Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#48.


__ADS_3

...Acara penyambutan pun berakhir......


Setelah acara penyambutan di aula yang menurut Jessica sangat memakan energi nya itu sudah berakhir, kini Jessica sudah berada di ruangan kepala sekolah.


Dan ya, kondisi saat ini lebih menguras energi Jessica.


Karena diri nya sedang duduk berhadapan dengan empat lelaki yang kisaran usia mereka berkepala empat atau lima.


Di tambah tiga orang wanita yang walaupun rambut mereka sudah berwarna putih bercampur hitam, tetapi Kharisma mereka benar benar menunjukkan bahwa mereka penuh akan etika.


Lalu yang memiliki jabatan paling tinggi, sang Kepala Sekolah yang sedang duduk tepat di samping Jessica.


Hal ini membuat Jessica mau tak mau, harus menunjukkan etika bangsawan yang pernah Mama Elmira dan Viona ajarkan.


"...Bagus... Bagus sekali... Tadi saja saat acara penyambutan di aula, sudah memicu drama yang seperti nya akan sangat panjang ke depan nya. Lalu saat ini apakah Aku harus melakukan sesuatu ? Leher Ku sudah hampir patah karena terlalu tegang. Memang Aku tak pernah gugup saat berhadapan dengan klien atau sejenis nya, tetapi Masalah nya Aku tak tahu mereka yang ada di hadapan Ku ini siapa saja.."


Batin Jessica Yang seperti nya sudah menangis darah.


"Baiklah. Jessica, tujuh orang di hadapan Mu adalah Guru Guru yang akan mengajar ke depan nya. Memang mereka hanya 10% dari jumlah Guru yang ada di sini, tetapi mereka bertujuh adalah tangan kanan Ku yang sangat di percaya."


Ucap kepala sekolah sambil bergantian menatap Jessica dan juga pada guru yang dikatakan adalah tangan kanan nya itu.


"Jadi jika di zaman modern, mereka adalah Dosen yang memegang peran sebagai Dekan dan Kepro gitu?" Batin Jessica lagi, yang berusaha memasang senyum seanggun Mama Elmira yang sudah pasti sangat susah dilakukan saat ini.


"Salam kenal. Nama saya Jessica Lathasia Mauren. Saya adalah murid yang akan menimba ilmu untuk satu tahun ke depan." Ucap Jessica memperkenalkan diri, karena kepala sekolah sudah memberitahukan siapa tujuh orang yang sedang duduk di hadapan Jessica saat ini.


"Kami juga memberikan salam pertama kepada Mu Jessica. Sang pemilik Asosiasi Dagang Brigth." Ucap ketujuh orang itu dengan senyum tulus yang seakan membuat Jessica lupa bahwa sudah ada keriput di wajah mereka.


Namun selang beberapa menit kemudian, Jessica pun tersadarkan bahwa jika mereka mengenal identitas nya, maka maksud dari kepala sekolah sudah terlihat jelas kan ?

__ADS_1


Jessica menatap kepala sekolah, dan kepala sekolah pun angkat bicara.


"Pikiran Mu benar Jessica.. Mereka adalah orang orang yang sudah tidak di ragukan lagi kesetiaan nya, pada Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir ini. Maka dari itu, tujuan Ku dalam memperkenalkan mereka, untuk memberitahu Mu jika mengalami kesulitan di masa mendatang, saat Aku tak bisa Kamu datangi karena berbagai alasan, maka temui saja mereka. Mereka memiliki banyak Pemikiran yang sangat berbeda, namun berguna untuk Mu yang notabene nya adalah anak muda."


"Terrnyata tujuan nya sama seperti yang Aku pikirkan. Ternyata kepala sekolah adalah orang yang sangat seimbang yah. Dia tak bisa menerima bantuan dalam jumlah besar, tetapi karena sebuah keadaan, Dia terpaksa menerima dan memberikan bantuan yang sama besar nya juga pada Ku. memang pantas menjadi kepala sekolah." batin Jessica lagi.


...***...


Usai bertemu dengan tujuh orang Guru di ruang Kepala Sekolah, dan berbincang bincang cukup lama (30 menit), kini Jessica sedang berjalan di lorong asrama. Jam baru saja menunjuk pukul 02.00 siang, dan itu membuat perut Jessica sudah sangat kelaparan.


Tinggal beberapa meter lagi Jessica dapat tiba di tempat yang ingin Dia gunakan untuk makan dan tidur (kamar asrama). Namun pendengaran Jessica mendengar sesuatu, yang membuat nya harus menghentikan langkah kaki.


...PLAK......


Terdengar suara tamparan di kamar salah satu siswa, di kamar yang pintu nya tidak tertutup. Dan karena sekarang sedang jam makan siang, sehingga asrama terlihat kosong dan suara tamparan itu tak akan menjadi suatu masalah.


"Kamu kira Kamu siapa? Kamu itu cuma anak dari Desa. Bau kampungan Mu itu kentara sekali. Tapi bisa bisa nya Kamu menatap Kami bertiga tanpa rasa takut sedikit pun ? Sadar diri bahwa Kamu itu bukan lah anak bangsawan."


"Mungkin saja karena dia berpikir bahwa sekolah ini menerima semua kalangan, sehingga dia dengan seenak jidat mengotori seragam baru Nona Aldara." Sambung gadis yang sedang berdiri di belakang gadis yang baru saja menampar seseorang.


"Seharus nya aturan sekolah ini segera diubah, agar tak ada serangga yang mengganggu penglihatan dan udara yang kita hirup." Sambung gadis lain nya, yang sejak tadi berfungsi sebagai orang yang mengunci pergerakan gadis yang dibully ini.


Gadis yang di bully itu benar benar tak bisa berbuat apa apa. Karena jika sudah berada di posisi nya saat ini, sulit untuk melawan karena ada jurang yang memisahkan Antara mereka yang Bangsawan dan Rakyat Jelata.


Sebenar apa pun diri Nya, ataupun tak ada sanksi dari sekolah, pasti tindakan seperti ini yang akan diterima nya. Tidak adil memang, namun hal ini benar benar terjadi. Kekuasaan menjadi tolak ukur di manapun dia berada.


"Tahan... Sabar... Semua nya pasti akan selesai pada waktu nya. Hanya satu tahun kok, Aku Sanggup menjalani kehidupan ini demi masa depan Desa ku." Batin gadis yang di bully itu dengan penuh keyakinan.


Sungguh malang posisi nya saat ini. padahal Jika dilihat dari bodi nya, gadis ini terlihat memiliki beberapa otot. Namun kembali lagi, Jika Dia melawan ,sudah ada jurang pemisah yang melindungi dan menyerang.

__ADS_1


"Bisakah kalian melepaskan Dia ?" Kata Jessica sambil berjalan mendekat.


Karena dalam ruangan yang nampak remang remang, ke empat gadis yang ada di dalam ruangan itu tak dapat melihat dengan jelas Siapa yang berbicara.


"Memang nya Kau siapa ? Apakah Aku harus mengikuti Perkataan Mu ?" seru Sang Pemimpin Geng itu


"Apakah Kau tak mau mengikuti perkataan Ku ?" Tanya Jessica yang masih bersandar di pintu yang baru saja Dia tutup.


"Tentu saja tidak." Jawab gadis pemimpin Geng itu, yang merasa diri nya paling hebat karena memiliki gelar bangsawan.


"Baiklah.."


Usai mengatakan hal itu, Jessica sudah tak ada lagi di pintu. Hal ini membuat pemimpin Geng itu merasa bingung dan berteriak...


"KEMANA WANITA ITU ?"


"Di sini." Jawab Jessica santai, sambil melepaskan gadis yang sudah Dia buat pingsan. Gadis itu adalah gadis yang sedari tadi bertugas untuk mengunci pergerakan gadis yang dibully.


"BERANI NYA KAU.. " Geram nya dengan wajah yang mulai memerah.


"Tunggu apa lagi ? Hajar Dia. " Perintah nya pada sahabat yang satu lagi, yang sejak tadi berdiri di belakang nya.


"Siapa yang kau suruh ? Apa kah gadis yang sudah tertidur pulas itu ?" Jawab Jessica sambil menunjuk raga sahabat pemimpin Geng itu.


"Sejak kapan.. ?!" Tanya nya refleks.


"Baru saja " Jawab Jessica enteng.


"Apa kamu baik baik saja.. Em... Fany ?"

__ADS_1


Tanya Jessica pada gadis yang tadi dibully, setelah berhasil membaca name tag yang ada di dada nya, tanpa mempedulikan gadis yang masih tercengang saat kedua sahabat nya yang sudah tak sadarkan diri.


__ADS_2