Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#29.


__ADS_3

Di malam itu, setelah melewati banyak nya percakapan bujukan dan rayuan yang Jessica keluarkan semaksimal mungkin, akhir nya dia sampai pada bujukan yang terakhir. Jika tidak mempan juga, maka kemungkinan terbesar nya adalah Jessica akan masuk ke dalam Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir.


"Ma..." Panggil Jessica dengan nada yang nampak jelas sudah lelah.


"Kali ini alasan apa lagi yang ingin Kamu katakan Jess ? Mama jadi semakin curiga, karena Kamu yang kekeh tak mau masuk sekolah. Apakah Kamu sudah jatuh cinta dengan pria yang sama sama bekerja di tempat kerja Mu ?"


JEDEEEERRRR!!!!


Perkataan Elmira terlalu tidak masuk akal, sehingga lagi lagi Jessica tersambar oleh petir di tengah malam.


"Itu tak mungkin Ma. Karena Jessi tak membutuhkan kehadiran laki laki." Ujar Jessica dengan kejujuran yang nampak jelas, membuat Elmira pun merasa lega dan percaya." Dan Ma, Jessi tak bisa jauh jauh dari Mama. Satu tahun ? Ayolah Ma, Mama tau sendiri kan sifat Jessi ? Jessi itu butuh Mama di segala situasi. Kalau Mama gak ada di sisi Jessi, pada siapa Jessi akan mengadu ?"


Walaupun ini alasan yang Jessi dapatkan setelah berpikir panjang, tapi ini kenyataan yang sebenar nya. Jessica tak bisa berjauhan dari Elmira. Ingat ? Jessica akan merasa tenang jika mendengar suara Elmira, dan mendengarkan detak jantung Elmira yang stabil.


"Sayang..." panggil sang Mama dan menatap Jessica dengan penuh kehangatan.


"Keputusan Mama udah tak bisa di ubah lagi Nak. Ini semua demi masa depan yang lebih bagus Nak, dan Mama berharap Kamu tidak kesulitan di masa mendatang. Jadi, kali ini jangan melawan lagi, karena Mama akan tetap dengan keputusan Mama. Paham Nak ?"


"Aahh, Aku kalah... Sungguh, Aku tak bisa melawan Wanita yang ada di depan Ku ini. Padahal bisa saja Aku meninggikan Ego Ku di hadapan nya, tapi Aku tak bisa. Baiklah, Aku akan menurut kali ini. Sisa nya, baru di pikirkan nanti." Batin Jessica dan langsung memeluk Elmira.


Bunyi detak jantung Elmira membuat Jessica tenang. Harum yang tercium dari badan Elmira membuat Jessica ingin menghirup nya terus menerus, hingga akhir nya, tanpa sadar Elmira yang memeluk nya sudah terlelap dalam tidur. Dan Jessica pun turun secara perlahan lahan dan berjalan ke arah kamar nya.


Dia mengendap ngendap, agar tak membangunkan Elmira, dan akhir nya Jessi pun tiba di kamar nya. Dia langsung merebahkan badan nya, dan menatap langit langit kamar.


"Haah.. Jadi, sekarang apa yang harus Aku lakukan ? Apakah Aku beli saja Sekolah itu dan langsung menutup nya ? Membumi hangus kan nya ? Ah, pasti akan ada masalah yang datang setelah itu. Jessi, ayo berpikir. Kamu tak mungkin mati, karena kamu sudah kuat saat ini. Lalu, keluarga Aldara juga tak memiliki harta yang Kamu miliki, jadi..."

__ADS_1


Perkataan Jessica seketika tehenti. Mata nya membulat dan Dia seakan baru saja tersadarkan akan satu hal penting.


"Benar.. Viscount Madison saat ini tidak memegang kendali atas hak tambang kan ? Dan juga 2 bulan lagi Ema pasti sudah menambang semua berlian yang ada di tambang itu. Dengan kata lain, Viscount Madison dan keluarga nya saat ini tidak miskin tapi tidak kaya juga. Astaga !!!! Kenapa Aku melupakan point penting nya." Ujar Jessica dan berjalan ke teras samping yang ada di kamar nya.


Dia membuka daun pintu yang dari atas sampai bawah terbuat dari kaca, dan berjalan hingga pantulan sinar rembulan mengenai wajah nya. Di genggaman nya sudah ada gulungan kertas yang dia tulis sendiri sebelum keluar dari dalam kamar tadi..


"Dan, kau di sana ?" Kata Jessica yang kini sedang berpegang pada pagar besi yang di buat setinggi perut nya, agar menjadi penghalang dan mencegah agar tidak jatuh ke bawah.


"Ya Nona. Apa terjadi sesuatu ?" Tanya Dan yang sudah muncul di belakang Jessica.


"Antarkan surat ini pada Kepala Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir. Pastikan bahwa Dia menerima nya dan membaca nya. Lalu besok pagi, Aku ingin menerima gulungan kertas balasan dari Kepala Sekolah itu. Paham ?" Perintah Jessica yang selalu saja menyuruh dengan perintah yang di jabarkan secara terperinci.


"Baik." Jawab Dan patuh kemudian langsung menghilang dari belakang Jessica.


"Baiklah, karena kemauan Mama, Aku tak bisa mencari alasan dan penolakan lain. Dan Tak mungkin juga di saat seperti ini Aku memberitahu tentang posisi Ku di dalam Asosiasi Dagang. Maka langkah yang harus Aku lakukan hanyalah membuat plan agar selama setahun tinggal di asrama Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir, nyawa Ku masih menjadi satu kesatuan bersama raga."


***


Keesokan hari nya, jam lima pagi.


Jessica sudah bangun karena suhu ruangan yang semakin dingin. Sekali terbagun Jessica sudah tak bisa tidur lagi, dan itu tak menjadi hal baru lagi dalam hidup nya.


Jessica bangun dan membilas wajah di kamar mandi, dan mengganti pakaian tidur yang dia kenakan. Setelah itu Jessica pergi ke teras samping yang terhubung dengan kamar nya, dan di dapatilah Dan sudah berdiri dengan gulungan kertas di tangan nya.


"Kenapa tidak masuk ?" Tanya Jessica yang tau betul bahwa Dan sudah berada di luar sejak tadi.

__ADS_1


"Saya belum mendapat izin dari Anda Nona. Itu akan menjadi sangat lancang jika Saya langsung masuk." Jawab Dan lalu memberikan gulungan pada Jessica.


"Wow, sesuai dengan yang di harap kan." Kata Jessica sambil memegang gulungan kertas yang di berikan oleh Dan." Lalu, bagaimana reaksi dari kepala sekolah semalam ? Apakah ada tanda tanda marah dari Beliau ?"


"Kalau marah saya rasa tidak. Dia lebih menunjukkan reaksi takut, karena berpikir saya pembunuh bayaran yang datang untuk mengambil nyawa nya."


"Emm, tak salah juga sih reaksi nya. Kita saja yang pergi di timing yang tidak tepat." Ujar Jessica dan belum juga membuka gulungan kertas dan membaca nya.


"Lalu, apa ada yang di katakan oleh Beliau ? Apakah ada beberapa hal yang tak sempat Dia cantum kan di surat ini karena masih merasa syok dengan kejadiran Mu ?"


"Ah, Beliau sempat berkata demikian. Ada beberapa hal yang tidak Dia cantum kan karena tak mau membuat Saya menunggu lama. Beliau bilang, apakah nyawa nya akan melayang jika Dia membocorkan tentang siapa pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright ?"


"Hahaha, Aku juga tak tau apakah harus mengambil nyawa nya atau tidak. Semua nya tergantung pada siapa dia membocorkan identitas Ku."


"Lalu, Beliau berkata ingin bertemu dengan Anda saat jam makan siang. Apakah Anda bisa ? Dia berkata, tak masalah jika Anda tak mau pergi. Inti nya dia akan menunggu di cafe makanan lezat hingga sore hari. Semua nya kembali pada jam kesibukan Anda."


"Tentu saja Aku akan pergi Dan. Walaupun Aku adalah pemimpin Asosiasi yang menjadi Asosiasi dagang nomor satu, Aku juga tak boleh tampil sombong di hadapan Beliau. Karena tugas seorang Kepala Sekolah tidak sesedikit itu, sehingga dapat pergi ke cafe mana saja yang Dia inginkan."


"Baik." Jawab Dan kemudian menghilang dari hadapan Jessica.


"Emm, seperti nya Aku akan menyuruh Viona untuk memboking cafe makanan lezat. Sesekali Aku harus menggunakan uang Ku bukan ?" Monolog Jessica dan masuk kembali ke dalam kamar.


Dia keluar dari kamar, karena aroma lezat dari meja makan yang sangat menggiurkan. Di sana sudah ada Elmira yang masih memakai celemek, dan sedang sibuk menata menu menu makanan dengan penuh perhitungan.


"Tenang saja Jessica, semua nya akan baik baik saja." Monolog Jessica dan berlari menuruni tangga dan langsung memeluk Elmira dengan sangat erat dan penuh semangat.

__ADS_1


Kedatangan Jessica di sambut dengan senyum Khas Mama Elmira, dan tawa pagi hari telah menghiasi meja makan itu.


__ADS_2