
Hanan balik kanan masuk ke kamarnya dengan langkah gontai, berharap anak-anaknya cepat tertidur dan istrinya segera menyusulnya. Sementara Nahla sambil menyusui Kai berharap suaminya ketiduran di kamarnya. Jujur, Nahla masih sedikit takut dan sedikit waswas.
Perempuan itu membereskan pakaiannya, lalu memindah Kai ke boxnya. Sengaja membiarkan tetap di kamar Icha agar tidak terganggu dengan suara berisik mereka yang mungkin akan mengganggunya.
Perlahan perempuan itu menutup pintu kamar, melangkah pelan menuju kamarnya sambil berdoa dalam hati semoga suaminya sudah tidur. Namun, sepertinya itu mustahil walau penuh harap. Benar saja, saat membuka pintu, terlihat Hanan masih sibuk berkutat di depan macbooknya. Sengaja menyibukkan diri sambil menunggu. Melihat pintu dibuka, tatapannya langsung teralihkan dari layar di tangannya.
"Anak-anak sudah tidur?" tanya Hanan memastikan, tersenyum penuh kelegaan setelah melihat anggukan istrinya.
"Aku bersih-bersih dulu Mas,"'ujar Nahla lebih dulu mempersiapkan diri.
"Iya, jangan lama-lama sayang," ucap Hanan sedikit tak sabar. Langsung menutup kesibukannya dan menyinggahi macbooknya begitu melihat pintu kamar mandi dibuka.
Pria itu tersenyum lembut melihat istrinya berjalan mendekat dengan pakaian terbaiknya. Gaun malam yang begitu indah dan cukup menggoda. Walaupun tanpa balutan itu seorang Hanan sudah tergoda sejak dari tadi.
"Cantik banget, sini sayang!" puji pria itu agar istrinya mendekat. Naik ke atas ranjang menyambutnya dengan suka cita.
"Mas, stay kalem ya, aku beneran takut," kata Nahla jujur. Mengingat banyaknya jahitan paska melahirkan.
__ADS_1
"Oke sayang, gas tipis-tipis," ujar pria itu mengulum senyum. Tak pelak menunggu lama, langsung menyambutnya dengan sentuhan begitu hangat. Menyapu bibir ranumnya sebagai pengenalan pertama setelah vakum lumayan lama.
Rasanya masih deg degan seperti saat pertama, dan ini lebih menantang dari malam pertama. Di mana dirinya bisa bernego dan ikut memainkan perannya. Bukan hanya pasrah dan malu-malu meong saja, dirinya bahkan menginginkan kenyamanan dan kenikmatan bersama.
"Katakan padaku bila kamu kurang nyaman, sayang," ujar Hanan begitu terbuka.
Nahla mengangguk pasrah saat bibir pria itu mulai mengabsen dan mencumbunya dengan pasrah. Sementara kedua tangan lincahnya bekerja dengan begitu lihai meloloskan apa pun yang menghalangi kulitnya.
Netra elang suaminya menatap lapar mangsa di depan mata yang siap disantap sebagai jamuan paling istimewa. Membuat seketika lupa akan segala hal selain keindahan di antara keduanya.
"Mas!" ******* dan racauan dari mulut mungilnya mengalun indah saling bersahutan membentuk melodi cinta yang menggema. Membangkitkan libido yang sudah di ujung acara.
Rasanya ... sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanan tersenyum senang bercampur lega, sesuatu yang sudah ia tahan dan sabarkan selama ini lepas sudah menyirami ladang pahalanya.
Pria itu begitu bahagia, sama halnya dengan Nahla walau harus bonus perih, pegel, dan tentunya sedikit sakit di ujung kenikmatan yang tercipta.
"Makasih sayang, love gou," ucap pria itu setelah menyelesaikan misi pertama yang berjalan dengan sukses tanpa hambatan.
__ADS_1
Pria itu membelai istrinya dengan sayang. Mencium mahkota indahnya yang tergerai, lalu membenahi selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya yang bohay.
"Dek, Kai mau dipindah nggak?" tanya Hanan lebih dulu berkemas. Sementara Nahla masih tiduran karena merasa cukup lelah.
"Iya, nanti di kamar Icha nangis nggak denger, tolong pindah sini Mas," pinta Nahla setengah merem. Malas beranjak dan merasa begitu lelah.
"Oke," jawab Hanan beranjak.
Pria itu keluar setelah memakai piyamanya dan memindah Kai dengan boxnya. Membiarkan tidur satu kamar. Saat Hanan masuk ke kamar, Nahla sudah di kamar mandi. Dikunjungi pasca melahirkan ternyata rasanya begini. Walaupun sempat takut dan kurang percaya diri, akhirnya malam indah itu terlewati juga.
"Ya ampun ... bekas isepan dia semua," gumam Nahla mendapati dirinya di depan kaca. Selain berantakan, terdapat banyak tanda gemas di tubuhnya berkerlipan.
Lumayan lama di kamar mandi, kembali ke ranjang menemukan suaminya yang sudah terkantuk-kantuk setelah full isi daya. Nahla menyusul ke ranjang, Hanan menyambutnya dengan pelukan hangat.
"Tidur sayang, mumpung Kai pules," kata Hanan setengah terpejam. Hatinya begitu damai, jiwanya tenang tidur pun pulas. Petualangan mereka malam ini berakhir manis. Sungguh bila syahwat di tempatkan di pihak yang halal, begitu damai rasanya. Seakan dunia miliknya berdua.
"Hmm," jawab Nahla sambil merem. Saling memeluk semalaman. Perempuan itu kembali terjaga saat Kai bangun minta ASI, dan ajaibnya Hanan ikut bangun untuk menemani istrinya.
__ADS_1
"Kamu tidur sayang, biar Kai aku yang jaga, nanti aku pindah ke box," ujar Hanan pengertian sekali. Perempuan itu mengiyakan dengan senang hati. Bahkan yang bertugas menutup pakaiannya setelah Kai kenyang diberi ASI. Nahla benar-benar tertidur begitu saja.