
Kedua mata Nini Sangga Geni terlihat berkaca-kaca ketika melihat bekas tempat tinggalnya yang sudah tidak berbekas, rumput dan tanaman liar lainnya telah tumbuh dengan lebat, membuat pondok kayu Nini Sangga Geni tidak berbekas sama sekali.
Tetapi selain pondokannya, suasana dan pemandangan sekitar Grojokan Sewu tidak banyak berubah, sungai yang mengalir dari mata air atas masih mengalir, puluhan air terjun dari yang kecil sampai yang berair deraspun masih bisa di jumpai.
Wirayudha menghampiri sebuah pohon pinus yang tinggi, dia memandang ke atas sambil terus menyelidiki, setelah merasa yakin pohon tersebut yang di tuju, kemudian Wirayudha menggali tanah dua langkah di depan pohon pinus tersebut, setelah seperminuman teh, galian Wirayudha berhenti ketika kayu yang di pergunakannya membentur sesuatu yang keras, "Draakh..Drakh!" di temukannya kayu hitam dengan ukuran sepanjang lengannya.
"Ha..Ha..Ha, Lihat Nini! aku menemukan Kayu Setigi yang dulu pernah ku tanam di sini!" dengan girang Wirayudha menunjukannya kepada Nini Sangga Geni.
Nini Sangga Geni tersenyum tidak senang ketika matanya menatap kayu yang di pegang oleh Wirayudha.
"Wira, apakah kau tidak sadar? usiamu sekarang bukan anak kecil lagi, yang bisa berteriak dengan senang ketika menemukan mainannya!"
Nini Sangga Geni memang sangatlah hapal dengan kayu tersebut, karena selagi masih tinggal di sana, Wirayudha tidak pernah melepaskan kayu tersebut untuk menjadi teman bermainnya.
Wirayudha terdiam mendengarkan teguran gurunya, barulah kini dia menyadari dengan kelakuannya tadi, tidaklah terlalu pantas dengan dirinya yang kini telah beranjak dewasa dan sedikitnya telah malang melintang di rimba persilatan, "Maafkan aku Nini!"
"Nini Sangga Geni kemudian berjalan di tepian sungai dan menuju hulu di ikuti oleh Wirayudha di belakangnya.
Ketika telah sampai di Air terjun yang besar dan deras, Nini Sangga Geni meloncat dan menerobos air terjun tersebut, tubuhnya menghilang di balik air terjun yang tadi sempat tertahan jatuh ke bawah.
Dengan sigap, Wirayudha mengikuti meloncat ke suatu titik di mana Nini Sangga Geni menerobos air terjun tersebut.
__ADS_1
"Akh...Wirayudha sempat menahan suaranya ketika melihat pemandangan ruangan di balik air terjun, dia baru tahu air terjun yang biasa dia pergunakan untuk melatih tenaga dalamnya dulu, ternyata mempunyai ruangan yang cukup luas di baliknya.
Sepertinya ruangan tersebut mirip sebuah goa yang tertata apik, dinding-dindingnya indah seperti batu pualam, menandakan ruangan tersebut bukan terjadi karena alam, tetapi memang sengaja di buat oleh tangan-tangan manusia.
Di permukaan dinding tersebut terdapat puluhan pahatan semacam relief tetapi cekung ke dalam dinding. Wirayudha melangkah semakin dalam, di sana terlihat Nini Sangga Geni sedang duduk bersila menghadap dua permukaan tanah yang lebih tinggi dari permukaan tanah cadas yang dia pinjak.
Di ujung permukaan tanah tersebut, masing-masing terdapat bongkahan batu yang mukanya datar dan pipih mirip sebuah batu nisan.
Ketika waktu berjalan sangat lama, Wirayudha merasa jenuh ketika melihat Nini Sangga Geni tidak beranjak dari duduk bersilanya, tetapi walau bagaimanapun Wirayudha tidak berani mendekatinya dan mengganggu Nini Sangga Geni.
Ia pun kemudian berjalan-jalan sekitar goa, dan memperhatikan semua pahatan-pahatan di dinding. Karena cahaya yang masuk ke dalam Goa sangatlah terbatas, Wirayudha memicingkan matanya, karena sangat berkonsentrasi memandang pahatan lukisan itu, semakin lama dari bola mata Wirayudha memancar cahaya biru dan memantul ke permukaan dinding.
Cahaya itu kemudian menerpa pahatan lukisan yang paling besar dan mulai merambat ke pahatan-pahatan lukisan yang lainnya, sampai-sampai lukisan tersebut seperti hidup dan memantulkan cahaya.
Wirayudha terus memperhatikan lukisan Naga yang berkaki empat, dengan teliti kemudian di rabanya kaki-kaki Naga tersebut, barulah kini dia menyadari, kaki Naga yang berada di atas mirip melakukan gerakan-gerakan silat yang pernah dia lakukan ketika mempergunakan Jurus-jurus Naga Langit.
Selama ini Wirayudha selalu mempergunakan gerakan tersebut yang tanpa sadar dia lakukan, di dalam lukisan, gerakan-gerakan kaki Naga lebih sempurna memperagakan seluruh Jurus-jurus yang di pergunakannya.
"Aakh...ternyata lukisan Naga ini memperlihatkan gerakan yang begitu sempurna, kemudian Wirayudhapun mulai mengingat kembali bacaan yang masih dia hapal dalam Kitab Candrasurya.
"Kebijaksanaan, kearifan dan kejujuran akan mengantar kepada ke Agungan...Naga Agung akan bersatu kepada insan yang berlaku demikian" bait pertama dari halaman pertama oleh Wirayudha di ucapkan sambil bergumam.
__ADS_1
"Naga Agung tidak hanya akan mengantarkan sampai ke atas langit, Naga Agung akan dapat menembus samudera dan Bumi."
"Ksatria yang berjiwa bersih, akan dapat menguasai Langit, Samudera dan Bumi."
Itulah beberapa penggalan bait Kitab Candrasurya yang mungkin saja berisi jalan menuju Kanuragan yang tinggi. Wirayudha kemudian mulai mundur dan duduk bersila, menenangkan jiwa, mengheningkan cipta berusaha memecahkan teka teki bait-bait yang dia hapal.
Selama ini Wirayudha mengira, Syair-syair yang berada dalam Kitab hanya sebagai penggugah semangat saat berlatih saja.
Nini Sangga geni telah berdiri kembali, selesai memanjatkan doa-doa untuk kedua gurunya. Tatapannya kemudian beralih ke arah Wirayudha yang sedang duduk bersila di hadapan dinding batu yang kini memantulkan cahaya biru.
"Hmm...Ternyata perkiraanku sangatlah tepat, Goa ini kembali aktif dengan kedatangan Wirayudha yang membawa aura Naga Langit."
"Terimakasih Guru! semoga kalian berdua di atas sana merasa bahagia, semua jerih payah kalian tidak akan sia-sia, dan akan di lanjutkan oleh cucu muridmu!" kemudian Nini Sangga Geni kembali menengadahkan tangannya dan memanjatkan doa-doa.
Setelah Wirayudha tersadar kembali dari pengheningannya, keduanya kemudian memeriksa seluruh keadaan Goa, mereka menemukan tanaman jamur yang tumbuh di bawah dinding Goa yang berudara lembab.
"Wira...Ini adalah hari keberuntunganmu, jamur ini lah yang terkenal dengan nama Jamur Dewa, berkhasiat membersihkan aliran darah, dan dapat menambah lingkaran tenaga dalammu dengan berlipat ganda."
"Tanpa dengan Jamur Dewa saja kemampuanmu sudah sulit untuk menemukan tandingan, di tambah jika kau mengkonsumsi Jamur, kekuatanmu akan semakin tinggi."
"Tetapi kau tetap harus berhati-hati Wira, di tanah Priangan kau nanti akan menemukan ilmu-ilmu yang di luar nalar manusia, dulu ke empat Kandaga Lante itu sangat terkenal dengan Kanuragan dan kemampuan strategi perangnya."
__ADS_1
"Terimakasih atas nasehatmu Nini, sekarang aku akan berusaha menyempurnakan Aji Naga Langit, dan aku lihat sisi dinding yang lainpun sepertinya mengandung kanuragan tingkat tinggi, semoga saja ilmu ini saling mendukung dan tidak bertolak belakang dengan yang lain.
Kemudian keduanya beristirahat di Goa yang berada di balik air terjun yang tidak terlihat oleh siapapun.