Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#47.


__ADS_3

...Beberapa saat kemudian......


Sang pembawa acara sudah mencapai ujung dari bagian nya dalam bebicara. Sehingga kini tibalah saat nya bagi Kepala Sekolah untuk memberikan kata sambutan terlebih dahulu.


“Selamat pagi untuk kalian Semua.” Sapa kepala sekolah.


“SELAMAT PAGI PAK KEPALA SEKOLAH.”


Dengan sangat bersemangat, para siswa siswi menjawab sapaan dari kepala sekolah. Karena saat ini anak bangsawan dan rakyat biasa bercampur menjadi satu, sehingga tak ada yang mempedulikan soal etika dalam berbicara yang tidak di perbolehkan untuk berbicara dengan volume suara yang amat tinggi (Berteriak).


“Ternyata semangat kalian sudah membara yah. Baiklah, Bapak berdiri di hadapan kalian saat ini bukan karena tidak dapat tempat duduk, melainkan di harus kan untuk memberikan sepatah dua katah untuk bekal hidup kalian dalam menimba ilmu selama setahun ini. Tak akan Bapak


memakan waktu yang amat banyak, semoga Kalian semua tidak merasa bosan dan menyerah di tengah jalan saat tengah mengejar ilmu di sini. Apalagi waktu kalian hanya selama satu tahun penuh, jadi Bapak rasa tidak masuk akal jika ada yang menyerah.”


...Prok... Prok...Prok......


Aplos yang meriah pun di berikan kala Kepala sekolah usai mengatakan hal yang sudah dia pikirkan. Namun karena Beliau juga belum menyelesaikan perkataan nya, sehingga Kepala sekolah belum kembali duduk di kursi..


“Dan yang teakhir, jika kalian sudah merasa lelah dan menyerah, cukup bayangkan keluarga dan masa depan kalian yang akan terjamin setelah mendapatkan sertifikat dari sekolah ini. Dan sekalipun kalian masih merasa menyerah dan mau berhenti, kalian cukup untuk mengingat peraturan pertama sebelum masuk ke dalam Akademi ini. Apakah kalian dapat mengatakan isi dari peraturan pertama ?”


“Bagi siapapun yang ingin keluar, mengundurkan diri, menyerah, tak tahan, dan tak suka dengan situasi di Akedemi ini, wajib membayar denda. Setelah itu barulah dapat di ijinkan untuk keluar.”


Secara kompak, para siswa siswi mengatakan peraturan pertama yang di minta oleh Kepala Sekolah.


“Dan berapa kah denda yang harus di bayar ?” Tanya kepala sekolah lagi , seperti sedang mengajari anak anak di tingkat TK atau PAUD.


“Seluruh kekayaan milik keluarga akan menjadi milik sekolah. Setelah itu Jika yang bersangkutan adalah bangsawan, maka gelar bangsawan nya akan di cabut. Dan jika rakyat biasa, hak untuk mendapatkan bantuan dan perhatian dari pihak kerajaan akan di black list seutuh nya.”


“Bagus. Semua nya memiliki ingatan yang sangat bagus rupa nya. Dan pertanyaan terakhir dari Bapak, apakah ada yang tertarik untuk mengundurkan diri ?”


...“TIDAAAAKK!”...


Setelah mendapat jawaban seperti itu, Kepala sekolah pun tertawa pelan dan menyerahkan hak bicara kepada MC kembali.

__ADS_1


Sang pembawa acara itu tidak berniat untuk memperpanjang kata, sehingga dia langsung to the point.


“Baiklah, kesempatan berbicara untuk orang berikut nya adalah siswa yang meraih nilai tertinggi. Kalian pasti penasaran bukan ? Maka dari itu, Saya memberikan kesempatan kepada Jessica Lathasia Mauren.”


...Prok...Prok...Prok......


Tepuk tangan yang tak kalah meriah kini memenuhi langit lagit Aula. Dan saat Jessica tengah berjalan seanggun mungkin, banyak mata yang terpanah saat melihat Jessica.


Setiap langkah kaki Jessica, entah kenapa terasa sangat memikat mata mereka. Jangankan yang berjenis kelamin laki laki, yang berjenis kelamin perempuan saja seakan merasa jatuh cinta pada orang yang segender dengan mereka.


Di saat semua mata lebih fokus pada penampilan dan gaya Jessica berjalan, terdapat satu orang yang saat ini duduk dengan badan yang menegang.


Alasan nya tidak jelas, tetapi leher nya seakan tak mau bergerak sedikit pun. Mata nya hanya fokus menatap Jessica yang tengah memberi hormat seala kadar nya kepada seorang Putra Mahkota dan Kepala Sekolah.


“Apakah nama nya hanya sebuah kebetulan saja, yang sama seperti wanita yang pernah Aku temui saat masih kecil dulu ? Tunggu dulu.. Bukan kah Dia wanita tadi pagi yang secara tak sengaja bertabrakan dengan Ku ? Sifat kasar nya, perkataan nya yang blak blakan, ketidakpedulian dengan siapapun yang berdiri di hadapan nya sekalipun itu Putra Mahkota, dan memiliki nama Jessica seperti nama yang pernah di panggil oleh paman yang memiliki jenggot yang banyak (River). Apakah itu sungguh diri Mu ? Apakah memang rencana takdir mempertemukan kita berdua di sini ? A... Aku tidak tau harus bereaksi seperti apa, tapi Aku amat senang dengan fakta ini.”


Batin Xavier yang tidak tau bahwa saat ini wajah nya tengah bersemuh merah, dan di saksikan oleh para wanita yang merupakan (RATU GOSIP), yang saat ini sedang duduk di kursi yang paling dekat dengan panggung.


Para wanita pun senang mendapatkan bahan gosip yang baru dan para pria pun senang karena mata mereka dapat di sucikan dengan penampilan Jessica.


“Selamat pagi untuk kita semua, semoga kabar kalian semua sehat dan dalam kondisi paling fit. Pada hari ini kita semua berkumpul di sini, setelah melewati banyak nya proses dan menyingkirkan saingan yang membuat kita tak dapat tidur dengan tenang sebelum mendengar hasil kelulusan. “


Perkataan Jessica mengundang gelak tawa dari semua siswa, termasuk para guru dan juga kepala sekolah dan juga Putra Mahkota. Karena perkataan Jessica terlalu benar untuk di tepis.


Sebenarnya Jessica dapat mengetahui perasaan semua orang yang ada di dalam ruangan ini, karena saat di zaman modern, Jesica mengamati teman teman sekelas nya saat mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi.


Padahal mereka tidak bodoh dan tidak telalu pintar, pokok nya paslah jika dapat lolos dalam ujian ini.


Tapi melihat keluhan mereka di grup chat, unggahan galau di sosial media, dan sejenis nya, membuat Jessica menyimpulkan bahwa sebelum hasil nya keluar, maka tak ada kata tenang yang akan mengahampiri mereka.


Walaupun secara langsung Jessica tak pernah mengalami hal tersebut, karena ujian yang di hadapi oleh Jessica sangat mudah.


Hal ini wajar, karena Jessica sangat giat dalam belajar. Walaupun pembelajaran yang di tekuni oleh Jessica hanya pelajaran yang berhubungan dengan Bisnis dan Manajemen, sehingga jika Jessica di hadapkan pada pelajaran Biologi dan sejenis nya, maka Jessica pasti akan merasakan hal yang sama (Mungkin ?)

__ADS_1


“Pada hari ini Kita semua sudah berkumpul di Aula, karena mulai besok kita sudah akan memulai pembelajaran sesuai roster yang sudah di tetapkan. Maka dari itu, mari sama sama bersemangat agar kita semua dapat lulus dan mendapatkan sertifikat untuk masa depan kita yang lebih cerah.”


Setelah berkata dengan penuh perasaan, Jessika pun langsung berjalan  dengan sangat anggun dan dengan senyum profesional yang menghiasi wajah cantik nya itu.


Tepuk tangan yang meriah, bunyi peluit yang di hasilkan dari mulut para lelaki (Buaya) ?, dan sorakan mengagumi secara terang terangan oleh para wanita yang tengah duduk, lagi lagi menghiasi Aula ini.


Setelah beberapa menit belalu, Jessica sudah duduk kembali di tempat duduk nya, dengan wajah datar dan tidak tampak sedang gugup atau merasa penuh akan kesenangan karena mendapatkan


respon positif seperti ini.


“Seperti nya dugaan Ku akan di benarkan. Karena wajah datar mu saat ini sama dengan wajah datar saat Kamu memberiku penjelasan tentang akibat dari Kerajaan yang terus berperang. Kali ini, Aku tak akan melepaskan Mu.” Batin Xavier yang masih menatap Jessica.


Sungguh bagaikan hadiah besar disaat jiwa nya sudah lelah dengan kehidupan yang akan di penuhi oleh Aldara . Karena kehadiran Jessica sudah pasti akan mewarnai hari hari nya untuk setahun ke depan.


“Aku menantikan pertemuan Kita besok. Dan akan Ku pastikan, bahwa kita sekelas.” Batin Xavier lagi, yang enggan untuk berpaling ke tempat lain.


Perhatian Xavier yang tidak menunjukkan untuk menengok ke samping kiri kanan, atau netra nya yang seakan tak mau tertutup sekalipun itu diterpa badai topan, berhasil membuat para wanita yang duduk di kursi paling depan bersorak kegirangan.


Karena sekalipun mereka sudah mengetahui bahwa Putra Mahkota sudah bertunangan dengan Aldara, mereka menantikan seorang wanita yang dapat membungkam mulut Aldara yang sejak dua hari lalu sudah menciptakan musuh di


mana mana, karena kepekaan nya yang rendah terhadap perasaan orang yang Dia


dikte.


Dan melihat tanda tanda Jessica ini, seperti nya Dia tak gampang untuk di singgung.


Sungguh lawan yang tepat untuk menuntas bersih hama yang tanpa rasa bersalah merendahkan orang lain demi menunjukkan pada publik, bahwa Dia memiliki kuasa yang tak bisa di sentuh oleh siapapun.


“AKU MEMBENCI MU JESSICA! SANGAT MEMBENCI MU!” Batin Aldara sambil meremas ujung rok pendek yang tengah Dia kenakan.


Semua orang yang suka melihat situasi saat ini pun mulai melihat Xavier, Jessica, dan Aldara secara bergantian.


...“Benar benar tontonan yang menarik.” ...

__ADS_1


Pikir semua orang yang menantikan kelanjutan dari Drama yang sedikit lagi akan di tayang kan secara Live di sekolah mereka.


__ADS_2