JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Membeli Saham


__ADS_3

"Setiap lembar uang kertas ini merupakan pecahan seratus koin emas, totalnya adalah seratus ribu keping emas." Taimiyah tersenyum lebar, "Kami butuh dirimu menjadikan semuanya sebagai sumber daya secepatnya."


Asrul menggaruk kepalanya, dia tidak menduga Mbah Jena begitu percaya pada Taimiyah. Jumlah sumber daya yang bisa dibeli dengan uang sebanyak ini tidaklah sedikit.


"Jika demikian aku akan segera mendapatkan sumber daya dengan uang ini." Asrul menyimpan semua uang kertas tersebut dalam jubahnya.


Tidak lama setelah Taimiyah meninggalkan kamarnya, Asrul pergi menuju ke Asosiasi kitab suci.


"Tuan Muda Asrul, tidak kusangka anda akan kembali secepat ini."


Anita menyambut Asrul dengan senyum lebar, semua orang di Asosiasi kitab suci sudah mengetahui Asrul merupakan tamu yang sangat penting bagi asosiasi mereka dan hanya Anita yang melayaninya.


Anita berpikir Asrul akan kembali beberapa hari lagi setelah asosiasinya berhasil merekrut empat puluh pendekar ahli atau Pil Bulan Emas terbukti menyembuhkan Gus Mukhlas.


"Aku ingin membuat penawaran dengan Nona Anita." Asrul tersenyum lebar.


"Oh, penawaran apa yang Tuan Muda Asrul maksud?" Anita menjadi tertarik.


"Aku berniat membeli saham Asosiasi kitab suci."


Raut wajah Anita berubah menjadi buruk ketika mendengarkan perkataan Asrul, "Tuan Muda Asrul, kuharap anda tidak bercanda soal seperti ini. Mengingat hubungan baik kita, maka aku akan melupakannya."


"Nona Anita, aku serius soal ini dan yang ku maksud bukan saham Asosiasi kitab suci secara keseluruhan melainkan hanya asosiasi yang berada di Mallorca, sebagai gantinya aku memberikan beberapa informasi yang sangat berguna."

__ADS_1


Raut wajah Anita masih belum membaik tetapi kali ini dia mempertimbangkan perkataan Asrul. Sebenarnya sejak awal Anita sudah curiga dengan kemunculan sosok misterius seperti Asrul dan bertanya-tanya alasan Asrul berhubungan dengan asosiasi mereka padahal sepertinya Asrul memiliki kekuatan besar di belakangnya.


Anita sekarang berpikir Asrul sejak awal berniat melahap Asosiasi kitab suci setelah mendengar keinginannya memiliki saham dari asosiasi mereka.


"Asosiasi kitab suci di Mallorca saat ini memiliki total aset senilai lima juta keping emas dan akan terus bertambah dalam waktu cepat. Tuan Muda masih berniat membeli saham kami?" Anita bersikap sedikit dingin pada Asrul.


"Aku berniat membeli 20% saham kalian tetapi aku tentu tidak memiliki satu juta keping emas untuk membelinya dalam waktu dekat."


"Tuan Muda Asrul jangan bercanda, aku tidak bisa membiarkanmu memiliki 20% saham asosiasi kami. Paling banyak 5% saja." Anita menolak permintaan Asrul.


Anita akui berkat informasi dari Asrul, mereka berhasil mendapatkan 50 ksatria ahli dan membuat perkembangan Asosiasi kitab suci lebih cepat daripada yang mereka pikirkan. Perkembangan mereka sebulan terakhir mencapai yang mereka rencanakan selama setahun, sebab itulah Anita rela melepaskan 5% saham pada Asrul jika dia mampu membelinya.


Jika Asrul menginginkan 20%, Anita tidak akan bisa menyetujuinya. Anita yang merupakan keluarga utama dari pemilik Asosiasi kitab suci di balik layar sekalipun hanya memiliki 15% saham asosiasi mereka di Mallorca.


Jumlah ini setara dengan pendapatan padepokan setingkat Kun Billah selama beberapa bulan.


"Biarpun aku memberikan informasi tiga tambang berharga pada Asosiasi kitab suci?" Asrul tersenyum lebar. "Tambang apa yang Tuan Muda Asrul maksud?"


"Aku bisa memberikan letak tambang batu api, batu bulan dan baja dingin. Ketiga bahan ini sangat berharga untuk membuat senjata maupun baju pelindung tingkat tinggi. Ketiga tambang ini belum pernah digali dan memiliki sumber daya yang cukup untuk dua sampai tiga puluh tahun."


Anita menahan nafasnya, ketiga batu yang disebutkan oleh Asrul memang sumber daya yang sangat berharga. Selain digunakan untuk membuat senjata dan baju pelindung, batu-batu ini juga memiliki banyak manfaat lain dan bernilai tinggi di Ketiga kota dan tujuh desa.


Asrul mengetahui ketiga posisi tambang ini karena memang ketiganya akan ditemukan oleh Asosiasi kitab suci beberapa tahun lagi. Berkat ketiga tambang inilah Asosiasi kitab suci bisa berkembang sangat pesat di Mallorca.

__ADS_1


Tawaran ini membuat Anita tergiur, jika informasi tersebut benar maka Asrul akan berjasa sangat besar pada Asosiasi kitab suci. Anita menjadi dilema, dirinya tetap saja sulit membiarkan Asrul memiliki 20% saham mereka.


"Bagaimana ini, ketiga tambang ini bisa membantu mempercepat perkembangan Asosiasi kitab suci di Mallorca sejauh tiga sampai empat puluh tahun... Aku tidak bisa membiarkannya lepas dari tanganku."


Anita memandang Asrul yang sedang tersenyum lebar di hadapannya, sampai detik ini dia masih tidak percaya Asrul adalah pemuda yang berusia 23 tahun.


"Tuan Muda Asrul, aku sungguh tidak bisa memberikanmu kesempatan memiliki 20% saham asosiasi kami tetapi aku bisa memberimu penawaran..."


Anita menjelaskan jika informasi terkait tiga tambang tersebut benar adanya, Anita akan langsung memberikan 5% saham Asosiasi kitab suci padanya. Dalam tiga bulan, jika Asrul bisa memberikan dua ratus lima puluh ribu keping emas lainnya, Anita bersedia menjual 5% lainnya. Membuat Asrul memiliki 10% saham asosiasi mereka.


Jika dalam tiga bulan Asrul berhasil memiliki 10% saham Asosiasi kitab suci maka selama dia memberikan kontribusi besar pada asosiasi di masa depan, Anita akan mengusahakan agar Asrul dapat membeli lebih banyak saham asosiasi mereka.


Asrul berpikir sejenak sebelum menyetujui penawaran tersebut, Anita segera menyiapkan kontrak untuk keduanya. Ketika negosiasi selesai dan kontrak telah ditanda tangani, Asrul memberikan lokasi ketiga tambang tersebut.


"Ini..." Anita menarik nafasnya dalam-dalam, setelah membaca informasi tersebut dia hanya bisa tersenyum pahit. Andaikan informasi yang Asrul berikan benar sekalipun, Asosiasi kitab suci belum memiliki kemampuan untuk menguasai ketiga tambang ini.


"Nona Anita tidak perlu khawatir, karena sekarang aku pemilik saham asosiasi, tentu aku akan membantu agar kalian segera memiliki kemampuan untuk menguasai ketiga lokasi tersebut. Untuk memeriksa kebenaran informasinya, Nona bisa mengirim beberapa orang."


Anita mengangguk pelan, memang dia belum bisa memerintahkan asosiasi untuk mengali ketiga tambang itu tetapi kalau hanya memeriksa kebenarannya sekarang tidaklah sulit.


"Bagaimana Tuan Muda ingin membantu perkembangan kami?" tanya Anita penasaran.


"Dengan uang tentu saja." Asrul tertawa kecil sebelum mengeluarkan uang kertas senilai seratus ribu keping emas.

__ADS_1


Asrul mengetahui kendala Asosiasi Kitab Suci saat ini adalah mendapatkan pelanggan yang mampu melakukan transaksi dalam jumlah besar.


__ADS_2