JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Kerjasama pertambangan


__ADS_3

Asosiasi kitab suci belum memiliki cukup kekuatan andai ada kelompok tertentu yang ingin mengincar semua sumber daya yang mereka miliki.


Anita menarikan kedua alisnya ketika melihat uang kertas yang diberikan oleh Asrul, dia tidak menduga Asrul akan memiliki uang sebanyak ini. Sekarang Anita sedikit menyesali karena mengatakan Asrul memiliki waktu tiga bulan untuk membeli 5% saham mereka.


"Tidak, uang ini tidak akan sepenuhnya membeli saham asosiasi. Aku ingin menggunakan uang ini untuk mendapatkan sumber daya." Asrul mengeluarkan kartu perak yang diberikan Anita sebelumnya, "Dengan kartu ini aku mendapatkan diskon sebesar 20% bukan?


Dua puluh ribu keping emas yang seharusnya menjadi diskon akan ku gunakan untuk membeli saham."


Anita menghela nafas, dia tidak mengetahui harus merasa senang atau sebaliknya mendapatkan transaksi sebesar ini, "Sumber daya seperti apa yang Tuan Muda inginkan?"


"Sebaiknya berupa pil, berikan juga penjelasan untuk setiap pilnya. Selain pil, berikan aku tanaman ajaib yang berkhasiat menambah tenaga dalam. Letakan semua dalam sebuah gerobak."


Anita mengangguk pelan dan meminta beberapa pelayannya untuk menyiapkan sumber daya senilai seratus ribu keping emas. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mengumpulkan semua barang tersebut dan menyusunnya pada sebuah gerobak.


"Tuan Muda, anda akan membutuhkan beberapa ekor kuda untuk menarik gerobak yang berisi semua barang ini." Anita melihat gerobak yang mereka sediakan dipenuhi dengan barang.


"Tidak perlu, aku akan menariknya sendiri." Asrul menarik gerobak itu dengan satu tangannya, dia meninggalkan Asosiasi kitab suci dan dengan cepat kembali ke Istana.


Mulut Anita terbuka lebar melihat Asrul mampu menarik beban yang begitu beratnya tanpa bantuan tenaga dalam.


"Nona, Bukankah ada yang berbeda dari dirinya sejak terakhir kali dia kemari?" salah satu pengawal yang melindungi Anita setiap waktu keluar dari persembunyiannya.


"Ya, aku menyadarinya. Tuan Muda Asrul menunjukan aura yang berbeda, dia terlihat seperti bangsawan tinggi bahkan seperti penguasa. Aku hanya pernah melihat satu orang yang memancarkan aura seperti itu." Anita mengangguk pelan.

__ADS_1


"Siapakah yang Nona maksud?"


"Yang Mulia Baron."


pengawal yang mendengar jawaban Anita langsung menahan nafasnya, sebenarnya Anita sama sulit percaya karena tidak ada orang biasa yang bisa memancarkan aura demikian.


"Mungkinkah kekuatan di belakang Tuan Muda Asrul ini berasal dari keluarga padepokan Tapak Suci?" Anita menghela nafas panjang, kepalanya terasa sakit karena masalah ini tetapi dia akhirnya memilih tidak terlalu memikirkannya lagi. Anita memerintahkan beberapa orang untuk memeriksa kebenaran informasi ketiga tambang tersebut.


Ketika Asrul kembali ke Istana, beberapa penjaga menghentikannya karena membawa gerobak yang penuh dengan barang-barang. Asrul mengeluarkan medali emas tetapi para penjaga tersebut tetap meminta untuk memeriksa isi gerobaknya.


"Semua barang ini milik Mbah Jena, kalian boleh memeriksanya tetapi jika terjadi sesuatu kalian harus menanggungnya." Asrul berkata dengan penuh percaya diri, membuat para prajurit menelan ludah mereka.


Saat para penjaga memeriksa gerobak Asrul, mereka menyadari beban yang dibawa gerobak itu sangat berat tetapi mereka semua melihat dengan mata mereka sendiri bahwa Asrul menarik gerobak itu hanya dengan sebelah tangan.


Para penjaga sudah mendengar Mbah Jena dan Zeni mengumpulkan banyak pesilat hebat di kediaman mereka. Hanya saja para penjaga tidak menduga Asrul yang terlihat masih begitu muda memiliki kekuatan yang luar biasa, Asrul mengingatkan mereka pada seseorang yaitu Siti Adawiyah.


"Tidak heran jika keduanya bisa dekat mengingat kekuatan mereka sama mengerikannya."


Para penjaga tidak lagi berani memeriksa muatan gerobak Asrul dan membiarkannya lewat. Mereka hanya bisa melihat Asrul menarik gerobaknya tanpa beban memasuki istana.


Yang pertama Asrul cari saat tiba di kediaman Mbah Jena adalah Taimiyah. Asrul tidak akan bisa tidur tenang jika membawa begitu banyak sumber daya berharga bersamanya.


"Asrul, tidak kuduga kau akan kembali secepat ini..." Taimiyah terkejut ketika mengetahui Asrul telah kembali, dia berpikir Asrul akan pergi beberapa hari sebelum membawa sumber daya senilai seratus ribu keping emas.

__ADS_1


Mulut Taimiyah terbuka lebar waktu melihat isi gerobak yang dibawa oleh Asrul padanya, semua merupakan pil serta sumber daya berharga yang berguna meningkatkan tenaga dalam. Andai bukit Siguntang mengumpulkan semua sumber daya yang mereka miliki pun belum tentu akan terkumpul sebanyak ini.


"Ketua, menurutmu ini bisa membantu Mbah Jena mendapatkan dukungan dari padepokan-padepokan lain?"


"Tentu saja! Tidak diragukan lagi! Mbah Jena pasti akan sangat gembira mengetahui ini."


Taimiyah begitu bersemangat sampai dia tidak menunda lagi menemui Mbah Jena untuk mengabarkan kedatangan sumber daya ini sementara Asrul kembali ke ruangannya dan berlatih Aura tasawuf.


Banyak pihak yang menduga kematian Baron dan musnahnya padepokan Tapak Suci akan menyebabkan kepanikan pada Mbah Jena.


Bruno pun merasa demikian sehingga meminta Asosiasi Intelijen Mafia mengurus padepokan Tapak Suci dengan iming-iming hadiah yang besar. Bruno sudah tertawa lepas melihat satu per satu orang maupun kelompok yang sebelumnya memberikan dukungan pada Mbah Jena mulai melangkah mundur serta mengambil jarak.


Satu hal yang di luar dugaan mereka adalah Mbah Jena tidak menunjukkan kepanikan, sebaliknya dia mengirimkan surat ke beberapa padepokan aliran lurus yang berada disekitar Mallorca.


Bruno menertawakan tindakan tersebut karena berpikir Mbah Jena melakukan tindakan putus asa. Hanya saja tawa Bruno tidak bertahan lama, seminggu setelah kematian Baron, perwakilan beberapa padepokan aliran putih datang ke Mallorca dan mencari Mbah Jena.


Tidak lama setelah pertemuan perwakilan ini dengan Mbah Jena, terdengar kabar bahwa perwakilan ini menunjukkan dukungan mereka pada Mbah Jena sebagai gubernur Mallorca sekaligus membentuk aliansi melawan Asosiasi Intelijen Mafia dan Organisasi Silver Hawk.


Kabar ini membuat gempar Mallorca dan seluruh dunia persilatan, Bruno menjadi panik ketika mendengarnya dan berusaha mencaritahu alasan semua itu terjadi.


Ditengah badai yang baru dimulai tersebut, Asrul berlatih dengan tenang. Selama seminggu terakhir dia terus mendalami Aura tasawuf dan berhasil mengubah seluruh aura pembunuhnya menjadi aura tasawuf. Mbah Jena memberikannya beberapa sumber daya juga yang berguna memperkuat kualitas tubuh tanpa mengetahui sebenarnya sumber daya yang didapat Mbah Jena berasal dari dirinya.


Butuh sepuluh hari bagi Gus Mukhlas untuk menyerap Pil Bulan Emas sepenuhnya, raut wajahnya menjadi cerah ketika meninggalkan kamarnya pertama kali. Pil tersebut berhasil menyembuhkan luka dalamnya secara sempurna.

__ADS_1


Taimiyah berdecak kagum melihat perubahan Gus Mukhlas sementara Asrul begitu gembira karena akhirnya berhasil menyelesaikan kekhawatirannya selama beberapa tahun terakhir.


Jika sebelumnya Gus Mukhlas memiliki kekuatan yang membuatnya menjadi satu dari dua puluh orang terkuat di bukit Siguntang, kini setelah luka dalamnya pulih dia memiliki kemampuan yang membuatnya berada dalam jajaran sepuluh ksatria terkuat bukit Siguntang


__ADS_2