Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#39


__ADS_3

Setelah menyelesaikan banyak masalah yang terjadi selama satu hari full kemarin , kini Jessica pun tengah fokus dalam mengurus banyak kerjaan tentang asosiasi dagang.


Sedikit lagi dia akan masuk asrama, dimana setidak nya dia harus meninggalkan mandat kepada seseorang yang akan bertanggung jawab, yang sudah pasti yang akan terpilih adalah Viona.


Beberapa berkas penting telah jessica teliti dan telah Jessica tanda tangani, dan juga banyak pekerjaan lain yang Jessica selesaikan dengan sangat serius.


Hingga akhir nya dia mengatakan kepada Viona, bahwa Viona lah yang akan menjadi penanggung jawab sementara, saat Jessica tidak berada di sini, melainkan berada di dalam asrama.


Walaupun saat berada di asrama Jessica akan tetap bekerja, namun tentu saja akan berbeda. Karena Jessica tidak bisa bergerak seleluasa dulu. Di mana Jessica hanya bisa memeriksa dokumen yang telah dikirimkan oleh Viona, hanya sebatas itu.


Karena sesuai dengan prinsip asrama, tidak mengizinkan para siswa nya untuk keluar masuk sesuka hati.


Dan juga tak ada libur. Selama setahun penuh, hanya menghabiskan waktu di dalam lingkungan sekolah, dan akan keluar dengan ijasah yang akan membantu mereka di pekerjaankan di manapun, sesuai dengan surat rekomendasi dari pihak sekolah bangsawan tingkat akhir.


...***...


Waktu terus berlalu dengan prinsip nya yang sudah mutlak. Tak pernah memperdulikan tentang orang-orang yang keberatan akan hari yang terus terlewatkan, dan setiap jam yang seakan kecepatan nya mengalahkan detik.


...Seminggu kemudian......


Kini tibalah hari dimana Jessica akan berangkat ke sekolah bangsawan tingkat akhir. Kereta kuda yang diutus dari sekolah dengan lambang sekolah bangsawan tingkat akhir yang terpampang jelas, sudah terparkir di depan rumah Jessica dengan sopan.


Suasana haru sudah pasti. Suasana sedih juga termasuk. Menangis ? Jangan ditanya lagi. Karena itu juga sudah pasti.

__ADS_1


Elmira tak bisa membohongi perasaan nya, di mana melepaskan Jessica seolah melepaskan sebagian jiwa nya. Dia terus  menangis dan terus memeluk Jessica.


Sedang kan Viona juga sama, Dia terus menangis dan sesekali memeluk Jessica. Walaupun Viona tahu bahwa tindakan nya agak lancang.


Namun beruntung nya, kemarin Jessica sudah mengadakan perpisahan secara besar besaran dengan Dark Guild Shadow. Jika tidak, saat ini halaman rumah nya sudah dipenuhi oleh lelaki berbadan kekar. terkhusus nya River, kakek nya, lalu Dan beserta anak buah nya yang telah terlatih.


Karena akan sangat merepotkan, jika Elmira menagih penjelasan atas berkumpul nya para Pria berbadan kekar di halaman rumah Jessica.


Saat Jessica tengah berdiri di hadapan Mama nya, Jessica dengan kesadaran penuh sengaja melontarkan perkataan dengan unsur kesengajaan.


"Ma.. Kalau Mama merasa berat banget buat lepasin Jessica, tentu masih bisa di hentikan kok. Belum terlambat Ma. Jessica masih bisa mengundurkan diri, karena belum benar-benar menjadi bagian dari sekolah bangsawan tingkat akhir. Gimana ?"


Mendengar perkataan Jessica, membuat Elmira yang sedang berada dalam suasana sedih, memunculkan perempatan di kening nya. Walaupun Elmira sedang dilanda rasa sedih karena berat melepaskan Jessica, bukan berarti logika nya juga ikut bersedih.


"Tak bisa Jess.. Ini demi masa depan Kamu yang lebih baik. Jangan pedulikan Mama yang sedang menangis saat ini. Karena di mana pun itu, setiap orang tua pasti akan menangis saat melepaskan kepergian anak Nya. Jadi, baik baik jaga kesehatan di sana ya sayang. Jangan terlalu mengkhawatirkan Mama di sini, karena Mama pasti akan selalu baik saja. Paham ?!"


"Em..." Jawab Jessica dan memeluk Mama nya dengan amat erat. Terlalu sulit untuk di papar kan dengan kata kata tentang perasaan Jessica saat ini. Jessica tidak menangis, setidak nya tidak saat berada di hadapan Mama nya dan Viona.


"Andai Mama keberatan dan menarik kembali keputusan dan ucapan Mama, Jessica pasti akan sangat senang, karena keputusan itu yang ingin Jessica dengar. Walaupun Jessica juga tahu sendiri bahwa itu amat tak mungkin." Batin Jessica yang masih meletakkan kepala nya di sebelah leher Mama nya.


Jessica menghirup dalam dalam wangi yang dipancarkan dari tumbuh Mama nya. Jessica tahu betul, bahwa wangi yang seperti ini lah yang akan di rindukan saat berada di asrama nanti.


"Maaf mengganggu, tapi jika Kita tidak jalan sekarang, Kita akan ketinggalan beberapa jam dan akan terus terlambat untuk masuk ke dalam asrama." Ujar Sang kurir yang menyela situasi mengharukan, yang telah terjadi diantara Jessica, Elmira dan viona.

__ADS_1


"Udah Jess. Sekarang kamu harus berangkat. Waktu kamu sudah tidak banyak lagi, jangan merusak kesan saat bertemu pertama kali dengan semua nya yang berhubungan dengan sekolah bangsawan tingkat akhir. Entah itu guru, sahabat, dan sejenis nya." Kata Elmira yang walaupun perkataan nya menyuruh Jessica untuk pergi, namun kedua tangan nya masih menggenggam erat bahu Jessica.


Elmira menatap Jessica dengan tatapan sendu nya, Jessica tahu betul yang terlintas dipikiran Elmira saat ini adalah Tak terasa yah, anak ku sudah sebesar ini. Elmira nampak tersenyum, dan sedetik kemudian senyum nya langsung hilang, saat rasa keberatan atas melepaskan kepergian Jessica melanda nya.


"Vio.. Tolong jaga Mama yaa. Apapun itu, jika Mama mau, maka lakukan lah. Beritahu yang lain nya, agar selalu stay di sekeliling rumah. Aku pecayakan semua nya kepada Mu Viona. Dan jangan terlalu menyiksa diri Mu saat melakukan pekerjaan, jika kamu sakit maka Aku juga akan menerima dampak nya. Kumohon sehat sehat terus Viona, agar kita dapat bertemu dengan keadaan yang lebih baik lagi dari sekarang."


Saat memeluk Viona, Jessica membisik kan perkataan yang teramat panjang untuk Viona.


Viona hanya bisa mengangguk kan kepala nya, karena tak bisa berkata sepatah kata pun. Dia hanya bisa meneteskan air mata. Entah kenapa, perpisahan kali ini terasa seakan perpisahan untuk selama nya. Padahal mereka masih dapat ketemu setelah 1 tahun lagi kan ?


"Jessi pergi dulu, Dadaahhh..." pamit Jessica sambil melambaikan tangan ke arah Elmira dan viona, sambil berlari kecil ke arah kereta kuda yang sudah di buka oleh kusir dengan sangat sopan.


Saat Jessica sudah duduk di dalam kereta, Jessica pun membuka jendela mini itu dan melambaikan tangan nya dengan lebih kencang kepada Elmira dan Viona.


Pandangan terakhir Jessica adalah, melihat Mama nya Elmira yang tengah memecahkan tangis nya saat berada di peluk viona, dan hal yang sama juga dilakukan oleh Viona, yaitu menangis saat berpelukan dengan Elmira.


Jessica terus menatap mereka berdua, sampai benar benar tertutup dengan rumah warga dan tak bisa terlihat lagi.


Kemudian Jessica kembali duduk tenang di kursi kereta kuda nya, dan dengan tatapan tegas nya, Jessica berucap dengan penuh keyakinan.


"Hanya satu tahun Ma. Setelah itu, Jessica akan kembali dengan ijazah yang mama inginkan, dan dengan pengakuan yang paling jujur, bahwa Aku lah pemimpin dari


Asosiasi Dagang Bright, yang tidak pernah Ibu sangka-sangka sebelum nya."

__ADS_1


Kata nya dan bersandar di tempat duduk nya, sambil menengadahkan kepala nya ke atas.


"Ahh... Akhir nya keluar juga, sesuatu yng Aku pendam sedari tadi." Ujar Jessica dengan tersenyum getir. Sambil pasrah membiarkan air mata nya gugur dan menjalar ke mana saja.


__ADS_2