
Daun pun berguguran dan menumbuhkan tunas baru. Proses pertimbuhan yang terjadi beberapa kali saat proses pergantian musim dan menandakan ada nya perubahan waktu, membuat beberapa orang telah tumbuh dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
...Di sore hari, di sebuah kedai minum tempat River......
"Selamat Nona, kekuatan Anda untuk melindungi diri sendiri sudah sangat matang. Saran saya, jika bertemu dengan orang yang dapat menghindar dari tiga serangan agresif Nona Jessica, segerahlah mundur atau kabur. Itu demi keselamatan Nona. Tapi tak perlu khawatir , karena ke 10 penjaga yang melindungi Nona dari bahaya akan langsung turun tangan dan membantu Anda walaupun tidak memberikan tanda." Jelas seseorang di ruang pelatihan.
"Haahh, bisakah Kamu tidak cerewet Dan ? Kamu sudah menyamai rekor Mama ku." Ujar Jessica sambil menyeka peluh di wajah.
"Maaf kan kelancangan Saya Nona." Ucap Dan sambil menunduk dan melihat Jessica lagi.
"Sudahlah, Aku akan menemui Paman River. Kamu juga tolong bangunkan Viona yang sudah pingsan di sebelah sana. Siapa suruh secara tiba tiba dia ingin berlatih, padahal udah di tawar sejak tiga tahun yang lalu.. Haiis, padahal hari ini banyak kertas kertas yang harus di periksa." Ujar Jessica melenggang pergi dari ruangan itu.
Jessica bukan nya kesal pada Viona hari ini, dia hanya merasa tak suka melihat Viona memaksakan diri dan alhasil sampai pingsan.
"Baik Nona." Jawab Dan lalu melirik ke arah Viona yang masih tergeletak di lantai.
"Jelas Dia akan memaksakan kemampuan nya Nona Jessica, karena orang yang Dia layani memiliki potensi yang tak ada habis habis nya. Anda tak akan mengerti perasaan nya, karena Anda tidak berada di posisi nya." Monolog Dan sambil menampakkan Smirk, dan menggendong Viona ala bridal style.
***
...*BRAK* Pintu yang sengaja di buka dengan sangat kasar....
"ANAK BUAH MANA YANG TAK TAU SOPAN SANTUN SEPERTI INI ? " Seru kaget River dan Rojer yang ada di kamar Rojer.
"Hai Kakek tampan ~ " Sapa Jessica dengan tersenyum lebar, dan bersandar di daun pintu. Diri nya belum melangkah masuk sedikit pun.
__ADS_1
"AH, DASAR CUCU TAK TAU DIRI. BAGAIMANA BISA - "
"Astaga~ Ternyata walaupun sudah tua, Kakek masih sangat bersemangat yaah. Jessi sampai tak bisa membedakan Kakek yang satu ataupun dua tahun yang lalu. Wow, keren." Puji Jessica sambil menyertakan ke dua jempol nya.
...*WUUSSSS.... BRAAAKKK.!!*...
Bukan Kakek Rojer nama nya Jika tidak emosian dan tidak melempar barang pada Jessica yang membuat ulah.
"Oh, lemparan Kakek kali ini juga cukup kuat. Tapi lain kali, Jessi sarankan untuk membidik sasaran dengan matang sebelum melepaskan peluru. Kan kasian peluru yang di gantikan dengan benda lain. Udah mahal, tapi salah bidik. Kasian juga kan Kek..."
Jawab Jessica panjang lebar dan memberikan saran dengan wajah serius, setelah dengan gampang nya menghindar dari lemparan Estetic Kakek Rojer.
Sikap Jessica yang selalu tenang dengan wajah masa bodoh nya, membuat Kakek Rojer sudah kebakar emosi di tempat duduk, tapi hanya bisa terdiam mendengar jawaban Jessica yang entah di sampaikan dengan tulus atau sengaja saja agar Rojer merasa emosi.
"Astaga Jessi... Berhentilah menggoda Kakek Mu. Kamu benar benar tak berubah yaah, padahal dikit lagi bisa saja Kamu sudah menikah." Tegur River yang sedang memeriksa dokumen yang di susun cukup tinggi di atas meja nya.
Akhirnya, Jessica pun melemparkan pendapat nya pada Rojer. Dan hal ini membuat Emosi Rojer yang sedari tadi sedang berkoar, langsung redup begitu saja dan anggkat bicara.
"Kamu terlalu banyak memikirkan hal yang tak perlu yaah River. Jika Jessi tak mau menikah, untuk apa membicarakan hal ini ? Bukan kah hidup dengan di kelilingi oleh banyak orang yang seperti keluarga, lebih menyenangkan dan lebih membawa pengaruh positif ?" Ujar Rojer sambil menatap tajam ke arah River.
"Cih, Kakek berkata seperti itu karena sudah sayang pada Jessica. Kakek berbicara kaya gitu juga karena gak mau Jessica jadi milik laki laki lain, dan seluruh gerak dalam hidup nya di batasi kan ? Hahh, pemikiran kuno dari mana itu."
Jawab River sambil menggerlingkan bola mata nya, dan menyimpan beberapa kertas yang sedang dia periksa sebelum Jessica datang.
"Yaah, seperti nya Jessi tak akan menikah deh." Sela Jessica di tengah perlawanan mulut antara Rojer dan River.
__ADS_1
Dan perkataan yang keluar dari mulut Jessica sontak membuat Rojer dan River menatap nya dengan tatapan puas.
...*Glek.. Glek.. Glek..* Jessica yang meneguk air putih di atas meja.....
"ALASAN NYA ?" Tanya Rojer dan River yang tampak jelas SANGAT penasaran.
"Bukan kah alasan nya sudah jelas ? Pertama, Jessi saat ini tidak lagi kekurangan uang. Malahan yang ada Jessi kelimpahan uang dan harta. Ke dua, hidup Jessi di kelilingi oleh banyak orang yang memberikan Kasih sayang yang melimpah. Entah itu Mama, Kakek, Paman, dan beberapa bawahan ku, Viona salah satu nya. Dan masih banyak lagi hal yang terjadi dalam hidup Jessi, meskipun tak menjalin hubungan dengan pria mana pun selama ini, hidup Jessi aman aman aja kok. Gak ada suatu keterikatan khusus, yang mengharuskan Jessi untuk menikah. Iya kan ?"
Jelas Jessica dan balik melihat Rojer dan River yang saat ini sedang menatap Jessica yang memberikan penjelasan nya dengan memegang gelas di tangan nya.
"Jadi.. Kesimpulan nya, untuk apa menikah jika hidup Jessi udah sempurna menurut Jessi ? Jessi rasa dalam hal ini, Jessi mirip sama Paman River deh." Ujar Jessica dan duduk di kursi yang berhadapan dengan River, yang saat ini sedang duduk di kursi kerja nya.
"Mirip apa nya ?" Tanya River menaikan satu alis mata.
"Mirip di bagian tidak menikah Paman. Yaah walaupun alasan Paman menjadi jomblo akut karena Paman jelek dan kaku dalam menjalani hubungan, jadi wajar sih banyak perempuan yang memilih untuk menjalin hubugan dengan pria yang lebih hangat sekaligus pria yang tampan. Kan lebih bagus paket komplit, dari pada mengambil menu yang terpisah dari hidangan pembuka." Jelas Jessica sambil menggigit buah apel di atas meja.
"Emmm, enak. Ada rasa sejar nya, dan buah nya manis. Tak salah Aku menjalin hubungan kerja sama dengan Desa Hijau yang jarak nya beratus ratus kilo meter dari ibu kota untuk menjadi penyuplai kebutuhan buah yang makin meningkat permintaan nya di pasaran saat ini." Monolog Jessica dan menggigit buah Apel dengan bersemangat.
"Dih sembarangan. Paman yang setampan ini tak bisa manarik perhatian ? Justru karena Paman terlalu berkharisma, sehingga membuat para wanita merasa minder sebelum melakukan pendekatan dengan Paman." Ujar River dengan penuh percaya diri.
"Ahh, sekarang Aku tau kenapa Paman belum juga nendapat jodoh. Sifat Percaya diri nya itu sangat akut dan kuno ! Apakah dia lupa bahwa gadis yang seumuran dengan diri nya bertahun tahun yang lalu ingin di kejar, bukan mengejar. Haissh, kasihan sekali diri nya." Batin Jessica, dan menatap iba ke arah River sambil menggelengkan kepala berkali kali.
"Hei.. Hei.. Hei.. Walaupun Paman tak bisa membaca pikiran, tapi Paman yakin saat ini Kamu sedang memikirkan hal hal yang aneh tentang Paman kan ?" Kata River yang merasa risih dengan tatapan yang di berikan oleh Jessi pada diri nya.
Melihat River yang sedang bertanya, membuat Jessica tak tega memberi tahu pemikiran nya.
__ADS_1
Jessica pun hanya menyendikkan ke dua bahu nya, dan menatap ke arah lain. Membuat River berpikir bahwa Jessica memang sedang memikirkan sesuatu yang aneh tentang diri nya.