
Khairul tetap mengeluhkan keputusan Imam Airish, mengatakan Imam Airish tidak cukup baik sebagai penguji lantai keempat terlepas kemampuannya menduduki posisi tujuh diantara Imam terbaik. Khairul pernah memeriksa bakat Asrul sehingga dia merasa tidak mungkin Asrul memiliki kemampuan sehebat itu.
"Wakil Ketua Khairul, siapapun Imam terbaik yang anda minta untuk menguji Saudara Asrul ini akan sama hasilnya, bahkan jika Taimiyah yang mengujinya."
Ketika Imam Airish memanggil Asrul dengan sebutan Saudara Asrul, dia sudah menunjukkan dirinya mengakui status Asrul sebagai salah satu Imam padepokan Kun Billah.
Khairul tidak menyerah meskipun Imam Airish bersikeras mempertahankan keputusannya meluluskan Asrul, dia pergi mendatangi para Imam terbaik lain untuk menolak pengangkatan Asrul sebagai Imam.
"Wakil Ketua Khairul, sebaiknya kau tidak mencari masalah dengan murid Gus Mukhlas, tidak akan berdampak baik padamu." Salah satu Imam terbaik yang terlibat dengan masalah di Mallorca membuka suara saat Khairul meminta dukungannya.
Imam terbaik tersebut tidak menjelaskan lebih rinci alasannya berkata demikian. Taimiyah sudah mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi bahwa cucu gubernur menjadi murid Gus Mukhlas sampai Siti Adawiyah tiba di padepokan Kun Billah, sekaligus kedekatan khusus yang dijalin antara Asrul dengan Putri gubernur tersebut.
Ketika Khairul sedang kebakaran jenggot dengan situasi tersebut, Asrul sedang merayakan keberhasilannya di Markas Tapak Suci.
"Guru tidak mengajarimu banyak tetapi kau telah berhasil menjadi Imam, jadi guru hanya bisa mengucapkan selamat." Gus Mukhlas tersenyum canggung.
Gus Mukhlas sungguh bahagia Asrul memiliki kemampuan yang membuatnya mendapatkan posisi Imam di usianya yang masih begitu muda. Selain kekuatan, Asrul juga memiliki kecerdasan sehingga Gus Mukhlas tidak khawatir akan situasi yang tidak terkendali atau lainnya.
Gus Mukhlas hanya merasa Asrul berhasil menjadi Imam atas kemampuannya sendiri, selain beberapa ilmu dasar, Gus Mukhlas merasa tidak mengajari Asrul apapun. Biarpun demikian Asrul tidak menurunkan rasa hormatnya, dia tetap bersikap taat dan menjadi murid yang teladan.
Taimiyah sempat singgah untuk memberi selamat, dia menyampaikan akan menghadiahi Asrul nanti. Taimiyah tidak lupa menanyakan terkait pembeli Ginseng yang Asrul janjikan karena mereka belum juga terlihat. Asrul hanya memintanya untuk bersabar.
__ADS_1
Asrul merayakan keberhasilannya di Markas Tapak Suci secara sederhana, hanya dihadiri oleh Gus Mukhlas dan Wenny. Asrul merasa bahagia karena Wenny mulai lebih terbuka dan dekat dengan Gus Mukhlas beberapa waktu terakhir, sepertinya tidak terlalu lama lagi keduanya bisa melanjutkan hubungan mereka ke tahap berikutnya.
Meskipun sekarang Asrul menjadi Imam namun belum ada tugas khusus yang diberikan untuknya, ini pertama kali ada seorang Imam yang belum berusia 30 tahun, masih banyak anggota padepokan maupun Imam lain yang berusaha mencerna situasi ini.
Taimiyah mengatakan dirinya yang akan mengatur tugas untuk Asrul nantinya kepada para Imam namun Asrul tidak mengetahui tentang ini dan memilih melanjutkan hari-harinya dengan berlatih.
Asrul memang mendapatkan kekuatan yang besar tetapi dia yang paling menyadari kekuatan yang dirinya miliki saat ini masih jauh dari cukup dibandingkan yang dia butuhkan untuk menghentikan Era Kekacauan.
Kabar Asrul menjadi Imam Padepokan Kun Billah terlalu besar untuk ditutupi, dalam waktu terbilang singkat kabar itu mulai menyebar ke dunia persilatan.
Kebanyakan menanggapi kabar itu sebagai lelucon, beberapa bahkan mengatakan standar padepokan Kun Billah untuk memilih Imam begitu menurun sampai seorang pemuda berusia 23 tahun bisa menduduki posisi tersebut. Hanya sedikit yang menanggapinya sebagai sesuatu yang serius dan menganggap Asrul sebagai potensi ancaman di masa depan.
Jantung Khairul hampir copot ketika mengetahui Siti Adawiyah akan menjadi murid kedua dari Gus Mukhlas saat itulah dia baru menyadari alasan beberapa Imam terbaik memperingatkannya untuk tidak mencari masalah dengan Gus Mukhlas.
Dengan posisinya sebagai guru dari Siti Adawiyah , bukan hal sulit bagi Gus Mukhlas untuk membuat keluarga bangsawan Khairul membuat perhitungan dengan Khairul karena mengganggu dirinya. Biarpun sudah mengabdi puluhan tahun di padepokan Kun Billah, hati dan pikiran Khairul masih berada di keluarga Khairul.
"Asrul!" Siti Adawiyah begitu bersemangat ketika Asrul menyambutnya.
"Kau baru menempuh perjalanan panjang pasti dirimu kelelahan, mari ku antar untuk beristirahat."
Siti Adawiyah semakin gembira ketika Asrul tidak lagi memanggilnya Tuan Putri, namun menganggapnya setara. Markas Tapak Suci terlalu kecil jika Siti Adawiyah ingin membawa semua pelayannya, Gus Mukhlas hanya membiarkannya membawa dua pelayan saja. Siti Adawiyah akhirnya memilih dua orang dayang untuk membantunya menyelesaikan urusan sehari-harinya.
__ADS_1
Gus Mukhlas juga memberi batas bagi Siti Adawiyah selama lima tahun, setelah itu dia harus sudah bisa mengurus dirinya sendiri sebagai anggota Padepokan Kun-Billah. Gus Mukhlas tidak bisa membiarkan muridnya memiliki dayang yang melayaninya kemanapun dia pergi, akan berdampak buruk pada latihan bela dirinya.
Selain itu Asrul menemukan tamu yang tidak diduga diantara rombongan yang mengantar Siti Adawiyah .
"Tuan Muda Asrul, kita hanya tidak bertemu beberapa bulan tetapi anda sudah bertambah kuat lagi."
Anita memberi hormatnya pada Asrul. Dia menjelaskan dia bersama beberapa pendekar asosiasi menyamar sebagai pelindung Siti Adawiyah agar memudahkan pertemuan mereka terkait Ginseng. Anita akui, dia bisa merasakan perubahan yang cukup signifikan dari Asrul meskipun mereka hanya tidak bertemu beberapa waktu.
"Tuan Muda Asrul, aku juga membawa sesuatu yang dititipkan Arkha untuk diserahkan padamu." Anita mengeluarkan dua kotak giok berukuran segenggam tangan dan memberikannya pada Asrul.
"Kenapa begitu repot? Tuan Arkha terlalu sungkan." Asrul merasa Arkha bersikap berlebihan, dia berniat menolaknya namun ketika dia melihat isinya, nafasnya tertahan sejenak.
Masing-masing dari kotak giok tersebut berisi sebuah pil, salah satunya langsung Asrul kenali sebagai Pil Bulan Emas dari warna keemasannya serta ini pil kedua yang dia lihat. Pil Bulan Emas yang pertama telah Asrul berikan pada Gus Mukhlas untuk menyembuhkan luka dalamnya secara sempurna.
Pil kedua berwarna perak, Asrul tidak pernah melihatnya namun dia bisa menilai pil ini tidak kalah berharga daripada Pil Bulan Emas.
"Tuan Muda Asrul pasti sudah mengenali salah satunya, pil yang lain bernama Pil Bulan Kejora." Anita tersenyum lebar melihat reaksi Asrul, baginya tidak mudah menemukan sesuatu yang tidak diketahui oleh Asrul.
Anita menjelaskan khasiat Pil Bulan Kejora serupa dengan Ginseng yaitu memperkuat tulang serta meningkatkan kekuatan fisik seseorang, perbedaannya terletak pada jumlah peningkatan yang dihasilkan. Pil Bulan Kejora bisa mengimbangi Ginseng yang berusia 500 tahun.
"Nona Anita... Dua pil ini terlalu berharga..." Asrul tersenyum canggung.
__ADS_1