
"Guru, aku ingin kembali berlatih di kamar saja. Suasana seperti ini, kurang cocok untukku."
Asrul merasa sekarang dia tidak bisa berbuat apapun bahkan untuk sekedar menghibur Siti Adawiyah karena itu saat Baron mengajak Gus Mukhlas berbincang, dia memilih undur diri.
Gus Mukhlas memandang Siti Adawiyah yang masih mematung di samping Mbah Jena, sebelum mengizinkan Asrul meninggalkan acara.
Asrul tentu tidak kembali ke kamarnya, setelah berada di tempat yang cukup sepi dirinya bergegas pergi meninggalkan kediaman Mbah Jena. Meskipun tidak mampu bergerak secepat Taimiyah tetapi Asrul tidak terlalu lambat juga.
Dengan menunjukan medali emas, Asrul tidak kesulitan meninggalkan istana. Ketika telah berada di luar wilayah Mallorca, Asrul bergerak lebih cepat menuju Asosiasi kitab suci.
Tidak butuh waktu lama sampai dirinya tiba di Asosiasi kitab suci. Ketika Asrul memasuki gedung tersebut, seorang pelayan mendekatinya dan langsung mengajaknya ke ruangan khusus, pelayan ini seolah sudah menunggu kedatangannya.
"Tuan Muda Asrul, Aku sudah menunggu kedatanganmu."
Saat Asrul memasuki ruangan yang diarahkan pelayan, seorang gadis sudah duduk manis di dalamnya sambil tersenyum lembut.
"Nona Anita, Maaf membuatmu menunggu." Asrul tersenyum tipis sambil memberi salam.
Anita mempersilahkan Asrul untuk duduk berhadapan dengannya, keduanya hanya dipisahkan sebuah meja bundar dan di atas meja tersebut ada beberapa kotak kecil.
"Tuan Muda Asrul, berkat bantuanmu kami telah mendapatkan bantuan yang kami butuhkan. Sesuai janjiku, semua pil yang sebelumnya anda lihat akan menjadi bayaran atas informasi yang Tuan Muda sediakan." Anita mempersilahkan Asrul memeriksa isi kotak-kotak tersebut.
"Jika demikian maka aku tidak akan sungkan." Asrul mulai memeriksa kotak-kotak tersebut.
__ADS_1
"Tuan Muda Asrul, aku ingin kita terus bekerja sama. Aku yakin tuan muda bisa membantu kami lebih jauh." Anita kembali membuka suara saat Asrul sibuk memeriksa hadiahnya. "Kuharap Tuan Muda bersedia mengulurkan tangan untuk membantu kami."
Asrul tertawa kecil, dia tidak langsung menjawab melainkan terus memeriksa setiap kotak yang diberikan Anita.
Biarpun Anita terlihat tenang bahkan tersenyum lebar tetapi sebenarnya punggung gadis ini berkeringat dingin ketika berbincang dengan Asrul.
"Ada kelebihan beberapa pil, Nona Anita yakin tidak salah menghitung pemberian ini?" Asrul akhirnya selesai memeriksa semua kotak tersebut.
"Tuan Muda Asrul menyadarinya, itu sebagai tanda terima kasih karena informasi yang anda berikan begitu akurat sehingga kami bisa merekrut bakat-bakat yang kami butuhkan tanpa kesulitan." Anita tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
Diam-diam Anita bernafas lega, dia sudah curiga Asrul mengingat jumlah pil yang ditampilkan sebelumnya. Demi memastikan tidak ada kesalahan, Anita memasukkan lebih banyak karena dia tidak mengingat jumlah pastinya.
"Nona Anita mengatakan ingin bekerja sama denganku, Asosiasi nona pasti sudah mencari informasi tentangku beberapa hari ini jadi tentu saja kalian sudah bisa menentukan apakah aku layak diajak bekerja sama atau tidak bukan?"
Memang benar, beberapa hari terakhir Asosiasi kitab suci mencari seluruh informasi tentang Asrul. Anita mengerutkan dahinya ketika membaca laporan hasil pencarian timnya tentang pemuda di hadapannya.
Asosiasi kitab suci menemukan Asrul adalah anggota padepokan Kun Billah sekaligus murid dari Gus Mukhlas. Tidak sulit bagi asosiasi mengumpulkan semua informasi tentang Imam sorban tersebut tetapi informasi tentang Asrul begitu minim.
Selain informasi dari perjalanannya kali ini seperti terlibat dengan silver Hawk maupun aliran keras, tidak ada informasi yang bisa ditemukan tentang Asrul selain yang sudah dikeluarkan dari mulutnya sendiri.
Bisa dibilang Asrul adalah orang yang sangat baru di dunia persilatan sehingga tidak ada informasi yang bisa didapatkan darinya. Bukan Asosiasi kitab suci tidak mampu mencarinya tetapi catatan yang mereka cari memang tidak ada.
Anita tentu tidak bisa menerima itu semua, andai dia belum pernah bertemu dengan Asrul dirinya mungkin bisa percaya kalau pemuda di depannya bukan siapa-siapa selain pemuda biasa yang baru menginjakan kaki di dunia persilatan namun Asrul mengetahui begitu banyak informasi penting bahkan terkait dengan Asosiasi kitab suci.
__ADS_1
Semua ini membawa Anita kepada beberapa kesimpulan, yang paling mungkin adalah ada organisasi kuat di belakang Asrul dan Asosiasinya tidak berhasil menemukan jejak tentang organisasi ini sedikitpun. Anita juga meyakini Asrul menggunakan padepokan Kun Billah untuk menutupi kebenaran tentang dirinya.
"Tuan Muda Asrul, aku tidak akan menutupinya. Kami memang mencaritahu tentang dirimu tetapi kami tidak menemukan informasi apapun yang bernilai tentang dirimu." Anita tidak berani berbohong, dia khawatir Asrul sudah mengetahuinya dan sedang mengujinya.
"Tidak masalah Nona Anita, aku tidak akan memikirkannya. Masalah kerja sama, aku sungguh tertarik." Asrul sudah menebak semuanya, "Aku bisa memberikan informasi yang akan membantu perkembangan Asosiasi kitab suci di kota Mallorca tetapi sebagai gantinya, apa yang kudapatkan?"
Anita bernafas lega, dia khawatir Asrul akan menolak bekerja sama dengan mereka setelah mengetahui mereka mencari informasi tentangnya. Anita yakin Asrul masih menyimpan banyak informasi yang dibutuhkan oleh Asosiasi kitab suci.
"Dalam informasi yang kami dapatkan, justru lebih banyak tentang Imam sorban. Jika aku boleh tahu, apakah benar hubungan Tuan Muda dengan Imam Gus Mukhlas adalah Guru dan murid?"
"Benar, Beliau adalah guru yang ku hormati." Asrul mengangguk pelan.
Anita tidak mengetahui informasi yang dia dapatkan bisa dipercaya atau tidak. Mendengar Asrul berkata demikian serta melihat Asrul memang menghormati Gus Mukhlas, Anita mengangguk pelan. Anita kemudian meminta pelayannya membawakan sesuatu padanya.
"Tuan Muda Asrul, apa mungkin anda mengetahui pil ini?" Anita membuka sebuah kotak kecil, sebuah pil berwarna emas serta mengeluarkan aroma obat yang kuat berada di dalamnya. Terdapat beberapa ukiran huruf kuno pada pil tersebut.
Nafas Asrul tertahan saat melihat pil tersebut, "Ini pertama kali aku melihatnya tetapi jika tidak salah ini adalah Pil Bulan Emas."
Anita tersenyum pahit, dia tidak menduga Asrul sungguh mengenali pil yang ditunjukannya, "Tuan Muda Asrul sungguh berwawasan, benar ini adalah Pil Bulan Emas."
Pil Bulan Emas adalah pil yang berasal dari kota Sekayu. Pil ini dibuat oleh sebuah padepokan ahli obat terbaik di kota Sekayu dan Padepokan ini memiliki kekuatan yang sama dengan padepokan Kun Billah.
Asrul pernah mendengar tentang pil ini saat berkelana pada kehidupan sebelumnya. Pil Bulan Emas begitu terkenal karena khasiat penyembuh yang begitu kuat, dikabarkan selama seseorang masih memiliki satu nafas tersisa maka pil ini akan mampu memulihkannya ke kondisi semula.
__ADS_1
Andai orang sehat mengkonsumsi pil ini maka mereka akan mendapatkan tenaga dalam tiga puluh sampai enam puluh lingkaran tergantung bakat mereka.