
“Tunggu dulu.. Kenapa Kamu baru mengatakan nya sekarang?”
Jessica pun menyela perkataan Fany yang sangat panjang itu.
“Karena baru sekarang Aku memiliki kesempatan untuk berbicara.”
“Astaga.. Sekalipun di kaki gunung tak terdapat tambang berlian, Desa kalian sudah menjadi berlian nya Fany.” Ucap Jessica dengan mata yang berbinar.
Sesuatu yang berhubungan dengan uang dan kesuksesan memang dapat membuat Jessica sesemangat itu.
“Apakah benar ? Kurasa selain berlian asli, Desa Kami tidak bisa di katakan sebagai Desa berlian.” Jawab Fany yang tau betul apa saja yang ada di Desa nya.
“Kau bodoh yah ? Tidak.. Kamu tidak mungkin bodoh, karena Kamu telah mengatakan sesuatu yang sangat luar biasa.”
“Luar biasa ? Bukan kah ide Ku terlalu di luar nalar ?”
“Di luar nalar apa nya ? Dengan Desa yang terdapat banyak hutan, pasti terdapat tumbuhan tumbuhan langkah di dalam nya. Jika di temukan, bisa kita selidiki dan Kita perjualkan jika memungkinkan. Lalu soal tanah. Tanah di desa kalian sangat luar biasa, sehingga setiap ukuran kilo nya akan di jual di tempat pelelangan. Atau jika ingin di jual, kita tawarkan terlebih dahulu. Siapa yang membayar lebih tinggi maka Dialah pemilik tanah subur itu. Lalu.. Lalu kata Mu tanaman langkah untuk obat obatan sangat tumbuh subur bukan ? Dan-“
“Jess... Jika Kamu terus berkata seperti itu, maka biarkan Aku memberitahu Mu bahwa uang yang di perlukan untuk membenahi Desa Ku sangat lah banyak. Saking banyak nya Aku tak bisa mengatakan nya lewat perkataan. Maka dari itu-“
“Ssstt.. Jangan bersikap terlalu seperti ini. Aku dan Asosiasi Ku tidak semiskin itu. Aku tidak tau dengan banyak nya kenyataan di dunia ini, tapi satu hal yang pasti... Asosiasi Ku sangat di bajiri oleh Uang.”
Jessica menyela perkataan Fany yang masih bersikap merendah. Lalu karena Jessica sudah di buat semangat oleh Fany, maka mereka berdua pun lanjut saling berbicara dan mendengarkan satu sama lain. Sedikit demi sedikit, memperbaiki rencana yang tampak berlubang, dan menyempurnakan semua nya.
Lalu dalam waktu lima jam mereka baru selesia membahas urusan bisnis yang berkaitan dengan Desa lumpur itu.
“Haah.. Haahh... Mau di buat seperti apapun, kemampuan Kamu harus di asah Fan. Jika tidak, waktu yang seharus nya hanya 3 jam, menjadi lima jam karena harus memberikan penjelasan kepada Mu. Hah... Haah..”
Dengan nafas yang ngos ngosan, Jessica mengatakan hal yang sebenarnya. Dan Fany tidak merasa tersinggung sedikit pun karena sadar dengan kemampuan nya sendiri.
“Maka.. Maka dari itu Aku bersekolah di sekolah ini untuk-“
“Tidak. Satu tahun terlalu lama jika menunggu Kamu menimba ilmu di sekolah ini. Aku akan mengirim Mu kepada sekretaris Ku yang handal. Namanya Viona. Satu atau dua bulan saja, Aku yakin Kamu dapat menjadi selevel dengan nya. Tidak juga sih, karena level Viona sudah di asah semenjak Aku menjadi pemimpin Aasosiasi. Tapi setidak nya, Aku yakin Kamu dapat menjadi sekretaris nya Viona jika kemampuan Mu sudah benar benar terasah oleh Viona.”
“Apakah... Apakah bisa demikian ? Jika Aku tidak mengikuti pelajaran, maka Aku harus membayar denda pada sekolah. Sudah begitu Aku tak bisa-“
“Tenang saja. Aku akan membantu Mu dalam hal ini. Besok, Tiga anak perempuan yang memukul Mu tadi akan menjadi kambing hitam dari rencana yang baru saja muncul di benak Ku. Sekarang, Kamu merasa lebih enakkan bukan?”
“Ya. Selagi ini demi kepentingan Desa Ku tak masalah. Karena Aku masuk sekolah ini demi Desa, maka Aku tak masalah harus melakukan apa saja demi memperlancar nya. Dan Aku juga tak akan merasa bersalah pada tiga gadis yang akan di jadikan sebagai kambing hitam, karena kelakuan mereka sudah benar benar kelewatan.”
“Bagus. Sekarang, kita tinggal menunggu jam makan malam. Sekarang Kau bisa kembali ke kamar Mu untuk membereskan semua barang barang yang di perlukan.”
“Memangnya kapan Kamu akan mengirim Ku pada Viona, Jess ?”
__ADS_1
“Apakah perlu di tanyakan lagi ? Tentu saja besok.”
“Secepat itu ?”
“Tentu. Kau tau perkataan Setiap detik itu berharga ? Aku menganut kepercayaan itu.”
“Kepercayaan ? Sejak kapan kata pepatah menjadi sebuah kepercayaan ?” Batin Fany terperangah.
“Ah, Kamu jangan langsung keluar. Aku harus mendandan Mu dulu. Ini semua demi kepentingan rencana besok.”
“Didandan ? Kenapa perasaan Ku jadi tidak enak ?” Batin Fany yang pasrah saja akan di apakan oleh Jessica.
.......
.......
.......
...Beberapa saat kemudian......
“Jessica.. Kamu benar benar gila.” Ujar Fany saat melihat pantulan diri nya dari cermin.
“Kamu tidak perlu takut ketahuan. Karena make up yang Aku berikan sangat spesial. Sekalipun Kamu bilas pake air, gak bakal luntur sedikit pun. “
“Hanya satu minggu.” Jawab Jessica sambil merapikan alat alat make up nya yang berantakan.
“Ya Tuhan.. Apapun ku serahkan pada Mu. Yang terjadi biarlah terjadi.. Aku benar benar tak bisa melawan gadis yang bernama Jessica ini.” Monolog Fany yang kini sudah membelakangi Jessica.
“Aku masih dapat mendengar Mu.”
“AAAHHH...”
Untuk hal yang sama, Fany kanget lagi karena Jessica yang tiba tiba berdiri di belakang nya.
“Sekarang Kamu sudah boleh pergi ke kamar Mu . Aku saran kan untuk membeli air putih di kantin. Setelah itu lanjut memutari semua lorong asrama putri, barulah Kamu masuk ke kamar Mu. Ini semua demi kesuksesan besok pagi. Paham ?!”
Di balik kata saran nya, sebenarnya tersimpan perintah mutlak yang Jessica berikan pada Fany. Dan Fany tau betul apa yang di ingin kan oleh Jessica sangatlah berguna untuk membantu memperlancar rencana besok.
...***...
Jessica pun mengantar Fany ke pintu keluar. Saat Jessica membukakan pintu, terdengar suara teriakan yang benar benar memecahkan gendang telinga.
...“AAAAHHHH HAP”...
__ADS_1
Agar tidak mencuri perhatian, Jessica langsung membungkam mulut Pria itu dengan tangan nya. Bahkan Jessica yang sedang memakai baju tali satu tidak menyadari bahwa cuaca malam hari sangat lah dingin.
“Berteriak sekali lagi, dan akan ku potong lidah Mu.” Ancam Jessica dan sebuah anggukan patuh pun di dapatkan.
“Oh~ Kamu pria yang mengarahkan panah tadi kan ?”
“Iya.. “ Dengan anggukan ynag sangat kuat, Pemuda itu bersyukur bahwa Fany mengingat nya sehingga diri nya tak perlu lagi berurusan dengan Jessica.
“Tch. Untuk apa lagi Kamu datang ? Mau balas dendam ?” Tanya Jessica dengan lirikan mata ekor nya.
“Tidak.. Tidak.. Tidak... Aku datang hanya untuk meminta maaf dengan tulus, dan ingin berteman dengan kalian.” Jelas nya dengan cepat.
“Oh.” Jawab Jessica tidak tertarik.
“Jika Kamu ingin minta maaf, lalu kenapa tadi berteriak ? Gendeng telinga Ku hampir pecah tau.” Tanya Fany yang tau betul bahwa Jessica tidak ada keinginan untuk berteman lagi.
Sudah cukup dengan waktu nya yang akan di gunakan untuk memeriksa dokumen yang belum di jamah nya sedikit pun. Sehingga Fany pun mengambil alih pembicaraan.
“Karena... Karena penampilan Mu.”
“Penampilan Ku ? Maksud nya ?”
“Kau.. Tampak baru keluar dari medan tempur. Sudah begitu, dengan banyak nya lebam di tubuh Mu, orang orang akan percaya bahwa Kamu adalah pahlawan di medan merang.”
Mendengar penjelasan pria itu, berhasil membuat Jessica dan Fany sadar bahwa memang teriakan nya tadi sangat masuk akal.
Bersambung..
Note :
Kepada Pembaca setia Jessica Si pemeran figuran ?, Sebelum nya Otor mengucapkan maaf sebesar besar nya atas kesalahan pengunggahan episode dari judul lain ke lapak Jessica😭
Maaf banget loh🤧. Otor udah minta bantuan Admin, jadi udah di hapus part yang gak ada hubungan nya. Sebelum nya Maaf sebesar besar nya pada kalian semuaa😭😭
Dan untuk Asyifa..
makasih banyak sayang udah komen dan kasih tau ke Otor😭❤.. Kalo enggak juga Otor gak bakal nyadar. Sumpah makasih banyak loh Asyifa😭❤
__ADS_1