Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#31.


__ADS_3

Alhasil, Jessica pun menunggu di tempat duduk yang sudah di siapkan semewah, sebagus, dan sebaik mungkin untuk pertemuan hari ini.


***


"Selamat siang, maaf sebelum nya. Apakah benar Cafe Makanan lezat hari ini tak bisa di masuki ? Karena saat saya sampai di depan gerbang, ada beberapa bangsawan yang mengomeli bahwa Cafe Makanan lezat hari ini tidak dapat menjalankan tugas mereka dengan baik."


Tanya seorang Pria yang memakai Jas putih, dengan wajah nya yang sudah tampak tidak muda lagi. Namun walaupun terdapat banyak nya keriput di wajah nya, tidak dapat menutup kharisma yang di pancarkan. Nampak jelas bahwa orang yang sedang bertanya ini merupakan salah satu dari beberapa pria tertampan di zaman nya dulu.


"Maaf, boleh saya bertanya balik ? Apa benar Tuan bernama Theron Kai Beckham ?" Kata pelayan wanita yang menggantikan posisi Sharon maupun Seya.


"Ah, itu benar nama Saya. Tapi kenapa ? Apakah nama saya sudah di black list oleh Cafe ini ?"


"Ah, maafkan ketidaksopanan Saya yang sudah membuat Anda berdiri lama Tuan. Silahkan ikuti Saya, meja Anda sudah di siapkan." Ujar pelayan itu dengan pelayanan yang sangat ramah dan sesuai dengan tingkat profesional yang di harapkan oleh Jessica.


Pelayan itu berjalan di depan Pria yang bernama Theron Kai Beckham dengan postur badan yang sesuai. Pandangan nya lurus ke depan, hingga sebuah pertanyaan yang membuat kepala nya menegok ke belakang.


"Padahal Saya belum memesan meja untuk pertemuan ini, karena janji temu nya sangat mepet. Tapi kata Mu, meja Ku sudah di siapkan ? Sudah begitu, Kau mengetahui nama Ku ? Apakah ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan Ku ?" Tanya Pria itu.


"Benarkah ? Mohon maaf kan Saya, karena Saya tidak tau menau tentang hal hal seperti ini. Saya hanya menjalan kan tugas yang di berikan kepada saya, dan Saya juga tidak memiliki hak untuk mengetahui masalah seperti ini. Seperti nya Tuan Beckham akan mengetahui jawaban nya, saat sudah bertemu dengan Orang itu."


"Orang itu ?" Theron Kai Beckham memperjelas.


"Ya, Orang itu." Jawab Sang pelayan dan berhenti di sebuah tangga yang tersusun rapi ke atas.


Theron Kai Beckham, seorang Pria yang sudah tidak muda lagi memiringkan kepala nya karena merasa heran. Dia seakan belum puas jika mendapatkan jawaban yang penuh akan ketidakjelasan seperti ini.

__ADS_1


"Baiklah, Saya hanya bisa mengantar sampai di sini Tuan Beckham. Selanjut nya, Anda akan di kawal oleh orang lain." Kata Sang pelayan.


"???" Theron Kai Beckham, lagi lagi memasang wajah heran nya.


Lalu dua pria dengan pakaian yang sangat rapih, dengan seragam yang di kenakan di badan menghampiri Theron Kai Beckham. Seragam yang di kenakan oleh ke dua pria itu sangat rapih, seperti seragam seorang kesatria, tetapi memiliki pola dan cara rancang yang berbeda. Hal itu masuk akal, karena yang mendesain model seperti itu adalah Jessica.


"Silahkan ikuti Saya Tuan." Kata seorang pria berseragam rapi, yang langsung berjalan duluan menaiki anak tangga.


Sedang kan pria satu nya lagi berjalan dari belakang Theron Kai Beckham, yang membuat Theron merasa sedikit kikuk dan canggung dengan suasana ini.


***


KLEK.. Pintu yang di buka.


"Selamat datang Tuan Theron Kai Beckham. Majikan saya sudah menunggu Anda di tengah ruangan." Kata Dan yang menunduk hormat.


Karena terpancar jelas rasa penasaran dari netra nya, membuat Dan angkat suara.


"Dia adalah majikan Saya, lebih tepat nya orang yang menyuruh Saya untuk mengantarkan surat yang Dia tulis, kepada Anda semalam." Ucap Dan sambil meletakkan Jas Theron di tempat gantungan yang berada di sudut ruangan.


Mendengar perkataan Dan, membuat Theron tersadarkan akan sesuatu. Otak nya yang encer membuat Theron tidak kesulitan dalam memahami sebuah perkataan atau pernyataan yang di sampaikan. Untuk sesaat, Theron masih terdiam karena sedikit syok.


Ternyata yang memberikan penjelasan, dan yang menyambut nya saat memasuki ruangan ini, adalah orang yang Theron pikir pembunuh bayaran yang menghampiri nya semalam. Walaupun secara logika, Dia tidak akan mengetahui bahwa Dan adalah orang yang menemui nya semalam, karena Dan mengenakan jubah hitam dengan wajah yang juga hanya menampakkan mata nya.


"Ja.. Jadi, pemimpin dari Asosiasi Dagang yang sudah menguasai seluruh jalur perdagangan.. Adalah seorang perempuan ?" Ucap Theron dengan tatapan terkagum kagum.

__ADS_1


"Apakah seorang perempuan tak boleh menjadi pemimpin ?" Tanya Jessica yang turut memperlihatkan seluruh wajah nya kepada Theron.


Senyuman tipis di wajah Jessica membuat Theron merasa saat ini Dia seolah sedang berhadapan dengan anak perempuan nya. Namun, aura yang di pancarkan oleh Jessica berbeda dari anak nya. Kepercayaan, ketegasan, sikap dewasa, dan tau menempatkan diri, terlihat jelas dari Jessica.


"Bukan.. Bukan itu maksud Saya. Saya hanya merasa kangum." Jelas Theron yang tak mau membuat Jessica tersinggung.


"Aku tau itu. Terlihat jelas dari mata Mu, Kepala sekolah." Jawab Jessica yang tak mau memulai pertemuan dengan keadaan canggung.


"Apakah Anda tak mau duduk ? Atau kursi nya tidak sesuai dengan yang Anda mau ? Kalau begitu, biar Aku gantikan dengan yang lebih-"


"Tidak perlu. Menurut Saya kursi ini sudah lebih dari cukup." Sambung Theron yang langsung menyela perkataan Jessica, dan langsung mempercepat langkah kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Jessica.


Jessica hanya memasang ekspresi tersenyum hangat. Senyuman nya sama persis seperti Elmira, walaupun tidak Jessica sadari.


"Kalau begitu tunggu apa lagi ? Sajikan makanan nya." Perintah Jessica pada Dan.


Kemudian pintu pun langsung terbuka, ada dua puluh pelayan yang masuk sambil membawa jenis makanan yang berbeda-beda yang ditata di atas dulang, dan disusun rapi di atas meja.


Porsi makan yang cukup besar, dan tergolong berlebihan untuk di makan dua orang, terpampang jelas di hadapan Jessica dan Theron Kai Beckham.


"Maaf, tapi bukan kah ini terlalu berlebihan ?" Ujar Theron ragu ragu.


"Tak ada yang berlebihan. Karena Kita akan membicarakan hal penting, dan seperti nya akan memakan waktu yang cukup lama, jadi sebaik nya kita mengisi perut kita dengan makanan yang telah di hidangkan bukan ?"


Jawab Jessica yang membiarkan beberapa pelayan perempuan membuka kain putih berukuran sedang di pangkuan nya, dan menata rapi garpu, sendok dan pisau di samping piring Jessica. Tentu saja hal yang sama di lakukan oleh pelayan pria pada Theron.

__ADS_1


Theron pun memilih untuk tidak berbicara lagi. Dia hanya memakan apapun yang menurut nya enak, tanpa perasaan tertekan sedikit pun. Karena Jessica tidak memasang wajah yang membuat Theron tertekan, dan merasakan perasaan tak nyaman. Berbanding terbalik seperti saat Dia berhadapan dengan para Bangsawan dengan gelar apapun itu.


__ADS_2