
Setelah berjalan cukup lama, sampailah Jessica bersama Irene di ruang kerja milik Jessica.
KLEK. Pintu yang di buka.
"Nona ? Anda kenapa lama sekali ? Padahal Anda berangkat duluan, apakah Anda-"
Perkataan Viona terhenti. Bukan karena kaget melihat Jessica datang dengan seseorang. Tapi merasa kaget karena Jessica seolah menggandeng sampah berjalan.
"Ini.. Vio, Aku bisa jelasin." Ucap Jessica yang tak tega melihat ekspresi wajah Viona yang sudah sulit untuk di jelaskan.
"Cukup. Saya tidak memerlukan penjelasan Anda saat ini, inti nya yang sedang Anda gandeng adalah manusia kan ?"
"I..Iya.." Jawab Jessica yang entah kenapa merasa gugup saat di tanya oleh Viona.
"Pertama-tama, Kau.. Mandilah terlebih dahulu. Aku yang akan mengurus baju ganti Mu. Kamar mandi ada di sebelah kanan, Kau lihat pintu itu ? Yaa, itu kamar mandi nya. Bersihkan lah badan Mu sebersih-bersih nya, setelah itu baru kita membahas tentang kamu yang tiba-tiba di gandeng oleh Majikan Ku." Perintah Viona yang selalu tegas, dengan siapa pun Dia berbicara.
Irena tidak melakukan perlawanan sedikit pun, dengan sangat menurut Irene langsung berjalan ke arah pintu yang telah di tunjuk oleh Viona tadi.
Setelah Irene masuk ke dalam kamar mandi, Viona langsung menatap Jessica dengan tatapan yang terlihat sangat jelas arti nya. Apalagi kalau bukan penjelasan kan ?
"Hehehe.. Tenang saja Vio, tak usah menatap Ku dengan tatapan menyeramkan itu. Aku akan menjelaskan nya pada Mu, serinci rinci nya malah." Ucap Jessica sambil melambaikan tangan nya dengan keringat dingin yang meluncur cukup deras dari wajah nya.
...***...
...Beberapa saat kemudian......
Klek.. Pintu kamar mandi yang terbuka.
Irena keluar dari dalam sana dengan memakai pakaian yang telah disediakan oleh Viona tadi. Jessica dan Viona sempat terperanga saat melihat wujud asli dari Irene yang sebenar nya.
__ADS_1
"Wow.. Dia tampak imut.." Ujar Jessica Spontan.
"Kok mirip dengan wajah Anda saat berumur 15 tahun yaa ?" Sambung Viona sambil mengingat kembali wajah Jessica saat Dia berumur 15 tahun.
"Sa..Saya.. Wajah Saya memang seperti ini.." Ujar Irene yang merasa bersalah, jika wajah nya disamakan dengan Jessica. Bukan orang lain, tapi Jessica yang menurut Irene tampak sangat sempurna di hadapan. Entah itu dalam bentuk rupa, bentuk badan, bisa melindungi diri sendiri, dan semua nya.
"Hahaha, jangan merasa terbebani seperti itu Irene. Kemarilah, karena Kami baru habis mendiskusikan tentang pekerjaan yang sudah Kita berdua sepakati di atas kereta Kuda." Cetus Jessica yang dapat mengetahui apa yang ada di pikiran Irene saat ini.
Irene melangkah mendekati meja kerja Jessica, kemudian Jessica langsung to the point pada Nya.
"Karena ada beberapa hal yang terjadi, maka Kamu akan menjadi pemilik dari butik yang sudah Aku dirikan 5 atau 6 tahun yang lalu. Tak masalah kan, Madam ?"
"A...Apa ?? Saya.. Menjadi seorang Madam dari butik.. Tidak.. Saya..Saya terlalu tidak pantas di posisi seperti itu. Saya lebih cocok menjadi karyawan yang membantu saat tengah menjahit atau memberikan ide." Jawab Irene yang langsung menolak mentah mentah tawaran dari Jessica.
"Umm.. Bagaimana ya ? Bukan kah Kamu sudah setuju untuk menjadikan desain yang Aku gambar menjadi nyata 100% ? Jika bukan kamu yang menjadi Madam, maka siapa lagi ?"
"Kan.. Kan bisa orang lain.."
"Bukan nya mau membebani Mu, Irene. Tapi soal butik, telah terjadi sesuatu di sana." Ujar Viona.
"Awal nya butik itu di pegang oleh Madam Mery, sayangnya beberapa bulan yang lalu Dia sudah mengundurkan diri, karena Dia akan berkeluarga dengan seorang kesatria dari tingkat Bangsawan. Dia masi ingin bekerja, tetapi kekasih nya tidak mengijinkan Dia." Jelas Jessica yang berusaha memberikan pengertian kepada Irene.
"Ta.. Tapi masih ada orang lain kan ? Misal nya para pekerja yang sudah lama bekerja dengan Madam Mery."
"Nah, itu masalah nya. Karyawan yang bekerja di bawah didikan Madam Mery juga mengundurkan diri karena mereka hanya akan setia pada Madam Mery. Jadi butik itu saat ini kosong melompong. Jika kamu yang menjadi madam nya, maka tugas Viona akan menjadi semakin mudah, karena Dia hanya perlu mencari karyawan yang akan membantu Mu saat menjalani butik nanti." Jelas Jessica yang menyampaikan permasalahan pokok pada Irene.
"..." Irene masih terdiam sambil menatap ubin lantai, di mana kaki nya berpijak
Jessica dan Viona saling bertatapan, dan akhir nya Viona pun angkat bicara.
__ADS_1
"Sudahlah.. Aku akan mengantar Mu ke sebuah penginapan atau perumahan. Majikan Ku sudah membawa Mu, Dia akan merasa tidak enakan jika harus menelantarkan Mu lagi. Jadi, tidak usah memaksakan diri. Setiap orang tak bisa di paksakan, jadi Kamu tinggal-"
"TIDAK !!!!" Teriak Irene menyela perkataan Viona.
Jessica dan Viona sontak kaget saat mendengar Irene berteriak. Karena jujur saja, baru kali ini ada yang berteriak ditempat kerja mereka.
Saat semua Atensi tertuju pada Irene, wajah Irene yang sedari tadi hanya menunduk, menatap tegas ke arah Viona dan Jessica. Dan hal itu membuat Jessica dan Viona menatap tanda tanya ke arah nya.
"A..Aku.. Biarkan Aku yang menjadi Madam di butik yang sedari tadi di bicarakan. Aku sudah membuat kesepakatan bersama Nona Kesatria tadi, jadi Aku tak mau hanya menjadi parasit." Ujar nya, menjawab rasa penasaran yang terlontar dari wajah Jessica dan Viona.
Jessica dan Viona sontak tersenyum secara bersamaan, karena ini merupakan hal yang mereka nantikan sedari tadi.
"Baiklah.. Aku akan mengurus sisa nya, sekarang pergilah ke pintu itu. Di sana ada penjaga yang akan mengantar Mu ke butik yang jarak nya tidak jauh dari sini. Di butik itu sudah ada tempat tidur nya, dan semua bahan untuk menjahit dan sebagai nya sudah ada di dalam Butik dengan lengkap, sangat lengkap malah. Jadi, berikanlah hasil yang sesuai dengan yang di harapkan oleh Jessica."
Kata Viona pada Irene. Irene menampakkan senyum dan berjalan ke arah pintu dengan badan yang tegap.
Setelah Irene sudah keluar, dan di antar oleh penjaga yang sudah di beri aba aba di depan pintu. Masuklah penjaga yang tadi meninggalkan Jessica saat berada di Cafe Makanan Lezat.
"Oh Dan, kemana saja Kamu ? Lalu kemana Kamu saat Aku dan Viona berada di ruang istirahat bersama Sharon ? Apakah ada masalah genting ?" Tanya Jessica yang melontarkan banyak pertanyaan secara beruntun.
"Hanya memberikan pelajaran pada orang yang tidak pantas hidup." Jawab Dan dengan senyum di wajah datar nya itu.
Jessica dan Viona memperhatikan Dan, Dia masih memakai seragam yang Dia pakai saat bertugas menemani Jessica tadi. Viona pun menangkap kejanggalan, dan bertanya...
"Apakah Kamu baru habis memukul seseorang ? Punggung tangan Mu memerah."
"...." Dan pun tak menjawab, Dia hanya memalingkan wajah dan membuat Viona bertanya tanya.
"Astaga... Jangan bilang.. Dan... Kepada Viona...?!" Batin Jessica sambil bergantian menatap ke arah Dan dan Viona.
__ADS_1
Benar benar memecahkan nalar Jessica di hari ini. Menyelesaikan banyak perkara, dan kini gantian mendapatkan sebuah masalah baru.
"Haahh.. Ini akan jadi sangat merepot kan." Ujar Jessica yang membuat Viona menatap nya dengan satu alis yang di angkat.