Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#30.


__ADS_3

...***...


[Hai Guys ๐Ÿค—. Maaf, hiatus nya lama lagi ๐Ÿ˜ซ. Kemarin emang sibuk, tapi kalian tau ? Sial malah menghampiri Otor kalian ini ๐Ÿคง. Otor kecelakaan loh we, motor otor di serempet orang ๐Ÿ˜ซ. Mana gak bertanggung jawab lagi, abis serempet langsung lari aja gitu. Pikir lagi lomba lari apa ?๐Ÿ˜‘. So, dari kecelakaan itu, mendatangkan luka di ke dua tangan otor. Yang sudah jelas, buat Otor megang hp aja susah nya minta ampun ๐Ÿ˜ญ. Maap banget ya Guys, mau marah ya marah aja, ini emang otor yang salah. Jadi, Otor kaga tau mau ngetik apa lagi, intinya happy Reading โค๐Ÿฆ‹ ]


...***...


...Siang hari, pukul 11:45....


"Semua nya sudah selesai Nona. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Beliau yang Anda nantikan sejak pagi." Kata Viona melaporkan hasil kerja nya yang sudah di tunggu oleh Jessica sejak tadi.


"Bagus Vio. Pastikan Kepala Sekolah itu mendapatkan perlakuan sebaik mungkin, katakan juga pada yang lain, bahwa Aku tidak menerima kesalahan sedikit pun hari ini." Ujar Jessica dengan wajah serius nya.


"Baik Nona." Jawab patuh Viona yang merasa biasa saja, karena sudah biasa melihat wajah serius Jessica. Dan pasti nya akan berbeda dengan orang lain, yang belum terbiasa dengan Jessica. Sudah pasti saat Jessica memberikan lebih dari satu reaksi, maka akan langsung membuat mereka gemetar ketakutan atau merasa tertekan.


***


Beberapa saat kemudian...


Di depan pintu Cafe Makanan lezat, terdapat satu pelayan wanita yang sudah bersiap siap menyambut kedatangan dari Kepala Sekolah Bangsawan tingkat Akhir. Lalu datanglah seorang pelayan wanita lain nya.


"Sharon, Kamu di panggil oleh Chef dari Cafe Makanan lezat. Dia menunggu Mu di dapur, kata nya desert yang Kamu tata tadi sedikit berantakan," ujar nya.


"Benarkah Seya ? Kalau begitu Aku akan menghampiri nya. Terimakasih karena sudah memberitahu Ku." Jawab Sharon dan langsung pergi menuju dapur.


Tampak setelah kepergian Sharon, sebuah Smirk di pampangkan di wajah seseorang.


"Sama sama Sharon. Karena Aku melakukan ini juga demi kepentingan Ku. Kamu tak masalah kan ? Jadi, biarkan Aku yang akan bertemu dengan Pemimpin dari Asosiasi Dagang Kita. Jika Dia lelaki, bukan kah Dia akan tertarik pada kecantikan Ku ?" Ucap nya penuh kepercayaan diri, setinggi Bintang berada.

__ADS_1


Seya pun kini langsung berdiri menggantikan Sharon, dengan wajah yang tidak henti henti nya memberikan senyuman terbaik.


Seya dapat menyusup masuk ke dalam Cafe Makanan lezat karena usaha nya mencari tahu di mana posisi pemimpin dari Asosiasi dagang berada. Dan alhasil, Diri nya datang sebagai pelayan, dan karena Jessica tak mau menerima kesalahan hari ini, Jessica menyuruh Viona untuk menempatkan beberapa orang yang berasal dari Asosiasi Dagang.


Karena yang Jessica dan Viona tau, para karyawan nya pasti lebih profesional di bandingkan Karyawan dari Cafe Makanan lezat. Siapa yang dapat mendunga, malah terjadi masalah yang di luar dari pemikiran.


Beberapa menit kemudian...


Jessica sudah tiba di depan Cafe Makanan lezat. Dia turun dari kereta kuda, dengan Dan yang bertugas sebagai penjaga yang tugas nya hari ini secara terang terangan. Jessica sedang menerapkan sistem Bodyguard, agar diri nya tampak seperti seorang putri bangsawan.


Dia tak mau Dan memakai baju Kesatria, karena pasti akan di tanyakan kesatria itu berasal dari keluarga bangsawan dengan gelar apa. Itu akan sangat merepotkan bagi Jessica.


"Anda tampak cantik hari ini Nona." Puji Dan pada Jessica, karena baru hari ini Jessica memakai gaun yang harga nya tak bisa di paparkan, dengan beberapa ulasan make up yang tipis di wajah nya.


"Tch. Aku memang selalu cantik Dan, Aku saja yang malas memamerkan nya," kata Jessica percaya diri.


"Maaf, tapi hari ini tempat yang ingin Anda masuki sudah di boking oleh Pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright. Jadi, Lady Bangsawan yang sudah berdandan ini, tolong pulang dan makan sianglah di Kediaman Anda sendiri." Ucap Seya yang menghadang Jessica.


Langkah Jessica otomatis terhenti, Diri nya sempat keget sesaat, karena diri nya di tahan oleh pelayan yang sudah pasti adalah karyawan di Asosiasi Dagang milik nya.


"Kau.. Menghadang Ku ?" Tanya Jessica sambil mengerjabkan mata nya berkali kali. Seperti nya Dia masih belum percaya dengan hal yang terjadi saat ini.


"Ada apa Lady ? Apakah harga diri Mu tercoreng karena di tegur oleh seorang pelayan ? Sadarkan lah diri Mu, bahwa dunia Mu yang selalu di penuhi oleh kemauan Mu, tak akan berlaku saat keluar dari dalam kediaman Mu." Ujar Seya lagi.


Diri nya beranggapan bahwa tak masalah membuat masalah dengan Lady bangsawan, karena pemimpin Asosiasi nya pasti akan menyelesaikan masalah ini jika terjadi sebuah masalah yang lebih serius.


"Hah, apa yang Kau-"

__ADS_1


"Hei Lady Bangsawan. Aku ingatkan sekali lagi, jangan mencari gara gara dengan pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright jika masih ingin hidup mewah bersama dengan keluarga besar Mu."


Kali ini Seya mengatakan nya dengan sangat tegas dan pemikiran arogan nya. Dia seperti tengah menjalani peran sebagai orang yang berpangkat tinggi di hadapan Seorang Jessica. Bukan orang lain, tapi Jessica.


"Haaahh.. Aku sudah tak tahan lagi. Usir Dia." Perintah Jessica sambil melambaikan tangan nya.


Seketika itu juga, rekan rekan dari Dan yang sedari tadi bersembunyi di tempat yang tidak dapat di lihat oleh orang lain, langsung berada di belakang Seya. Dua orang langsung membekab tangan Seya, menutup mulut nya agar tidak menimbulkan keributan, dan membiarkan Jessica mendekati badan Seya.


"Akan Ku beri tahu kan hal yang tidak Kamu ketahui. Aku adalah pemimpin yang sedari tadi Kamu celotehkan. Apakah Kamu dapat mempercayai nya ?" Ucap Jessica sambil meruncingkan tatapan nya, dengan raut wajah datar.


Seketika itu juga, Seya seakan mendapat tekanan mental yang membuat badan nya bergetar. Entah itu karena fakta yang dia ketahui, ataupun ekspresi wajah Jessica, ke dua nya bercampur menjadi satu.


"Lenyapkan." Perintah Jessica sambil melewati Seya dengan langkah anggun.


Seya memberontak, diri nya tak mau mati. Dan beruntung nya , Jessica dapat mengerti perasaan nya. Tapi bukan berarti Jessica akan membatalkan perintah yang sudah Dia katakan. Jessica paling tak suka jika harus menarik kembali apa yang sudah dia katakan.


"Tak mungkin Kau belum mendapatkan Ultimatum. Sudah di beritahukan bukan ? Bahwa hari ini, Aku tidak menerima kesalahan sedikit pun. Apakah Kalimat perintah itu sulit di pahami ?"


Setelah berkata demikian, Jessica berjalan meninggal kan Seya yang sudah di banjiri oleh air mata. Di raut wajah Jessica, tidak menampilkan rasa bersalah sedikit pun.


"Dan." Panggil Jessica.


"Ya."


"Periksa pelayan wanita sesungguh nya yang di tugaskan untuk berjaga di depan pintu. Seperti nya telah terjadi sesuatu pada nya. Cepatlah, agar tidak ada korban yang di hasilkan karena ada nya keegoisan dari manusia rendahan seperti pelayan tadi." Perintah Jessica dan langsung di turuti oleh Dan.


"Semoga... Tidak terjadi sesuatu pada pelayan wanita yang bertugas menjaga pintu hari ini." Monolog Jessica dengan menunculkan perempatan di kening nya.

__ADS_1


__ADS_2