Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#32.


__ADS_3

Akhir nya, setelah memakan baaaanyaaaaak sekali makanan yang di sajikan, kini di atas meja, hanya tersaji dua gelas kaca dan sebotol wine dengan kualitas yang terbaik tentu nya.


"Baik, mari kita mulai pembicaraan kita." Ujar Jessica sebagai pembukaan pembahasan.


"Baiklah, Orang Tua ini tak masalah jika Kamu tak ingin bersekolah di sekolah yang ada di pimpin oleh Ku. Tak etis dan memang tak cocok sama sekali, jika Seorang Pemimpin dari Asosiasi yang berpengaruh, malah kembali di sekolahkan. Itu akan merugikan pihak Mu." Kata Theron yang langsung to the point.


Jessica tampak tersenyum miring. Dia menggoyangkan sedikit gelas wine nya, dan angkat bicara." Sayang nya, Mama Ku tak akan suka jika Aku tidak bersekolah di sekolah Anda, Bapak Kepala Sekolah."


"Alasan nya ? Apakah Ibu Mu belum puas jika Kamu belum memiliki ijazah yang menunjang kehidupan Mu ke depan nya ?"


"Tentu saja tidak. Permasalahan nya, hingga detik ini, Mama belum mengetahui bahwa Aku lah pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright." Cetus Jessica, dan tampak membuat kepala Sekolah Theron kaget bukan main.


"Maksud... Maksud Mu, orang tua Mu tidak mengetahui bahwa Kamu adalah pemimpin nya ? Ah, apakah Kamu berasal dari keluarga Bangsawan yang tidak mengijinkan perempuan menjadi pemimpin ? Atau lelaki yang di jodoh kan dengan Mu melarang Mu agar tidak tampil lebih mendominasi dari diri Nya ?"


Theron pun mengeluarkan semua kemungkinan yang dapat terjadi. Karena menurutnya tidak masuk akal saja, jika Jessica dapat berada di puncak piramida hingga saat ini, tanpa sepengetahuan dari keluarga nya.


"Aku bukan berasal dari keluarga Bangsawan Kepala Sekolah." Cetus Jessica memperjelas status nya.


"Tak mungkin. Wajah Mu, tingkah laku Mu, dan semua nya yang baru Orang Tua ini lihat, tak mungkin di miliki oleh sorang rakyat biasa," kata nya penuh penolakan.


Theron berusaha menepis kenyataan yang disampaikan oleh Jessica. Karena sekalipun Jessica adalah pemimpin dari Asosiasi Dagang, dan sekalipun Jessica mencari guru les untuk mengajari nya soal tata krama, tidak mungkin Jessica dapat berperilaku seperti sudah dididik sejak dini.


Dan alasan lain nya yang membuat Theron tidak percaya, adalah tak mungkin seorang pemimpin dari Asosiasi Dagang, memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari tata krama. Bukan kah pemimpin dari asosiasi dagang lebih mengatur jam kerja nya lebih besar, daripada jam belajar tata krama ? Begitulah pikir nya.

__ADS_1


"Haaah, Kamu tidak tau saja bahwa Mama Ku akan lebih menakutkan jika Aku berperilaku seperti kerasukan kambing. Sejak dini, tata krama sudah Mama terapkan pada Ku. Di tambah dengan tata krama Barat yang pernah Aku dapat di jaman modern, semua nya dapat terlihat seperti seorang anak yang memang di lahirkan dari keluarga dengan tingkat gelar bangsawan yang tinggi." Batin Jessica sambil menggelengkan kepala nya.


"Itu hanya kebetulan." Jawab Jessica menanggapi perkataan Theron.


"Hei anak mudah, apakah Kamu tau ? Bahwa di dunia ini, hanya ada sedikit kebetulan ?" Ujar Theron dengan ekspresi wajah yang serius.


Dan Jessica terdiam sejenak. Theron adalah orang yang usia nya sudah puluhan tahun di atas Jessica, berbagai macam pengalaman hidup pasti telah dijalani, dan perkataan nya membuat Jessica seketika bergidik ngeri.


"Benarkah ?" Tanya balik Jessica pada dirinya sendiri.


"Berhentilah membahas hal ini. Karena terlalu banyak yang belum kita bicarakan. Anggap saja ini tentang rencana untuk diri Ku kedepan nya. Rencana yang membuat pihak Ku mendapat untung, dan sudah pasti menjadikan pihak Mu mendapatkan keuntungan yang tak pernah dibayangkan sebelum nya."


Lagi, suasana serius menyelimuti ruangan yang dipakai oleh Theron dan Jessica. Kemudian pembicaraan pun berlanjut. Jessica meminta ditempatkan di kamar yang hanya dikhususkan untuk diri nya sendiri.


Di mana, di dalam kamar tersebut Jessica hanya seorang diri tanpa teman sekamar. Bukan karena tak mau bersosialisasi dengan orang lain, tetapi Jessica ingin mengerjakan pekerjaan nya tanpa diketahui oleh orang-orang, yang akan bersekolah di Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir.


Dan point itu tidak disukai oleh jessica. Bukan cuman mengganggu ketenangan nya, tetapi mengganggu konsentrasi Jessica jika terlalu banyak berbicara. Dan akan lebih berbahaya lagi, jika sekamar dengan teman yang dapat menjerumuskan Jessica ke dalam bahaya. Dalam hal ini teman bermuka dua.


"Jika itu yang Kamu inginkan, akan sangat mudah untuk di lakukan. Jadi benar, Kamu tetap akan bersekolah di Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir ?"


"Ya. Karena jika baru sekarang Aku mengatakan jika Aku adalah pemimpin dari Asosiasi Dagang, Mama Ku akan berpikir bahwa Aku hanya mencari alasan."


"Oke, lalu permintaan yang berikut nya ?" Tanya Theron yang tau betul, bahwa yang di inginkan oleh anak gadis di hadapan nya ini lebih dari satu hal.

__ADS_1


Jessica pun memberitahukan yang dia inginkan.


Jessica ingin agar dirinya tidak mendapat perlakuan khusus dari para guru guru yang berada di sana. Cukup sekedar mereka mengetahui bahwa Jessica adalah pemimpin dari asosiasi dagang bright. Karena jika mereka memberikan perlakuan yang spesial kepada Jessica, maka itu akan mendatangkan tanda tanya dan akan membuat banyak kecurigaan bermunculan, dan penyelidikan pun dilakukan tanpa sepengetahuan jessica.


Namun Jessica juga menggaris bawahi, bahwa yang boleh mengetahui bahwa Diri nya adalah pemimpin dari asosiasi dagang bright, adalah guru guru yang dapat di percaya. Bukan guru-guru yang dapat buka mulut, hanya karena ditawarkan oleh setumpuk uang atau setumpuk berlian.


"Baiklah. Memang di sekolah ada beberapa guru yang memiliki tingkat ego yang tinggi, dan rasa tamak yang luar biasa. Namun orang tua ini tak bisa melakukan apa-apa, karena sekalipun aku adalah kepala sekolah nya, rakyat biasa selalu berbeda dengan para bangsawan." Ujar Theron yang tidak mengada ngada.


"Tenang saja Bapak Kepala Sekolah, karena saat ini Aku akan memberitahukan keuntungan yang akan menguntungkan diri Mu." Cetus Jessica sambil meletakkan gelas wine yang dia pegang, dan menatap Theron dengan aura mendominasi yang kuat.


Jessica pun mengatakan bahwa pihak dari asosiasi dagang bright akan secara terang-terangan memberikan perlindungan kepada kepala sekolah dari sekolah bangsawan tingkat akhir.


Sehingga untuk kedepan nya, tak ada lagi satu bangsawan yang berani merendahkan Theron di hadapan mereka. Lalu Jessica juga menjanjikan, akan menjadi pihak yang akan memberikan uang pada Sekolah Bangsawan Tingkat Akhir setiap bulan nya, dengan dalih menjaga hubungan persahabatan dengan kepala sekolah.


Theron merasa hal yang di sampaikan oleh Jessica terlalu berlebihan untuk diri nya, namun Jessica menepis rasa tidak enak nya nya itu, dengan beberapa perkataan mengenai, Diri nya akan bebas melakukan apa saja saat di sekolah, dan tetap mementingkan tingkat rasional.


***


"Karena kesepakatan Kita terlalu banyak, nanti Aku akan menyuruh Dan untuk mengantarkan surat yang mencantumkan semua nya, beserta dengan tanda tangan Ku. Bapak Kepala Sekolah akan menyimpan nya, agar jika besok lusa aku melakukan sesuatu yang berada di luar kesepakatan, maka Bapak kepala sekolah berhak melakukan apa saja kepada Ku. Dalam hal ini, memberikan denda dalam bentuk uang atau apapun itu."


"Tak heran bahwa Kamu adalah pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright. Setiap langkah dan keputusan yang Kamu ambil, selalu di lakukan dengan penuh kematangan dan perhitungan." Puji Theron pada Jessica.


"Terimakasih atas pujian Anda."

__ADS_1


Percakapan pun berakhir. Theron Kai Beckham di antar pulang dengan 5 penjaga yang bertugas melindungi nya, dan yang tentu saja keberadaan mereka tidak di sadari oleh Theron sendiri.


"Satu masalah sudah di bereskan. Selanjut nya, tinggal menjalani 1 tahun sebagai Jessica yang memegang peran lebih rendah dari Figuran. Benar benar seperti batu yang tidak berarti. Semoga saja berjalan lancar..." Batin Jessica sambil menuruni anak tangga.


__ADS_2