Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#43.


__ADS_3

...Pukul 12 tengah malam....


...***...


...Tok... Tok.... Tok......


Mendengar jendela kamar nya di ketuk membuat Jessica berdiri dari kursi nya, dan membuka jendela itu dengan cukup mawas. Rasa penasaran akan sesuatu yang dapat membuat jendelanya berbunyi seperti itu, membuat Jessica ingin mencari tau, walaupun di pikiran Jessica sebagian besar nya adalah hantu.


Klek...


Bunyi jendela yang di buka entah kenapa suara nya membuat Jessica semakin takut, jika benar ini nuansa munculnya setan di kamar nya.


“Malam Nona, maaf mengganggu Anda di malam ini.Saya datang karena-“


“Bisakah lain kali beritahu dulu pada Ku jika Kamu ingin bertemu dengan Ku Dan ?Setidak beritahu Aku bahwa kamu akan datang dengan mengetuk jendela sebagai sinyal nya, karena pikiran Ku sudah melayang kemana mana.”


Belum selesai Dan mengucapkan perkataan nya, Jessica sudah memotong nya dengan perkataan barusan.


Jelas, siapa juga yang akan baik-baik saja setelah mendengar jendela yang di ketuk di wilayah yang baru di datangi, dan belum mendapat informasih bahwa penjagaan bayangannya akan mengajak bicara di jam segini.


“Ah.. Maafkan tindakakan Saya, Nona. Saya pikir Anda tidak takut pada hal hal yang berkaitan dengan Hantu. ”


Ucap Dan dengan wajah yang tak percaya dan sedikit melongo karena saat ini tidak memakai masker kain seperti biasa nya. Sehingga Jessica dapat melihat reaksi nya.


melihat Dan yang seolah sedang melihat keajaiban dunia di hadapan nya saat ini, entah mengapa membuat Jessica merasa sedikit kesal.


“Jadi, untuk apa kamu datang di malam ini ?Jangan buang-buang waktu istirahat Ku, karena besok ada penyambutan di Aula sekolah, dan Aku di minta untuk memberikan beberapa kata sambutan untuk semua siswa baru, sebagai peraih nilai tertinggi berdasarkan gabungan dari nilai Ijazah.”


“Memangnya Saya mengganggu waktu istirahat Anda? Padahal Anda masih bekerja di jam segini.. Apalagi Ibu Anda tak ada di sini, jadi Anda bebas untuk tidur lebih larut kan?” Batin Dan setelah selesai


menengok ke dalam kamar Jessica, yang terdapat tumpukan kertas yang nampak baru habis di periksa.


“Dan ? Apalagi kamu yang Kamu pikirkan ?Segera katakan yang ingin kamu sampaikan.” Perintah Jessica yang bersifat memaksa.


“Ah, maaf Saya tengah melamun tadi.Jadi, Saya datang untuk memberitahu bahwa Bos menyuruh Saya untuk menjadi pengawal Anda, selama Anda bersekolah di sini selama setahun penuh.”


“Aku keberatan . Pulang dan sampaikan pada Paman River, bahwa di sini sangat aman. Aku dapat mengatasi semua hal yang terjadi bila masih berada di dalam lingkungan sekolah.”

__ADS_1


Dan langsung terperangah dengan keputusan yang diambil oleh Jessica dalam beberapa detik saja.


Melihat wajah Dan yang tampak sedang kebingungan karena Jessica menolak kemauan River, membuat sifat jahil Jessica menggelora, dan Jessica pun


ingin sedikit mengerjai Dan, sebagai balasan telah mengagetkan diri nya di jam


12 lewat ini.   


“Apakah kamu penasaran mengapa Aku menolak keputusan Paman River Dan ?” Dengan wajah yang sangat serius, Jessica membuat Dan tidak merasa curiga sedikit pun, dan berhasil masuk dalam jebakan nya.


Dan mengangguk kan kepala nya, karena merasa akan di salahkan jika saat pulang nanti, Dia tidak memiliki alasan yang akurat, mengapa Jessica menolak keputusan Bos River.


“Karena jika Kamu menjadi pengawal bayangan Ku selama setahun penuh di sini, maka siapa yang akan menjaga Viona yang sudah menjadi gadis cantik di sana?”


Perkataan Jessica belum di pahami sepenuh nya oleh Dan, sehingga Dan menggunakan waktu beberapa detik untuk mencerna nya baik baik. Namun, walaupun sudah memakai waktu untuk mencerna nya, Dan tetap tidak


mengerti.


“Oh... Seperti nya kamu juga masih belum menyadari perasaaan Mu bahwa Kamu menyukai Viona yaaa Dan ?!” Batin Jessica sambil menyeringai, karena seperti nya akan sangat seru jika Jessica mengatakan hal itu untuk saat ini, mumpung Viona tidak berada di sebelah nya seperti biasa.


“Astaga Dan, jadi Kamu tidak memahami kutipan Ku? Sangat di sayangkan sekali...” Ucap Jessica yang membuat Dan semakin berburu dengan waktu untuk mengetahui maksud dari perkataan Jessica.


“Bukan kah Kamu menyukai Viona, Dan ?Ayolah ~ Jika Aku sudah memberikan bocoran seperti ini, seharusnya Kamu menjadi paham dengan apa yang aku maksud kan?”


Mendengar perkataan Jessica, Dan yang awalnya masih memiringkan kepala, langsung kembali tegak lurus. Atau lebih tepat nya menegang, karena Dan merasa bahwa rahasia besar nya kini sudah diketahui oleh orang luar. Yang


dalam hal ini adalah Jessica.


“A...Apa yang Anda bicarakan Nona ?Saya.. Saya kurang mengerti…”


Dengan wajah yang sudah bersemu merah, Dan menyampaikan pendapat nya sambil terbata bata.Tentu saja hal ini menjadi satu hiburan bagi Jessica.


“Ah..Lihatlah wajahnya yang memerah. Ini lebih menggemaskan dari pada melihat tumpukan uang di hadapanku. ” Batin Jessica kegirangan.


Walaupun sudah sampai di tahap yang seperti ini, belum juga membuat Jessica puas. Mungkin karena faktor lelah, sehingga Jessica membutuhkan hiburan yang dapat membuat otak nya kembali segar.


“Ah, benarkah ?Kalau begitu dugaanku terlalau berlebihan, maaf kan Aku Dan.”

__ADS_1


Mendengar kata kata Jessica, membuat Dan sedikit lega. Karena setidak nya Jessica menganggap dugaan nya tadi adalah sebuah kesalahan.


Saat Dan sudah menghembuskan nafas panjang karena merasa lega, Jessica pun membalikkan tubuh nya, dan berencana untuk masuk ke dalam kamar.Namun tentu bukan Jessica nama nya jika menyudahi hal langka seperti ini.


“Yah.. Mau bagaimana lagi ? Seperti nya dugaan Ku salah. Haiish, Aku harus mengirimkan surat untuk Viona, agar dia menerima lamaran dari teman masa kecil nya itu. Padahal Aku berharap Viona bisa menjadi pendamping Mu, tapi apa daya. Kamu tidak menyukai Viona.”


“APA?! ” Dengan mata yang membola, Dan bertanya pada Jessica, lalu tangan nya reflek menahan lengan Jessica, agar tidak melanjutkan langkah nya.


“Kamu kenapa Dan ?Apakah ada hal lain yang belum Kamu sampai kan ?” Tanya Jessica pura-pura tidak tau, padahal ini semua adalah kemauan nya sejak awal.


“Bo..Bolehkah surat itu di titipkan pada Saya ? Kebetulan besok Saya akan bertemu dengan nya untuk memberitahukan kabar Anda.”


Mendengar perkataan Dan, sontak membuat senyum lebar terpampang nyata di wajah Jessica.


“Benarkah ? Apakah kamu tidak keberatan dengan hal ini ? Padahal Aku bisa mengirim nya lewat izin kepala sekolah yang memang memiliki tanggung jawab untuk mengirim surat para murid ke keluarga mereka.”


“Tidak apa apa Nona.Menyampaikan surat untuk bawahan terdekat Anda juga menjadi tugas dan tanggung jawab Saya.” Ucapkan Dan penuh dengan keyakinan.


“Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar yaaa. Aku akan menulis nya secepat mungkin, agar Kamu tidak menunggu terlalu lama.”


Dan pun mengangguk, lalu Jessica pun langsung menulis beberapa kata yang dapat membangkitkan emosi siapa saja. Setelah itu Jessica memberikan cap nya, agar target dapat percaya sepenuh nya kepada tipuan Jessica ini.


...Beberapa menit kemudian......


Jessica sudah berada di hadapan Dan, walaupun terhalang tembok hingga dada nya, jendela yang terbuka menjadi satu satu nya nya media yang membuat Jessica dapat melihat wajah Dan yang nampak sedang panik saat ini.


“Sudah selesai.Tolong sampaikan surat ini pada Viona yaaa, karena Aku sudah mengagapnya sebagai saudara Ku.”


Dan pun menganguk patuh, dan dalam sekejap langsung menghilang dari hadapan Jessica.


“Dasar anak muda. Bisa-bisanya tertipu dengan perkatan Ku. Hhahaha, Aku yakin bahwa saat ini Dan sudah membuka surat yang Aku tulis.”


Jessica pun menutup daun jendelanya, dan berjalan ke arah tempat tidur.


“Ugghhh” Suara Jessica yang terdengar dari tenggorokan, karena sedang menarik ke dua tangan ke atas.


“Jika berjalan seperti yang aku inginkan, mereka berdua akan berpacara dalam minggu ini.Paling lambat 7 hari, paling cepat 5 hari. Hoaammm.. Aku benar-benar berharap bahwa Viona dapat menjadi Istri dari Dan. Karena selain tampan, pria itu memiliki banyak hal yang patut disandingkan dengan Viona Ku yang sangat berbakat di semua bidang.”

__ADS_1


Usai bermonolog seperti itu, Jessica pun tertidur dan terjun ke alam mimpi nya... Tanpa mengetahui bahwa besok akan terjadi sesuatu yang tidak Dia bayangkan sebelum nya. Benar benar kebetulan yang membawa nya ke dalam situasi yang rumit untuk diselesaikan.  


__ADS_2