Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#35.


__ADS_3

"Ma.. Maaf Nona. Tiba tiba ada seorang perempuan yang terlempar ke tengah jalan. Jika saya tidak menarik para kuda, dia mungkin sudah terinjak oleh kuda dan terlindas oleh roda kereta Kita."


Jelas sang kusir panik, karena Jessica menatap nya dengan tatapan datar yang tampak seram dari jendela kereta yang di buka oleh Jessica.


"Em." Jessica pun hanya berdehem sebagai jawaban. Dia ingin marah, tapi umur sang kusir lebih tua hampir belasan tahun dari nya, sehingga berdehem menjadi pilihan yang terbaik.


Karena walaupun Jessica sudah bersabar, emosi nya seakan di permainkan. Sudah lima menit, namun kereta kuda nya belum juga di jalan kan.


BRAAK!


Jessica membuka pintu kereta kuda dengan emosi yang membara.


Dia turun dan mendapati bahwa alasan Pak Kusir tidak menjalan kan kereta kuda nya adalah karena di tengah jalan ada tiga orang pria berbadan kekar yang ingin menarik paksa seorang gadis berambut ungu kehitaman.


Emosi Jessica sudah tak terbendung lagi. Dia hanya ingin cepat sampai di tempat kerja nya, Dia ingin memberikan tugas selama setahun ke depan pada para divisi yang sudah di percayai oleh Nya. Tetapi semua nya kenapa menjadi sulit seperti ini?


"HEH PARA BEDEBAH ! APAKAH HARGA DIRI KALIAN SUDAH HILANG DI TELAN BUMI, SEHINGGA INGIN MELAKUKAN PENCULIKAN DI SIANG BOLONG BEGINI ?" Ujar nya penuh penekanan.


Mendengar perkataan Jessica sontak membuat ketiga pria itu menjadi gatal kuping nya, dan balik menatap Jessica dengan urat yang sudah tercetak jelas di leher mereka.


"Cih, Ku kira siapa. Ternyata hanya seorang Nona Bangsawan dari keluarga rendahan yang tidak mengerti tentang kejam nya dunia." Ujar salah satu preman.


"Cuih. Di bentak juga nanti nangis kok." Sambung satu pria lain nya, sambil membuang ludah nya kasar.


"Apakah Kita harus meladeni Dia ? Walaupun menjengkelkan, tapi coba perhatikan. Dia memiliki wajah yang sangat cantik, pasti jika di jual bersama gadis penuh utang itu, Kita akan kaya mendadak." Cetus pria berbedan kekar yang terakhir, dan mulai menatap penuh hasrat kepada Jessica.


"BANGS*T." Ujar Jessica dan berlari secara cepat ke Pria berbadan kekar yang ada di tengah. Karena saat ini dia sedang tidak berjaga jaga sedikit pun, dan tampak sangat meremehkan Jessica.


BUK


Satu pukulan yang kuat dan dalam berhasil mengenai perut pria itu, dan membuat nya terlempar ke sebuah gerobak usang.


BRAAAK

__ADS_1


Lalu, seolah tak mau memberi waktu menyerang pada Pria di depan nya, Jessica pura pura berdiri sambil menjulurkan lidah, dan membuat pria yang ada di depan nya emosi sehingga melayangkan pukulan.


BUUUKK


Pria berbadan kekar itu bukan nya berhasil memukul Jessica, namun memukul teman nya yang sedang berlari dan hendak menyerang Jessica dari belakang.


"UGGHHH.." Pekik kesakitan dari Pria yang mendapatkan satu pukulan cinta kasih dari rekan nya itu.


Darah segar mengalir dari sudut bibir nya, dan berakhir dengan merela berdua yang malah lanjut berkelahi. Satu pria itu tidak sengaja memukul rekan nya, dan satu rekan nya itu tak terima jika harus di buat seperti samsak tinju sepert ini.


"Jangan berkelahi Saudara. Tadi Aku tidak sengaja, jadi salahkan saja Siluman wanita itu." Ujar nya membela diri, karena tak berani melayangkan pukulan pada teman rasa saudara itu.


"Cuihh.. Jika Kau tak sengaja, kenapa pukulan Mu sekeras itu ?" Teriak nya memperjelas.


Dan Jessica yang menyaksikan itu serasa muak, karena tidak ada adengan berkelahi yang Dia harapkan. Dia memutar bola mata nya, dan mendengus kesal.


Alhasil, Jessica pun berjalan ke arah pria satu nya yang sudah tepar di dinding tembok.


BRAAAAKKKKK!!!


Bunyi tiga orang yang jatuh di satu sisi yang kasar menghias pendengaran Jessica. Dua pria itu langsung tak sadarkan diri, dan tersisa satu pria, yang tadi memukul pria lain nya.


"KENAPA KAU MENCELAKAI MEREKA ?" Tanya nya sambil berteriak kesal.


"Aku bosan. Perkelahian kalian tidak seru sama sekali, benar benar mirip dengan adengan menye-menye di sebuah cerita." Jawab Jessica acuh.


"KAUUU!!!!" Geram nya, dan berlari ke arah Jessica.


Dia nampak serius mengayunkan pukulan dan tendangan. Jessica menangkis dan menghindar dengan sangat gampang. Bukan nya tak mau menyerang, tapi Jessica sedang mencoba apakah latihan nya yang bak neraka bersama River membuahkan hasil ?


"Kenapa wanita j@l@ng ini sangat terampil saat berduel bersama pria yang  memiliki badan yang lebih besar dari nya? Apakah wanita ini bukan lah seorang Nona bangsawan ? Apakah wanita ini adalah seorang kesatria wanita pertama yang ada di kerajaan ini ?" Batin Pria itu, karena Jessica belum juga menampakkan kelemahan nya.


"Kau hilang fokus." Tegur Jessica dan melayangkan tinju ke pipi kanan nya.

__ADS_1


Pria itu mencoba menghindar, namun ternyata pukulan sebenar nya di layangkan oleh Jessica pada pipi kiri nya menggunakan kepalan tangan kiri, yang sedari tadi hanya berguna sebagai penangkis.


KREEKK


Entah rahang nya yang berbunyi, atau suara musik yang kebetulan lewat, tapi bunyi itu terdengar sangat jelas oleh Jessica.


PAAAKKK!!!


Seakan belum cukup, Jessica melakukan tendangan berputar, dan menjadikan dada pria itu sebagai sasaran.


"Uhuukk.. Woeek...." Pria itu memuntahkan darah segar dari mulut nya. Seperti nya lidah dan gusi nya itu mengalami benturan dengan beberapa gigi karena pukulan Jessica.


Jessica memperhatikan darah yang sudah terpampang nyata di tanah. Betapa syok nya Jessica, saat melihat ada dua atau tiga gigi di sana.


"******! Gigi nya sampai copot ? Gila.." Ujar nya dengan rasa kagum. "Ehem. Tak mungkin. Pasti tiga gigi nya itu sudah goyang sejak masih bayi, sehingga saat mendapat beberapa pukulan, langsung longsor." Ujar Jessica meyakinkan diri nya, karena tak mau merasa diri hebat.


"Yaaa. Pasti seperti itu." Ujar Jessica lagi, lalu dari balik sebuah dinding pagar, seorang gadis muncul dan mendekati Jessica.


Merasa ada pergerakan baru, membuat Jessica melotot ke arah sang gadis itu, dan membuat gadis yang berjalan ke arah nya menjadi kikuk dan takut.


"Te.. Terimakasih." Ucap nya ragu, dan menunduk. Seolah tak berani menatap netra milik Jessica.


"Sama-sama. Entah seberapa banyak utang yang Kau punya, tapi berakhir dengan di tarik paksa oleh tiga pria sialan itu memang sudah keterlaluan untuk ukuran gadis yang tidak tau cara melindungi diri." Jawab Jessica sambil mengelus rambut ungu kehitaman itu.


Merasa kepala nya di belai, membuat gadis itu mundur beberapa langkah, dan menatap Jessica dengan tatapan tak enak.


"Sa..Saya.. Saya sudah dua minggu tidak mencuci rambut. Jadi jangan mengelus rambut Saya, nanti tangan Anda kotor." Kata nya dengan perasaan bersalah pada Jessica.


"Yaa ???? Itu, seperti nya Aku salah dengar. Kau tidak mencuci rambut Mu selama 2 minggu ?? Pasti becanda kan ?" Kata Jessica dengan satu bulir keringat dingin yang menghiasi samping kanan pipi nya.


"Ti...Tidak.. Saya.. Saya memang belum mandi. Untuk makan saja susah." Cetus gadis itu dengan tegas, dan reaksi Jessica pun langsung seketika cosplay jadi patung.


Bukan nya sok jijik atau merasa diri paling bersih, tapi tidak mencuci rambut selama 2 minggi bukan kah sudah kelewatan ?

__ADS_1


__ADS_2