Jiwa Ksatria

Jiwa Ksatria
Duel Rogo Sukmo


__ADS_3

"Anak muda, kau terlalu berani membuat keonaran di wilayahku!" Ki Gede Palimanan memandang Wirayudha dengan tatapan penuh selidik.


"Apakah kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?"


"Dengan siapapun aku berhadapan, aku tidak perduli! apalagi di depanku ada kedzaliman yang sedang berlangsung, tidak mungkin aku hanya berpangku tangan!"


"Kau pandai besilat lidah juga anak muda! aku adalah hukum di sini, tidak ada yang berhak selain diriku untuk mengatakan salah dan benar! apa kewenanganmu menjatuhkan hukuman kepada orang lain? apakah kau seorang Jagabaya? seorang prajurit keamanan?"


"He...He..He, Orang tua! kau pun pandai mencari pembenaran!" suara tawa ejekan dari Wirayudha membuat wajah Ki Gede Palimanan memerah.


Belum pernah sebelumnya Ki Gede Palimanan menemukan orang yang tidak menghormati dirinya, apalagi anak muda yang berusia jauh di bawahnya.


"Rama, dia telah membuat keonaran di wilayah kita, aku menegurnya baik-baik, tetapi dia memperlakukanku seperti seorang musuh!"


"Ha..Ha..Ha, ternyata dia anakmu Kisanak!" sangat membanggakan sekali mempunyai seorang putra pecundang dan pengecut!"


Betapa panasnya hati Ki Gede Palimanan mendengar ejekan dari Wirayudha, ia langsung meloncat mengirimkan pukulan yang di lapisi tenaga dalam tinggi, "Hiaaat...Wussh...Wusssh...Wusssh!"


Pukulan-pukulan Ki Gede Palimanan bertubi-tubi hampir mengenai Wirayudha yang terus berkelit.


"Huh..Anak muda, cobalah kau menghindar dari pukulan ini! Kelabang Seribu!"..."Hiaaaat...Wuuush!"


Sepasang tangan Ki Gede Palimanan berubah menjadi puluhan lengan yang menyerbu, desiran pukulannya sampai menimbulkan suara berdecit.


Ketika Wirayudha menghindar, pukulan itu seperti mengejar sosok Wirayudha, hampir tidak ada celah kosong yang dapat meloloskan tubuh Wirayudha yang masih mencoba menghindar untuk membaca kekuatan lawan.


Hingga suatu ketika, "Dessh...Desh..Desh!" tiga pukulan Kelabang Seribu dengan tepat mengenai dada Wirayudha.


"Sraaakh...Tubuh Wirayudha terseret mundur ke belakang akibat serangan Ki Gede Palimanan.

__ADS_1


"Ha..Ha..Ha, sayang sekali kau anak muda, pukulan Kelabang Seribu telah meracuni seluruh pori-pori tubuhmu! kita lihat, berapa kali helaan nafas kau akan menjadi bangkai!"


Wirayudha menarik nafas dalam-dalam, kedua tangannya di putar secara bergelombang ke atas, kekuatan Naga Langit yang berada di tubuhnya langsung bereaksi, seluruh racun tesedot oleh pusaran tenaga dalamnya, dan terkumpul menjadi satu, kemudian Wirayudha pun memuntahkan racun yang berada di tubuhnya, "Hoooekkh..!" gumpalan darah hitam keluar dari dalam mulutnya.


Perlahan denyut sesak yang di dalam dadanya menghilang, membuat Wirayudha kembali bersiap untuk melanjutkan pertarungan.


"Sekarang giliranku Kisanak! Hiaaath...Tapak Geni!" Wusssh...Blaaarh...Arrrkh!"


Ki Gede Palimanan tidak mengira Wirayudha dapat melepaskan diri dari racun pukulan Kelabang Seribu miliknya, sehingga membuatnya lengah dan terseret mundur ke belakang terkena pukulan Tapak Geni.


Ada rembesan darah yang keluar dari mulut Ki Gede Palimanan, "Baru kali ini ada yang bisa menyentuh tubuhku!"


"Sraaath...Kedua tangan KI Gede Palimanan berada di depan, telapak tangannya saling bersentuhan, Perlahan dari tubuhnya keluar sosok yang menyerupainya dan berdiri di depan Ki Gede Palimanan.


"Sekilas Wirayudha dapat menerka Ajian yang di keluarkan Ki Gede Palimanan, "Hmm Rogo Sukmo! ...baiklah jika kau menginginkan seperti ini Kisanak!"


Wirayudha pun kemudian bersiap dengan melakukan sikap yang sama, ketika bayangan Ki Gede Palimanan merangsek akan melakukan serangan, bayangan Wirayudha menghadang dan balik menyerang.


Kedua Aji Rogo Sukmo yang bertarung di depan mereka saling menyerang dengan sebat, beberapa ilmu Kanuragan dari keduanya bertanding melalui sosok bayangan Rogo Sukmo masing-masing.


"Blaaarh...Blaaarh...!"


Tubuh Wirayudha dan Ki Gede Palimanan sama-sama tersentak ke belakang ketika bayangan mereka mengadu tenaga dalam.


Sebelum Ki Gede Palimanan tersadar dari rasa terkejut yang sangat, tiba-tiba Wirayudha masuk ke dalam tanah mempergunakan ilmu tembus buminya, "Srakh...Sraakh!" tubuh Ki Gede Palimanan tersedot masuk ke dalam tanah sampai pangkal leher, dan tidak dapat menggerakan anggota tubuh yang lainnya.


Tidak lama kemudian permukaan tanah di depan Ki Gede Palimanan amblas ke dalam dan muncul sosok Wirayudha meloncat dari dalam tanah kemudian berdiri dengan kaki terpentang.


"Melihat sikapmu dan anakmu, aku bisa saja saat ini.memenggal kepalamu Kisanak!"

__ADS_1


Ki Gede Palimanan tidak menyahut sedikitpun, karena ia masih belum dapat percaya bisa di kalahkan oleh anak muda yang ada di depannya dengan mudah.


"Sraaath...Blarh...Blarh!"


Wirayudha merasakan adanya pukulan jarak jauh yang akan menerpa tubuhnya, sehingga dia dengan cepat meloncat ke belakang dua tombak, akibat pukulan jarak jauh itu tanah bekas pijakan Wirayudha berlubang hitam seperti terbakar.


Berkelebat sosok bayangan yang kemudian langsung menghentakan kakinya ke tanah, "Brusssh!" membuat tubuh Ki Gede Palimanan terlontar ke atas, lepas dari perangkap tanah yang di lakukan Wirayudha.


Setelah mendarat kembali, Ki Gede Palimanan menjura kepada sosok yang tadi menolongnya, "Terimakasih atas bantuanmu Ki!"


"Anak muda, sepertinya belum kering mulutku berbicara kepadamu untuk tidak membuat keributan di wilayah Cirebon, sekarang kau membuat salah satu Akuwu kami di permalukan di depan warga penduduknya sendiri!"


Wirayudha menengok sekitarnya, memang benar, ternyata pertarungan antara dirinya dengan Ki Gede Palimanan di saksikan oleh banyak orang walaupun mereka menonton dari jarak jauh.


"Maafkan aku Ki Manggala! aku tidak bermaksud membuat kekacauan di negeri Cirebon, aku hanya tidak dapat berpangku tangan terhadap ketidak adilan, engkau boleh menanyakan kepada warga penduduk di sini, kenapa aku bisa terlibat pertarungan dengannya!"


Tanpa di minta oleh Wirayudha, rombongan yang tadi mengadakan pertunjukan Sintren dan Debus, kemudian maju dan menceritakan duduk perkaranya kepada Ki Manggala.


"Baiklah Wirayudha! aku akan bersikap adil, kalau memang duduk perkaranya seperti itu, aku akan membawa putra Ki Gede Palimanan ke Keraton untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya!"


Sementara itu putra Ki Gede Palimanan merunduk ketakutan ketika mendengar Ki Manggala akan membawanya ke Keraton Cirebon.


"Wirayudha! sebelum kau pergi, jelaskan dahulu siapa dirimu! kemampuanmu tidak biasa, melebihi usia yang kau miliki!"


Ketika Wirayudha merasa bingung dengan jawaban yang akan dia berikan kepada Ki Manggala, tiba-tiba terdengar suara keras yang menggema.


"Ha...Ha..Ha, Manggala Sakti! kau tidak perlu menanyakan siapa dirinya!" lagi pula kenapa kau merendahkan dirimu sendiri dengan mengurusi anak muridku yang masih hijau dalam sopan santun


Kemudian dari arah belakang tubuh Wirayudha muncul seseorang yang membuat Lestari mencoba menyembunyikan dirii.

__ADS_1


"Aiish..Kenapa Ki Pancar Buana berada di sini?" dalam hati Lestari muncul rasa ketakutan yang sangat, khawatir dengan tugas yang sebelumnya gagal di laksanakan.


"Akh...Ki Pancar Buana! senang rasanya kau mampir ke negeri kami!" Ki Manggala memberikan hormat kepada Ki Pancar Buana yang baru tiba.


__ADS_2