Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#40.


__ADS_3

Perjalanan yang di tempuh oleh Jessica cukup lama, sehingga membuat Jessica seakan jenuh di dalam kereta.


...8 jam kemudian......


Kereta Kuda yang sedari tadi nampak enggan untuk berhenti, akhir nya berhenti juga dan membuat Jessica tersenyum lega. Akhir nya penderitaan nya akan berakhir, dan punggung nya dapat rebahan di kasur asrama.


Jessica pun turun dan disambut oleh penjaga yang berada di depan pintu masuk atau gerbang sekolah, yang bertugas menjaga akses keluar masuk dan membantu para Lady turun dari ke dalam kereta kuda.


Jessica tidak merasa kaget dan mengulurkan tangan nya secara natural. Dan lagi, Jessica sudah terbiasa, sehingga melakukan kegiatan saat turun dari kereta kuda, bukan lagi hal tabu yang tidak pernah dia lakukan sebelum nya.


"Bukan kah Dia bukan seorang Lady Bangsawan ? tetapi kenapa Wibawa yang dipancarkan, melebihi para Lady bangsawan yang sedari tadi ku bantu untuk turun dari kereta kuda ?" Batin penjaga itu yang cari aman, untuk tidak mengatakan isi pikiran nya. karena dia masih ingin bekerja di sini, dengan gaji yang sesuai

__ADS_1


"Terimakasih." Ujar Jessica tulus, tanpa disengaja sedikitpun. Karena memang Jessica sudah biasa mengatakan hal ini pada Kusir, yang bertugas mengantar jemput dia saat pergi ke mana saja.


"Apa ?" Karena terlalu kaget, penjaga itu mengeluarkan suara nya.


"Apa nya yang Apa ? Aku hanya mengatakan terimakasih. Apakah kata itu dilarang di sekolah ini ?" Tanya Jessica sedikit memiringkan kepala nya.


"Tidak.. Hanya saja.. Lady adalah orang pertama yang mengatakan *Terimakasih* pada saya Lady. Jadi wajar saja jika saya terkejut. " Jawab penjaga itu dengan sebenar benar nya.


Usai mengatakan hal tersebut, Jessica sedikit membungkuk, dan berjalan ke halaman asrama, meninggalkan penjaga itu mematung dengan lautan pikiran nya dengan wajah nya yang memerah karena senyuman Jessica tadi.


"Hei.. Kau kenapa kawan ? Apakah serangan jantung ? Kenapa mendadak pingsan ?" Ujar satu penjaga lagi, yang saat ini tengah menahan badan penjaga yang sudah mimisan itu.

__ADS_1


...***...


Saat baru menginjakkan kaki di depan pintu asrama, kepala sekolah datang dengan terburu buru, karena mendengar kabar bahwa Jessica telah sampai.


"Hah.. Hah... Maaf kan kelancangan Saya. Seharus nya Saya menyambut Anda saat Anda menginjakkan kaki di sekolah ini, tetapi karena ada beberapa hal yang harus saya tangani, saya malah tidak sempat punya waktu untuk pertama kali menyambut Anda saat berada di gerbang. Maafkan saya, padahal saat pertemuan pertama kita, Anda memperlakukan saya dengan sangat istimewa." Ujar Kepala sekolah yang seakan tidak sadar bahwa wajah nya saat ini di penuhi oleh peluh.


"Gunakan ini." Kata Jessica sambil memberikan sapu tangan nya.


Bukan nya menerima, kepala sekolah itu langsung menolak mentah mentah pemberian Jessica, dan menggunakan sapu tangan milik nya sendiri.


Dia sudah merasa tidak enak dengan tidak menyambut Jessica, sehingga jika menggunakan sapu tangan milik Jessica, itu akan di anggap benar benar sudah tidak berprikemanusiaan lagi. Begitulah pikirnya secara berlebihan.

__ADS_1


__ADS_2