Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#25.


__ADS_3

Jessica yang selesai mengunyah apel nya pun membuag bagian yang tak bisa di makan ke kotak sampah, dan mengajak Kakek Rojer untuk duduk bersebelahan dengan Jessica di hadapan Rojer.


"Jadi, apakah ada masalah akhir akhir ini pada pekerjaan Mu Jessi ?" Tanya River yang menatap serius ke arah Jessica.


"Emm, tak ada kok Paman. Sekalipun ada, Viona pasti sudah menyelesaikan masalah nya, dan tinggal menyerahkan laporan pada Ku." Jawab Jessica sambil menyimpan sisa apel ke dua yang tak bisa di makan lagi di atas meja River.


"Heii... Tong sampah ada di sebelah sana !" Teriak River emosi.


"Oh~" Jawab Jessica acuh tak acuh.


"Sudahlah, saat ini Paman ingin bertanya urusan serius saja."


"Apa ?" Tanya Jessica dengan raut wajah yang langsung berubah serius.


"Apa benar Kamu menjalankan kerja sama dengan keluarga Viscount Madison yang ada di kerajaan Trandere ?" Dengan mata yang memincing ke arah Jessica saja, River seakan merasa curiga.


"Jangan menatap ku dengan tatapan curiga paman. Yah tentu benar. Jika mereka memiliki sesuatu yang dapat di jadikan alat kerja sama, kenapa Kita tidak bekerja sama dengan mereka coba ?" Dengan enteng Jessica menjawab.


Padahal Dia kira pertanyaan yang akan di berikan oleh River adalah pertanyaan yang bersifat sensitif.


"Paman tak masalah dengan siapa Kamu menjalin kerja sama. Tapi bukan kah harga yang di tawarkan oleh mereka sangat tidak masuk akal ? Jessi, sadarlah. Mereka sedang memeras Mu. Sadarlah, mereka saat ini sedang menyebarkan gosip bahwa pemimpin Asosiasi dagang Bright hanya lah pengusaha baru yang dengan bodoh nya mau di permainkan oleh keluarga Viscount Madison."


"Pft... Hahahahha.. Hahahaha..." Tawa Jessica pun pecah mendengar perkataan River.


Dengan satu alis yang terangkat, River bertanya "Apa yang Kamu tertawakan Jessi ?"


"Para bangsawan bodoh itu.. Hahhahaha.. Mereka menyebarkan gosip seperti itu ? Hahaha, saking lucu nya Jessi tak bisa berhenti tertawa.. Hahhaa.." Jessica terus tertawa sampai tak bisa melanjutkan perkataan nya.


Jessica terus menggeliat sambil memegang perut nya, sungguh ini adalah lelucon yang sangat bagus bagi diri nya di saat tengah lelah setelah melakukan latihan fisik. Dan tentu saja itu membuat River terheran heran. Sangat heran malah.

__ADS_1


Sedangkan Kakek Rojer ? Mungkin karena sudah ketuaan, dia malah ketiduran setelah membicarakan soal pernikahan tadi.


"Huuuhhhhh.." Jessica membuang nafas kasar. Diri nya saat ini sudah puas dalam tertawa, dan berhasil menenangkan diri.


"Paman, biarkan Jessi bertanya sebelum memberikan penjelasan. Apakah Paman kecewa pasa Jessi karena melakukan kerja sama dengan keluarga Madison ?" Tanya Jessica dengan wajah datar yang amat serius.


"Tidak..Tidak.. Tidak.. Paman tak kecewa pada Mu karena Paman percaya dengan keputusan Mu. Tapi Paman tak suka, jika Kamu di jadikan bahan gosib dan di tertawaan oleh para manusia yang merasa diri bahwa mereka adalah manusia dengan otak yang paling Genius." Ujar River sambil mendengus kesal.


"Makasih Paman, Jessi memang tak akan di kecewakan oleh Paman." Ujar Jessica sambil tersenyum bahagia. "Baiklah, apa paman tau saat ini Jessi menjalin kerja sama menyangkut hal apa dengan keluarga Madison ?" Tanya Jessica serius lagi.


"Kamu menjalin kerja sama untuk menambang berlian di tambang mereka kan ? Tambang yang di dalam nya hanya terdapat beberapa berlian saja. Kamu membayar pada mereka untuk kebutuhan selama 6 bulan, tapi Paman rasa satu bulan saja sudah habis berlian yang di gali. Bukan kah begitu ?"


"Tepat sekali paman. Lalu, apakah Paman tau, bahwa tambang berlian yang sudah lama tidak menghasilkan berlian, akan menghasilkan berlian yang lebih bermutu dari berlian sebelum nya ?" Tanya Jessica.


"Mana ada teori seperti itu. Kalau berlian di suatu tambang sudah habis ya habis. Tak ada mujizat yang membuat tambang itu di penuhi oleh berlian lagi." Ujar River penuh keyakinan.


"Kata siapa ? Coba sekarang Paman menyuruh Dan atau bayangan yang berada di ruangan ini. Suruh mereka mengecek tambang yang di tertawakan oleh para bangsawan itu. Tak usah sungkan, suruh mereka bertanya saja pada Ema. Karena Jessi sudah menempatkan Ema di sana sebagai penanggung jawab." Perintah Jessica dengan penuh percaya diri.


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Saat Jessica dan River sedang menikmati waktu bersama, di saat yang sama sebuah keluarga di kediaman mereka sedang membahas hal penting di taman bunga.

__ADS_1


"Xavi, Ibu sungguh kehabisan bahasa saat berbicara dengan Mu. Kenapa Kamu tak pernah mau bersama Aldara untuk menghabiskan waktu bersama ? Apakah Aldata tidak sesuai dengan tipe Mu ? Padahal menurut Ibu, Aldara lumayan lah yaah. Bahkan dia sudah menjadi bunga pergaulan kelas atas." Kata seseorang sambil memegang gagang cangkir teh nya dengan kuat.


"Ayolah Bu.. Mending kita bahas hal lain aja deh. Kaya hal penting apa gitu.." Jawab sang anak, yang sudah di buat lelah karena di paksa berbicara dengan Ibu nya mengenai masalah wanita dan masalah tak penting lain nya.


"Xavier, kalau Kamu tak mau membahas Aldara.. Yaudah, kita bahas tentang pemimpin Asosiasi Dagang Brigth saja." Cetus sang Ibu sambil meletakkan cangkir teh nya.


"Asosiasi dagang ? Bukan kah Asosiasi dagang yang Ibu sebutkan adalah asosiasi yang kedudukan nya sudah tak boleh di singgung lagi ? Bahkan kekayaan mereka seperti nya sudah setara dengan kerajaan kita. Atau mungkin sudah lebih ? Tak ada yang tau akan hal itu, dan Aku juga tak peduli pada mereka. Karena pisak mereka sangat netral."


Ujar Xavi yang sudah meletakkan kepala nya di atas meja. Dia sungguh tak mau melanjutkan percakapan lagi.


"Cih, dasar ketinggalan berita. Asosiasi dagang itu..."


[Sang Ibu pun menjelaskan masalah Asosiasi dagang brigth yang menjalin kerja sama dengan keluarga Viscount Madison ]


"Mencurigakan.. " Gumam Xavi sambil menyipitkan mata nya, dan memegang dagu. Dia seakan sedang berpikir sejenak.


"Kemarilah." Ujar Xavi dan muncullah seorang pria memakai baju yang menutup seluruh tubuh nya kecuali mata, dengan warna biru tua.


"Pergi dan periksa kondisi tambang yang menjadi milik Asosiasi dagang Brigth, Yang sudah di katakan oleh Ibunda, paham ?" Perintah Xavi dengan nada serius.


"Baik Putra Mahkota." Jawab si anak buah lalu menghilang.


"Kamu nyuruh dia apa Xavi ? Bukan hal yang aneh aneh kan ?" Tanya sang Ibu dengan wajah cemas nya.


"Ibu, kita tenang dulu yaa. Lebih baik nunggu informasih yang bakal di bawa, setelah itu baru kita lanju mengobrol. Yaah ?"


Bujuk Xavi dan akhir nya mendapatkan ketenangan yang di inginkan nya sejak tadi. Ya walaupun ada beberapa tambahan, seperti perasaan penasaran dan perasaan yang bergejolak ingin segera mengetahui, bahwa hal yang sedang di selidiki bukan lah masalah yang simpel.


Dan di sore itu, entah Jessica dan River yang sedang menunggu sambil mengecek beberapa dokumen, atau Xavi dan Ibu nya yang sedang menunggu jawaban dalam diam nya ketenangan sore hari.

__ADS_1


Intinya, Ke dua pihak benar benar berharap mendapatkan kabar yang baik, dan entah itu dapat terwujud atau hanya pemikiran sesaat.


__ADS_2