Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#49.


__ADS_3

Gadis yang di Bully itu belum juga menjawab pertanyaan Jessica. Karena Diri nya masih merasa kaget, lantaran ada yang nekat melakukan hal sejauh ini untuk menolong Diri nya yang sudah jelas adalah Rakyat Jelata.


“Hei ?! Apakah sesuatu terjadi pada otak Mu ? Kamu masih merasa pusing, sehingga tak bisa menjawab pertanyaan Ku ?” Tanya Jessica lagi, yang membuat Fany masih tak bisa menjawab sedikit pun.


“Apa Diri nya adalah seorang Bangsawan ? Sehingga Dia berani turun tangan, dan berani melawan antek antek Aldara Madison ?” Batin Fany yang memilih untuk bertarung dengan pikiran nya, dari pada bersuara.


“Bagaimana bisa ? Sekalipun Diri Mu sangat ahli dalam bidang ilmu bela diri, tetapi Kami ini Bangsawan. Kami adalah sahabat Nona Aldara, si calon Ratu di masa depan. Apakah Kamu seberani itu ?” Ucap pemimpin geng yang masih terduduk di lantai.


“Kamu ingin tau jawaban nya ?” Tanya Jessica yang kini mengalihkan antensi nya pada Desi. Gadis yang menjadi pemimpin geng itu, sesuai dengan huruf huruf yang ada pada Name tag nya.


“.....” Desi menatap nanar pada Jessica. Dia ingin mendengar jawaban Jessica, tetapi diri nya seperti sudah kehabisan tenaga karena melihat kehebatan Jessica, sehingga menjawab saja Diri nya tak mampu.


“Tentu saja Karena Aku tidak peduli sama sekali. Satu, Aku tidak peduli. Dua, Aku tidak takut. Tiga, sekalipun diri Mu adalah


Bangsawan, tidak akan berlaku dihadapan Kepala Sekolah, yang kekuasaan nya tidak dapat di sentu oleh Raja di wilayah ini.Dan yang terakhir, Aku dapat menangani masalah ini dengan kekuasaan Ku tersendiri.”


“Kekuasaan ? Kamu juga adalah Bangsawan ? Tidak mungkin. Karena anak anak bangsawan sudah membuat kelompok tersendiri, dan mengasingkan para rakyat biasa. Sudah pasti Kamu juga adalah Rakyat Jelata.” Ucap Desi lagi dengan penuh keyakinan.


“Apa Kamu tuli ? Sudah Aku katakan dengan sangat jelas kan ? Aku tidak peduli.”


Setelah mengatakan itu, Desi tidak merespon apa apa lagi. Bukan karena Diri nya berhasil di buat diam oleh Jessica, tetapi karena Jessica sudah berada di belakang nya, dan membuat Desi pingsan dengan cara yang Dia pakai saat membuat dua teman Desi pingsan.


“Untung aja Aku cepat. Jika tidak, entah apa yang akan Dia katakan. Terlalu cerewet tidak baik untuk kondisi telinga Ku.” Ucap Jessica sambil berdiri, dan mendekati Fany.


Saat sampai di hadapan Fany, Jessica pun berhenti dan mengulurkan tangan nya.


“Aku tau sekarang Kamu sudah tidak pusing lagi. Maka dari itu, ulurkan tangan Mu, dan lekaslah bangun. Penampilan Mu sangat berantakan.” Ucap Jessica jujur.

__ADS_1


Fany masih tidak sempat bersuara, tetapi raga nya sudah bergerak sesuai naluri. Yah, Fany pun menggunakan uluran tangan Jessica untuk berdiri, dan hal itu di syukuri oleh Jessica.


“Maaf Aku langsung memanggil nama Mu setelah membaca Name tag. Padahal Kita belum berkenalan sama sekali.” Ucap Jessica sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


“Tak apa. Jika Kamu merasa tidak enakan, maka mari Kita berkenalan. Perkenalkan, nama Ku Fany Daisy.” Kata nya sambil mengulurkan tangan.


“Daisy ? Bunga yang sederhana namun indah. Kalau begitu perkenal kan, nama Ku Jessica Lathasia Mauren.” Sambung Jessica sambil menjabat tangan Fany.


“Jessica ? Apakah Kamu Siswa yang tadi berpidato ?”


“Ya.” Jawab Jessica sambil tersenyum canggung.


“Wooww... Seperti nya hari ini adalah keberuntungan Ku, sehingga dapat bertemu dengan gadis paling pintar di angkatan Ku. Ah, rasa nya Aku ingin mengabadikan hari ini dengan sesuatu.” Ucap Fany dengan wajah yang merona, dan penuh akan kesenangan.


Lalu, saat Fany sedang di penuhi oleh rasa senang karena dapat bertemu dan di tolong oleh orang yang baru saja menjadi Artis sekolah, Jessica pun bersuara dan membuat mood Fany langsung berubah.


“Kamu sudah sering mengalami tindakan ini ? “


“Bukan nya Aku sok tau, tetapi untuk orang yang baru habis di siksa, lalu mood nya langsung berubah drastis, antara terpaksa atau sudah terbiasa.”


Sambung Jessica lagi, saat Fany sudah menunduk dan tidak melakukan kontak mata dengan Jessica.


“Em...”


Fany hanya bisa berdehem untuk menjawab Jessica. Dan Jessica seakan merasa tak suka, karena sejak datang ke kawasan sekolah ini, Dia membenci siswa siswi yang masih mementingkan derajat.


“Apa Kamu tidak melapor pada Kepala sekolah, atau Guru ?”

__ADS_1


“Bagi rakyat jelata seperti Kami, bertemu dengan Guru saja sulit, apalagi jika dengan Kepala sekolah ?” Jawab Fany apa ada nya.


“Mari kita bahas hal ini nanti saja. Sekarang, pindahkan mereka bertiga ke tempat tidur. Jika tidak, saat mereka bangun nanti akan terjadi kehebohan.”


Untuk menghindari situasi yang tidak di untungkan, Jessica memilih untuk menyelesaikan nya saat ini. Anak anak manja akan sangat merepot kan jika sudah melakukan pengaduan.


...***...


Merasa masuk akal, Fany pun membantu mengangkat Desi ke tempat tidur. Walaupun terasa sangat berat, Fany berusaha tampil kuat. Karena melihat Jessica yang dengan entengnya mengangkat dua teman Desi dalam


hitungan detik membuat nya merasa harus mengimbangi Jessica.


“Kamu kuat juga ternyata.” Puji Jessica setelah melihat Fany yang saat ini sudah di penuhi dengan peluh.


“Seharusnya yang berkata seperti itu adalah Aku.” Jawab Fany yang merasa aneh jika diri nya yang di puji.


“Jika di perhitungkan ulang, Kamu tak mungkin sudah bertemu dengan Desi dan teman teman nya. Maka dari itu, sejak kapan Kamu di Buly ? Bukan kah semua orang baru tiba kemarin ?” Tanya Jessica yang merasa tidak puas dengan sesuatu yang tidak Dia ketahui.


“Kemarin ? Tentu saja tidak. Kami sudah tiba di sini selama seminggu. Biasa nya murid paling pintar mendapatkan perlakuan spesial seperti diri Mu, yang tak masalah jika datang nya besok.” Jelas Fany semampu nya.


“Ah... itulah sebab nya banyak anak yang sudah membuat Geng di mana mana.”


“Ya. Dan di antara nya, anak anak yang berstatus sama seperti diri Ku memilih untuk menjadi penjilat pada anak-anak Bangsawan, agar kehidupan mereka kedepan nya tidak mengalami kesulitan. Namun tidak sedikit juga yang memilih lebih baik di Buly dari pada menjilat.”


“Kamu salah satu nya.” Sambung Jessica setelah mendengar penjelasan yang di paparkan oleh Fany.


“....” Fany hanya diam dan mengangguk saja.

__ADS_1


Setelah mendapat respon seperti itu, entah kenapa Jessica yang berniat tidak akan mencampuri urusan yang ada di sekolah ini, secara mendadak memiliki ide yang dapat membantu anak anak yang berstatus rakyat jelata.


“Kurasa... Hati nurani Ku masih berfungsi...” Batin Jessica saat sadar bahwa seperti nya banyak hal yang akan Dia ubah pada rencana nya.


__ADS_2