JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Menjual Separuh Hasil Panen


__ADS_3

"Tuan Asrul tidak perlu sungkan, ini bisa dibilang hadiah dari Asosiasi atas keberhasilan anda menjadi Imam Padepokan Kun-Billah, anda akan tercatat sebagai Imam termuda di sepanjang sejarah dunia persilatan." Anita tertawa kecil.


Anita mengingatkan agar dua pil tersebut dikonsumsi oleh Asrul sendiri. Kedua pil tersebut sangat berharga, bahkan Asosiasi kitab suci sekalipun tidak mudah mendapatkannya. Asosiasi mengetahui potensi besar yang dimiliki Asrul sehingga ingin mendukung perkembangannya agar suatu hari Asrul bisa mengulurkan bantuan juga saat diperlukan.


Asrul diam cukup lama sebelum setuju, dia memang membutuhkan dua pil ini untuk mempercepat pencapaian tujuannya. Dia masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai kualitas Tulang yang dia butuhkan, bisa jadi sepuluh tahun.


Andaikan Asrul mulai mengumpulkan tenaga dalam menggunakan ilmu dari Kitab Al Hikam, dengan kualitas tulangnya saat ini, Asrul berlatih setiap hari pun selama setahun sepertinya hanya bisa mendapatkan sepuluh lingkaran tenaga dalam.


Pil Bulan Emas akan membantu Asrul mendapatkan tenaga dalam yang mengimbangi latihannya selama beberapa tahun dan Pil Bulan Kejora akan mempercepat dirinya mencapai kualitas tulang yang dia inginkan.


"Jika demikian aku tidak akan sungkan, aku berterima kasih pada Tuan Arkha atas pemberiannya ini."


Selesai membahas soal kedua pil tersebut, Asrul membawa Anita menemui Taimiyah untuk membicarakan transaksi Ginseng.


Pertemuan tersebut tidak berlangsung lama karena Taimiyah tidak berusaha mencaritahu latar belakang Anita selama dia mampu memberikan koin emas dalam jumlah banyak sementara Anita juga menutup diri. Mereka segera mencapai kesepakatan harga untuk Ginseng dan Anita akui, dia terkejut dengan jumlah persediaan yang sudah disiapkan untuk dijual oleh Taimiyah.


Ketika menyadari koin emas yang dibawanya hanya cukup untuk membayar separuh Ginseng yang berniat dijual, Anita merasa sedikit malu serta canggung.


"Nona Anita tidak perlu terlalu memikirkannya, ini wajar mengingat Nona tidak mengetahui jumlah yang ingin kami jual. Ambil yang kalian mampu bayar dan sisanya bisa ditransaksikan lain waktu." Asrul menenangkan Anita yang mulai terlihat panik.


Taimiyah merasa puas dengan transaksi tersebut, sebelumnya dia merasa ragu ada kelompok tunggal yang mampu membeli semua hasil panen mereka. Asosiasi kitab suci mampu membeli separuh hasil panen mereka sebulan terakhir sudah cukup bagus.


Asrul sudah menyarankan pada Taimiyah untuk memanen dalam jumlah tertentu agar Ginseng tetap dapat tumbuh serta bertambah tua. Menurut perhitungan Asrul, selama Taimiyah mengikuti pola ini maka bisnis Ginseng ini dapat bertahan tiga sampai lima puluh tahun lagi.

__ADS_1


Ginseng yang tidak terjual dapat digunakan untuk para murid padepokan Kun Billah, terutama mereka yang masih berusia dibawah 15 tahun agar bakat mereka lebih terasah serta memiliki kekuatan tambahan yang tidak mengandalkan tenaga dalam.


Meskipun Ginseng dapat meningkatkan kualitas tulang, hanya mereka yang memiliki ilmu seperti Pembentukan kultivasi yang dapat melakukannya namun Ginseng tetap memperkuat tulang serta meningkatkan kekuatan fisik mereka seperti yang terjadi pada Siti Adawiyah misalnya.


Dengan rutin mengkonsumsi Ginseng dan mengolahnya demi memperkuat organ-organ tubuhnya, Siti Adawiyah memiliki potensi hidup lebih lama serta kekuatan fisik yang membebaninya pun mulai lebih mudah dikendalikan.


Anita hanya akan bertanggung jawab atas transaksi pertama, yang berikutnya akan datang adalah orang kepercayaannya dalam asosiasi mengingat informasi tentang Ginseng sebaiknya tidak bocor.


Anita dan anggota Asosiasi kitab suci lainnya kembali ke Mallorca bersamaan dengan kereta kuda keluarga kerajaan.


Kabar mengejutkan seolah tidak ada habisnya beberapa waktu terakhir, selepas Siti Adawiyah menetap sebagai murid padepokan Kun Billah, sebuah kabar lainnya mengejutkan Padepokan tersebut.


Sebenarnya bukan sebuah kabar yang mengejutkan seperti dua kabar sebelumnya jika bukan karena orang yang terlibat dalam kabar ini adalah Gus Mukhlas.


Gadis-gadis yang menjadi penggemar Gus Mukhlas menjadi murka dan memulai keributan sampai Taimiyah bersama belasan Tetua Pedang harus turun tangan untuk menenangkan mereka.


Asrul tidak menduga reaksi mereka akan sejauh itu, sampai membuat Wenny berpikir untuk membatalkan pernikahan karena khawatir terjadi sesuatu dengan Gus Mukhlas.


"Wenny, kau tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja." Gus Mukhlas menenangkan calon istrinya.


Asrul menggelengkan kepala pelan sementara Siti Adawiyah merasa syok karena kejadian tersebut, ini pertama kalinya dia melihat peristiwa seperti itu.


"Asrul, apakah pernikahan selalu seseram ini? Jika iya, aku tidak ingin menikah."

__ADS_1


Asrul hanya terbatuk pelan, tidak mengetahui harus menjawab seperti apa pada Siti Adawiyah.


Beberapa minggu kemudian Gus Mukhlas dan Wenny melangsungkan acara pernikahan yang sederhana di Markas Tapak Suci. Pernikahan bukan sesuatu yang baru di padepokan Kun Billah, setiap bulan pasti ada setidaknya satu orang yang mengadakan pernikahan namun Gus Mukhlas dan Wenny sangat menarik perhatian dari kejadian beberapa minggu lalu.


Gus Mukhlas hanya mengundang orang-orang yang cukup dekat dengannya seperti Imam Airish dan beberapa orang lainnya, Wenny juga mengundang beberapa orang dekatnya yang ikut bahagia atas pernikahannya.


Asrul tidak pernah melihat ekspresi Gus Mukhlas yang nampak begitu bahagia di samping Wenny, akhirnya dua orang yang saling mencintai sejak masa kecil ini bisa bersatu.


Beberapa minggu terakhir Asrul dan Siti Adawiyah sama-sama sibuk membantu persiapan pernikahan tersebut. Siti Adawiyah terlihat begitu antusias meskipun sebagian besar tugasnya dikerjakan oleh dua dayang yang mengikutinya.


Upacara pernikahan tersebut berjalan lancar, gubernur Mallorca yang baru pun, Mbah Jena memberikan ucapan selamat berserta hadiah meskipun tidak bisa datang secara langsung.


Beberapa hari setelah pernikahan berlangsung, Taimiyah mendatangi Markas Tapak Suci.


"Gus Mukhlas, Asrul, kalian berdua ikut denganku." Taimiyah tidak banyak memberi penjelasan, dia hanya membawa keduanya menuju kediamannya.


"Aku akan membawa kalian ke suatu tempat dan kalian tidak boleh membocorkan lokasi tempat ini pada siapapun, mengerti?" Gus Mukhlas dan Asrul mengangguk serempak meskipun keduanya masih sama-sama kebingungan. Taimiyah membuka sebuah pintu rahasia yang ada di kediamannya, dia menuntun keduanya memasuki pintu tersebut.


Di balik pintu rahasia ada sebuah tangga yang menurun ke bawah, ternyata ada sebuah tempat rahasia yang dibangun di bawah kediaman Ketua padepokan.


"Tempat ini hanya diketahui oleh mereka yang menjadi Ketua Padepokan Kun-Billah, kalian berdua akan menjadi penerusku sehingga bisa mengetahui keberadaan tempat ini." Taimiyah menjelaskan.


Meskipun berada di bawah tanah tetapi lokasi ini tidak kekurangan cahaya, terdapat batu-batu mulia yang memancarkan cahaya dalam gelap menempel di sepanjang dinding sebagai penerangan.

__ADS_1


__ADS_2