JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Siluman Buaya


__ADS_3

Selain memiliki beberapa kapal dan perahu, dia juga merupakan orang yang dihormati di pelabuhan.


"pesilat, anda datang di waktu kurang tepat jika ingin menyeberang sungai..." kata Kakek itu ketika mengetahui maksud Gus Mukhlas ingin ke Mallorca, “Anda lihat para pedagang saat menuju kemari bukan? Semua orang ingin menyeberang tetapi tidak bisa."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Mungkin aku bisa membantu." Tanya Gus Mukhlas.


"Aih, Sebenarnya ini karena seminggu yang lalu tiba-tiba muncul seekor siluman di perairan ini..." jawab Kakek itu lesu.


Asrul menaikkan alisnya, dia tentu sedikit kaget mendengar kata siluman. Gus Mukhlas menyadari reaksi muridnya itu, "Asrul, tidak perlu khawatir, Siluman yang dimaksud tidak seperti di dongeng-dongeng." Kata Gus Mukhlas sambil menepuk pundak Asrul.


Asrul tersenyum tipis, pada kehidupan sebelumnya dia sudah berkelana ke banyak tempat tentu dia memahami maksud Gus Mukhlas.


Jika siluman dalam dongeng-dongeng adalah hewan atau tumbuhan yang bisa menjelma menjadi manusia serta memiliki kesaktian yang tinggi, siluman di dunia nyata sedikit berbeda.


Siluman adalah sebutan untuk makhluk-makhluk yang telah hidup cukup lama dan telah menyerap energi alam. Tubuh mereka akan mengalami perubahan, biasanya menjadi lebih besar atau memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dan seringkali memiliki kemampuan gaib seperti menyemburkan api atau mengeraskan tubuhnya seperti baja.


Dari pengalaman kehidupan lalunya, Asrul mengetahui para siluman setidaknya dibagi menjadi dua jenis, pertama adalah makhluk buas yaitu makhluk yang belum sepenuhnya menjadi siluman tetapi memiliki kekuatan yang jauh diatas makhluk liar biasa.


Ketika makhluk menjadi siluman, mereka akan memiliki sesuatu dalam tubuh mereka yang disebut sebagai Permata Siluman. Semakin kuat dan tua siluman maka semakin besar juga Permata Siluman yang ada di dalam tubuhnya.


Siluman paling lemah sekalipun selama memiliki Permata Siluman di dalam tubuhnya akan memiliki kekuatan yang mengimbangi pesilat ternama.


Biasanya Siluman diburu karena bagian tubuh mereka menjadi bahan yang bagus untuk membuat peralatan dan pusaka, serta Permata Siluman selain digunakan untuk membuat pusaka juga bisa membantu meningkatkan tenaga dalam seseorang seperti obat ajaib.


Masalahnya tidak semua orang mampu menggunakan Permata Siluman untuk meningkatkan tenaga dalam tanpa efek samping. Jika tidak hati-hati, manusia yang menyerap kekuatan Permata Siluman untuk tenaga dalam, bagian tubuhnya bisa berubah wujud dan membuatnya terlihat tidak seperti manusia lagi.

__ADS_1


Pada kehidupan sebelumnya berkat memburu banyak siluman dan menyerap Permata Siluman mereka dengan Kitab Al Hikmah, Asrul mampu memiliki tenaga dalam yang kuat dalam waktu singkat.


"Siluman ini berbentuk buaya berwarna putih dan sudah menenggelamkan beberapa kapal. Kami sudah meminta pemerintah setempat mengurusnya tetapi belum ada tanggapan." Kakek itu menceritakan semuanya.


Gus Mukhlas merenung setelah mendengar kisah tersebut. Asrul memahami alasan Gus Mukhlas bereaksi demikian.


Pada dasarnya kota Bukit Siguntang termasuk wilayah yang paling sedikit populasi silumannya dibandingkan kota lain di Pulau Andalas. Selain itu siluman biasanya bermukim di tempat tertentu saja, dalam kota Bukit Siguntang biasanya para siluman dapat ditemukan di Hutan Sabana dan Bukit Hewan liar.


Jika ini adalah kota Gandus maka kejadian ini tidak terlalu di herankan karena di sana jumlah siluman begitu banyaknya sampai padepokan dunia persilatan di sana mampu memelihara siluman dan menjadikan siluman sebagai kekuatan tempur mereka.


Satu-satunya alasan kota Gandus yang begitu kuatnya belum bisa menguasai seluruh Pulau Andalas adalah karena mereka disibukkan masalah siluman yang tiada habisnya.


"Tidak mungkin siluman muncul tiba-tiba tanpa alasan..." gumam Gus Mukhlas pelan.


Asrul setuju dengan Gus Mukhlas, namun disisi lain seharusnya tidak ada kelompok di kota Gandus yang mampu mengendalikan siluman dan mereka melepaskannya di sungai ini juga tidak mendapatkan keuntungan kecuali ada seseorang yang ingin mereka hambat.


Gus Mukhlas akhirnya memutuskan untuk memeriksa langsung siluman buaya ini, "Paman, Aku ingin membeli sebuah perahu kecil untuk memeriksa perairan ini."


Ketika Gus Mukhlas mengeluarkan koin emas, Kakek itu menolak uang tersebut.


"Pesilat, anda ingin menolong kami dan memeriksa makhluk itu saja berarti mengambil resiko besar. Aku tidak berani menerima uangmu."


Gus Mukhlas mengangguk pelan, dia senang setidaknya kakek ini memiliki pemahaman yang baik jadi tidak sia-sia jika Gus Mukhlas menolong mereka.


"Guru, Biar aku ikut membantumu." Asrul bersemangat namun tentu saja Gus Mukhlas menolak ide tersebut.

__ADS_1


"Asrul, Guru akan pergi sendiri.." Gus Mukhlas mengelus lembut kepala Asrul.


Andaikan makhluk berwujud ini sungguh siluman, belum tentu Gus Mukhlas bisa menghadapinya di tengah sungai namun Gus Mukhlas yakin masih mau melarikan diri jika situasinya berbahaya hanya saja akan sulit baginya jika Asrul ikut bersamanya.


Pelabuhan menjadi ramai ketika kabar tentang Gus Mukhlas akan berlayar untuk mencari siluman buaya tersebar. Para pedagang menjadi antusias saat mengetahui Gus Mukhlas adalah seorang pesilat ternama.


"Imam sorban dari Bukit Siguntang, tidak kusangka bisa melihatnya di tempat ini!"


"Aku sudah lama mendengar tentang Imam Gus Mukhlas, dia masih begitu muda namun sangat berbakat."


"Lihat keberaniannya, dia sungguh pesilat sejati."


Telinga Asrul menjadi sedikit gatal karena semua pedagang ini memuji gurunya namun dia memahami alasan mereka semua berkata demikian karena berharap Gus Mukhlas bisa menyelesaikan masalah mereka.


Gus Mukhlas menaiki sebuah perahu kecil dan mulai mendayung. Asrul bersama semua orang lainnya menatapnya dengan berbagai macam perasaan, Asrul merasa cukup khawatir.


"Aku yakin Guru memiliki kemampuan untuk menghadapi siluman namun makhluk air seperti ini sulit dihadapi di tempat kekuasaannya..." Asrul hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja.


Gus Mukhlas terus mendayung, dia telah menyeberangi separuh sungai tetapi tidak terjadi apapun. Gus Mukhlas menghentikan perahunya di tengah sungai dan mulai melihat ke sekitarnya dengan pedang di tangan. Gus Mukhlas menunggu selama beberapa saat namun tidak ada yang terjadi.


"Apa mungkin siluman itu sudah pergi?"


"Bisa jadi, sungai ini begitu panjang, tidak ada alasan dia terus tinggal di sekitar sini." Beberapa orang mulai berdiskusi ketika melihat sungai di hadapan mereka begitu tenang. Asrul bisa mendengar ada pemilik kapal yang berniat mulai menyeberangkan penumpang.


"Untunglah tidak ad-..." Asrul baru ingin bernafas lega saat tiba-tiba sungai di depannya berguncang hebat dan menimbulkan ombak.

__ADS_1


Banyak orang menjadi histeris dan bergerak menjauh dari tepi sungai namun Asrul tetap berdiri di tempatnya. Pandangan Asrul terpaku pada perahu Gus Mukhlas.


__ADS_2