
"Iya, habis ini aku nyari, sabar ya?" ucap Hanan menekan sabar. Istrinya serewel ini, apakah daya harus nurutin dari pada nanti ngambek lagi sampai pagi.
"Sekalian nyari aja gimana? Atau mau pulang dulu," ujar pria itu memberi pilihan.
"Terserah," jawab Nahla ngikut saja. Walhasil langsung ke mall sore itu mencari apa yang dipengenin istrinya.
"Ayo Dek, kamu bisa pilih apa saja," ajak Hanan membiarkan istrinya memilih apa yang dia mau. Sekalian ngajak jalan, jarang sekali ada waktu berdua seperti ini.
"Pengen apa ya, aku bingung kalau gini," ujar Nahla menimbang yang hendak dibeli. Berbagai macam buah-buahan pastinya. Aneka cemilan dan makanan kesukaan yang langsung dilist dalam otaknya.
"Mas, aku belanja bulanan sekalian ya? Skincare aku juga udah mau habis," ujar Nahla mumpung sekali jalan.
"Iya," jawab Hanan mengiyakan saja. Pria itu pun mengikuti ke mana arah langkah kaki istrinya.
Nahla mengambil banyak barang sekalian kebutuhan dapur dan kamar mandi. Tak lupa perlengkapan pribadi. Perempuan itu antusias sekali belanja kali ini, padahal Hanan yang menemani mulai capek karena hampir semua gondola disambangi.
"Apa lagi ya Mas? Ingetin dong, ini masih kurang apaan ya. Kok berasa ada yang belum." Nahla mengecek belanjaan terus mengingat barang apa saja yang sekiranya dibutuhkan dan belum keambil ke ranjang.
"Udah mungkin," jawab Hanan ikut mengecek belanjaannya.
"Udah berarti? Ya ayo bayar!" Keduanya mengantri di dekat kasir.
"Kamu tunggu aja dulu, biar aku yang antri. Cari tempat duduk, atau mau ke mobil dulu," titah pria itu kasihan juga melihat istrinya berdiri begitu.
"Aku nunggu di mobil saja Mas, mana kontaknya," pinta Nahla mengiyakan.
Hanan yang akhirnya mengantri membayar sekalian. Pria itu menyusul istrinya sembari membawa banyak belanjaan.
"Lama banget Mas, aku haus," keluh Nahla terasa gersang.
__ADS_1
"Mau mampir dulu?"
"Beli boba aja sekalian jalan," ujarnya masih bisa ditahan.
"Kedondongnya udah?" tanya pria itu memastikan. Salah-salah malah lupa sampai di rumah. Bakalan riweh urusannya.
"Eh, iya, sepertinya belum Mas, tolong dong, aku capek," keluh Nahla nyengir.
Hanan menghela napas pelan, menggeleng gemas. Bukankah awalnya ke sini mau nyari kedondong? Bagaimana kalau ceritanya begini, bisa ngamuk lagi sampai rumah.
"Oke, tunggu di sini. Jangan ke mana-mana!" pesan pria itu turun lagi dari mobil. Berjalan cepat masuk ke dalam langsung mengambil buah keramat itu.
Balada istri hamil muda kadang bikin gemas hati. Harus punya stok sabar untuk menjaga moodnya tetap baik. Pria itu kembali dengan membawa buah masam itu.
"Dapat Mas? Duh ... suamiku baik deh. Makasih," ucap Nahla tersenyum lega. Pulang dengan wajah sumringah.
"Biar aku aja yang beli Mas, kamu tunggu di mobi."
Hanan yang hampir turun mengurungkan niatnya. Membiarkan istrinya memesan sendiri yang sedikit lebih lama karena lumayan antri.
Nahla langsung kembali ke mobil begitu dapat minuman bolo-bolo itu.
"Kenapa lihatin aku kek gitu, mau?" tawar Nahla sambil menyeruput cup di tangannya.
"Itu beli dua, buat aku?" tanya Hanan menunjuk satu cup yang tersimpan di cup holder mobilnya.
"Jangan, ini buat Icha, kamu kalau mau ini aja. Eh, jangan juga ini bekas aku, biar aku beli satu lagi aja," ujar perempuan itu hendak turun lagi.
"Nggak usah Dek, ini aja. Cuma pengen nyicip doang kok." Hanan menarik tangan istrinya lalu meraih cup di tangannya. Minum dengan tenang.
__ADS_1
"Enak kan?" tanya Nahla tersenyum mengiyakan.
"Lebih enak minum punya kamu. Hehe."
Eh, tanyanya apa jawabnya apa. Sepertinya pria itu lelah makanya sedikit oleng. Maklum beberapa hari dianggurin karena Nahla kurang sehat.
Pria itu langsung melajukan mobilnya ke rumah. Benar saja Icha sudah menunggu dan sangat antusias ketika Nahla memberikan boba pada gadis kecil itu.
"Asyik ... makasih Mama sayang," ucap Icha kegirangan. Perempuan itu langsung ke kamarnya. Sementara Hanan menurunkan belanjaan yang langsung dibantu simbok.
"Ini semua tolong dirapihkan ya mbok," kata pria itu lalu beranjak menyusul istrinya ke kamar.
Pria itu tidak menemukan Nahla di ruang kamar. Namun, terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi, istrinya pasti sedang beraktivitas di sana. Tanpa permisi Hanan langsung masuk dan ikut bergabung di sana.
"Eh, Mad, gantian! Kamu ngapain ke sini?" protes Nahla mengusir suaminya.
"Berkunjung sayang, aku gerah banget, kita mandi bareng ya."
"Nggak mau nanti kamu rusuh, keluar!" usir perempuan itu sekali lagi.
"Astaga Dek, aku cuma mandi beneran, nanti malam baru minta. Janji nggak bakalan rusuh di sini," kata pria itu menyakinkan. Entahlah apa yang terjadi, keduanya benar-benar beraktivitas bersama petang itu.
.
Tbc
Assalamu'alaikum ... teman-teman pembacaku yang author sayangi. Semoga kalian sehat selalu. Maaf slow up date semoga masih berkenan menunggu cerita ini.
Selamat Idul fitri 1444 h bagi teman-teman yang merayakan. Mohon maaf lahir batin 🙏🙏🙏
__ADS_1