
Setelah pertemuan dengan Kepala sekolah Bangsawan Tingkat Akhir, Jessica tidak langsung pulang ke rumah ataupun pergi ke tempat kerja nya. Jessica malah di antar ke ruang peristirahatan, di mana terdapat seseorang yang sedang duduk dengan badan yang masih bergetar.
KLEK.
Pintu yang di buka oleh Dan.
Jessica pun masuk, di sambut dengan tatapan mawas dari gadis yang tengah duduk di sudut ruangan dengan badan yang sudah di penuhi perban.
"Sejak kapan Dia seperti ini ?" Tanya Jessica sambil menatap Viona yang sudah ada di dalam ruangan bersama empat penjaga laki laki.
"Sejak Dia di selamatkan oleh mereka." Jawab Viona sambil menunjuk dua penjaga laki laki yang bertugas menjaga Jessica dari balik bayangan.
"Apa yang terjadi pada Nya ?"
"Nama nya Sharon. Dia di sekap di dalam ruang penyimpanan makanan yang sudah tidak di pakai. Di sana, mereka melepaskan ular, tikus, dan binatang kecil lain nya yang menjijikkan. Setelah mendapat banyak gigitan, dia hampir di lecehkan oleh dua pria yang sangat mesum. Uhh, terlihat jelas dari wajah dan tatapan mereka saat menatap Ku." Jelas Viona di akhiri dengan tatapan kesal, karena di takser oleh orang yang tidak berakhlak seperti tadi.
Jessica yang mendengar laporan itu hanya bisa mengatupkan mulut nya dengan tangan yang di genggam sekuat tenanga. Entah merasa emosi karena pelayan wanita itu mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi, atau karena Viona yang di takser oleh dua orang mesum tadi. Ke dua nya dapat terjadi.
Tapi, di saat Jessica sedang menahan emosi nya, Dan yang berdiri di belakang Jessica malah memasang wajah yang lebih seram. Seram dalam artian lebih marah, tentu saja marah bukan untuk pelayan bernama Sharon itu. Tapi marah karena Viona yang di takser oleh dua pria mesum tadi.
"Di mana dua pria itu ?" Tanya Dan pada penjaga yang ada di dekat nya
"Sudah di bawa ke tempat Bos River. Kata nya mau di siksa dulu." Jawab penjaga yang di tanya.
"Nona Jessica, Saya pamit dulu. Ada urusan mendesak yang terjadi." Ijin Dan, yang walaupun belum mendapat ijin dari Jessica, malah sudah hilang dari dalam ruangan.
__ADS_1
"Dia kenapa ?" Tanya Jessica sambil memiringkan kepalanya dan menatap Viona dengan tatapan bingung.
Viona hanya diam dan menyendikkan bahu nya. Dia juga sama merek dengan Jessica, karena tak tau apa yang terjadi pada Dan. Sedangkan dua penjaga hanya saling memberikan kode mata satu sama lain, dan menampakkan smirk di balik kain yang menutup mulut mereka. Seperti nya mereka tau alasan nya.
Jessica lekas melangkah mendekati Sharon, dan tampak Sharon mencoba untuk mundur menjauhi Jessica. Sayang nya, Dia tak bisa karena sudah berada di sudut ruangan.
"Tak apa. Kamu aman sekarang, Aku pastikan bahwa Kamu akan selalu aman." Ucap Jessica sambil duduk jongkok, agar mata nya dan mata Sharon berada dalam satu kedudukan yang sama.
"...Si..Siapa Kamu ?.. A..Apa Kamu yang membuat Aku berada dalam situasi seperti ini ? Hikss.. Aku hampir mati kesakitan karena di gigit oleh binatang melata yang jumlah nya tak terkira itu. Lalu.. Hiks.. Aku hampir mendapat pelecehan dari pria yang tidak Aku kenal... Hiks.. Siapa Kamu ? Apa salah Ku ? Padahal bertemu saja baru hari ini, tetapi kenapa Kamu sejahat ini ? Apa karena Kamu seorang anak Bangsawan ? Hikss..."
Karena tidak mendapat kejelasan dari tadi, Sharon malah mencap Jessica lah yang memerintahkan anak buah nya untuk mencelakai Sharon.
Badan nya masih bergetar hebat, ke dua tangan nya memegang kuat kuat ke dua lengan nya sendiri. Tatapan nya seakan penuh akan rasa ketakutan. Dia sudah tak mau mempercayai siapapun, dan tak mau berekspektasi tinggi kepada orang yang baru Dia temui.
"Viona." Panggil Jessica menyela Viona yang seperti nya akan mengumpat pada Sharon.
Viona pun terdiam. Dia pun merasa emosi karena Majikan nya di kambinghitamkan, padahal karena ada nya Jessica, Sharon itu baru dapat selamat. Dan Viona sampai lupa bahwa Sharon baru saja di timpa kesialan. Sehingga setelah di pikir pikir, Viona pun menunduk bersalah, dan mengucapkan kata maaf.
Sharon masih menangis, kemudian Jessica pun mengulurkan ke dua tangan nya, dan memeluk tubuh Sharon.
"Tenang lah.. Aku tak bisa mengatakan penjelasan yang panjang lebar saat keadaan mental Mu masih terguncang. Jadi, kalau ingin menangis, maka menangislah. Aku akan memeluk Mu hingga Kamu tenang." Ujar Jessica dengan penuh ketulusan.
Dia memang tidak pernah berada di posisi seperti itu, namun Jessica seakan dapat mengerti kenapa Sharon dapat berkata kasar kepada nya.
Sharon pun menangis sejadi jadi nya saat di peluk oleh Jessica. Jessica tidak mengatakan apa apa, Dia seperti sedang menjalani peran Mama nya, di mana selalu diam saat Jessica sedang dalam keadaan yang mengharuskan diri nya menangis.
__ADS_1
***
Sharon yang menangis pun akhir nya terlelap. Mungkin karena terlalu capek mengeluarkan air mata dan mental nya terlalu lemah, sehingga tak bisa tetap sadar untuk berbicara. Dan saat ini, sudah lewat 1 jam, di mana Sharon tertidur dengan cukup lelap.
"Apakah Anda akan seperti itu pada setiap karyawan Nona ?" Tanya Viona yang berdiri di samping kursi yang Jessica duduki.
"Kalau untuk semua karyawan, Aku rasa tidak. Hanya beberapa saja, yang mengalami hal hal seperti ini atau hal hal yang tak pernah di bayangkan. Untuk mereka yang memerlukan pelukan, untuk mereka yang memerlukan tempat untuk mengadu, Aku rasa jika memang di pertemukan dengan Ku, maka Aku akan melakukan hal yang Aku bisa." Jawab Jessica yang saat ini sudah memakai pakaian kerja nya.
Jessica sudah mengganti gaun yang cukup tebal dan ribet tadi, karena entah kenapa Jessica merasa sesak. Saat ini Jessica sedang mengenakan celana panjang dengan bahan kain sutra berwarna hitam, beserta kemeja putih yang tidak di satukan oleh kancing, melainkan tali. Entah kenapa pakaian seperti ini lebih nyaman saja saat di kenakan oleh Jessica.
Viona pun hanya mengangguk dan merasa senang. Entah karena apa, tetapi Viona seakan merasa beruntung mendapatkan majikan yang seperti Jessica ini.
"Ummm..." Sharon pun akhir nya bangun, Jessica yang ancang ancang mau mengambil segelas air, langsung di cegah oleh Viona.
"Biar saya saja Nona." Kata Viona yang tak mau Jessica melayani Sharon. Viona merasa terganggu akan hal itu.
Setelah meminum air, mengingat hal hal yang baru menimpa nya hari ini, akhir nya Sharon pun dapat menatap Jessica dan Viona dengan tatapan tenang. Bukan tatapan ketakutan.
"Baiklah. Karena Seya melakukan hal yang tak di duga, maka Aku akan memberikan kompensasi pada Mu. Aku akan menunjang kehidupan Mu hingga Kamu menghembuskan nafas terakhir. Jika Kamu mendapat trauma yang cukup besar hari ini, maka berhentilah bekerja dan hiduplah di tempat yang Kamu inginkan. Aku yang akan membayar semua." Ucap Jessica dengan tatapan tegas, dan dapat membuat Sharon percaya bahwa ini bukan sebuah penipuan.
"Maaf.. Tapi Siapa Kamu ? Jika melihat Mu yang ingin bertaggung jawab, apakah Kamu adalah keluarga dari Seya ?" Tanya Sharon penasaran.
"Tidak. Aku adalah pemimpin dari Asosiasi Dagang Bright. Aku adalah pemimpin yang tidak pernah menampakkan wajah nya pada karyawan. Hal inilah yang membuat Seya mengira Aku adalah seorang pria, dan ingin menggunakan tubuh nya untuk mendapatkan semua harta yang Dia inginkan. Inilah mengapa Aku akan bertanggung jawab untuk kehidupan Mu kedepan nya. Lalu, hanya beberapa saja yang mengetahui wajah Ku, dan Kamu salah satu nya." Jawab Jessica sambil melipat ke dua tangan nya di depan dada.
"A...Apa ?" Tanya balik Sharon dengan ekspresi tercengang.
__ADS_1