JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Persiapan Melawan Kelompok Aliran Keras


__ADS_3

"Selama kedua petinggi kelompok Aliran Keras tidak datang bersamaan, Guru rasa bisa mengatasinya." Gus Mukhlas cukup yakin dengan kemampuannya.


Wanita paruh baya itu jelas terkejut mendengar pernyataan Gus Mukhlas, dia tidak terlalu memahami dunia persilatan tetapi wanita itu mengetahui pimpinan kelompok Aliran Keras yang mengancam kota mereka sangat kuat.


"Tuan musafir mohon bantu kami!" Wanita itu memohon.


Gus Mukhlas mengangguk pelan, dia menjelaskan agar wanita ini tidak mengatakan pada siapapun tentang niat mereka untuk membantunya. Gus Mukhlas harus mempelajari dulu situasinya dan juga menyusun strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.


Selepas menyantap hidangan, Gus Mukhlas kembali ke kamarnya untuk memulihkan kondisinya. Gus Mukhlas berpikir kemungkinan dia harus menghadapi pesilat yang memiliki kemampuan mengimbanginya sehingga Gus Mukhlas harus sebisa mungkin menjaga kondisi tubuhnya agar tetap prima.


Asrul kembali ke kamarnya juga dan mulai berlatih pernafasan untuk memperkuat dirinya. Asrul memang tidak bisa membantu Gus Mukhlas untuk berhadapan dengan petinggi Kelompok Kapak Merah dengan kemampuannya sekarang tetapi setidaknya dia bisa mengurangi beban Gus Mukhlas dengan menghabisi sebanyak mungkin anggota kelompok Aliran Keras berkemampuan pesilat kelas satu ke bawah.


Badai sungguh datang, hujan turun dengan deras disertai angin kencang dan petir. Badai berlangsung selama dua hari tanpa henti, keuntungan dari badai ini adalah kelompok Aliran Keras belum menampakkan diri, pastinya sulit mereka berpergian dalam cuaca seburuk ini.


Gus Mukhlas telah memulihkan kondisinya sampai menjadi prima kembali setelah terakhir kali menghadapi siluman buaya. Setelah itu Gus Mukhlas memusatkan perhatiannya untuk meningkatkan tenaga dalam yang dimilikinya. Selain keluar untuk makan dan mandi, Gus Mukhlas mengurung diri di dalam kamarnya.


Asrul bertindak serupa, selain makan dan membersihkan diri, dia mengurung diri di kamar dan terus meningkatkan kultivasinya.


Biasanya Asrul hanya melatih pernafasan selama satu jam setiap harinya namun dua hari terakhir dia melatih pernafasan selama tiga jam setiap harinya.

__ADS_1


Kekuatan fisik Asrul meningkat pesat dalam dua hari ini sampai ke tahap dia hampir tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.


"Jika penambahan kekuatanku terus seperti ini maka saat diriku mencapai great grand master, kekuatanku akan mengimbangi pesilat ternama meskipun tidak memiliki tenaga dalam..." Asrul begitu bersemangat merasakan kekuatan barunya.


Asrul memang pernah mendengar ada beberapa pesilat dalam sejarah yang mampu mencapai puncak dunia persilatan hanya mengandalkan murni kekuatan fisik mereka tanpa bantuan tenaga dalam. Sebenarnya Asrul merasa itu mustahil tetapi sekarang dia bisa merasakan sendiri bahwa itu mungkin.


Perbedaannya para pesilat dalam legenda ini menghabiskan waktu puluhan tahun untuk menjadikan tubuh mereka begitu kuat sementara Asrul dalam tiga tahun sudah melebihi pesilat kelas satu pada umumnya dan yang terpenting usianya belum mencapai 30 tahun!


Pada hari keempat Gus Mukhlas dan Asrul berada di kota ini, badai mulai mereda. Meskipun hujan masih turun dengan lebatnya tetapi sudah tidak ada lagi petir.


Biasanya ketika badai berlalu, semua orang akan dipenuhi kegembiraan karena bisa beraktivitas lagi seperti semula namun penduduk kota ini justru sedih dan merasa terancam.


Selama beberapa hari terakhir badai melindungi mereka dari kedatangan Kelompok Aliran Keras yang berniat membunuh mereka semua yang tersisa. Tidak satupun warga bisa tenang menghadapi masalah yang datang, para penjaga kota yang tersisa juga merasa lesu karena merasa nyawa mereka tidak akan bertahan lama lagi.


Asrul menggelengkan kepalanya, "Guru, Murid bisa berguna dan membantu guru menghabisi para anggota kelompok Aliran Keras Kelas teri. Guru bisa menyimpan tenaga untuk menghadapi pimpinan mereka."


Gus Mukhlas tidak menginginkan Asrul terlibat dalam bahaya tetapi Asrul mengingatkan kembali bahwa siluman seratus tahun sekalipun tidak membuatnya takut apalagi hanya para anggota kelompok Aliran Keras yang kemampuannya pesilat kelas satu ke bawah.


"Jika dipikir lagi, Asrul bahkan tidak gentar saat berhadapan dengan para pembunuh dari Silver Hawk..." Gus Mukhlas sadar cepat atau lambat Asrul akan terlibat dalam banyak pertempuran berdarah sebagai orang yang hidup di dunia persilatan namun tetap saja bagi Gus Mukhlas, Asrul masih begitu muda.

__ADS_1


Gus Mukhlas yakin di aliran hitam sekalipun pemuda yang seusia Asrul pernah membunuh pasti bisa dihitung dengan jari dan yang membunuh sebanyak Asrul tidak akan bisa ditemukan.


"Guru tidak perlu khawatir, meskipun murid membunuh sejak usia muda tetapi murid tidak akan pernah melupakan akar murid dari aliran putih dan semua ajaran guru..." Asrul bisa memahami kekhawatiran Gus Mukhlas, dia sendiri jika di posisi Gus Mukhlas pasti akan memikirkan hal yang sama.


Asrul bisa bersikap seperti ini karena dia memiliki mental berusia 123 tahun. Asrul yakin manusia biasa tidak akan mampu membunuh sepertinya pada usia 23 tahun.


Gus Mukhlas memiliki satu kekhawatiran lain yaitu Asrul akan mengumpulkan aura pembunuh dalam jumlah besar jika terus bertindak demikian. Saat itu terjadi, orang akan memandang buruk diri Asrul dan Gus Mukhlas tidak menginginkan itu.


Jika seseorang dari aliran putih memiliki aura pembunuh yang terlalu kuat, mereka akan sulit diterima dan seringkali didiskriminasi oleh pendekar sesama aliran putih.


Tidak semua pendekar menginginkan aura pembunuh karena itu ada cara untuk mengurangi aura pembunuh yang menyelimuti tubuh. Gus Mukhlas juga menggunakan metode ini, selama setahun lebih dia berada di Bukit Siguntang untuk mengajari Asrul, aura pembunuhnya sudah banyak berkurang.


"Asrul memiliki jiwa pengembara dan sepertinya dia tidak peduli dengan aura pembunuh yang menyelimutinya, apalagi dia sudah belajar menyembunyikan aura pembunuh pada usia begitu muda..." batin Gus Mukhlas.


Teknik untuk menyembunyikan aura pembunuh lebih sulit dikuasai daripada metode mengikis aura tersebut, melihat Asrul memilih menyembunyikan dan tidak mengurangi aura tersebut, Gus Mukhlas menilai muridnya memang mengumpulkan aura tersebut.


Aura pembunuh memang memiliki beberapa kegunaan yang menguntungkan, salah satunya adalah menakuti lawan bahkan jika aura pembunuh seseorang mencapai tingkat yang mengerikan bukan tidak mungkin membuat orang yang bermental lemah kehilangan kesadaran hanya mengandalkan aura pembunuh tersebut.


"Asrul. Sebisa mungkin tidak perlu membunuh para anggota kelompok Aliran Keras ini, kau cukup melumpuhkan mereka dan nantinya kita serahkan mereka pada kepala desa." Gus Mukhlas berpesan.

__ADS_1


Asrul mengangguk pelan tetapi tidak berencana membiarkan satupun anggota kelompok Aliran Keras yang menjadi lawannya nanti tetap hidup. Dugaan Gus Mukhlas memang benar, Asrul berniat mengasah aura pembunuhnya karena pada kehidupan sebelumnya dia sudah merasakan sendiri kegunaan dari aura pembunuh dalam pertarungan.


Di sisi lain, Asrul tidak percaya pada pihak berwenang. Dia tidak ingin mengambil resiko membiarkan para anggota kelompok Aliran Keras ini hidup dan lepas kemudian hari. Asrul merasa ketika mereka bebas kembali, kecil kemungkinan para anggota kelompok Aliran Keras ini akan mengubah jalan hidup mereka karena itu lebih baik menghabisi mereka dan mengurangi masalah di masa depan.


__ADS_2