
Malam hari nya, Xavier sudah selesai bersiap siap untuk berangkat ke Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir.
Walaupun tadi siang Xavier sudah mengatakan penolakan secara spontan, tetapi apa daya, Xavier tak bisa melawan suruhan dari Ayah dan juga Ibunya.Pasal nya, Xavier adalah Putra Mahkota yang memiliki tanggung jawab yang besar.
Mau tak mau atau suka tak suka, Dia sudah terlahir sebagai Putra mahkota dan mendapatkan hal yang tak bisa dirasakan oleh banyak orang di luar sana. Sehingga saat kewajibannya di paparkan di hadapannya, Xavier tak punya kuasa untuk menolak sekalipun Dia ingin.
...***...
“Semua barang yang dibutuhkan dan mungkin akan di butuhkan oleh Putra Mahkota, semua nya sudah di kemas dan dimasukkan ke dalam dua
kereta kuda yang saat ini sudah dijalankan, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu.”
Lapor seorang pelayan pria yang di panggil oleh dua orang yang tak lain dan tak bukan adalah Ayah dan Ibu Xavier.
Dengan wajah datarnya, Sang Ibu berdehem dan melontarkan beberapa kata.
“Lalu bagaiman dengan Putra Ku ?Apakah Dia sudah selesai bersiap?” Tanya Sang Ratu.
“Menjawab Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Putra Mahkota sudah selesai bersiap dan saat ini sudah berada di dekat kereta kuda
keberangkatannya, Dia sedang menunggu Yang Mulia Raja dan Ratu untuk
mengantarnya.”
“Bagus. Sekarang pergilah, Aku ingin berbicara dengan Ratu.”Perintah Sang Raja.
“Baik. Hamba yang hina ini pamit undur diri. Semoga matahari Kekaisaran selalu dalam keadaan yang sehat.”
Setelah memberikan hormat dan salam kepada Sang Raja, Pelayan itu meninggalkan ruang kerja itu,dan menyisahkan Raja dan Ratu seorang diri.Tentu saja terdapat Prajurit bayangan yang selalu ada di sekitar mereka berdua, namun tidak menunjukkan wujud mereka secara gamblang.
“Apakah tadi siang obrolan kalian berjalan lancar?” Tanya Sang Raja.
Sang Ratu pun menghembuskan nafas panjang, barulah menjawab pertanyaan suaminya itu.“Obrolan Kami tidak berjalan lancar sama sekali. Anak Mu itu sangat keras kepala dan menyatakan secara spontan bahwa Dia tidak menyukai Aldara.”
“Lalu apa yang Kamu lakukan sehingga Anak yang keras kepala itu mau pergi ke Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir?”
“Tentu saja aku memberikan satu fakta yang tak bisa anak itu sanggah sama sekali.Dia adalah Putra Mahkota, sehingga apapun yang terjadi, dia tak bisa seenak jidat menolaknya. Karena ini adalah kewajiban nya, dan dia tak punya hak untuk membantah perintah yang sudah bersifat mutlak ini.”
Sang Ratu pun menjelaskan semua nya kepada sang suami, sehingga dengusan nafas yang bingung harus berbuat seperti apa, kini terdengar jelas di pendengaran istri nya.
“Kira kira apa yang membuat anak Itu tidak tertarik sama sekali dengan Putri dari Keluarga Madison ? Padahal anak itu sudah sangat berusaha keras untuk menarik perhatian anak kita.” Ucap Sang Raja.
“Menjurut Ku, Anak kita sudah jatuh cinta dengan Wanita Rakyat Jelata yang 4 tahun lebih tua darinya. Haahh, Kita harus melakukan apa untuk kasus yang satu ini?”
Tanya sang Ratu sambil berdiri dari kursi nya dan menggandeng lengan Sang Raja.
__ADS_1
“Apakah kita buat saja kebohongan dan mengatakan pada Xavier bahwa sebenarnya umur Aldara itu sudah 4 tahun lebih tua darinya? Siapa tau Xavier langsung jatuh hati pada Aldara Madison.”
Sang Raja pun mencetuskan ide konyol setelah mendengar perkataan istri nya. Namun, Sang Ratu menggeleng pelan karena saat ini sedang berjalan di lorong yang menuju ke pintu luar, sesuai dengan etika yang Dia pelajari, dan berkata dengan sangat yakin.
“Sepertinya, masalah nya bukan terletak pada umur Aldara atau wanita yang Xavier sukai, Suami Ku.”
"Hemm ? Lalu?”
“Masalah nya adalah siapa yang memperlakukan anak itu dengan perlakuan yang berbeda dari yang selama ini dia dapat kan.Dan lagi, Xavier menyukai wanita itu bukan karena umurnya empat tahun lebih tua dari Xavier. Tetapi karena wanita itu memiliki pembawaan yang sesuai dengan kemauan
Xavier. "
Sang Ratu berhenti sebentar untuk menarik nafas, dan melanjutkan perkataan nya.
"Sama seperti Diri Mu yang memohon pada Ayah Mu, untuk menjadikan satu-satu nya Putri Duke di kerajaan Andora ini sebagai satu-satunya nya PERMAISURI RATU, dan tak mau menerima selir, atau mengangkat satu wanita lagi sebagai Permaisuri atau Ratu. Haah, sungguh buah jatuh tak jauh dari pohonnya.”
Padahal Sang Ratu tengah menyampaikan keluhan, tetapi Sang Suami menganggapnya sebagai suatu pujian, dan malah tersenyum bangga.
“Aku tidak sedang memuji Mu, Bodoh!” Umpat Sang Ratu sambil mencubit pinggang suaminya.
“Aduduh.. Tetapi Kamu senang kan Ratu Ku?”Ucapkan sang Raja sambil menahan sakit di pinggangnya.
“Senang apanya?Aku jadi harus menjalan kan peran sebagai Ratu dan Permaisuri sekaligus. Dan setiap bangun di pagi hari, sudah ada tumpukan kertas yang menggunung, dan seolah-olah mengisyaratkan bahwa tak akan ada
ujungnya.”
“Jika demikian, Apakah Aku harus mengangkat satu wanita untuk menjadi Permaisuri?” Ucap Sang Raja dengan ekspresi yang amat serius.Terlihat jelas bahwa Beliau sedang memikirkan dan mempertimbangkan semua nya.
TAAK!
“AAUUWW” Jerit sang Raja yang merasakan sakit yang
teramat, kala ujung high heels mengenai ujung jempol kaki nya.
“Coba saja jika kamu ingin aku meracuni nya, dan setelah itu faksi para Bangsawan terbelah menjadi dua bagian.Yang satu nya membela Ku, dan satu nya lagi membela Mu dan melengserkan kedudukan Ku. Humpt !”
Usai mengatakan kalimat ancaman itu, Ratu pun berjalan lebih cepat dan tidak lagi berjalan sambil menggandeng lengan Suami nya.
Merasa kesal, Sang Raja menatap tajam kesudut ruangan, karena para prajurit bayangan tidak melindunginya. Sang Prajurit bayangan hanya bisa berdiri dan tersenyum canggung karena masalah ini di luar kemampuan mereka. Masih merasa tidak puas, Sang raja menatap tajam ke arah 10 Kesatria yang berdiri dan membusungkan dada mereka.
“Padahal kalian berdiri seolah akan melindungi Ku, tapi kenapa saat kalian melihat ku disakiti seperti ini, kalian sama sekali tidak bergerak sedikit pun ?”
Para kesatria hanya bisa memasangkan wajah bingung, karena tak mungkin mereka mencegah Sang Ratu dan memberikan pelajaran seperti
yang biasa nya di lakukan kepada para pelayan atau pada para Bangsawan yang
__ADS_1
sudah melakukan kesalahan yang tak termaafkan.
“Ohhh, jadi Kamu ingin menyeret dan memberikan hukuman kepada Ku ?Bagus... Bagus sekali.. Untuk satu minggu ke depan, jangan sekamar dengan Ku.”
Dari kajuhan, Sang Ratu mengatakan kalimat yang menembus langsung ke paru paru Raja, sehingga menciptakan sesak nafas untuk beberapa detik.
“La...Lalu, Aku harus tidur dengan siapa Ratu Ku?”
“Tidurlah dengan calon permaisuri yang baru!”
Setelah mengatakan itu, Sang Ratu berjalan lebih cepat dari sebelum nya, dan di ikuti dengan Raja yang tengah mengejarnya. Mencari aman, para prajurit bayangan dan kesatria memilih untuk berdiam diri di tempat. Beberapa detik kemudian barulah mereka berjalan mengikuti arah Sang Raja pergi.
Karena pertengkaraan kekanak-kanakan antara Raja dan Ratu, bukan lah hal yang baru lagi.
...***...
“Ibu ? Kenapa Wajah Ibu Penuh dengan Peluh ?” Tanya Xavier sambil menyeka keringat Ibunya dengan sapu tangan yang selalu ada disaku celana.
“Ayah Mu ingin membuang Ku, dan berniat mengangkat satu wanita muda yang lebih cantik dari ku, untuk dijadikan sebagai permaisuri. Bersiaplah Xavier, Kamu akan memiliki Ibu tiri yang sangat jahat dan tidak akan mempedulikan Mu.”
Sang Ratu pun mengadu kepada Putranya, dengan menambahkan sedikit (?) bumbu.
Xavier mengangkat satu alis mata nya, dan melihat Ayahnya yang sedang berlari ke arah mereka saat ini.
“Astaga.. Apakah Ibu dan Ayah sedang bertengkar ?” Batin Xavier sambil menggeleng kan kepala dengan tersenyum kecil.
Setelah itu, Xavier pun menyaksikan pertengkaran Orang tua nya, yang seakan sedang cosplay jadi anak kecil. Di dalam otak nya tersirat banyak hal, dan itu cukup membuat Xavier pening bukan main.
Apakah diri nya dan Aldara dapat memiliki hubungan yang harmonis seperti Ayah dan Ibu nya ini ?
Apakah ini saat nya bagi Xavier untuk melupakan cinta pertama nya yang bernama Jessica ?
Apakah Diri nya dapat mencintai Aldara seperti Diri nya mencintai Jessica yang baru di temui nya satu kali?
Akhir nya, pertanyaan pertanyaan itu tak bisa dijawab oleh Xavier, karena hanya waktu yang dapat memberikan jawaban terbaik untuk diri nya.
...***...
Dan Xavier pun akhirnya meninggalkan Rumah nya, setelah berpamitan dan mendapatkan beberapa nasihat dari Ayah dan Ibunya.
“Haah... Kehidupan yang merepotkan akan kujalani selama 1 tahun penuh. Cih, merepotkan. ”Keluh Xavier sambil memejamkan mata dan memilih
tidur untuk mendapatkan tenaga. Karena saat terbangun nanti, dirinya harus
berhadapan dengan Aldara yang banyak mau nya.
__ADS_1
Dan Tanpa Xavier sadari, bahwa kehidupan nya selama setahun ke depan akan sangat penuh dengan berbagai hal yang tak pernah Dia duga sebelum nya.