Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#23.


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian..


Elmira yang jualan nya selalu habis setiap hari pun memilih untuk lanjut ke pasar, karena persediaan beras dan bahan untuk membuat kue sudah habis.


Sedangkan Jessica ? Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, melihat Elmira yang bercucuran keringat karena menenteng terigu dan bahan lain untuk keperluan kue besok, dan berdesak desak kan dengan orang lain karena memperebutkan beras yang murah walaupun banyak batu hitam, padi yang tidak di giling dengan baik, dan kulit dari setiap bulir padi yang tidak ditapis dengan seksama.


Tetapi walaupun seperti itu, Elmira tetap membuat Jessica tidak kepanasan, tidak terkena senggolan dari beberapa orang yang tidak mau peduli ada anak kecil atau tidak. Jika sudah menyangkut urusan pribadi, masing masing orang tak akan peduli pada sekeliling nya sama sekali.


"Aku ingin sekali menyeka keringat yang ada di wajah nya... Tapi.. Tapi aku tak bisa.. Jangan kan menyeka keringat nya, aku saja belum bisa berjalan dengan baik. Dan jika Aku ingin menyeka keringat nya, tetap tak bisa. Karena saat ini Aku sedang berada di punggung nya. " Batin Jessi dengan ekspresi sedih nya.


Karena Elmira selalu mengecek kondisi anak nya, membuat diri nya terus menengok ke arah punggung nya.


"Sabar yaah sayang.. Dikit lagi kita udah sampai rumah loh. Jangan cemberut kaya gitu dong . Nanti wajah cantik kamu ilang.." Hibur Elmira sambil mengusap pundak Jessi dengan lembut.


"Pak, beras nya sepuluh kilo ya. " Pesan Elmira.


"Oke baik- Eh, Bu Elmira yaa. Duduk di kursi dalam tempat jual saya aja Bu. Kasian Jessica kena matahari. " Suruh sang bapak yang menjual beras.


Elmira tidak menolak kebaikan itu, karena dia harus menghemat dan memperbanyak energi, karena pulang akan membawa barang barang yang sangat berat dan membebani tubuh nya.


Setelah selesai membeli beras sepuluh kilo, Elmira meminta tolong pada penjual beras untuk meletakkan kantong beras itu di atas kepala nya untuk di junjung. Karena ke dua tangan Elmira sudah penuh dengan keberadaan keranjang kue yang sudah di isi dengan tepung terigu dan bahan lain nya.


Setelah itu, Elmira pulang dengan beras sepuluh kilo yang di junjung di kepalanya, ke dua tangan yang menenteng keperluan untuk membuat kue besok, dan menggendong Jessica di punggung nya.


Tak ada kata mengeluh, tak ada nafas panjang yang di hembuskan Elmira, bahkan dalam keadaan yang di penuhi dengan segala macam keperluan nya, Elmira masih menyempatkan diri untuk menegur warga sekitar dengan sapaan lembut dan senyum yang mengembang sempurna pada orang orang yang dia kenal mau pun tidak.


Hal itu hampir membuat Jessi ingin menangis saja, tetapi karena tak mau Elmira kerepotan dan Khawatir, membuat Jessica membenamkan dalam dalam perasaan nya yang tiba tiba menjadi sentimental itu.


Saat tiba di rumah, Elmira langsung membaringkan Jessica di atas ranjang, dan mengambil handuk untuk mandi di kamar mandi luar. Setelah selesai mandi, Elmira pun makan siang dengan nasi dan lauk sederhana yang sudah dia masak tadi pagi.

__ADS_1


Lalu saat isi piring nya sudah habis, Elmira langsung mencuci piring dan segera memberikan ASI pada Jessi. Sama seperti orang dewasa, bayi juga pasti merasa lapar.


Sepanjang Elmira memberikan ASI pada Jessica, Elmira terus mengajak putri nya mengobrol.


Membicarakan sesuatu yang menyenangkan, memberitahukan cerita cerita moral seperti kancil dan buaya, Kijang dan kura kura, tikus dan harimau, dan beberapa cerita lain nya sampai Jessica tertidur dan Elmira juga ikut tertidur, dengan alasan yang sudah pasti, kelelahan.


Elmira yang menjalankan peran Ayah dan Ibu sekaligus untuk Jessica, tidak pernah menyalahkan atau menganggap Jessica sebagai benalu atau parasit.


Bahkan jika beras di tempat penyimpanan habis dan belum ada uang untuk membeli nya, Elmira akan menyeduh teh dan memakan roti yang ada di lemari penyimpanan.


Agar kebutuhan ASI Jessica terpenuhi, sehingga tak mengalami cacat atau kekurangan gizi.


Berhubung selama  ini, biaya obat yang di keluarkan untuk Jessica membuat dompet Elmira benar benar tipis dan hanya menyisakan uang untuk membeli tepung terigu, gula, mentega, dan lain lain.


Elmira tak peduli jika dia hanya makan satu menu sayur yang sama atau bahkan memakan nasi dengan hanya di temani oleh garam selama ini. Karena di atas segalanya, kesehatan sang putri adalah yang paling terpenting bagi nya.


Lalu Jessica pun menjalani hari hari nya yang sama seperti sebelum nya.


Bangun pagi, di mandikan, di beri ASI, berjualan kue bersama sang Mama, setelah itu makan siang setelah Elmira selesai mengisi perut nya, tidur siang, saat bangun sudah sore dan melihat kesibukan Mama nya yang sibuk membuat kue, minum ASI sebelum tidur, dan bagun pagi lagi.


Kegiatan Jessi hanya berputar putar pada kegiatan yang sudah di paparkan di atas, hingga  akhir nya kehidupan di gubuk yang tampak rapuh itu, berlalu secepat laju anak panah lagi.


...beberapa tahun kemudian ( Saat ini).....


Aku berubah, nama yang awal nya tak mau Aku gunakan, Aku malah menjadi terbiasa dengan nama Jessica Latashia Mauren.


Apa mungkin karena umur ku yang kini sudah menginjak 17 tahun ? Sehingga merasa tak masalah apapun nama nya sekarang, atau karena perubahan sikap ku yang tidak sama dengan Jessica si CEO yang dingin di kehidupan sebelum nya ? Terserah apa respon alam bawa sadar Ku, inti nya aku sangat suka dengan kehidupan kali ini..


Jessica, gadis yang sudah menyusun rencana agar kabur setelah tumbuh dewasa dan hidup demi pekerjaan dan menghasilkan uang, Tanpa mau mengambil bagian dari novel With You yang dia masuki ini, sekarang mengalami perubahan besar.

__ADS_1


Perubahan ? Jelas sekali bahwa dari jejeran rencana yang di buat Jessica, ada beberapa yang berubah atau di tiadakan. Contoh nyata nya adalah, Elmira Mama nya.


Jessica pun sudah mengakui Elmira sebagai Satu satu nya Orang Tua yang pernah ada di dalam kehidupan nya. Kenapa Jessi mengubah Rencana, padahal pada awal nya Jessi sangat yakin dapat bersikap sewajarnya saja dan tidak mau akrap dengan Elmira ? Itu karena perlakuan yang di berikan Elmira pada Jessi sangat berbeda dari Wali wali nya di kehidupan sebelum nya .


Wajah Elmira yang selalu tersenyum hangat saat Jessi membuka mata, wajah Elmira yang mengatakan baik baik saja padahal sedang menahan rasa lelah dan sakit demi Jessi, Wajah Elmira yang bercucuran keringat karena berjualan kue, menenteng barang barang berat, memilih kayu kering di hutan untuk di jadikan kayu api, dan banyak nya perlakuan yang Elmira lakukan dan tunjukkan pada Jessi.


Semua kehangatan itu berhasil menggoyahkan pendirian Jessi yang tampak sangat kokoh pada awal nya.


Membuat Jessica yang tak pernah merasakan kasih sayang yang tak bisa di dapatkan dengan menggesek kartu Black Card di kehidupan sebelum nya.


Dan membuat Jessi tau akan banyak nya ekspresi, banyak nya jenis kasih sayang, dan bagaimana membedakan yang baik dan tidak, dan bagaimana rasa nya memiliki sesuatu yang lebih berharga dari uang.


...*...


...*...


...*...


...*...


"Begitulah.. Rencana yang sudah Aku buat pun menjadi terhapus kan ,karena terdapat variabel baru, yaitu Mama Ku. Diri nya dapat membuat Aku tersadarkan, bahwa di dunia ini masih ada yang tulus memberikan kasih sayang hanya untuk Ku seorang." Kata Jessica di akhir penjelasan nya.


Tentu nya ada beberapa bagian yang tidak Jessica katakan, seperti hal hal yang berhubungan dengan dunia jaman modern.


Dan hal hal yang masih sangat tabu untuk di katakan pada Viona. Namun selain dari itu, semua nya benar ada nya.


Jessica yang menyaksikan perjuangan Mama Elmira, yang menjadikan Jessica yang awal nya tak peduli menjadi peduli, dan semakin menerima kenyataan bahwa dia yang saat ini adalah Jessica Latashia Mauren, anak dari Elmira Clarissta Mauren..


Bukan nama Jessica saja yang hidup menjadi CEO dan mendapat orang tua yang tega membuang nya di tengah hutan pada malam hari dengan tatapan benci dan merasa risih dengan kehadiran seorang beban.

__ADS_1


__ADS_2