JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Merubah Situasi


__ADS_3

Jika obat yang kuberikan terbukti bisa menyembuhkan penyakit cacar sepenuhnya, kuharap asosiasi kitab suci bisa membuatnya dalam jumlah banyak kemudian membagikannya pada mereka yang membutuhkan secara gratis.


Jika kalian tidak bisa memberikannya secara gratis aku bersedia menggunakan penghasilan dari sahamku untuk melakukannya."


Yanti dan Anita saling berpandangan, keduanya sama sekali tidak mengerti alasan permintaan Asrul. Anita akhirnya menanyakannya, "Boleh aku mengetahui alasan Tuan Muda Asrul ingin melakukan semua ini?"


Asrul tersenyum tipis, pertanyaan dan kebingungan keduanya adalah wajar. Pastinya Yanti maupun Anita menganggap Asrul sudah gila karena membuang uang untuk melakukan sesuatu yang sepertinya tidak berguna untuknya.


Mengetahui 12 sampai 13 tahun lagi, ketika Era Kekacauan dimulai akibat munculnya Empat Kitab Tanpa Tanding serta Tujuh Pusaka Penguasa Dunia, kota Mallorca akan mendapatkan serangan dari kota Sekayu serta Sako.


Pada kehidupan sebelumnya taraf hidup penduduk kota Mallorca bisa dibilang rendah, warganya tidak makmur serta banyak yang terkena wabah penyakit seperti cacar. Akibatnya, kota Mallorca kehilangan sebagian besar wilayah mereka karena tidak memiliki pondasi untuk melawan invasi dari kerajaan lain.


Asrul berharap tindakannya ini membawa dampak yang baik ketika masa itu tiba, dia memiliki beberapa rencana lain untuk membantu perkembangan kota Mallorca menghadapi Era Kekacauan. Mengingat dirinya memiliki koneksi dengan Mbah Jena yang sebentar lagi menjadi gubernur Mallorca rasanya tidak mustahil untuk melakukan yang dia rencanakan.


"Yanti telah merasakan sendiri ketika melihat seseorang yang berharga bagimu menderita penyakit cacar, rasanya sungguh menyakitkan bukan? Banyak orang diluar sana yang merasakan hal yang sama, andaikan obat ini bisa meringankan beban hidup mereka bukankah itu sudah cukup untuk menjadi alasan?" Asrul tentu tidak bisa menjelaskan situasi sebenarnya jadi dia menjawab demikian sambil tersenyum lembut.


Yanti merasa dirinya seperti disambar petir, dia menundukkan kepalanya lalu merenung beberapa saat sebelum memandang Asrul dengan kagum, "Tuan Muda Asrul begitu muda namun memiliki pandangan hidup yang lebih baik dariku, masalah ini akan ku penuhi dan tidak perlu menggunakan keuntungan dari saham Tuan Muda untuk melakukannya. Hanya saja aku berharap resep ini tidak hanya beredar di kota Mallorca namun juga dua kota lain serta tujuh pulau. Nama Tuan Muda Asrul juga akan tercatat sebagai penemu resepnya."


Asrul menganggap tidak perlu menyebutkan namanya dalam resep tersebut tetapi Yanti memaksa, menurutnya jasa ini terlalu besar untuk ditutupi. Dunia harus mengetahui bahwa ada pemuda berjiwa seluas samudra yang bersedia menolong begitu banyak orang tanpa menguntungkan dirinya. Sikap Yanti yang bersemangat itu membuat Asrul merasa sedikit canggung karena merasa niat aslinya tidak semulia itu.


Yanti memberikan 10% saham Asosiasi kitab suci kota Mallorca miliknya pada Asrul setelah berjanji akan memenuhi permintaan Asrul terkait obat penyakit cacar.

__ADS_1


Asrul tidak memiliki alasan untuk menolak saham tersebut, sekarang dia menjadi pemilik 20% asosiasi, membuat Anita memandangnya canggung.


"Tuan Muda Asrul mengatakan ingin berbicara beberapa hal lainnya bukan?" Yanti menjadi tertarik terhadap perkataan Asrul karena sejauh ini pemuda di hadapannya tidak berhenti membuatnya terkejut dan kagum.


Asrul mengangguk pelan sebelum menjelaskan dalam waktu satu bulan Mbah Jena akan diangkat menjadi gubernur Mallorca yang baru. Asrul bersama Gus Mukhlas dan orang lain yang berasal dari Bukit Siguntang akan kembali ke padepokan setelah pengangkatan tersebut selesai dilakukan.


"Jika Asosiasi kitab suci masih ingin menjual sumber daya dalam jumlah besar maka aku bisa mencoba menghubungkan Yanti pada Mbah Jena, kalian bisa meneruskan transaksi dan aku akan memintanya untuk menjaga kerahasiaan kalian." Asrul memandang Anita.


Sebenarnya Asrul mengangkat masalah ini karena pastinya Mbah Jena akan bertanya pada Taimiyah dan berujung kepadanya. Mbah Jena akan membutuhkan dukungan salah satu dari Markas Cahaya Kebenaran, Padepokan dan Bukit Siguntang, untuk mendapatkan dukungan tersebut Mbah Jena akan membutuhkan sumber daya.


"Tentu saja kita harus meneruskan transaksi ini, Asosiasi kitab suci kota Mallorca masih membutuhkan banyak uang untuk berkembang pesat." Yanti menjawab lebih dulu, “Karena kita berdagang dengan Mallorca, asosiasi akan memberikan diskon 5% agar hubungan ini bisa terus berjalan baik. Tentu saja 5% ini tidak akan dikurangi dari Tuan Muda Asrul."


Asosiasi kitab suci bisa memberikan diskon 5%, meskipun terlihat sedikit tetapi dalam transaksi bernilai ratusan ribu sampai jutaan keping emas maka itu jumlah yang signifikan.


Asrul mengangguk pelan, dia merasa puas dengan saran tersebut. Dengan keuntungan 5% tersebut bisa membantu perkembangan kota Mallorca terutama di sektor ekonomi, tidak mudah menarik uang dari sekte-sekte dunia persilatan namun gubernur Mallorca akan berhasil melakukannya.


Berbeda dengan Asrul dan Yanti yang bersemangat serta antusias, Anita mulai kebingungan.


"Yanti... Jika bukan memotong dari 20% saham Tuan Muda Asrul, darimana datangnya diskon 5% tersebut?" tanya Anita.


"Anita, bukankah kau memiliki 15% saham? Ambil saja dari bagianmu." Jawab Yanti ringan.

__ADS_1


Anita tersedak nafasnya sendiri, Asrul juga sama kagetnya. Anita tentu ingin protes tetapi dia tidak melakukannya karena di depan Asrul yang sekarang tersenyum canggung padanya.


"Masalah ini akan membutuhkan waktu, situasi istana sedang kacau jadi mungkin beberapa hari lagi baru aku bisa memastikan perihal ini." Asrul masih perlu membicarakan ini dengan Taimiyah.


Asrul mengeluarkan sebuah Ginseng dari jubahnya, “Berikutnya aku ingin membicarakan ini..."


"Oh Ginseng, sudah lama aku tidak melihatnya." Yanti memeriksa Ginseng yang diserahkan Asrul.


Yanti dan Anita mengetahui khasiat Ginseng, meskipun harga tanaman ini relatif murah dan tergantung usianya tetapi sulit untuk menemukannya bahkan di Sekayu sekalipun.


"Ginseng ini memang mampu meningkatkan kualitas tulang dan memperkuat organ tubuh, Jika Tuan Muda Asrul ingin mencarinya, Asosiasi kitab suci sekalipun tidak mudah menemukannya dalam jumlah banyak, tetapi kami memiliki beberapa alternatif meskipun sedikit lebih mahal."


Yanti berpikir alasan Asrul menunjukan ginseng tersebut karena ingin mereka menyediakannya.


"Yanti, anda salah paham. Andaikan aku bisa menyediakan ginseng ini dalam jumlah banyak, bisakah Asosiasi kitab suci membeli semuanya dan menjadi pengedar tunggal?" Asrul tersenyum lebar pada Anita.


"Berapa banyak pastinya yang Tuan Muda Asrul maksud?" Yanti menjadi penasaran juga.


"Sebelumnya aku menginginkan agar Ginseng ini hanya dijual di kota Mallorca, selama kalian bisa memegang janji ini maka aku akan menjualnya pada Asosiasi kitab suci."


Yanti berdiskusi sebentar dengan Anita, keduanya sepakat bisa memenuhi permintaan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2