Jodohku Mas Duda Jutek

Jodohku Mas Duda Jutek
Bab 48


__ADS_3

Nahla pulang sekolah dengan taksi. Suaminya sudah berkirim pesan kalau hari ini pulang agak telat karena banyak pekerjaan gegara kemarin banyak absen. Gara-gara masalah kemarin, Hanan baru bisa bekerja dengan tenang mulai hari ini. Bahkan terlihat begitu bersemangat memulai hari. Benarkah pria itu tengah jatuh cinta lagi?


Sepertinya iya, perasaan bahagia itu kembali muncul setelah sekian lama tak pernah merasakan seperti ini. Selalu ingin cepat pulang. Deg degan lagi saat di dekatnya, bahkan bingung cara melakukan sesuatu agar pasangannya selalu bahagia dan nyaman.


"[Aku pulang telat, tapi tetap makan di rumah. Kalau sempat masakin ya sayang. Kalau capek beli aja nggak pa-pa]"


Hanan mengirim pesan pada Nahla, setidaknya mengabari itu penting membuat orang di sebrang sana tidak galau hanya karena menunggu dirinya.


Nahla sendiri sudah di rumah, ia yang tengah bersantai menemani putrinya mewarnai gambar-gambar di majalahnya pun langsung terjun ke dapur guna menilik kulkas dan isinya.


"Icha, Icha selesain ini dulu ya, mama mau ke dapur. Nanti kalau sudah selesai dikemas sayang," ucap Nahla beranjak.


"Iya Ma," sahut gadis kecil itu yang tengah asyik dengan dunianya.


Perempuan itu menuju dapur sembari berpikir ingin membuat apa untuk makan malam nanti. Sebenarnya bisa beli, tapi entah mengapa ia lebih suka masak sendiri. Selain puas dengan rasanya, ia juga ingin membuat suaminya candu dengan olahan di rumah yang tentu saja dibuat oleh istrinya.


"Masak apa ya?" batin Nahla memilih menu seadanya yang tersedia. Sepertinya besok ia harus stok banyak untuk sehari-hari.


"Mbok, tolong bantuin bersihin cumi ini ya terus diiris. Saya mau masak ini sama cabe ijo," titah Nahla meminta bantuan art di rumahnya.


"Siap Buk," sahut perempuan itu langsung cekatan.


Sementara Nahla menyiapkan bumbunya.


"Mama buat apa?" tanya Icha menyusul ke dapur.

__ADS_1


"Masak buat papa, sayang. Icha sudah selesai mewarnainya?"


"Udah, pedes ya Ma?"


"Iya, pedes dikit, Icha berani nggak? Atau mau dibuatkan apa?"


"Enggak Ma, nanti yang sudah ada aja," ujarnya tak begitu ribet.


Usai masak, Nahla pun bergegas mandi. Sedikit berdandan untuk menyambut kepulangan suami. Suara deru mesin mobilnya yang masuk ke halaman rumahnya, membuat perempuan itu tersenyum.


Hanan pulang setelah isya, terlambat sedikit dari biasanya yang pulang menjelang maghrib. Suara salam pria itu langsung disambut senyuman oleh istrinya.


"Waalaikumsalam ...," sahut perempuan itu sudah menunggu dengan tampilan yang terlihat begitu menawan.


Hanan langsung mendekat, mengecup kening istrinya dengan sayang.


"Biasa aja, kamu nggak suka?" tanya Nahla barang kali suaminya suka yang natural saja.


"Suka dong, apalagi wangi kaya gini, bikin pengen," celetuk Hanan tersenyum menggoda.


"Mandi Mas, sudah aku siapkan gantinya."


"Terima kasih Dek, eh iya aku punya sesuatu buat kamu, semoga suka," ujar pria itu mengeluarkan dari saku celananya.


"Apa ini Mas?" tanya Nahla sedikit speechless kala tiba-tiba Hanan memberikan sebuah kalung emas untuknya.

__ADS_1


"Dipakai ya, ini modelnya cantik banget, pasti sangat cocok di kamu," ujarnya mengangkat rambutnya. Lalu menyampirkan ke samping.


Pria itu memakaiakan untuk Nahla. Tak lupa memberikan kecupan hangat di tengkuknya sambil berbisik, "Tuh kan cantik banget di kamu, persis seperti orangnya," ujar pria itu merayu.


"Makasih Mas," sahut perempuan itu menghadap suaminya dengan senyuman.


Posisi mereka yang dekat, membuat Hanan mengambil kesempatan untuk merasai bibirnya yang ranum. Napas keduanya terengah sambil memberi jarak, ciuman manis itu berubah sedikit panas.


"Aku mandi dulu ya, lanjut nanti sayang," ujarnya berlalu dengan senyuman.


Nahla sendiri hanya mengangguk tanpa suara. Setelahnya merasa begitu bahagia dengan sikap dan perhatian suaminya. Semoga bukan di awal saja bersikap manis seperti itu. Tidak munafik, sekalem-kalemnya seorang istri itu paling senang kalau diperhatikan dan dikasih hadiah.


Keluarga kecil itu makan dengan suasana begitu hangat.


"Mas, aku temani Icha ke kamar dulu ya," pamit Nahla usai makan malam.


"Iya, aku tunggu di kamar, jangan lama-lama baliknya.


"Ya nunggu Icha tidur dulu, kasihan kalau ditinggal," ujar perempuan itu sudah terbiasa.


Hanan sendiri menanti di kamarnya. Sibuk di depan laptop Namun, sudah hampir pukul 10 istrinya belum juga kembali, membuat pria itu menyudahi kesibukannya dan beranjak menyusul ke kamar sebelah.


"Ya ampun ... ditungguin malah tidur, gemes banget sih," gumam Hanan menemukan keduanya sudah terlelap.


Pria itu merapihkan selimut Icha, lalu memindahkan tubuh Nahla dalam gendongan. Membaringkan ke ranjang dengan hati-hati, lalu dirinya ikut berbaring menyusul istrinya yang nampak lelap dengan nyama.

__ADS_1


"Selamat tidur," ucap pria itu mengecupnya. Nahla spontan mengubah posisinya, lalu mengusak lembut dalam pelukan.


__ADS_2