JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Membunuh Mbah Jena


__ADS_3

Semua pembunuh ini sepakat, andai Asrul tidak dihabisi malam ini dan dibiarkan berkembang, suatu hari nanti dia akan mampu menghancurkan Organisasi Silver Hawk sendirian.


"Jangan terlalu dekat dengannya, gunakan senjata rahasia untuk menyerangnya." Seru salah satu pembunuh topeng ungu.


Asrul berdecak mendengar perintah tersebut, namun untungnya dia telah membuka celah saat menghabisi beberapa pembunuh topeng emas. Asrul menggunakan celah tersebut untuk kabur.


"Jangan biarkan dia lolos!"


Para pembunuh Silver Hawk langsung mengejarnya, beberapa melemparkan senjata rahasia pada Asrul. Hanya saja Asrul melakukan sesuatu yang mengejutkan mereka semua, selain menangkis beberapa senjata rahasia tersebut, Asrul berhasil menangkap beberapa lainnya dengan tangan kosong lalu melemparkannya kembali pada para pembunuh topeng emas.


Senjata yang Asrul lemparkan juga melesat lebih cepat, dua pembunuh topeng emas lainnya tidak sempat menghindar dan terbunuh.


"Pemuda ini terlalu berbahaya... Mundur, biar kami yang menanganinya."


Ketiga pembunuh topeng ungu sepakat, mengirim lebih banyak pembunuh topeng emas hanya akan menambah korban di pihak Silver Hawk. Mereka menyuruh para pembunuh topeng emas mencari orang lain untuk dibunuh sementara ketiganya mengejar Asrul.


Saat berlari, Asrul mencium aroma amis sepanjang perjalanannya. Ini menandakan kediaman Mbah Jena bahkan seluruh Istana kota Mallorca telah menjadi medan pertempuran.


"Tidak kusangka Bruno akan melakukan sesuatu yang sejauh ini..." Asrul menggelengkan kepalanya, dia melompat ke atas tembok kemudian menuju atap. Asrul berusaha mencari tempat paling tinggi yang bisa dicapainya.


Dengan kemampuan penglihatan beberapa kali lebih baik dari orang biasa, Asrul bisa melihat kondisi sekitarnya dari ketinggian. Benar saja pertarungan antara pembunuh Silver Hawk dengan para pendekar ahli terjadi di seluruh kediaman Mbah Jena.


Silver Hawk sungguh mengirim seluruh kekuatan mereka kemari.


Asrul mengeluarkan sebuah tabung dari jubahnya, tabung tersebut memiliki sumbu. Asrul menyalakan sumbu tersebut lalu mengarahkan tabung tersebut ke langit.

__ADS_1


"Malam ini begitu indah, sangat cocok untuk melakukan pembantaian."


Albert tertawa lantang, disampingnya Seruni menahan nafasnya. Malam ini mereka sungguh menyerbu istana.


Seruni bisa dibilang memiliki kebanggaan yang besar pada dirinya sendiri karena telah berhasil membangun organisasi pembunuh terkuat di kota Mallorca tetapi tidak dalam mimpinya sekalipun Seruni berpikir dirinya akan menyerang istana seperti malam ini.


"Semua ini karena ide wanita gila ini...” Albert memandang Seruni dengan sinis dari balik topengnya.


Albert menyadari meskipun operasi mereka berhasil tetapi kekuatan Organisasi Silver Hawk miliknya mungkin akan berkurang sampai separuhnya. Akan butuh waktu lama untuk memulihkan kekuatan organisasinya setelah ini tetapi Albert tidak punya pilihan.


"Ketua Albert, arahkan semua anggotamu menuju kediaman Mbah Jena. Di sana paling banyak pendekar tinggal, sebaiknya menyerang mereka lebih dulu ketika mereka belum siap."


"Bagaimana dengan pangeran yang lain dan Bruno?"


"Dua puluh pendekar bergelar dan seratus pendekar ahli dari asosiasi... yang akan mengurusnya."


Seruni tertawa kecil, jelas menunjukan dirinya tidak peduli pendapat Albert. Memang kekuatan keduanya hampir sama, Seruni sadar jika dia bertarung dengan Albert maka kemungkinan 60% Albert akan keluar sebagai pemenang tetapi Seruni merasa lebih tinggi posisinya karena keberadaan Markas Mentari Senja di belakangnya.


Markas Mentari Senja memiliki Tiga petinggi dan Seruni yang paling lemah diantara ketiganya, sedangkan pemimpin tertinggi Markas Mentari Senja yaitu Benny memiliki kemampuan yang tidak kalah dari jagoan seperti Airish maupun Taimiyah.


Albert hanya bisa menahan rasa kesalnya saat ini, dia memerintahkan semua anggota Silver Hawk yang dibawanya untuk menuju kediaman Mbah Jena.


Tiga ratus pembunuh topeng ungu serta lima ratus pembunuh topeng emas bergerak bersamaan menghabisi semua penjaga istana dan siapapun yang mereka temui.


Perintah Bruno pada Organisasi Silver Hawk sangat jelas, habisi semua penghuni kediaman Mbah Jena, anjing ataupun ayam tidak akan diampuni. Satu per satu penjaga istana terbunuh, para dayang serta kasim yang masih terbangun pun menjadi korban.

__ADS_1


Para pembunuh bertopeng ungu menyebar demi mencari tempat peristirahatan para pendekar yang tinggal di kediaman Mbah Jena, mereka berniat membunuh para pendekar yang sedang beristirahat di ruangannya. Para pendekar tersebut pastinya tidak menduga akan mendapat serangan sebesar ini di dalam istana.


Albert dan Seruni berdiri di atas atap sebuah bangunan, memperhatikan pembunuh Silver Hawk yang menghabisi sasaran mereka satu per satu, semua berjalan lancar sampai terdengar suara lantang yang menggema ke seluruh kediaman Mbah Jena.


"ADA PENYUSUP!!!"


Teriakan tersebut membuat para pendekar yang sedang istirahat menjadi waspada, satu demi satu pendekar meninggalkan ruangan mereka dan menemukan para pembunuh Silver Hawk.


Rencana Silver Hawk untuk menghabisi pendekar-pendekar ini secara diam-diam pun menjadi sirna. Pertarungan terjadi hampir di semua tempat.


"Silver Hawk sungguh hebat, mengurus seperti ini saja tidak bisa." Raut wajah Seruni berubah, dia jelas tidak senang dengan situasi di hadapannya yang tidak sesuai rencananya.


Belum sempat Albert memberikan tanggapan, seorang pembunuh topeng darah datang dan berlutut di hadapannya.


"Ketua, menurut informasi yang kita dapatkan ada sekitar dua ratus pendekar ahli dan tiga puluh pendekar bergelar di kediaman ini. Meskipun situasi ini diluar rencana tetapi semua masih bisa terkendali." Lapor pembunuh topeng darah tersebut.


Albert mengangguk pelan, dia membawa tiga ratus pembunuh topeng ungu yang memiliki kemampuan setara dengan pendekar ahli. Jumlah pendekar ahli di pihaknya lebih banyak seratus orang, lagipula sebelum sebuah teriakan membangunkan para pendekar, mereka sudah berhasil menghabisi belasan pendekar ahli.


Pendekar bergelar biasanya mampu mengimbangi tiga sampai lima pendekar ahli, selama para pembunuh topeng ungu mengepung lawannya, tiga puluh pendekar bergelar ini bukan masalah bagi Silver Hawk.


"Ketua, kami juga berhasil menemukan posisi Ketua Padepokan Kun-Billah, Taimiyah. Dia sekarang berada di dekat ruangan Mbah Jena."


Albert sebelumnya memerintahkan tiga pembunuh topeng darah untuk mengurus Mbah Jena, setelah mengetahui Taimiyah yang melindungi Mbah Jena maka andai Albert mengirim sepuluh pembunuh topeng darah pun tidak akan cukup untuk membunuh Mbah Jena.


Perbedaan kekuatan pendekar ahli dan pendekar bergelar kadang tidak terlalu jauh karena mereka sebenarnya masih pada tingkat yang sama tetapi kekuatan Pendekar Raja seperti Taimiyah, Albert dan Seruni berada pada tingkat yang jauh berbeda.

__ADS_1


Alasannya sederhana, ketika seseorang mencapai tingkat Pendekar Raja, mereka mampu menggunakan tenaga dalam dengan cara yang begitu berbeda dengan pendekar biasa. Mereka juga mampu menggunakan ilmu-ilmu yang membuat mereka tidak lagi seperti manusia pada umumnya.


__ADS_2