
Note : Hay guys 👋 Untuk ke sekian kalinya, dengan tanpa rasa malu Otor jarang update ini menyapa kalian😅... Dahlamaaa banget Otor kaga up, maaf ya. Hanya mau kasih info, kalau ilustrasi dari setiap tokoh udah Otor ganti. Gak pake gambar anime lagi, tapi pake foto dari artis luar negeri. Alasan nya jelas banget, karena menggunakan hasil gambar orang lain tanpa membeli, ijin, atau apapun itu udah melanggar aturan dan bakal di tuntut. Otor kaga mau di tuntut atau apapun itu, jadi otor cari aman aja. Jadi, si pangeran ngak punya rambut emas lagi ya guys. Karena saat Otor cari foto artis nya, kaga ada yang rambut emas😭 Maaf ya 🙏
^^^Oh dan lagi, dari episode 1-55, udah Otor revisi. Gak ada lagi typo (Mungkin ?). Dan untuk episode 56 dan seterus nya, akan Otor buat dalam 2.000 kata lebih. Biasa nya 1 episode hanya 1.000 kata, tapi untuk kedepan nya 1 episode 2.000 kata. Udah itu aja info hari ini😌. ^^^
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...*** ...
“Kau.. Tampak baru keluar dari medan tempur. Sudah begitu, dengan banyak nya lebam di tubuh Mu, orang orang akan percaya bahwa Kamu adalah pahlawan di medan merang.”
Mendengar penjelasan pria itu, berhasil membuat Jessica dan Fany sadar bahwa memang teriakan nya tadi sangat masuk akal.
Setelah melakukan kontak mata, Jessica dan Fany pun paham betul bahwa hasil make up Jessica tak akan gagal.
"Apakah... Apakah kau memukul nya saat berada di dalam kamar ?" Tanya Pria itu ragu-ragu dengan perasaan ibah pada Fany.
"Bu.. Bukan... Jessica tidak melakukan apapun. Dia hanya..." Lanjut Fany menjelaskan semua nya.
Saat Fany menjelaskan dengan sangat jelas pada pria itu, Jessica sedang meletakkan tangan di dagu nya dan terlihat tengah memikirkan sesuatu.
"Lalu, untuk apa Kamu di make up seperti-"
"Hei.. Siapa nama Mu ?" Tanya Jessica menyela perkataan pria itu.
"Eh ? Aku ? Nama Ku Gery Mess Acre."
"Acre ? Kau putra dari Count Acre ?" Tanya Jessica memperjelas.
"Kau tau tingkatan gelar ? Kalau begitu kau juga seorang bangsawan-"
"Tidak. Kebetulan saja Aku mengenal nya. Bukan kah dengan Aku yang berpidato saat di aula tadi telah memperjelas segala nya ? Bahwa di nama belakangku tidak di miliki oleh jajaran bangsawan yang ada." Jelas Jessica.
"Oh.. Maaf kan Aku. Aku datang hanya.. Hanya ingin berteman dengan kalian berdua." Kata Gery sambil menunduk malu.
Malu bukan karena takut di tolak, tetapi karena telah mengarahkan anak panah ke arah Fany dan Jessica, dan saat ini dengan percaya diri nya meminta berteman. Berkenalan saja tidak, tapi langsung ingin berteman. Hal inilah yang membuat Gery merasa malu.
"......."
Hening... Dan hal ini membuat Gery berbatin "Tak apa jika mereka menolak. Yang terpenting Aku telah mengetahui bahwa Akulah yang salah di sini."
Namun yang di pikirkan oleh Jessica dan Gery tentu saja berbeda. Rencana yang baru saja di pikirkan oleh Jessica langsung terkonek dengan baik saat mendengar Gery yang ingin berteman dengan Nya dan juga Fany.
"Kau ingin berteman dengan Kami ?" Tanya Jessica dengan tatapan nya yang seketika terlihat bersemangat.
"I..Iya.." Jawab Gery kaget, karena respon Jessica agak lain.
"Jessi ?? Jangan bilang ada rencana konyol yang muncul di benak Mu ?!" Batin Fany yang mulai menduga-duga.
"Ini akan terdengar matre, tapi jika Kau ingin berteman dengan Kami, maka Kau harus mempersukses rencana Ku." Kata Jessica.
"Ba.. Baiklah..." Sambil menenguk saliva nya, Gery menjawab Jessica tanpa berpikir sama sekali. Seakan tubuh nya hanya bisa merespon sesuai dengan yang di inginkan oleh Jessica.
"Dugaan Ku benar ada nya." Batin Fany setelah semua nya terpapar jelas di mata.
"Baiklah. Tugas Mu hanya sebagai orang yang akan menggendong Fany. Kau bisa kan ?" Tanya Jessica yang langsung to the point pada rencana nya.
"Menggendong ?" Sambung Gery dengan raut wajah tidak mengerti.
"Sudahlah.. Untuk selanjutnya Fany akan memberitahu Mu di mana dia akan pura-pura pingsan. Kau ingin berteman kan ?? Maka cukup lakukan yang Fany dan Aku katakan." Jelas Jessica sambil mendorong pelan Fany dan Gery.
Fany dan Gery pun berjalan bersama sambil terus melihat ke belakang. Jessica yang masih memakai piyama tidur pun masih senantiasa melambaikan tangan nya sambil tersenyum.
"Apakah... Aku hanya di manfaatkan ?" Gumam Gery dengan suara kecil, namun terdengar oleh Fany.
"Secara garis besar memang Kamu di manfaatkan. Tetapi, tugas Mu hanya menggendong kan ? Tidak lebih. Maka tenang saja, karena Jessica tidak seperti yang Kamu pikirkan saat ini." Ucap Fany dengan tatapan percaya diri nya.
"Apakah Aku dapat mempercayai perkataan Mu ?"
"Terserah. Tapi lebih baik mempercayai perkataan Ku, dari pada mempercayai perempuan-perempuan yang menyuruh Mu untuk menembakkan anak panah pada Ku kan ?"
"....." Gery pun terdiam dan tidak merasa marah sedikit pun.
Dia tak mau lagi memperlihatkan sisi memalukan nya di hadapan Fany. Dengan diam nya Gery membuat Fany dapat memberitahukan rencana yang telah di susun oleh Jessica.
Mendengar rencana Jessica membuat Gery merasa takut, karena rencana Jessica benar benar tanpa celah.
...** ...
Di saat Fany tengah menjelaskan pada Gery tentang rencana Jessica, di saat yang sama juga Jessica telah mengganti baju nya setelah selesai menuliskan sesuatu di kertas.
__ADS_1
...[Baju Jessica]...
Jessica pun membuka jendela nya dan bersiul. Setelah beberapa detik, datanglah burung pengantar pesan berwarna putih yang telah di latih oleh River secara langsung.
Setelah mengelus kepala burung itu, Jessica pun memakaikan kalung berbentuk tabung kecil di leher burung itu. Di dalam tabung, Jessica telah memasukkan surat yang dia tulis tadi.
"Tolong antarkan untuk Dan atau Viona." Ucap Jessica yang tau bahwa perkataan nya tidak akan di mengerti. Namun Jessica hanya ingin berkata seperti itu saja.
Setelah itu, Jessica memberikan snack burung, dan membiarkan burung itu terbang.
Di bawah sinar bulan yang menerangi bumi dengan cahaya remang-remang nya, Jessica menatap burung itu sambil bermonolog...
"Sekarang, Aku harus menemui kepala sekolah. Tugas Ku untuk kedepan nya akan sangat banyak, jadi ayo bergegas..." Sambil berjalan ke arah pintu.
...*** ...
Jam sudah menunjuk pukul sepuluh lewat beberapa menit. Namun asrama belum juga sepi. Semua nya masih beraktifitas dengan hal yang tidak berguna dan juga ada beberapa yang berguna.
Jessica yang memakai pakaian biasa tanpa korset pun kini sudah tiba di depan ruang kepala sekolah Bangsawan Tingkat akhir. Di pintu itu tergantung jabatan dan juga nama dari kepala sekolah, Theron Kai Beckham. Beserta dua prajurit yang tiba-tiba muncul di depan pintu.
"Apa Beliau ada di dalam ?" Tanya Jessica tanpa perasaan takut atau apapun itu, karena ke dua orang itu adalah orang yang Jessica kenal.
"....." Mereka berdua hanya diam dan mengangguk.
"Kalau begitu berjagalah di depan pintu. Jika ada yang datang, maka ketuk pintu sebanyak satu kali."
"Baik Nona." Jawab kedua pria itu dan langsung mengatahkan mata mereka ke sekeliling.
...Tok Tok... ...
Bunyi ketukan pintu nya hanya dua kali, membuat orang yang berada di dalam ruangan tau siapa yang datang. Sehingga beberapa detik kemudian pintu pun dibuka oleh Wakil kepala sekolah.
Jessica langsung membungkuk sedikit pada nya, lalu masuk dan menyapa Kepala sekolah yang duduk di kursi kebesaran nya.
"Maafkan Saya yang datang di larut malam ini." Kata Jessica.
"Tak masalah Jessica. Padahal baru hari pertama, tetapi apakah sudah ada sesuatu yang membuat Mu tak suka ?" Tanya Kepala sekolah yang kini menatap netra Jessica.
"Ya. Ada sesuatu yang ingin Aku minta."
"Katakan."
"Alasan nya ?"
"Dia memiliki ide yang sangat brilian untuk desa nya dan juga akan mendatangkan keuntungan besar bagi asosiasi Ku."
"Benarkah ?" Tanya Kepala Sekolah sambil memutar otak nya, dan mencari cara agar Fany dapat keluar sesuai kemauan Jessica.
"Maaf menyela Nak Jessica. Sekalipun Kami tidak keberatan karena ini berhubungan dengan asosiasi Mu, tetapi alasan apa yang harus Kami katakan ? Padahal dari dulu hingga saat ini sekolah ini memiliki aturan tentang denda dan lain sebagai nya." Sambung wakil kepala Sekolah yang sedari tadi ikut menyimak apa yang di katakan oleh Jessica.
"Tak masalah Pak Easton. Karena Saya memiliki rencana."
"Katakan itu." Ucap Kepala sekolah dan wakil nya secara bersamaan.
"Besok-ah maaf. Malam ini asrama putri dan putra akan di hebohkan oleh pingsan nya Fany. Aku menyuruh nya pingsan di kantin setelah pergi ketempat-tempat ramai dalam keadaan yang sudah tidak masuk akal lagi."
"Keadaan nya seperti apa ?"
"Aku mendandan nya. Dandanan itu benar-benar dapat menipu siapa saja bahwa Fany mendapatkan aksi buli yang sudah di dalam fase keterlaluan."
"Apakah sudah terbukti kegunaan dandanan Mu ?"
"Ya. Teriakan teman baru ku menjelaskan segala nya."
"Lalu apakah hanya itu saja ? Simpel sekali." Kata Pak Easton sengaja agar Jessica menyampaikan semua nya.
"Tentu saja tidak. Aku ingin Desi Saldy Krain dan juga dua sahabat nya di keluarkan dari sekolah ini. Memberikan denda pada mereka juga tak apa, karena aksi buli mereka pada Fany sudah di mulai sejak seminggu yang lalu. Dan feeling Ku mengatakan bukan hanya Fany yang menjadi korban buli. Apakah bisa ?"
"Jadi rencana Mu adalah mengkambinghitamkan mereka ?"
"Pak Easton, kata mengkambinghitamkan itu tidak cocok untuk mereka. Karena mereka benar-benar telah melakukan tindakan yang tidak seharus nya."
"Baiklah. Maafkan pikiran orang tua ini yang sudah tak bisa memilih kata lagi." Kata Pak Easton tersenyum kecil.
"Tidak. Saya yang minta maaf karena mencoba menggurui Pak Easton yang tidak punya niat jahat lada Saya."
"Oke Oke.. Pak Easton dan juga Jessica sudah boleh diam. Kalian berdua sudah dapat berkomunikasi dengan baik. Maka dari itu, untuk seterusnya akan Aku atur dengan baik. Aku akan melakukan yang Kamu inginkan. Apakah Kamu sudah puas dengan ini ?" Tanya Kepala Sekolah.
"Tentu saja Pak Theron. Tapi pada jam 5 pagi, anak buah Ku sudah akan ada di depan gerbang dengan kereta kuda sederhana."
"Jam 5 pagi ? Bukankah mereka memerlukan 8 jam untuk tiba di sini?"
"Mereka pasti akan menunggangi kuda lewat jalan setapak, dan menggunakan kereta kuda yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Karena jika tak salah dalam mengingat, Aku juga memiliki cabang untuk melakukan hubungan bisnis di sekitar sekolah ini. Sehingga paling lama mereka akan memakai waktu sebanyak 5 jam. Anak buah Ku juga mengatakan hal yang sama saat Aku bertanya beberapa hari yang lalu."
__ADS_1
"Baiklah jika seperti itu. Sekarang Kau sudah boleh kembali ke asrama Mu Jessica. Karena Kami berdua juga akan kembali dan tidur di tempat kami masing-masing." Ucap Kepala Sekolah yang tidak merasa kerepotan.
"Baiklah. Jika seperti itu saya pamit undur diri." Pamit Jessica dan keluar dari ruang kepala sekolah.
KLEK. Pintu tertutup.
"Dia benar-benar sesuai dengan yang Kau katakan Theron." Ucap Easton.
"Sudah Aku katakan bukan ? Dia adalah pemimpin yang sesungguh nya." Sambung Theron merasa bangga.
"Kenapa Kau merasa bangga ? Kau bukan orang tua nya bodoh." Ejek Easton.
"Diam. Aku akan tidur sekarang. Kau keluarlah. Benar-benar orang yang tidak berubah."
"Kau juga tidak berubah." Kata Easton dan sudah keluar dari ruang kepala sekolah. Meninggalkan Theron yang kesal seorang diri di dalam.
Theron dan juga Easton adalah sahabat sewaktu berada di Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir. Itulah yang membuat mereka masih dekat walaupun sudah setua ini, dan menjabat di posisi sebagai Kepala sekolah dan juga wakil nya.
...*** ...
Merasa urusan nya dengan kepala sekolah sudah selesai, membuat Jessica tersenyum senang dan berjalan sambil membiarkan uraian rambut nya berkibar di terba angin malam.
"Oh iya. Kantin. Aku harus melihat nya sekarang. Apakah banyak anak seperti yang di harapkan atau tidak." Ucap Jessica dan bergegas.
...*** ...
...Di kantin. ...
Jessica sudah berdiri di tembok yang berdekatan dengan pintu masuk dan keluar kantin.
Di sana sudah terdengar keributan. Jessica hanya mengintip sedikit dan terlihat ada beberala anak perempuan yang melingkari Fany.
Tak menunggu lama, Gery pun muncul dan menggendong Fany ala Bridal style sambil berteriak "BERI JALAN."
Saat Gery keluar, Jessica yang berada di samping tembok pun berkata sedikit pelan...
"Kerja bagus. Jangan lupa beristirahat. Jam sudah menunjuk ke angka 11."
Usai mendengar itu, tanpa berbalik Gery hanya lanjut berjalan dan tampak sedikit.. Hanya sedikit tersenyum.
Walaupun Jessica sudah tidak bisa melihat punggung Gery lagi, tidak membuat Jessica beranjak dari tempat nya. Terlihat jelas bahwa Jessica masih memiliki urusan di kantin.
Perlahan, Jessica memfokuskan pendengaran nya, agar dapat mendengar ocehan-ocehan di dalam kantin.
.......
.......
.......
"Jika tak salah, nama anak itu Fany. Sejak masuk seminggu yang lalu dia sudah menjadi anak yang dibuli oleh Desi Saldy Krain dan teman-teman nya."
"Tapi apa kau melihat luka lebam nya ? Itu sudah parah sekali..."
"Pasti Dia sudah tak makan sepanjang siang, sehingga Dia berjalan dengan sangat pelan. Dan lagi karena tak kuasa menanggung kepala nya yang pusing, Dia pun hanya dapat membeli air."
"Kasihan sekali... Semoga saja pihak sekolah tidak mengetahui hal ini.. Jika tidak, Desi dan yang lain nya pasti akan di keluarkan dengan denda yang harus di bayar karena keluar dari sekolah sebelum tenggat waktu yang di tentukan."
"Tapi sungguh.. Aku menginginkan keadilan untuk Fany. Padahal Dia tidak salah apa-apa."
"Hanya karena rakyat biasa, Fany mendapatkan perlakuan seperti itu.."
"Apapun itu, Aku akan menantikan tindakan dari pihak sekolah. Jika belum ada tanda-tanda, maka Aku yang akan melapor."
.......
.......
.......
Walaupun di sekolah ini terdapat rakyat biasa dan juga bangsawan, terdapat juga bangsawan yang berada di pihak netral. Pihak yang seharusnya memenuhi sekolah ini. Karena Mereka tidak memandang rendah rakyat biasa. Orang-orang itulah yang sedang membicarakan Fany, dan di dengar oleh Jessica.
Mendengar perkataan anak-anak bangsawan di pihak netral, membuat Jessica secara perlahan manaikkan smirk di wajah nya.
Jessica pun berjalan meninggalkan kantin dengan smirk yang masih melekat di wajah nya, sambil berkata...
"Rencana ini akan sukses."
.......
.......
.......
.......
Lalu Jessica pun membiarkan waktu yang bekerja saat ini hingga pukul lima pagi di esok hari.
__ADS_1