JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Mengalihkan Perhatian


__ADS_3

"Kabar tentang Ketua Taimiyah dan Baron memiliki kemampuan yang hampir sama ternyata hanya lelucon..." Ketiga pembunuh menarik pedang pendek yang mereka miliki sekaligus meraih senjata rahasia mereka, bersiap untuk menyerang Taimiyah.


Salah satu pembunuh topeng darah tiba-tiba melemparkan satu senjata rahasia ke arah Taimiyah, senjata tersebut melesat begitu cepat sampai sulit dilihat oleh mata orang biasa.


Tanpa ketiga pembunuh itu bisa melihatnya, Taimiyah sudah menangkap senjata rahasia itu dengan dua jarinya.


"Ingin menyerang ku dengan mainan seperti ini? Terlalu cepat seratus tahun untuk melakukannya." Taimiyah tertawa lantang saat melihat pisau kecil diantara kedua jarinya, "Biar ku kembalikan padamu."


Taimiyah melemparkan kembali pisau kecil tersebut pada pembunuh topeng darah yang menyerangnya. Pisau itu terbang lebih cepat dari sebelumnya, pembunuh topeng darah itu hanya bisa menangkisnya dengan susah payah sambil mundur dua langkah.


"Mundur! kalian bukan lawannya." Suara yang berwibawa tiba-tiba terdengar, seketika itu juga muncul dua sosok diantara Taimiyah dan ketiga pembunuh topeng darah.


Taimiyah mengerutkan dahinya saat melihat seorang pembunuh bertopeng hitam dengan ukiran bunga emas bersama wanita yang berpakaian serba merah darah sambil menggunakan kerudung merah serta cadar untuk menutupi wajahnya.


Taimiyah bisa merasakan kekuatan keduanya berada pada tingkat Pendekar Raja, "Aku sepertinya tidak pernah mendengar tentang kalian berdua, bisa kalian perkenalkan diri?"


"Pemimpin dari Markas Mentari Senja, Seruni." Wanita bercadar merah menjawab.


"Ketua Organisasi Silver Hawk, Albert." Sebenarnya Albert tidak berniat mengenalkan diri tetapi melihat Seruni melakukannya dia mengikuti.


Senyum Taimiyah menipis, sebenarnya kemampuannya dengan Baron dari padepokan Tapak Suci tidak berbeda terlalu jauh meskipun Taimiyah lebih kuat tetapi selama beberapa minggu terakhir dirinya mendapatkan banyak sumber daya berharga dari Mbah Jena yang meningkatkan kemampuannya meskipun tidak signifikan.


Taimiyah bisa melihat kemampuan Albert berada di bawahnya cukup jauh meskipun mereka sama-sama pada tingkat Pendekar Raja, bahkan Albert lebih lemah dari Baron. Taimiyah menebak, Albert melakukan serangan tersembunyi untuk berhasil menghabisi Baron.

__ADS_1


Ketua Seruni lebih lemah lagi daripada Albert, Jika Taimiyah menghadapi mereka satu lawan satu, dia yakin dapat keluar sebagai pemenang tetapi kalau harus berhadapan dengan keduanya sekaligus, nyawanya sepertinya akan sulit dipertahankan.


"Ketua Albert, untunglah kita memutuskan untuk menyerang berdua." Seruni sadar kemampuan Taimiyah lebih hebat darinya dan Albert, hanya dia tidak menduga sejauh ini.


Taimiyah, Albert dan Seruni sama-sama pendekar yang sudah lama berada di dunia persilatan, meskipun belum bertukar serangan tetapi mereka bisa membaca kemampuan lawan dalam sekali lihat berdasarkan pengalaman mereka.


Albert akui dia setuju dengan Seruni, andai harus berhadapan satu lawan satu dengan Taimiyah maka dia akan memilih untuk mundur. Taimiyah memang terkenal di dunia persilatan, dikalangan Pendekar Raja, kemampuannya berada di posisi atas dan sepertinya Taimiyah hampir mencapai tingkat pendekar yang berikutnya.


Taimiyah mendengus kemudian melepaskan tenaga dalam, sebuah cahaya kebiruan memancar dari telapak tangan kanannya. Cahaya tersebut perlahan-lahan mulai membentuk sebuah pedang.


"Pedang dari tenaga dalam?!" Salah satu pembunuh topeng darah tidak bisa menahan keterkejutannya melihat pedang di tangan Taimiyah.


Ketika seorang pendekar mencapai tahap tertentu, mereka memang bisa mengalirkan tenaga dalam pada benda untuk memperkuat sekaligus mempertajam benda tersebut. Seorang pendekar tingkat tinggi dapat membelah batu karang menggunakan ranting pohon selama memiliki tenaga dalam yang cukup.


"Tidak perlu heran, nama Raja Pedang disematkan padanya karena dirinya mampu membuat pedang seperti itu sekaligus menggunakan tenaga dalamnya." Albert menenangkan anggotanya.


Biarpun pembunuh topeng darah merupakan pendekar bergelar, mereka belum bertemu banyak Pendekar Raja seperti Taimiyah apalagi melihat kemampuan yang bisa dilakukan oleh Pendekar Raja sehingga Albert bisa memaklumi anggotanya.


"Aku dan Seruni akan menyibukkannya, kalian urus Mbah Jena." Albert mengeluarkan dua pisau berwarna emas, berniat maju menyerang Taimiyah tetapi ternyata dia terlambat sekian detik.


Tanpa aba-aba, Seruni melemparkan beberapa jarum yang terikat pada benang merah ke arah Taimiyah. Jarum-jarum tersebut berwarna hitam, membuatnya sulit terlihat dalam kegelapan malam terlebih lagi warna hitamnya seperti tidak terbatas untuk kamuflase.


Taimiyah menangkis jarum-jarum tersebut menggunakan pedang tenaga dalamnya, dia membuat satu pedang lain yang digenggam tangan kirinya. Taimiyah juga tidak banyak basa-basi, dia menyerang Seruni dan Albert.

__ADS_1


Gerakan Taimiyah, Albert dan Seruni sulit diikuti oleh pendekar bergelar sekalipun, pertarungan ketiganya di halaman tidak berlangsung lama karena Albert dan Seruni mendesak Taimiyah untuk meninggalkan tempat tersebut. Mereka mencari tempat bertarung lebih luas, sekaligus menjauhkan Taimiyah dari Mbah Jena.


Suara keras terjadi setiap kali ketiganya melakukan pertukaran serangan, jurus-jurus yang digunakannya pun mengandung tenaga dalam yang dahsyat sehingga pertarungan ketiganya merusak bangunan di sekitar mereka.


Para pembunuh topeng darah berniat menyerang kediaman Mbah Jena setelah melihat Taimiyah sudah cukup jauh, namun seorang pendekar bersorban menghentikan mereka.


"Jika kalian berniat mencelakai Mbah Jena, maka kalian harus melewati jasadku dulu." Pendekar bersorban tidak lain adalah Gus Mukhlas.


Gus Mukhlas menyadari kedatangan Albert dan Seruni, dia menjadi khawatir karena mengetahui Taimiyah dalam posisi sulit. Gus Mukhlas memahami dengan kemampuannya sekarang dia hanya akan menjadi beban bukan membantu bagi Taimiyah sehingga yang bisa dia lakukan adalah memastikan keamanan Mbah Jena.


Gus Mukhlas menarik pedang dan mengalirinya dengan tenaga dalam, pedang tersebut segera memancarkan cahaya biru terang sebelum perlahan berubah menjadi aliran listrik yang kasat mata.


Para pembunuh topeng darah sudah berniat maju menyerang Gus Mukhlas, tetapi ketika melihat aliran listrik di pedangnya, mereka menghentikan langkahnya. "Dia sudah mencapai perubahan energi!"


Ilmu Tenaga Dalam memiliki beberapa tingkatan, salah satu tingkat tertinggi ilmu ini adalah 'perubahan energi' yaitu ketika seseorang mampu menyatukan tenaga dalamnya dengan energi alam semesta, membuatnya mampu mengendalikan unsur-unsur yang menciptakan dunia.


Dalam kota Mallorca yang kekurangan ilmu tenaga dalam tingkat tinggi memang jarang terlihat orang yang menguasai tenaga dalam sampai tahap ini. Ketika seorang pendekar mencapai tahap ini, mereka mampu menciptakan api atau unsur lain, dalam kasus Gus Mukhlas dia mampu menciptakan unsur petir.


Di tengah keraguan ketiga pembunuh topeng darah, tiga sosok lain memasuki halaman tersebut dan membuat para pembunuh Silver Hawk menjadi waspada.


Ketiga sosok yang datang memiliki kemampuan pendekar bergelar, satu orang berpakaian seperti kiyai sementara dua lainnya memakai jubah yang masing-masing berwarna biru dan merah.


"Imam Gus Mukhlas, anda baik-baik saja?" kata sosok yang menggunakan jubah merah sambil menarik pedangnya.

__ADS_1


__ADS_2