
"Ketua, sebenarnya apa yang terjadi? Bisakah memberitahu padaku?" tanya Gus Mukhlas.
"Tidak ada yang perlu ditutupi karena cepat atau lambat kau akan mengetahuinya, mengingat Mbah Jena pasti memintamu terlibat." Taimiyah tersenyum tipis, "Gus Mukhlas, Kau pasti pernah mendengar nama Asosiasi Intelijen Mafia bukan?"
"Asosiasi Intelijen Mafia? Bukankah mereka kelompok terkuat aliran hitam di dunia persilatan Mallorca?"
Gus Mukhlas tidak menduga akan mendengar nama Asosiasi Intelijen Mafia, tetapi yang lebih terkejut adalah Asrul terutama setelah mendengar penjelasan lanjutan dari Taimiyah.
"Benar, tidak ada Asosiasi Intelijen Mafia yang lain. Merekalah yang menjadi sebab dua dari empat padepokan yang sebelumnya setuju mendukung Mbah Jena memilih mundur. Kelompok tersebut sekarang menjadi pendukung terkuat Pangeran Bruno untuk menjadi Ketua Mallorca berikutnya.” Taimiyah menjelaskan.
Ketika Gus Mukhlas tidak bisa menutupi kekagetannya, Asrul yang duduk tidak jauh mendengarkan semua ini seolah disambar oleh petir.
Asrul tidak akan pernah melupakan Asosiasi Intelijen Mafia karena mereka adalah salah satu kelompok yang membuat Bukit Siguntang menghilang dari muka bumi pada kehidupan sebelumnya.
Asosiasi Intelijen Mafia begitu kuat sampai mereka jugalah yang bertanggung jawab atas musnahnya Bukit Siguntang.
Seharusnya sekarang saja kekuatan Asosiasi Intelijen Mafia sudah mengimbangi bahkan sedikit di atas Bukit Siguntang, saat Era Kekacauan mereka berhasil mendapatkan dua dari Tujuh Pusaka Penguasa Dunia. Asosiasi Intelijen Mafia menyerap banyak padepokan dan kelompok aliran hitam, membuat mereka menjadi begitu kuat.
"Tunggu dulu, seharusnya Asosiasi Intelijen Mafia tidak terlibat dengan perebutan tahta. Mengapa semua ini bisa terjadi?" Asrul menjadi begitu kebingungan.
Gus Mukhlas ternyata menanyakan hal serupa pada Taimiyah, alasan Asosiasi Intelijen Mafia membantu Bruno menjadi gubernur Mallorca.
__ADS_1
"Semua karena keluarga Kembang Bulan..." Taimiyah menggelengkan kepala pelan sebelum menjelaskan.
Keluarga Kembang Bulan adalah keluarga bangsawan yang menguasai sebagian besar bisnis di kota Mallorca. Posisi keluarga Kembang Bulan semakin kuat sejak Mbah Jena menikahi Halimah dan membangun aliansi antara dua keluarga.
Salah satu bisnis keluarga Kembang Bulan adalah menjual informasi, Taimiyah sendiri tidak mengetahui akar permasalahan yang membuat konflik antara keluarga Kembang Bulan dan Asosiasi Intelijen Mafia tetapi yang pasti keluarga Kembang Bulan memberikan banyak informasi tentang Asosiasi Intelijen Mafia pada padepokan dan kelompok aliran putih, membuat Asosiasi Intelijen Mafia mengalami kesulitan.
Keluarga Kembang Bulan juga menjalankan banyak bisnis dan mereka menggunakan pengaruh ekonomi mereka untuk menekan Asosiasi Intelijen Mafia.
"Asosiasi Intelijen Mafia tidak bisa menghancurkan keluarga Kembang Bulan karena setelah keluarga Kembang Bulan membagikan informasi berharga secara gratis, padepokan dan kelompok aliran putih akan bergabung untuk melindunginya ditambah Keluarga Mallorca tidak akan diam saja."
Taimiyah menambahkan Asosiasi Intelijen Mafia khawatir ketika Mbah Jena menjadi gubernur Mallorca berikutnya, posisi dan pengaruh keluarga Kembang Bulan akan semakin kuat. Sebab itulah Asosiasi Intelijen Mafia mendukung Bruno dengan syarat Bruno akan menghabisi keluarga Kembang Bulan setelah menjadi gubernur.
"Ketua, Jika demikian bukankah situasi Mbah Jena sangat tidak diuntungkan?" Gus Mukhlas menjadi sedikit panik ketika memahami situasinya.
Asosiasi Intelijen Mafia memang mendukung Bruno tetapi mereka tidak mengirim satupun orang mereka. Alasan utama Asosiasi Intelijen Mafia belum menyerang Mallorca dan menaikkan Bruno menjadi gubernur Mallorca secara paksa karena keberadaan tiga kelompok aliran putih terkuat di Mallorca.
"Mallorca merupakan pusat pemerintahan Pulau Andalas, sebab itulah setiap padepokan dan kelompok besar aliran putih membangun satu markas cabang di Mallorca, tidak terlepas dari tiga kelompok terkuat aliran putih." Taimiyah menjelaskan.
Dalam dunia persilatan kota Mallorca, ada tiga kelompok terkuat aliran putih yaitu Kun Billah, padepokan Pedang Tunggal dan Kuil Cahaya Kebenaran.
Ketiga kelompok ini menyadari niat Asosiasi Intelijen Mafia sehingga mengumumkan jika Asosiasi Intelijen Mafia berniat melakukan sesuatu pada Mallorca, ketiga kelompok ini akan membentuk aliansi untuk berperang dengan Asosiasi Intelijen Mafia.
__ADS_1
Sekuat apapun Asosiasi Intelijen Mafia, mereka hanya mampu menghadapi satu dari ketiganya dalam satu waktu.
"Bila demikian, bukankah dukungan Asosiasi Intelijen Mafia sama sekali tidak ada artinya?" Gus Mukhlas semakin bingung, begitu juga Asrul.
Taimiyah menggelengkan kepalanya, "Benar, tetapi seperti kukatakan, dukungan bersifat simbolik dari Asosiasi Intelijen Mafia memiliki dampak yang besar. Pangeran Bruno berhasil membawa Markas Mentari Senja untuk mendukungnya."
"Markas Mentari Senja?!" Gus Mukhlas tidak bisa percaya yang didengarnya sementara Asrul sampai sulit bernafas.
Markas Mentari Senja mungkin bukan kelompok aliran hitam terkuat di dunia persilatan kota Mallorca tetapi mereka adalah kelompok paling sesat, kejam serta gila. Mereka membentuk sebuah keyakinan baru yang percaya dengan sebuah Penguasa haus darah, para anggota Markas Mentari Senja akan melakukan penculikan terhadap banyak manusia tidak berdosa untuk dijadikan tumbal dalam ritual terkutuk mereka.
Biarpun hampir semua kelompok aliran putih maupun netral berusaha menghabisi mereka nyatanya Markas Mentari Senja masih ada sampai hari ini.
Taimiyah dan Gus Mukhlas tidak mengetahui bahwa Markas Mentari Senja bahkan masih ada setelah Era Kekacauan selesai, Asrul mengetahui benar kekejaman mereka dan betapa banyak manusia yang telah menjadi korban mereka.
"Kabarnya Markas Mentari Senja memiliki tiga orang yang memiliki kemampuan sepertiku dan pemimpin tertinggi mereka memiliki kemampuan setara dengan salah satu dari lima jagoan Bukit Siguntang." Taimiyah menambahkan, "Jika Asosiasi Intelijen Mafia bekerja sama dengan Markas Mentari Senja, situasinya sungguh bisa diluar kendali kita."
Sejauh ini belum ada tanda-tanda Asosiasi Intelijen Mafia akan bekerja sama dengan Markas Mentari Senja. Tidak banyak yang mengetahuinya saat ini tetapi Asrul memahami alasan dibalik semua itu.
Asosiasi Intelijen Mafia memang memiliki kekuatan yang tidak kalah bahkan sedikit diatas Bukit Siguntang, padepokan Kun Billah maupun Kuil Cahaya Kebenaran tetapi kelompok tersebut memiliki kelemahan. Asosiasi Intelijen Mafia tidak dipimpin oleh satu ketua melainkan lima orang ketua yang memiliki kepentingan masing-masing.
"Tidak semua Ketua Asosiasi Intelijen Mafia setuju untuk mendukung Pangeran Bruno, mereka pasti memikirkan cara lain untuk mengatasi masalah dengan keluarga Kembang Bulan." Batin Asrul.
__ADS_1
Sekarang Asrul mengerti, Pada kehidupan sebelumnya Elsa tidak dibunuh di Bukit Siguntang karena perintah Pangeran Bruno melainkan Asosiasi Intelijen Mafia dalangnya. Ketika Elsa terbunuh, hubungan Keluarga Taimiyah dan Keluarga Yin merenggang sehingga Asosiasi Intelijen Mafia tidak terlibat dengan perebutan tahta namun karena sekarang Elsa bertahan hidup maka mereka memilih ikut campur.
"Jika dilihat dari sisi ini maka bisa dibilang memang akulah yang membuat situasi ini menjadi semakin rumit, bahkan korban yang jatuh bisa lebih banyak.