
Setelah membereskan masalah yang datang secara tiba tiba tadi, kini Jessica bersama Fany sudah berada di kamar Jessica.
Di sana, Fany belum menyadari apapun tentang Jessica. Namun Jessica juga belum memberitahu apapun, sehingga wajar jika Fany belum konek.
Saat Jessica tengah mengganti gaun nya di kamar itu tanpa masuk ke kamar mandi, membuat Fany merasa tak enakkan sehingga melihat ke arah meja yang di atas nya tertumpuk banyak sekali kertas.
“Apa.. Kami sudah mulai mendapat tugas sekolah ? Tapi, dari banyak nya tumpukan itu, tak mungkin tugas sekolah sih. Apakah Jessica mendapatkan Tugas sekolah khusus agar dapat segera tamat dan pergi dari sekolah ini ?Tapi-“
“Apa yang Kamu pikirkan sambil melihat dokumen dokumen itu Fany ?”
“Ahhhhh!”
Kanget. Sudah pasti. Karena Jessica yang memiliki postur tubuh tinggi, tiba tiba berdiri di belakang Fany tanpa menunjukkan pergerakan sebelum nya, membuat jantung Fany hampir mengundurkan diri.
“Sejak kapan Kamu ada di belakang Aku Jess ?”
“Baru saja. Sekitar 30 detik yang lalu.”Jawab Jessica dengan wajah tak bersalah.
“Ah. Begitukah ? Baguslah..” Merasa kesal karena Jessica tidak menyadari kesalahan nya membuat Fany nampak harus sedikit kesal.
“Karena Aku sudah membawa Mu ke dalam kamar Ku, sekarang saat nya Aku memberitahu Mu sesuatu.”
“Memberitahukan apa ? Apakah Kamu akan segera memberitahu Ku siapa kenalan yang akan membuat keinginan Ku cepat terkabul ?”
“Ya. Orang itu adalah Aku.”
“Wah. Benarkah ? Lalu- Eh ? APA ??!!”
“Kenapa ? Apa Kamu tidak percaya ?”
“Bu.. Bukan.. Tapi, Kamu sudah memiliki koneksi buat masuk ke asosiasi Dagang Bright ?”
“Tentu saja. Karena Akulah pemimpin Asosiasi itu.” Jawab Jessica sambil menatap ke arah netra Fany berada.
DUUAAARRR
Suara jantung Fany yang meledak pun terdengar oleh Jessica.
.......
.......
__ADS_1
.......
Setelah memperbaiki jantung nya yang sempat meledak tadi, kini Fany sudah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Jessica.
Mereka berdua duduk dengan tangan yang di letakkan di meja Kerja Jessica.
Terlihat Jelas bahwa Fany sudah bisa mengontrol diri, setelah Jessica memberikan penjelasan dan juga bukti dari setiap dokumen yang setiap di lembaran terakhir, selalu tertuliskan nama Jessica untuk tempat tanda tangan.
“Air nya di minum dulu.. Siapa tau Kamu membutuhkan penyejuk otak.”
“Tidak.. Untuk saat ini Aku sudah kembali normal seperti sedia kala. Jadi, langsung saja Kita membahas hal yang sudah pasti ingin Kamu dengar kan Jess ?”
Walaupun sudah tau bahwa Jessica adalah pemimpin Asosiasi, Fany tetap memanggil Jessica dengan sebutan yang lebih pendek. Tampak nya Dia sudah nyaman dengan panggilan itu.
Dan Jessica juga tak mempersalahkan hal itu, karena Jessica sering di panggil seperti itu oleh Ibu nya, Viona, dan juga rekan rekan yang lain.
“Ah, karena Kamu sudah siap.. Aku ingin meminta Kamu untuk menjelaskan yang Kamu katakan sebelum nya.”
“Tentang apa ?”
“Tentang Desa Kamu. Ide apa yang Kamu punya untuk menstabilkan Desa asal Mu yang memiliki curah hujan yang tinggi ?”
“Jika Aku tak mau mendengarkan, untuk apa Kita berdua duduk berhadapan seperti ini ?”
“Baiklah.. Seperti yang Aku katakan sebelum nya. Nama dari desa Ku adalah Desa lumpur. Tentu nama itu benar benar mencerminkan keadaan di sana. Selama 12 bulan penuh, tiada hari tanpa hujan. Jika ingin makanan, semua warga nekat menerobos hujan untuk memetik sayur di kebun dan bahkan di hutan.”
“Oh~ Apakah hujan tidak membuat tanaman di sana membusuk ?” Sela Jessica yang merasa ganjil jika lanjut mendengar tanpa menyelesaikan pertanyaan nya.
“Ya. Firasat ku, tanah di Desa kami sangat lah berbeda dari tanah pada umum nya. Hal ini sudah aku buktikan sendiri dengan menanam bunga matahari, dan memberikan 5 ember air setiap hari. Tidak di hitung dengan air hujan yang mengenai mereka. Bukan nya membusuk, tanaman itu bahkan sudah menjadi ladang bunga dengan petak kecil di belakang rumah Ku.”
“Wow... Lanjutkan.”
“Sebenar nya tak ada keluhan dari warga masyarakat. Tetapi ini membuat hubungan warga dengan satu sama lain terhenti karena hujan. Yah walaupun demikin mereka masih memiliki cara untuk dapat mengenal satu sama lain, lalu bagaimana dengan anak anak di sana ? Apakah mereka harus hidup begitu begitu saja tanpa mendapatkan pendidikan ? Jujur, Aku masuk ke sekolah ini karena aspirasi masyarakat dan juga beasiswa. Aku tidak memiliki standar akedemik yang memadai, sehingga Aku rela di buli selama ini, asal kan tetap berada di sekolah bangsawan tingkat akhir...”
Fany pun lanjut menjelaskan, dengan Jessica yang mendengar bahkan menulis poin poin yang di anggap Jessica harus di bahas setelah selesai menjelaskan.
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...*...
...*...
...Lanjut penjelasan Fany....
Awal nya, Aku merasa bahwa memang Kami di takdirkan untuk hidup seperti ini. Namun, yang terjadi di seputar Desa membuat Aku tersadar bahwa jika tidak ada yang bertindak, maka Desa lumpur akan selama nya menjadi Desa lumpur, atau bahkan yang paling buruk adalah tertelan oleh lumpur.
Maka nya, Aku bergegas duluan ke ibu kota sebulan sebelum jadwal masuk sekolah. Aku.. Pergi ke perpustakaan umum. Perpustakaan yang buka selama 24 jam, dan tak mempersalahkan jika Aku tidur beberapa jam di sana.
Dan dari membaca, Aku menemukan ide gila ini.
Walaupun Kami dapat beraktifitas di atas lumpur, itu bukan karena Kami terpaksa tetapi karena Kami sudah terbiasa dengan adrenalin itu. Aku menyadari nya saat hujan di ibu kota. Orang orang tetap berjalan seperti biasa nya, namun tempo kaki mereka melambat.
Setiap langkah kaki mereka, lebih kearah hati hati agar tidak jatuh. Sedangkan di Desa Ku, Kami tidak pernah mengkhawatirkan akan jatuh, karena sejak kecil tanah yang kami injak adalah tanah yang benar benar sangat lembek, dan bahkan meneggelamkan kaki kami.
Alhasil, beginilah ide Ku agar semua nya dapat terdengar masuk akal.
Pertama, Aku membutuhkan sihir. Sihir pelindung lebih tepat nya. Sihir itu memiliki harga yang sangat mahal. Karena setelah Aku cari tau, harga untuk melindungi satu desa dari hujan ataupun matahari yang terlalu terik di hitung per minggu, atau bahkan perbulan.
Aku lanjut jelaskan. Jika dalam beberapa bulan hujan tidak menunjukkan kejagoan nya di desa Kami, maka saat itulah Kita beraksi. Desa Ku memiliki 500 kepala keluarga.
Dan memiliki luas wilayah 20 kali lebih luas dari tempat yang di gunakan untuk pemukiman. Jika Kita menaburkan tanah putih, maka tanah yang lembek akan mengeras, dan Kita dapat mengutus para pekerja.
Pertama bangun saluran air pembuangan. Lalu kita bangun tiang tiang yang kokoh untuk di jadikan sebagai dasar untuk meletakkan genteng di atas nya. Saran Ku, jalan untuk beraktifitas ke mana mana di bangun tiang tiang kuat beserta dengan genteng nya. Agar saat melakukan aktifitas nanti, badan tidak akan basah, dan jalanan tetap kering karena sudah di taburi campuran untuk jalan raya.
Setelah itu, air hujan dapat kita tangani dengan mengarahkan beberapa pipa menuju ke selokan pembuangan yang kita bangun di awal. Jika air hujan dapat di arah kan ke tempat tempat tertentu, maka tanah di desa kami tidak semua nya melembek. Hanya di beberapa tempat saja kita biarkan seperti itu, untuk membudidayakan dan memperbanyak tanaman tanaman herbal, atau bila perlu tanah nya dapat di jual karena tingkat kesuburan yang tinggi.
Lalu agar tidak terjadi genangan di mana mana dan juga banjir, tempat pembuangan air yang di bangun itu menjadi poin penting dari Desa kami.
Dan sebelum melakukan pembangunan, tak perlu menyewa tukang dalam jumlah wanyak. Warga desa Ku dapat di ajak kerja sama. Bayar mereka dengan setengah gaji dari tukang yang seharus nya, maka mereka akan bekerja.
Namun karena kurang nya pengalaman, tidak menutup kemungkinan untuk menyewa beberapa tukang profesional untuk memandu mereka.
Soal makan minum jangan di cemas kan nya pula, karena warga desa Kami akan memasak dengan giat. Bahkan, dengan hujan yang tidak turun, mereka akan lebih bersemangat lagi. Hutan kami sangat lah banyak, sehingga Kami benar benar kaya akan hasil alam.
.......
.......
.......
__ADS_1