JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Hukuman Untuk Bruno


__ADS_3

Sebenarnya banyak yang ingin Taimiyah dan Gus Mukhlas bicarakan dengan Asrul, terutama karena Asrul menunjukan beberapa hal seperti kembang api perak serta pendekar raja misterius yang melindunginya. Hal-hal tersebut menimbulkan banyak tanda tanya, namun Gus Mukhlas maupun Taimiyah mengerti bahwa Asrul membutuhkan istirahat.


Jika bukan karena tingkat great grand master serta organ-organ tubuhnya diperkuat oleh Ginseng, Asrul tidak akan memiliki stamina yang cukup untuk membuatnya tetap berdiri setelah melakukan pertarungan semalam bahkan lebih tepatnya stamina miliknya mungkin beberapa kali lipat lebih besar daripada Gus Mukhlas sekalipun setelah melihat kondisinya yang masih stabil.


Asrul membersihkan diri dan menganti pakaiannya sebelum tertidur lelap di ruangannya, dia mengetahui banyak yang akan terjadi selama dirinya tidur tetapi Asrul memang merasa kelelahan.


Yang pertama gubernur Mallorca lakukan saat istana kembali aman adalah mengeluarkan perintah penangkapan Bruno, gubernur Mallorca begitu murka dan menyuruh beberapa pendekar untuk menjebloskan Bruno ke tahanan namun ternyata semua telah terlambat.


Mungkin karena menyadari rencananya akan gagal, Bruno sudah lama meninggalkan kediamannya. Bruno bahkan tidak membawa istri, selir ataupun anak-anaknya. Bruno menghilang seolah ditelan bumi tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.


Gubernur Mallorca merasa kecewa sekaligus khawatir, dia merasa Bruno akan menjadi masalah di masa depan namun saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Masih banyak hal mendesak yang perlu perhatian gubernur Mallorca, paling utama adalah membersihkan istana.


Jumlah korban yang jatuh ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan semua orang. Kediaman Mbah Jena nyatanya relatif paling sedikit korbannya.


Kediaman Mbah Jena kehilangan 40% pelayan, dayang serta kasim yang berdiam di sana, serta separuh lebih pendekar dari berbagai sekte serta keluarga Bangsawan yang menetap di sana.


Ternyata di kediaman lain kondisinya lebih parah, beberapa Pangeran terbunuh dan seluruh penghuni kediaman mereka dihabisi sampai tidak tersisa seorangpun. Pasukan penjaga istana kehilangan sekitar tiga perempat anggota mereka dan dua dari tiga komandan tertingginya terbunuh, hanya tersisa Jendral Zeni yang kini dalam kondisi kritis.

__ADS_1


Tidak berlebihan jika menyebut peristiwa ini sebagai bencana paling besar yang pernah menerima keluarga Mallorca, yang paling mengecewakan adalah kejadian ini disebabkan oleh salah satu Pangeran kota Mallorca sendiri.


Pemukiman warga cukup jauh dari Istana sehingga tidak ada warga yang menyadari Istana diserang namun warga yang masih bangun di tengah malam sempat melihat langit berubah warna menjadi keperakan selama beberapa saat.


Ketika kabar ini akhirnya beredar di Mallorca, para warga menjadi panik. Hanya butuh waktu sejenak sebelum kabar itu tersebar luas ke seluruh penjuru dan menjadi berita paling menggemparkan di tahun tersebut. Mereka yang berasal dari dunia persilatan pun menanggapi kabar ini dengan serius.


Ditengah semua kehebohan tersebut yang paling terkejut justru Asosiasi Intelijen Mafia, biarpun kelompok mereka mendukung Bruno namun tidak satupun orang mereka yang berada di Mallorca karena keberadaan tiga kelompok terkuat aliran putih di sana.


Kelima petinggi Asosiasi Intelijen Mafia memutuskan berkumpul untuk membahas kejadian tersebut. Jelas para petinggi ini tidak senang karena Bruno bertindak gegabah, mereka memutuskan untuk mencaritahu lebih jauh perkara ini serta keberadaan Bruno.


Sesuai perkiraan Asrul, Organisasi Silver Hawk yang kehilangan hampir seluruh anggota inti akhirnya tidak bisa lagi bertahan. Para pembunuh topeng emas, perak serta perunggu yang tidak ikut dalam penyerangan telah mendengar kabar kematian Albert dari seorang pembunuh topeng darah.


Biarpun banyak anggota yang mendesak pembunuh topeng darah yang tersisa menjadi Ketua baru dan membangun ulang organisasi ini dari awal tetapi pembunuh tersebut menolak.


Pada akhirnya mereka melepaskan topeng dan menempuh kehidupan berbeda, ada yang menjadi perampok, ada yang tetap menjadi pembunuh bayaran dan ada juga anggota yang memilih mengubah haluan menjadi penjaga yang bekerja untuk keluarga kaya.


Organisasi Silver Hawk akhirnya bubar beberapa tahun lebih cepat karena kejadian ini, Asrul sendiri tidak mengetahui ini adalah sesuatu yang baik atau buruk.

__ADS_1


Menghilangnya Bruno dari Istana membuat Mbah Jena resmi menjadi gubernur Mallorca generasi berikutnya, belum lagi Pangeran lain yang bisa bersaing dengan Mbah Jena telah terbunuh dalam kejadian mengerikan tersebut.


Meskipun posisinya menjadi kokoh, Mbah Jena tidak menunjukan kesenangan sedikitpun. Mbah Jena kehilangan begitu banyak saudara dan rekannya akibat serangan malam tersebut. Dalam perebutan tahta ini dirinya kehilangan terlalu banyak, jika bukan karena Siti Adawiyah berada di sisinya mungkin sudah lama Mbah Jena merasa depresi.


Bukan hanya Mbah Jena, gubernur Mallorca pun merasa sangat tertekan akibat kejadian ini. Biarpun nyawanya selamat namun beban pikiran yang ditanggungnya membuat kondisi kesehatan gubernur Mallorca menurun, dia meminta Perdana Menterinya untuk mempersiapkan pengangkatan Mbah Jena sebagai penggantinya dalam satu bulan.


gubernur Mallorca merasa sebaiknya Mbah Jena segera diangkat menjadi gubernur Mallorca generasi berikutnya yang sah agar dirinya mendapat dukungan dari banyak pihak. Lagipula gubernur Mallorca mendengar beberapa waktu terakhir reputasi Mbah Jena di kalangan Padepokan aliran putih mengalami peningkatan yang signifikan karena sumber daya yang berhasil dia dapatkan.


Istana menjadi sangat sibuk, mereka kehilangan begitu banyak orang dan banyak hal yang harus mereka urus setelah penyerangan tersebut, terutama masalah pemakaman yang layak untuk semua korban serta santunan bagi keluarga korban.


Taimiyah dan Gus Mukhlas juga tidak bisa bersantai, mereka menggunakan tenaga dalam untuk membantu pendekar-pendekar lain yang mengalami luka serius.


Puluhan pendekar yang berhasil bertahan hidup sedang dalam kondisi kritis, mereka mampu bertahan berkat obat-obatan yang Mbah Jena dapatkan dari Asosiasi kitab suci serta tenaga dalam dari pendekar lain yang membantu pemulihan mereka.


Asrul yang merasa lebih segar setelah tidur beberapa jam menyadari situasi kediaman Mbah Jena dan istana secara keseluruhan sedang sangat sibuk. Tanpa ada yang mengetahui, Asrul diam-diam meninggalkan istana.


"Guru dan Ketua pasti sedang merawat pada pendekar yang kritis, aku belum memiliki tenaga dalam jadi sebaiknya aku ke Asosiasi kitab suci untuk meminta obat-obatan yang bisa membantu kondisi mereka." Tanpa tenaga dalam Asrul tidak bisa berbuat banyak, dia memilih untuk mendatangi Asosiasi kitab suci, selain berterima kasih atas bantuan yang dia dapatkan, dirinya juga ingin membeli obat-obatan.

__ADS_1


Satu hal yang sedikit menganggu Asrul adalah aura pembunuh di tubuhnya, semalam jumlah orang dia ambil nyawanya sulit untuk dihitung, belum lagi mereka semua merupakan pembunuh yang memiliki aura pembunuh yang besar juga.


__ADS_2