Jessica Si Pemeran Figuran ?

Jessica Si Pemeran Figuran ?
#46.


__ADS_3

...Di Aula....


Aula ini memiliki tempat yang 5 kali lebih besar dari lapangan bola basket di dunia modern. Jika di dunia modern, hanya sebagian dari lapangan basket yang di gunakan sebagai tempat duduk, maka di dunia novel ini hampir semua nya di gunakan sebagai tempat duduk.


Hanya beberapa persen saja yang digunakan sebagai tempat untuk berbicara dan menampilkan bakat yang sudah di pesan dari luar sekolah. Atau dari siswa baru yang memiliki bakat di bidang apapun (Kecuali gosip).


Hal ini menjadi wajar, karena di dunia modern, lapangan basket memiliki ukuran nya tersendiri, yang sudah di tetapkan sejak olahraga itu di cetus kan.


Sedangkan di dunia ini, lebih fokus ke arah menyediakan tempat yang baik dan nyaman bagi siswa siswi saat mengadakan suatu kegiatan yang mengharuskan menggunakan Aula.


Aula ini menyediakan 500 lebih kursi bagi para siswa, tidak dihitung kursi yang digunakan oleh para Guru dan kepala sekolah, karena mereka memiliki tempat yang terbilang eksklusif.


Xavier dan kepala sekolah pun memasuki Aula dari pintu depan, dan tentu saja hal itu menjadi 1 tontonan yang dinantikan oleh seluruh siswa siswi, setelah menunggu dengan rasa bosan yang merajalela, karena mereka hanya duduk dan menceritakan hal yang terbilang tidak hot lagi (Biodata diri).


“Bukan kah itu Putra Mahkota Xavier ?Ternyata wajah nya lebih tampan dari gosip yang tersebar yaaa."


“Dia juga memiliki tubuh yang tinggi dengan otot yang sesuai dengan porsi badan nya. Entah kenapa, Aku jadi ingin melihat Roti sobek nya"


“Bukan Cuma Putra Mahkota yang tampil menawan.Tapi lihat lah Kepala Sekolah yang terus memberikan senyum kepada semua Siswa yang Dia lihat. Bahkan Dia terus melambaikan tangan nya, meskipun satu tangan nya tengah memegang tongkat untuk membantu Dia berjalan.”


“Ya, pengamatan Mu benar sekali. Karena menurut informasih yang di sampaikan


oleh nenek Ku, kepala sekolah yang saat ini merupakan matahari dari Sekolah ini


pada masa nya. Dia hampir di perebutkan oleh 80% wanita yang bersekolah di sini. Nenek ku salah satu nya.”


“Waahh, dengan informasi itu saja kita sudah bisa membayangkan betapa tampan nya Kepala sekolah dulu.”


“Apakah kamu tak tau ? Di perpustakan, terpampang foto Kepala sekolah saat masih muda, karena waktu itu Beliau adalah Siswa yang sangat teladan dan hampir mendekati kata sempurna. Sehinga foto nya di pajang dan di rawat hingga saat ini.”


“Apakah wajah nya masih dapat kita lihat ?Itu adalah foto lama bukan ? Pasti sudah tampak blur dan tidak jelas. Sungguh sial


sekali nasib kita yang kurang beruntung.”


“Ha..Ha..Ha.. Inilah kenapa Ibu Ku tak mau Aku ketingalan satu gosip pun yang terjadi, karena akan sama menyedihkan seperti kalian yang tak tau apa apa.”


Alhasil, salah seorang perempuan berkacamata yang sedari tadi hanya diam, akhir nya mengeluarkan suara setelah gosip ini menunjukkan tanda tanda jalan buntu.

__ADS_1


“Ada apa dengan Mu, Intan? Padahal Aku kira Kamu tidak akan bergabung dalam siatuasi yang penuh dengan gosip yang bertebaran.”


“Tentu saja Aku bersuara agar pikiran kalian di penuhi dengan informasih yang Akurat dari Ku.” Jawab Intan penuh percaya diri.


“Apakah berita ini penting ?Cepat katakan!” Tuntut ke 6 wanita yang duduk di kursi yang berdekatan.


"Ha ha ha. Mendekatlah.” Perintah Intan sambil membenarkan kaca mata nya, dan menunjukkan seringai bangga, karena informasih nya ini sudah sangat akurat, di buktikan dengan beberapa hal sebagai pendukung.


Setelah para gadis itu mencondongkan wajah mereka agar dapat mendengar setiap ucapan Intan, maka akhir nya Intan pun bersuara.


“Foto Pak Kepala Sekolah tidak luntur sama sekali. Tetap seperti baru saja di potret tadi pagi. Ini semua karena foto itu


telah diberikan sihir yang membuat dia akan awet. Dengan kata lain, foto itu


bersifat ABADI.”


“APAAA??!!”


Teriakan histeris terdengar dari bangku paling ujung, hal itu membuat kelompok gosip yang posisinya berdekatan dengan Panggung mendapatkan tatapan tajam, karena teriakan mereka mengganggu pendengaran siapapun.


“SSSSSTTTTT” Intan pun meletakkan telunjuk nya di bibir, mengisyaratkan kepada teman teman nya untuk tidak terlalu heboh, dan tetap mengontol diri agar tidak di usir dari Aula ini.


“Akan Aku ceritakan detail nya... Hal ini dimulai ketika ada seorang wanita yang


sangat tergila gila dengan Pak Kepala Sekolah, sehinga tak segan segan


belajar ilmu sihir, agar membuat foto Pak Kepala Sekolah selalu awet, dan


tak akan termakan oleh waktu. Seperti yang Aku katakan tadi, Foto Pak Kepala Sekolah bersifat abadi.”


“WAAHHH...” Kini, responnya lebih kalem. Namun netra yang sedang terbelalak menunjukkan bahwa mereka lebih kaget dari sebelum nya.


“B..Bukan kah mempelajari ilmu sihir sudah di larang di kerajaan ini ? Karena hal ini dapat menjadi pemicu kuat untuk berperang dengan Kerajaan Trandere, yang mengangap kerajaan Kita menjiblak ilmu mereka ?”


Salah seorang dari mereka mencetuskan pendapat nya, karena memang berpuluh puluh tahun yang lalu, kedua kerajaan dapat berperang hanya karena masalah penjiblakan ini.


“Berterimakasihlah karena kalian dipertemukan dengan Ku hari ini. Kata nya, wanita yang tergila gila dengan pak kepala sekolah rela pergi ke kerajaan Trandere guna mempelajari ilmu sihir, dan dalam waktu 2 bulan, dia pulang kembali ke kerajaan Andora dan masuk kembali ke sekolah ini, lalu langsung membuat mantra abadi untuk foto pak kepala sekolah.”

__ADS_1


“Ternyata begitu yaa... Sungguh cinta dapat membuat seseorang menggila, dan dapat melakukan hal yang berada di luar nalar yah.”


“Tapi hal itu membuahkan hasil yang bagus. Karena setelah lulus dari sekolah ini, Pak kepala sekolah melamar wanita itu, dan beberapa minggu kemudian mereka resmi menjadi suami istri.”


“Aku.. Aku jadi penasaran seperti apa istri dari kepala sekolah. Seperti nya Dia akan tampak sangat keren, karena memiliki ilmu sihir yang tak bisa dimiliki oleh orang orang dari kerajaan Andora.”


Mendengar komentar itu, seketika membuat wajah Intan yang sedari tadi tampak cerah, spontan langsung murung dalam hitungan detik. Dan Intan sudah tidak menampilkan senyuman lagi seperti tadi.


“Tentu saja Istri Beliau sangat keren. Saking keren nya, Dia rela mengikis umur nya sendiri, agar dapat menyelamat kan suami nya yang terkena racun mematikan dari ulah para Bangsawan yang iri akan keberhasilan nya. Setelah setahun dari kejadian keracunan itu, Beliau menghembuskan nafas terakhir dengan


senyum bahagia, seolah tak ada lagi penyesalan dalam hidup nya karena sudah di pertemukan dengan seorang Pria seperti Pak Kepala Sekolah. Yang kata nya hanya setia pada nya seorang. Fakta ini semakin menjadi kuat, karena Kepala Sekolah tidak pernah berhubungan dengan wanita seumuran nya setelah kepergian istri tercinta. ”


Usai mengatakan hal itu, suasana yang sangat hangat dan ceriah tadi langsung ikutan berubah menjadi suram, karena amat menghayati kutipan yang di sampaikan oleh Intan.


Ekspresi mereka yang menghayati setiap kejadian, bahkan membayangkan setiap adegan yang pasti nya tak mudah bagi kedua nya bersatu, mengingat kepala sekolah adalah incaran 80% wanita yang bersekolah waktu itu. Belum lagi


wanita wanita di luar sana yang tidak di hitung dengan kalkulator.


Dan sedari tadi, saat kelompok nya Intan tengah bergosip dan bercerita, ada sepasang telinga yang sengaja di besarkan untuk mendengar setiap hal yang disampaikan oleh Intan.


Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Jessica, yang saat ini duduk di kursi paling ujung dan yang paling dekat dengan panggung, agar saat nama nya di panggil untuk berpidato, akan mempermudah diri nya dalam melangkah.


Awal nya Jessica tak ada niatan untuk menguping, tetapi karena gosip ini bersifat limited, apa boleh buat ? Yang awal nya


Berpikir ini hanya sebuah gosip yang belum terbukti, malah memunculkan fakta


yang tidak Jessica sangka sangka sebelum nya.


... ***...


Lalu, pikiran Jessica yang sedang merasa salut dan juga terharu pada kisah hidup Kepala Sekolah yang dia temui beberapa hari yang lalu, langsung di buyarkan saat seorang MC naik ke atas panggung, dan memasang sebuah alat yang digunakan sebagai pembesar suara, yang mirip dengan bros pada dasi nya.


Perkataan pembuka seperti biasa nya terdengar, dan membuat fokus semua siswa siswi teralihkan dan benar benar hanya tertuju ke depan.


Melihat kepala sekolah dan putra mahkota yang sedang duduk di atas panggung dengan dekorasi kursi yang berbeda, membuat Jessica merapikan Syal yang dia kenakan untuk menutup punggung belakang nya.


Karena walaupun sudah menguraikan rambut nya, Jessica tetap takut jika tanda lahir nya dapat terlihat, sehingga Syal yang sudah di percantik dengan beberapa sulaman dan terbuat dari kain sutra di kenakan oleh Jessica.

__ADS_1


Sebenarnya ada gaun yang lain yang lebih tertutup hingga tidak memperlihatkan punggung sedikit pun, tapi nuansanya tidak cocok sama sekali dengan acara resmi seperti ini, Sehingga Jessica perlu mengambil resiko untuk hari ini saja.


“Semoga tak terjadi hal yang seperti tadi pagi, karena Aku sangat ketakutan jika harus berurusan dengan PARA PEMERAN UTAMA.” Ucap nya penuh harap sambil menggenggam erat kedua tangan hingga urat tangan nya tercetak jelas.


__ADS_2