahan lagi, Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir hanya menerima murid berumur 20- 29 tahun. Tidak lebih dan tidak kurang. Begitulah sistem pendidikan nya, yang nampak sangat berbeda dengan sistem pendidikan yang ada di bumi. Walaupun ada 30% kemiripan di beberapa bagian yang tak perlu di paparkan.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...Jam 12 malam....
"Haaahh..." Hembus nafas panjang dari Jessica, yang sudah sadar dari tidur nya sejak 30 menit yang lalu. Kini Dia sedang menyandarkan kepala nya di dipan tempat tidur, dan merenungi perbuatan nya yang sangat tidak sopan pada Elmira Mama nya.
"Aku.. Harus minta maaf pada Mama.." Monolog Jessica setelah berpikir dengan otak jernih, dan turun dari ranjang nya.
Jessica sempat membilas wajah nya dengan air yang sudah pasti dingin di malam hari, agar wajah sembab nya hilang, dan kelopak mata nya yang bengkak sedikit berkurang.
Jessica berjalan sambil menggenggam botol berukuran kecil di tangan nya. Dan sampailah diri nya di depan pintu kamar Elmira. Dia masih terdiam di sana cukup lama, dengan otak yang kembali berpikir.
Apa yang terjadi setelah Jessica masuk ke dalam kamar ? Apakah Elmira merasa bersalah ? Menangis karena tangan nya di pukul oleh anak nya sendiri ? Atau banyak hal yang terjadi ? Jessica bingung.. Terlalu banyak kemungkinan di otak nya, yang membuat Jessica tak mau menyimpul kan, dan memilih untuk menghadapi masalah yang ada saat ini. Yaitu meminta maaf terlebih dahulu, dengan beberapa harapan yang menggema di otak nya sejak bangun dari tidur.
Tok..Tok..Tok.. Pintu yang di ketuk setelah banyak menghembuskan nafas panjang.
Sang empunya kamar yang sedari tadi tak tidur, sedang terduduk dengan perasaan gelisah karena sejak tadi menunggu pintu nya di ketuk. Dan akhir nya penantian nya sejak tadi terjawab juga.
"Masuk saja Jess." Jawab sang Mama yang sudah duduk di atas ranjang dengan bersandar di dipan kasur nya.
Klek..
Jessica pun membuka pintu dengan penuh perasaan, dan dia pun berjalan ke arah tempat tidur, dan langsung duduk di pinggir kasur. Dia langsung mengangkat tangan kiri Elmira yang ada di atas paha nya.
"Sakit ya Ma ?" Tanya Nya sambil mengoleskan salep di punggung tangan kiri Elmira, dari botol kecil yang dia bawa tadi.
"Tidak begitu sakit Jess." Jawab Elmira sekena nya, karena tak mau membuat Jessica semakin merasa bersalah.
Jessica tersenyum miring mendengar jawaban sang Mama. Dan Jessica pun kembali menertawakan diri nya, karena menanyakan pertanyaan bodoh yang jawaban nya sudah sangat jelas.
__ADS_1
"Mama belum tidur dari tadi kan ?" Kata Jessica lagi, setelah melihat Lentera yang ada di sudut sudut kamar masih menyala.
"...." Elmira terdiam dan tak menjawab. Bukan karena marah, tapi bingung mau menyangkal dengan pernyataan apa.
"Jessica... Itu, Jessi minta maaf ya Ma. Tadi udah bersikap tak senonoh di hadapan Mama, udah gitu.. Jessi juga mukul tangan mama." Ucap Jessica sambil menatap dan mengusap tangan kiri Elmira. Dia tak berani menatap mata Mama nya.
Karena bisa jadi Jessica malah menitihkan air mata lagi, saat mendapatkan kehangatan dari netra Elmira, yang entah kenapa rasa nya dapat hilang dari hadapan Jessica, jika dia melakukan sedikit saja kesalahan.
"Jess.." Akhir nya, panggilan dengan suara khas Mama Elmira, mengalun lembut di pendengaran Jessica. Dan seakan menjadi hipnotis untuk Jessica, agar menatap mata Elmira yang sejak tadi dia hindari.
"Mama sama sekali tak marah Jess.. Malah Mama merasa seperti nya Mama yang salah timing, karena menyampaikan hal yang mengejutkan pada Mu, yang penuh akan rasa lelah setelah pulang bekerja." Kata Elmira mengelus pipi Jessica, yang sudah menatap nya dengan tatapan sayu.
"Bukan Ma... Jessi tak lelah sedikit pun.. Sungguh.." Jawab Jessica secepat kilat, dengan kepala yang di geleng geleng kan.
"Lalu kenapa reaksi Mu seperti tadi Jess ? Kamu seperti anak penderita trauma Jess. Dan setau Mama, Kamu itu anak yang pemberani. Di didik dan berada di pengawasan Mama, jadi Kamu tak mungkin memiliki gangguan mental. Jadi apa yang terjadi pada Mu ? Apa terjadi kesalahan dalam pekerjaan Mu ?" Tanya Elmira yang mulai menduga duga ,karena belum mendapat titik terang dari Jessica.
"Ma.. Kalau Jessi bilang tak ingin bersekolah di Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir, apa Mama akan setuju ?" Ujar Jessica setelah mengumpulkan banyak keberanian untuk tawar menawar dengan Mama nya.
"Tak bisa Jess. Kamu harus bersekolah di sana, karena setelah mendalat ijazah dari sekolah itu, pekerjaan Kamu pasti akan jauh lebih bagus dari saat ini. Kamu jangan keras kepala ya sayang.." Jawab Elmira yang menolak mentah mentah pernyataan Jessica.
"Tapi saat ini pekerjaan Jessica udah paling bagus di seluruh benua ini Ma. Bahkan Jessi yakin, bahwa tak ada satu orang pun yang dapat mencapai posisi Jessica saat ini. Ayolah Ma, Jessi tak mau sekolah di sana. Jessi mohon.." Pinta Jessica sambil memegang ke dua tangan Elmira dengan penuh pengharapan.
"Jessi, Kamu itu kenapa sih sayang ? Mama ngelakuin ini demi masa depan Kamu Nak. Hikss.. Supaya kalau Mama udah mati besok besok, Kamu udah jadi orang yang tak di rendahkan atau di pandang sebelah mata. Hiksss, Mama hanya mau yang terbaik untuk Kamu sayang." Ujar Elmira yang sudah tak bisa membendung air mata nya lagi.
"Ohh, No.. Dont Cry Mom.. Please ! " Batin Jessica yang merasa sakit, melihat Mama nya menangis karena ulah nya. Jessica memilih untuk berbatin saja, karena tak mau keceplosan seperti saat dia berkata *Dont Touch Me* tadi.
"Ma.. Jangan nangis.. Jessi minta maaf, sungguh.. Tapi Mama jangan menangis karena Jessica lagi Ma, Jessi mohon. Ahh, ini lebih menyakitkan dari mimpi yang Jessi lihat."
__ADS_1
Bujuk Jessi yang sudah menundukkan kepala. Dia juga sudah ikutan menangis, karena perasaan nya dan Elmira seakan sudah terhubung.