
Setelah melewati malam itu dengan perasaan yang tak bisa di jelas kan, keesokan hari nya Jessica dan Elmira kembali pada pekerjaan dan kesibukan mereka.
Mengenai penyalahgunaan kekuasaan saat menjalankan bisnis wastafel fersi sederhana oleh pengikut Kakek Rojer, telah di selesaikan oleh Viona selama dua hari saja.
10 orang yang memiliki ciri ciri kepala botak tengah, perut buncit ( Bahkan kebuncitan yang di miliki para lelaki ini melampaui Ibu Ibu hamil di usia sembilan bulan), dan pendek.
Mereka lah yang berani melakukan tindakan kotor. Alhasil, seluruh harta mereka di sita dan menjadi milik Asosiasi dagang Bright .
Mereka semua di usir dari ibu kota, dengan menyebarkan iltimatum dalam sebuah poster foto pada semua orang, bahwa siapa saja yang berani menolong mereka, maka akan menjadi musuh dari Asosiasi Dagang Brigth.
Kali ini tak ada candaan, bahkan di dalam poster setiap foto, tertera tanda tangan pemimpin Asosiasi dagang, dan itu membuat siapa saja dapat sadar dan mengetahui, bahwa ke 10 orang itu telah melakukan kesalahan pada orang yang salah.
Jessica tidak melarang sedikit pun saat Viona meminta persetujuan Jessica dalam mengeluarkan uang dalam jumlah besar, untuk memperbanyak poster ke 20 pengkhianat itu, dan memberikan ganjaran yang setimpal.
Bukan kah hidup dengan banyak mengalami penderitaan akan lebih setimpal, di bandingkan langsung mengambil nyawa mereka ?
Itu lah pemikiran Viona yang sekali lagi membuat diri nya mendapat pujian dari Jessica. Sedangkan respon Kakek Rojer ? Sejak awal dia sudah setuju, sehingga saat mendengar kabar, Dia sudah tidak kaget lagi.
Bukan nya merasa kecewa pada Jessica, Rojer justru merasa terbantu oleh Jessica, karena dengan senang hati mau membebaskan diri nya dari 10 orang itu.
Lalu di hari yang sama, Kakek Rojer bersama River pergi ke desa yang pernah di tipu oleh 10 pengkhianat itu untuk meminta maaf. Para warga langsung luluh hati mereka, saat mendapatkan permintaan maaf dari kakek Rojer, di sertai dengan permintaan maaf malalui barang.
Barang yang di maksud adalah wastafel. Secara gratis, Jessica sudah sepakat untuk memasang wastafel di setiap rumah secara gratis. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf, karena telah mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan, saat berhadapan dengan ke 10 pengkhianat itu.
Dengan demikian, permasalahan watafel terselesaikan, dan nama asosiasi dagang bright kembali menjadi baik seperti reputasi awal.
...*...
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...*...
Waktu pun terus melaju bak sistem kereta api. Tak akan berhenti sedikit pun, dan bergerak sesuai ketetapan awal.
Hal ini membuat siapa saja tak bisa menghindar dari efek yang di hasil kan. Efek nya adalah, perubahan waktu yang selalu saja tak terasa, karena melaju secepat anak panah.
...Dua tahun kemudian.....
...Di dalam ruang kerja, di satu ruangan......
Terdapat dua meja kerja untuk Jessica dan Viona, mereka berdua sedang berpacu dengan waktu, agar dapat menyelesaikan banyak nya dokumen sebelum makan siang.
"Nona, ini laporan hasil penjualan di beberapa tempat yang sudah saya pastikan dan bahkan sudah saya cek langsung. Tak ada yang mengecewakan. Semua nya mengalami perkembangan yang bagus sejak dua tahun lalu. Mohon di lihat dokumen nya." Ujar Viona sambil menyerahkan 20 dokumen pada Jessica.
"Em, ini laporan penjualan di kalangan rakyat biasa atau kalangan bangsawan Vio ?" Tanya Jessica tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun dari dokumen nya.
Karena Jessica harus lebih mengerahkan banyak usaha, lantaran di jaman ini tak ada laptop yang dapat mempermudah nya dalam bekerja.
"Tentu dari kalangan rakyat biasa Nona. Saya tak mau berurusan dengan para bangsawan yang licik dan egois. Sehingga tugas itu saya serahkan mana Ema, yang juga merupakan keturunan bangsawan."
Jawab viona jujur, karena para bangsawan yang dia tau adalah orang orang yang suka menjilat. Apa yang mereka katakan selalu saja belum tentu benar, dan mengharuskan Viona untuk menggali sendiri.
Sebab itu lah, Ema yang yang merupakan putri dari seorang Baron yang mendapatkan tugas ini. Walaupun Baron adalah gelar paling rendah di kalangan bangsawan, Ema tidak tergolong dalam gelar nya.
Maksud nya adalah, kemampuan menganalisa dan kemampuan dalam menganalisa para bangsawan adalah keahlian Ema. Sebab itu lah Ema menjadi sekretaris terpenting nomor dua, setelah Viona.
"Hahaha, Kamu masih belum berubah Vio." Ujar Jessica sambil nampak tersenyum, karena dokumen yang sedari tadi pagi menumpuk bagai gunung di atas meja, akhir nya selesai di kerjakan.
"Memang ini sudah sifat Saya Nona. Bukan kah akan lebih mudah mencari informasih di tempat saya berasal ? Karena saya Rakyat biasa, Saya dapat berbaur dan mencari informasih dengan semakin gampang." Kata Viona percaya diri.
"Yah baiklah, sekarang kembali ke tempat duduk Mu. Karena Aku akan lanjut memeriksa dokumen Mu ini, Aku harap Kamu juga dapat menyelesaikan semua tugas Mu sebelum waktu makan siang tiba." Perintah Jessica dan mulai kembali mengecek laporan.
"Emm.. Itu, Nona.. Saya ingin mengajukan pertanyaan pribadi. Apakah boleh ? Atau saya terlalu lancang ?" Ujar Viona malu malu.
__ADS_1
"Emm ? Maka katakan saja Vio, suasana hati ku sedang sangat baik hari ini, jadi Aku pasti akan menjawab nya, apapun itu."
Respon dari Jessica membuat Viona yang ketularan jarang tersenyum pun akhir nya mengambangkan senyum di wajah nya. Dan sekilas kemudian, Viona kembali pada muka datar nya, dan angkat bicara.
"Maaf Nona, tapi menurut Saya, Nona Jessica adalah orang yang cukup dingin. Bahkan senyum dari Nona Jessica saja hanya di berikan pada Tante Elmira, Tuan Besar ( Kakek Rojer ), Tuan River, ehem, Saya, dan beberapa rekan yang sudah terpercaya. Jadi.."
Viona nampak ragu melanjutkan perkataan nya, dan menatap Jessica yang saat ini sedang menongkat dagu di atas meja dengan ekspresi gemas akan sifat Viona yang tak pernah Jessica lihat sebelum nya.
"Teruskan saja Vio.... Sudah Aku bilang kan ? Suasana hati Ku sedang bagus saat ini, jadi katakan saja." Kata Jessica dengan suara yang stabil.
"...Ah, itu.. Jadi, apa yang membuat Anda dapat menjadi orang yang berhati dingin dan berhati hagat sekaligus ? Karena menurut saya, Nona itu seperti sudah terbiasa dengan sikap hangat maupun dingin. Dan menurut Saya, semua orang di dunia itu mempunyai sifat yang berbeda beda, tapi tak ada yang pembagian sifat nya seperti Nona yang seimbang." Kata Viona sambil mentautkan jemari nya untuk menurun kan rasa gelisah.
"Lalu, inti dari perkataan Mu ?" Tanya Jessica sambil menguncir rambut nya dengan jemari.
"Inti nya adalah, sifat Anda asli nya adalah orang yang berhati dingin kan Nona ? Pertanyaan Saya, apa yang membuat Anda dapat menyalurkan kehangatan bagi orang orang yang saya sebut kan tadi ? Apalagi bagi Tante Elmira.." Perkataan Viona pun selesai, dan menyisahkan sebuh rasa kaget bagi Jessica.
Bukan kaget karena syok, lebih tepat nya kaget karena takjub, Viona dapat menyusuri sifat Jessica, yang bahkan tidak di sadari oleh Elmira, River, Rojer, dan beberapa orang lain nya.
"Wow.." Ujar Jessica dengan netra nya yang belum berkedip sedikit pun.
Melihat respon Jessica membuat Viona merasa gugup, dan menelan saliva nya berkali kali. Banyak pikiran yang berputar di kepala nya, hingga akhir nya Viona pun angkat suara lagi.
"Apakah.. Apakah Saya sudah lancang ? Ma.. Maaf kan saya, seharus nya Saya dapat membedakan tempat kerja dan tempat curhat. Saya akan-"
"Hahaha, tak perlu gugup seperti itu Vio. Aku tak marah pada Mu, hanya saja sempat kaget karena Kamu dapat melihat sisi Ku yang lain."
Kata Jessica menyela perkataan Viona, sambil menyimpan kembali dokumen yang dia pegang di atas meja, karena ingin menjawab pertanyaan Vio.
Anggap saja mengetahui alasan sifat Jessica adalah sebuah hadiah bagi Vio, karena berhasil menganalisa
"Aku tak marah pada mu Vio. Tapi, jika Kamu sangat penasaran dengan perubahan dan pembagian sifat Ku yang imbang antara sikap dingin dan hangat, berati Aku perlu menceritakan beberapa kejadian.. Kejadian yang pernah terjadi di masa lalu..."
Kata Jessica sambil mengingat kembali, dan menceritakan hal itu pada Viona.
__ADS_1