
Setelah bermenit menit menit menittttt terlewati, akhir nya sadar atau tak sadar 30 menit pun berlalu.
Ke dua anak buah dari masing masing sisi yang berbeda pun akhir nya sudah berada di hadapan bos atau majikan nya.
Sisi River...
"Bos, di dalam tambang yang sudah berhasil di gali.." Menggantung perkataan.
Sisi Xavier.
"Di sana bukan hanya terdapat beberapa berlian..." Lapor nya dengan nada yang seimbang.
"Maksud Mu ?" Tanya River, Xavier, dan Ratu Daisy (Ibu Nya River) secara bersamaan dari tempat yang berbeda, namun dengan reaksi sang sama.
Karena mereka bertiga sama sama merasa bingung. Satu alis mata yang terangkat telah menjelaskan isi otak mereka.
"TETAPI TERDAPAT TUMPUKAN BERLIAN YANG BANYAK NYA DI PERKIRAKAN AKAN HABIS JIKA DI PAKAI OLEH ASOSIASI DAGANG DALAM 10 TAHUN KE DEPAN." Lanjut dua anak buah itu, dengan mata yang juga ikutan syok atau lebih tepat nya tak tau yang di lihat nya hanya ilusi atau kenyataan.
Sisi River...
"APA MAKSUD MU ? JELASKAN SECARA TERPERINCI PADA KU." Kata River memegang kerah baju anak buah nya dengan sekuat tenaga.
"Paman~ " Panggil Jessica dengan nada yang bergelombang, dan suara nya herhasil menghentikan River, dan membuat River duduk kembali di kursi nya.
Sisi Xavier...
"Hahaha, sudah Aku duga. Tak mungkin Asosiasi yang sudah menguasai semua jalur perdagangan, dan memiliki kekayaan yang seperti nya sudah melampaui kerajaan yang ada di semua benua, malah menjalin kerja sama yang kelihatan nya sangat tak mungkin." Ujar Xavier dengan wajah yang sumringah dan penuh akan rasa puas diri.
"Tak mungkin. Apakah Ibu harus menyebarkan kenyataan ini, agar gosip nya dapat membuat semua bangsawan yang ikut tertawa menjadi tertohok oleh kenyataan ?" Ucap Daisy sambil memegang ujung dagu nya.
"Apakah Ibu sungguh ingin cari gara gara dengan Asosiasi dagang yang satu kaki bersama Dark Guild Shadow?" Tanya Xavier dengan menatap lekat lekat Ibu nya.
"Tentu saja Ibu tak mau. Tapi Ibu hanya tak suka, semua bangsawan malah memandang Asosiasi yang berkuasa sebagai Asosiasi yang tak ada apa apa nya."
"Tenang saja Bu. Xavi yakin, Pemimpin dari Asosiasi dagang Bright bukan lah orang biasa. Mereka memiliki informan yang cepat, jadi tak mungkin mereka tak tau tentang gosip itu. Kita biarkan saja mereka melakukan apapun itu, asalkan tak ada niat memberontak atau mengadakan perang lagi, Xavi rasa kita tak perlu terlalu memikirkan nya."
Ujar Nya penuh keyakinan. Seolah Xavier adalah sahabat sejati dari Pemimpin Asosiasi dagang. Padahal kenal saja tidak. Yaa pertemuan mereka yang terjadi beberapa tahun lalu seperti nya tidak terhitung.
__ADS_1
"Itu..." Ucapan anak buah yang belum juga minggat dari ruangan itu menarik perhatian Daisy dan Xavier.
"Apa masih ada yang ingin Kamu sampaikan ?" Tanya Xavier.
"Dan menurut penglihatan saya, dan di tambah dengan beberapa percakapan yang saya dengar dari seorang wanita di dalam tambang, bahwa berlian yang ada di sana, kualitas nya sangat bagus. Bahkan 10× lipat lebih bagus dari pada berlian yang pernah di hasilkan saat Viscount Madison saat menjalankan bisnis berlian." Jelas nya dengan penuh keyakinan.
Daisy dan Xavier kali ini terdiam. Mereka seakan kehilangan kata kata, dan kehilangan tenaga untuk berkomentar. Hingga beberapa menit kemudian, saat anak buah nya sudah kembali ke tempat nya, barulah Xavier bersuara dengan Netra yang masih tampak tertegun.
"Aahh.. Pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright seperti nya lebih menakutkan dari yang kita pikirkan Bu." Ujar nya yang menatap sang Ibu di hadapan nya.
"Apakah Dia sudah mengetahui hal ini, sehingga dia tak merasa terganggu dengan gosip yang bahkan membuat Ibu naik darah?"
Ucap Daisy yang merasa dengan sangat jelas, bahwa kehadiran pemimpin dari Asosiasi yang sedari tadi mereka bicarakan tidak dapat di abaikan dengan mudah begitu saja.
Kembali pada sisi River...
"Dari mana Kamu mengetahui hal ini Jessi ? Kelompok Informan paman saja tak tau hal ini, jadi apakah Kamu membeli informasih dari Guild imformasih lain ?" Tanya River yang nampak jelas masih tak percaya.
"Tak mungkin Paman. Jessi yakin, bahwa Dark Guild Shadow adalah guild yang tak ada tandingan nya di seluruh pijakan tanah di mana saja. Jadi jangan khawatir Jessi berkhianat." Jawab Jessica dengan tersenyum lebar.
"....." Jessica hanya diam, dan mengangkat ke dua bahu nya sebagai jawaban. Menyisakan rasa penasaran pada River dan Viona bersama Dan yang sudah bergabung sejak tadi.
Jessica pun menahan dagu dengan tangan nya, dan menatap ke arah luar dari jendela kaca. Pandangan mata nya menatap kosong ke depan, dan Jessica pun tenggelam dalam pikiran nya.
.......
.......
.......
Sebenar nya Aku juga tak tahu akan hal ini.. Jika tak membaca isi novel nya Paman. Jadi sulit untuk Aku jelaskan.
Timing yang ku pilih tentu nya satu bulan sebelum tambang berlian itu menjadi berita menghebohkan, yang akan membuat nama Viscount Madison semakin melambung tinggi.
Dan menurut pemahaman ku, tambang yang hampir tak terdapat berlian lagi, sudah di penuhi oleh banyak nya berlian, hanyalah batu loncatan yang di tambahlan oleh penulis, agar latar belakang Protagonis wanita semakin tak dapat di remeh kan.
Dan juga, dengan penemuan berlian tak di sengaja ini, membuat Aldara dan protagonis Pria sering menghabiskan waktu bersama, entah membahas apa.
__ADS_1
Aku tidak terlalu ingat akan bagian itu, karena menurut Ku itu tak masuk akal. Mana ada berlian yang tiba tiba langsung banyak, di sebuah tambang yang sudah di keruk habis habisan ? Ternyata setelah masuk ke dalam novel ini, itu menjadi nyata. Sungguh sebuah kenyataan yang sulit di pahami.
***
Malam hari, pukul tujuh malam.
"Vio, apa benar seminggu belakangan ini tak ada madalah yang terjadi dalam perdagangan ?" Tanya Jessica yang sudah selesai memeriksa seluruh dokumen.
"Benar Nona. Semua nya di lakukan sesempurna mungkin, agar tidak menciptakan masalah yang tidak di perlukan." Jawab Viona yang juga sedang merapikan dokumen dokumen ke dalam kardus.
"Benarkah ? Tapi menurut Ku ini terlalu tenang. Membuat Aku merasa akan ada ombak besar yang datang setelah memberikan Aku ketenangan beberapa hari." Kata Jessica sambil terus berpikir.
"Maaf, tapi maksud Anda, Anda ingin mendapatkan masalah ?" Tanya Viona menurut pemikiran nya yang telah di simpulkan.
"Bukan.. Bukan itu maksud Ku. Sudahlah, Aku akan pulang terlebih dahulu. Aku seakan ingin bertemu dengan Mama."
Kata Jessica dan bangun dari kursi kebesaran nya, yang langsung di pakaikan mantel berbulu tebal, yang sudah pasti akan memberikan kehangatan untuk Jessica.
Jessica pun pulang ke rumah nya dengan kereta kuda, dan benar saja.. Saat diri nya memasuki rumah, dia malah mendapatkan kabar yang membuat diri nya tercengang sampai kehilangan kata kata.
.......
.......
.......
Di rumah, lebih tepat nya saat Jessica baru saja masuk ke dalam rumah...
"Selamat sayang, Kamu di terima di Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir." Ujar Elmira dengan penuh semangat, bahkan diri nya berekspresi seperti diri nya lah yang di terima di sekolah itu.
"......" Jessica tak berkata apa apa.
Mata yang terbelalak ? Seperti nya lebih dari itu.
Seketika itu juga, di dalam pikiran Jessica seakan terjadi suatu tsunami yang memporak porandakan isi kepala nya, dan menghempaskan nya ke berbagai arah.
Susah payah Jessica lari dari isi cerita di dalam novel, tapi sekarang Elmira malah membawa nya kembali pada Alur yang sebenar nya ? Aahh, lagi lagi untuk yang kesekian kali nya, Jessica merasakan syok yang sama saat membuka mata di dunia ini.
__ADS_1